<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Sistem_komplemen</id>
	<title>Sistem komplemen - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Sistem_komplemen"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Sistem_komplemen&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T13:44:20Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Sistem_komplemen&amp;diff=31569&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28459036; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Sistem_komplemen&amp;diff=31569&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-05T08:47:16Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28459036; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Sistem komplemen&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah [[protein]] dalam [[serum darah]] yang bereaksi berjenjang sebagai [[enzim]] untuk membantu [[sistem kekebalan seluler]] dan [[sistem kekebalan humoral]] untuk melindungi [[tubuh]] dari [[infeksi]]. Protein komplemen tidak secara khusus bereaksi terhadap [[antigen]] tertentu, dan segera teraktivasi pada proses [[infeksi]] awal dari [[patogen]]. Oleh karena itu sistem komplemen dianggap merupakan bagian dari [[sistem imun bawaan]]. Walaupun demikian, beberapa [[antibodi]] dapat memicu beberapa protein komplemen, sehingga aktivasi sistem komplemen juga merupakan bagian dari [[sistem kekebalan humoral]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Protein]] komplemen di dalam [[serum darah]] merupakan prekursor [[enzim]] yang disebut [[zimogen]]. Zimogen pertama kali ditemukan pada [[saluran pencernaan]], sebuah [[protease]] yang disebut [[pepsinogen]] dan bersifat proteolitik. Pepsinogen dapat teriris sendiri menjadi [[pepsin]] saat terstimulasi derajat keasaman pada [[lambung]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Protein]] hasil irisan zimogen berguna bagi:&lt;br /&gt;
* peningkatan respon [[antibodi]] dan [[memori imunologis]]&lt;br /&gt;
* proses [[lisis]]&lt;br /&gt;
* pembersihan [[kompleks imun]] dan sel [[apoptosis|apoptotik]]&lt;br /&gt;
* proses [[kemotaksis]]&lt;br /&gt;
* mediator peradangan seperti [[mastosit]] untuk memicu proses [[degranulasi]] antibodi IgE.&lt;br /&gt;
melalui jalur yang disebut:&lt;br /&gt;
* [[Lintasan klasik|Jalur klasik]]&lt;br /&gt;
** C1qrs, C2, [[komponen komplemen 3|C3]], [[komponen komplemen 4|C4]], C1-INH, C4-BP&lt;br /&gt;
* [[Lintasan MBL|Jalur lektin]]&lt;br /&gt;
** MBL, MASP, MASP2&lt;br /&gt;
* [[Lintasan alternatif|Jalur alternatif]]&lt;br /&gt;
** [[Komponen komplemen 3|C3]], [[Faktor komplemen B|Faktor B]], [[Faktor komplemen D|Faktor D]], [[Properdin]], [[Faktor I]], [[Faktor komplemen H|Faktor H]], [[Faktor DA]], CR1&lt;br /&gt;
* yang ketiganya mengarah pada pembentukan kompleks lisis melibatkan protein-protein C5, C6, C7, C8, C9, Protein S&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Di akhir abad ke 19, serum darah telah diketahui mengandung suatu faktor atau cara yang dapat digunakan untuk membunuh [[bakteri]]. Pada tahun 1896, [[Jules Bordet]], ilmuwan muda [[Belgia]] dari [[Pasteur Institute]], [[Paris]], mendemonstrasikan bahwa prinsip ini bisa dianalisis menggunakan dua komponen: komponen panas-tetap dan komponen panas-labil. Panas-labil menunjukkan bahwa komponen akan kehilangan kemampuannya jika serum dipanaskan. Komponen panas-tetap ada untuk memberikan kekebalan melawan [[mikroorganisme]] spesifik, sedangkan komponen panas-labil bertanggung jawab terhadap aktivitas mikrobial non-spesifik yang dimiliki serum. Komponen panas-labil ini adalah yang disebut “komplemen”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istilah “komplemen” diperkenalkan oleh [[Paul Ehrlich]] pada akhir tahun 1980an, sebagai bagian dari teorinya mengenai [[sistem kekebalan]]. Menurut teorinya, sistem kekebalan terdiri dari berbagai sel yang memiliki reseptor spesifik pada permukaannya untuk mengenali antigen. Pasca [[imunisasi]] dengan antigen, lebih banyak reseptor terbentuk, lalu reseptor itu mengalir dari sel ke aliran sirkulasi darah. Reseptor ini, yang saat ini kita kenal dengan nama “antibodi”, disebut oleh Ehrlich sebagai “amboceptor” untuk menekankan fungsi ganda reseptor dalam melakukan pengikatan. Reseptor tesebut mampu mengenali dan mengikat antigen spesifik, tetapi mereka juga mampu mengenali dan mengikat komponen antimikrobial panas-labil dari serum. Ehrlich lalu menamakan komponen panas-labil ini “komplemen” karena ini adalah sesuatu dalam darah yang menjadi komplemen sel pada sistem kekebalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ehrlich percaya bahwa setiap amboceptor antigen spesifik memiliki komplemen yang spesifik, di mana Bordet percaya bahwa sebenarnya hanya ada satu tipe komplemen. Di awal abad ke 20, kontroversi ini terselesaikan ketika ditemukan bahwa komplemen bisa beraksi berpasangan dengan antibodi spesifik atau secara sendirian secara non-spesifik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Fungsi komplemen ==&lt;br /&gt;
Di bawah ini adalah fungsi dara dari komplemen:&lt;br /&gt;
# [[Lisis|Mencerna]] [[sel]], [[bakteri]], dan [[virus]]&lt;br /&gt;
# [[Opsonisasi]], yaitu memicu [[fagositosis]] [[antigen]] partikulat&lt;br /&gt;
# Mengikat reseptor komplemen spesifik pada sel-sel imun, [[inflamasi]], dan beberapa molekul [[imunoregulator]]&lt;br /&gt;
# [[Pembersihan imun]], yaitu membuang sisa-sisa bahan imunitas (kompleks imun) dan mengirimnya ke di [[limpa]] dan [[hati]] untuk dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lain-lain ==&lt;br /&gt;
Protein dan [[glikoprotein]] yang merupakan penyusun dari sistem komplemen disintesis di [[hepatosit]] [[hati]]. Namun, sejumlah besar sistem penyusun sistem komplemen juga diproduksi di jaringan [[makrofaga|makrofag]], [[monosit]] dalam darah, dan [[sel epitel]] dari [[saluran kelamin]] dan [[saluran pencernaan|pencernaan]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sistem komplemen memiliki kemungkinan untuk memberi kerusakan parah kepada jaringan milik sendiri, yang berarti bahwa aktivasi sistem komplemen harus dilakukan dengan tepat. Sistem komplemen diatur oleh [[protein kontrol komplemen]], yang terdapat di dalam [[plasma darah]] dalam konsentrasi yang lebih besar daripada protein komplemen itu sendiri. Beberapa protein kontrol komplemen berada di membran sel untuk mencegah penyerangan oleh sistem komplemen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipercaya bahwa sistem komplemen memiliki peran dalam mengakibtkan berbagai penyakit seperti [[sindrom Barraquer-Simmons]], [[lupus erythematosus]], [[glomerulonephritis]], berbagai [[arthritis]], [[penyakit jantung autoimun]], [[multiple sklerosis]], [[penyakit bowel inflamatori]], dan luka [[ischemia-reperfusion]]. Sistem komplemen juga dapat berimplikasi pada [[penyakit sistem saraf]] seperti [[Alzheimer]] dan kondisi degeneratif saraf lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa virus [[HIV]] dapat memanipulasi sistem komplemen untuk mengakibatkan kerusakan lebih lanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
*  [http://www.cehs.siu.edu/fix/medmicro/cment.htm Southern Illinois University Carbondale]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bacaan lebih lanjut ==&lt;br /&gt;
* Abbas AK, Lichtman AH (2003). &amp;#039;&amp;#039;Cellular and Molecular Immunology (5th ed.)&amp;#039;&amp;#039;, 563p. Philadelphia: Saunders.&lt;br /&gt;
* Peakman M, Vergani D (1997). &amp;#039;&amp;#039;Basic and Clinical Immunology&amp;#039;&amp;#039;. New York: Churchill Livingstone.&lt;br /&gt;
* Paul WE (ed.) (1999). &amp;#039;&amp;#039;Fundamental Immunology (4th ed.)&amp;#039;&amp;#039;, 1589p. Philadelphia: Lippincott-Raven.&lt;br /&gt;
* Roitt I, Brostoff J, Male D (2001). &amp;#039;&amp;#039;Immunology&amp;#039;&amp;#039; (6th ed.), 480p. St. Louis: Mosby.&lt;br /&gt;
* Anderson DM (2003) &amp;#039;&amp;#039;Dorland&amp;#039;s Illustrated Medical Dictionary (30th ed.)&amp;#039;&amp;#039;, Philadelphia: W.B. Saunders.&lt;br /&gt;
* Parham P (2005). &amp;#039;&amp;#039;The Immune System&amp;#039;&amp;#039;. New York: Garland.&lt;br /&gt;
* Murphy K, Travers P, Walport M, with contributions by Ehrenstein M et al. (2008). &amp;#039;&amp;#039;Janeway&amp;#039;s Immunobiology (7th ed.)&amp;#039;&amp;#039;, New York: Garland Science.&lt;br /&gt;
* DeFranco AL, Locksley RM, Robertson M (2007). &amp;#039;&amp;#039;Immunity: The Immune Response in Infectious and Inflammatory Disease&amp;#039;&amp;#039;. London; Sunderland, MA: New Science Press; Sinauer Associates.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sistem+komplemen&amp;amp;oldid=28459036 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28459036 (2025-11-13T10:40:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>