<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Solvolisis</id>
	<title>Solvolisis - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Solvolisis"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Solvolisis&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T17:15:36Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Solvolisis&amp;diff=29526&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29300477; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Solvolisis&amp;diff=29526&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-04T08:51:15Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29300477; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Solvolisis&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah suatu tipe dalam reaksi [[substitusi nukleofilik]] (S&amp;lt;sub&amp;gt;N&amp;lt;/sub&amp;gt;1) atau [[reaksi eliminasi]] di mana [[nukleofil]]nya merupakan suatu molekul [[pelarut]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Mekanisme ==&lt;br /&gt;
Solvolisis secara umum merupakan reaksi dengan suatu pelarut di mana satu atau lebih [[ikatan kimia]] diputuskan dalam partikel yang terlarut dalam reaktan. Tidak hanya dengan pelarut, tetapi juga berlangsung dengan salah satu dari ion berikut, reaksi solvolisis mungkin dapat terjadi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Ion positif yang telah bergabung setelah molekul pelarut terikat dengan ion H&amp;lt;sup&amp;gt;+&amp;lt;/sup&amp;gt;. Misalnya pada ion H&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;O&amp;lt;sup&amp;gt;+&amp;lt;/sup&amp;gt; dalam air sebagai pelarut.&lt;br /&gt;
* Ion negatif yang telah bergabung setelah molekul pelarut melepaskan ion H&amp;lt;sup&amp;gt;+&amp;lt;/sup&amp;gt;. Sebagai contoh, ion C&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;H&amp;lt;sub&amp;gt;5&amp;lt;/sub&amp;gt;O&amp;lt;sup&amp;gt;-&amp;lt;/sup&amp;gt; dalam [[etanol]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Solvolisis dari [[reaktan]] [[kiral]] menghasilkan produk [[rasemat]] (seperti yang diharapkan pada S&amp;lt;sub&amp;gt;N&amp;lt;/sub&amp;gt;1) tetapi sering disertai dengan [[inversi Walden]]. Hal ini dijelaskan dengan mendalilkan sebuah pasangan [[ion]] intim dimana [[anion]] pergi masih berada dekat dengan [[karbokation]] dan secara efektif melindunginya dari serangan nukleofil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bentuk ==&lt;br /&gt;
Untuk nukleofil tertentu terdapat istilah khusus untuk jenis reaksi solvolisis: misalnya untuk [[air]], istilah yang digunakan adalah [[hidrolisis]]; untuk [[alkohol]], adalah [[Solvolisis#alkoholisis|alkoholisis]]; untuk [[amonia]], adalah amonolisis; untuk [[glikol]], adalah [[glikolisis]]; untuk [[amina]], adalah [[Solvolisis#aminolisis|aminolisis]] dan sebagainya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Hidrolisis ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika solvolisis banyak merujuk pada konteks [[kimia organik]], hidrolisis sangat umum dalam [[kimia anorganik]], di mana kompleks akua pada ion logam bereaksi dengan molekul pelarut karena [[asam|keasaman Lewis]] pada pusat logam. Misalnya, larutan berair dari [[aluminium klorida]] bersifat asam karena kompleks akua-aluminium kehilangan [[proton]] pada molekul [[air]], memberikan [[ion]] hidronium yang dapat menurunkan [[pH]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kimia organik, reaksi hidrolisis sering memberikan dua fragmen dari substrat awal. Misalnya, hidrolisis [[amida]] memberikan [[asam karboksilat]] dan [[amina]]; hidrolisis [[ester]] memberikan alkohol dan asam karboksilat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Alkoholisis ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh dari reaksi solvolisis adalah reaksi dari [[trigliserida]] dengan [[alkohol]] sederhana seperti [[metanol]] atau [[etanol]] untuk memberikan metil atau etil [[ester]] dari [[asam lemak]], serta [[gliserol]]. Reaksi ini lebih dikenal sebagai reaksi [[transesterifikasi]] karena pertukaran fragmen alkohol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Aminolisis ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Aminolisis&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah reaksi solvolisis oleh suatu [[amina]]. Contoh dari reaksi aminolisis adalah penggantian sebuah [[halogen]] dalam gugus [[alkil]] (R-X) oleh amina (R&amp;#039;-NH2) dan eliminasi [[hidrogen halida]] (HX).&lt;br /&gt;
:R-X + R&amp;#039;-NH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt; → R-NH-R&amp;#039; + HX&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh umum lainnya adalah reaksi sebuah amina primer atau amina sekunder dengan asam karboksilat atau dengan [[turunan asam karboksilat]] membentuk amida. Reaksi ini digunakan secara luas, terutama dalam sintesis [[peptida]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada penambahan sederhana dari amina kepada asam karboksilat, garam dari asam dan basa organik didapatkan. Untuk mengatasi hal ini, asam karboksilat pertama perlu &amp;quot;diaktifkan&amp;quot;. Hal ini biasanya dilakukan dengan mengubah asam menjadi turunan yang lebih reaktif (yaitu [[anhidrida asam]], [[asil halida]]) atau dengan menggunakan agen penggandeng. Dalam beberapa kasus, suhu tinggi (&amp;gt; 200&amp;amp;nbsp;°C) dapat mengatasi pembentukan garam dengan membuang keluar air, tanpa perlu &amp;quot;mengaktivasi&amp;quot; gugus karboksil. Kelemahan reaksi sederhana ini adalah bahwa senyawa dapat terurai pada suhu yang tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Amonolisis ===&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Amonolisis&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; mengacu pada solvolisis oleh [[amonia]] tetapi juga bisa menggambarkan serangan [[nukleofil]]ik oleh amonia secara lebih umum. Amonia mendidih pada suhu -33&amp;amp;nbsp;°C dan sehingga jarang digunakan sebagai pelarut dalam bentuk murni, tetapi mudah [[larut]] dengan air dan umumnya digunakan dalam bentuk larutan jenuh. Maka, amonolisis dapat dianggap sebagai kasus khusus dari solvolisis, karena amonia sendiri dilarutkan dalam pelarut. Meskipun demikian reaksi biasanya sangat selektif, karena nukleofilisitas amonia yang besar jika dibandingkan dengan air.&lt;br /&gt;
:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Dalam daur ulang ==&lt;br /&gt;
Para peneliti sedang bereksperimen dengan cara menggunakan solvolisis dalam daur ulang. Sebagai contoh, solvolisis digunakan untuk memulihkan serat karbon dari bagian serat karbon yang mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
* [[Elektrolisis]]&lt;br /&gt;
* [[Pirolisis]]&lt;br /&gt;
* [[Reaksi substitusi]], meliputi [[Reaksi SN1|S&amp;lt;sub&amp;gt;N&amp;lt;/sub&amp;gt;1]], [[Reaksi SN2|S&amp;lt;sub&amp;gt;N&amp;lt;/sub&amp;gt;2]], dan [[Reaksi SNi|S&amp;lt;sub&amp;gt;N&amp;lt;/sub&amp;gt;i]]&lt;br /&gt;
* [[Reaksi eliminasi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Solvolisis&amp;amp;oldid=29300477 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29300477 (2026-06-01T01:58:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>