<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Sotalol</id>
	<title>Sotalol - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Sotalol"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Sotalol&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T07:35:47Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Sotalol&amp;diff=35755&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29583980; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Sotalol&amp;diff=35755&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T13:22:38Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29583980; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Sotalol&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah obat yang digunakan untuk mengobati dan mencegah [[aritmia|irama jantung abnormal]]. Bukti tidak mendukung penurunan risiko kematian dengan penggunaan jangka panjang. Obat ini diminum atau diberikan melalui suntikan ke pembuluh darah vena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Efek samping yang umum termasuk [[bradikardia|detak jantung lambat]], [[nyeri dada]], [[tekanan darah rendah]], rasa lelah, [[pusing]], sesak napas, masalah penglihatan, [[muntah]], dan [[sembap|pembengkakan]]. Efek samping serius lainnya mungkin termasuk perpanjangan QT, [[gagal jantung]], atau [[bronkospasme]]. Sotalol adalah penghambat reseptor β-adrenergik non-selektif yang memiliki sifat [[antiaritmia]] kelas II dan kelas III.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sotalol pertama kali dideskripsikan pada tahun 1964 dan mulai digunakan dalam dunia medis pada tahun 1974. Obat ini tersedia sebagai [[obat generik]].&lt;br /&gt;
==Sejarah==&lt;br /&gt;
Sotalol pertama kali [[sintesis kimia|disintesis]] pada tahun 1960 oleh A. A. Larsen dari Mead-Johnson Pharmaceutical. Obat ini awalnya dikenal karena efeknya dalam menurunkan [[tekanan darah]] dan kemampuannya untuk [[antiangina|mengurangi gejala angina]]. Obat ini tersedia di Inggris dan Prancis pada tahun 1974, Jerman pada tahun 1975, dan Swedia pada tahun 1979. Obat ini mulai digunakan secara luas pada tahun 1980-an. Pada tahun 1980-an, sifat antiaritmianya ditemukan. Amerika Serikat menyetujui obat ini pada tahun 1992.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kegunaan medis==&lt;br /&gt;
Menurut [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat]] (FDA), sotalol dapat digunakan secara sah untuk mempertahankan irama jantung normal pada orang dengan [[aritmia]] ventrikel yang mengancam jiwa (misalnya [[takikardia]] ventrikel), atau [[fibrilasi atrium]], atau &amp;#039;&amp;#039;flutter&amp;#039;&amp;#039; yang sangat simptomatik. Karena risiko efek samping yang serius, FDA menyatakan bahwa sotalol umumnya harus disediakan untuk orang yang aritmia ventrikelnya mengancam jiwa, atau yang fibrilasi/&amp;#039;&amp;#039;flutter&amp;#039;&amp;#039;nya tidak dapat diatasi dengan menggunakan [[manuver Valsalva]] atau metode sederhana lainnya. Sotalol telah menunjukkan beberapa potensi efikasi terhadap gejala tremor esensial karena pengikatannya pada reseptor β&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;-adrenergik tetapi ini masih merupakan [[penggunaan di luar label]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kontraindikasi==&lt;br /&gt;
Menurut FDA, sotalol tidak boleh digunakan pada orang dengan denyut jantung saat bangun kurang dari 50 denyut per menit. Obat ini tidak boleh digunakan pada orang dengan sindrom sinus sakit, [[sindrom QT panjang]], [[syok kardiogenik]], gagal jantung yang tidak terkontrol, [[asma]] atau kondisi bronkospastik terkait, atau orang dengan kalium serum di bawah 4 meq/L. Obat ini hanya boleh digunakan pada orang dengan blok AV derajat kedua dan ketiga jika terdapat [[pacu jantung buatan]] yang berfungsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena sotalol dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal, obat ini tidak boleh digunakan pada orang dengan laju klirens kreatinin di bawah 40 mL/menit. Obat ini juga diekskresikan dalam ASI, jadi ibu tidak boleh menyusui saat mengonsumsi sotalol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena sotalol memperpanjang interval QT, FDA menyarankan agar tidak menggunakannya bersamaan dengan obat lain yang memperpanjang interval QT. Studi telah menemukan efek samping serius lebih umum terjadi pada individu yang juga mengonsumsi [[digoksin]], mungkin karena gagal jantung yang sudah ada sebelumnya pada orang tersebut. Seperti halnya penghalang beta lainnya, obat ini dapat berinteraksi dengan [[penghambat saluran kalsium]], obat penipis [[katekolamina]], obat [[insulin]] atau [[obat diabetes|antidiabetik]], [[agonis adrenergik beta2|agonis reseptor β&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;-adrenergik]], dan [[klonidin]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa bukti menunjukkan bahwa sotalol harus dihindari dalam kondisi gagal jantung dengan fraksi ejeksi yang berkurang (mengakibatkan jantung hanya mengeluarkan sedikit darah ke dalam sirkulasi dengan setiap pompa) karena peningkatan risiko kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Efek samping==&lt;br /&gt;
Lebih dari 10% pengguna sotalol oral mengalami kelelahan, [[pusing]], [[prasinkop]], [[sakit kepala]], lemas, mual, [[dispnea|sesak napas]], [[bradikardia]] (detak jantung lambat), sensasi jantung berdetak terlalu keras, cepat, atau tidak teratur, atau [[nyeri dada]]. Dosis sotalol yang lebih tinggi meningkatkan risiko semua kemungkinan efek samping ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kasus yang jarang terjadi, perpanjangan QT yang disebabkan oleh sotalol dapat menyebabkan perkembangan takikardia ventrikel polimorfik &amp;#039;&amp;#039;[[torsade de pointes]]&amp;#039;&amp;#039; (TdP) yang mengancam jiwa. Dalam beberapa uji klinis, 0,6% pasien sotalol oral dengan irama jantung supraventrikular abnormal (seperti [[fibrilasi atrium]]) mengalami TdP. Bagi pasien yang memiliki riwayat takikardia ventrikel berkelanjutan (irama abnormal yang berlangsung lebih dari 30 detik), 4% mengembangkan TdP. Risiko meningkat dengan dosis, jenis kelamin perempuan, atau memiliki riwayat [[kardiomegali|pembesaran jantung]] atau gagal jantung kongestif. [[Insidensi]] TdP untuk pasien takikardia ventrikel berkelanjutan adalah 0% dengan dosis harian 80&amp;amp;nbsp;mg; 0,5% pada 160&amp;amp;nbsp;mg; 1,6% pada 320&amp;amp;nbsp;mg; 4,4% pada 480&amp;amp;nbsp;mg; 3,7% pada 640&amp;amp;nbsp;mg; dan 5,8% pada dosis lebih besar dari 640&amp;amp;nbsp;mg. Karena risiko ini, [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat]] (FDA) mengharuskan individu yang terkena dampak untuk dirawat di rumah sakit setidaknya selama tiga hari di fasilitas yang dapat menyediakan resusitasi jantung dan pemantauan elektrokardiografi berkelanjutan setelah memulai atau memulai kembali sotalol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Farmakologi==&lt;br /&gt;
===Mekanisme kerja===&lt;br /&gt;
====Aksi penghalang beta====&lt;br /&gt;
Sotalol adalah penghalanh beta dan berikatan secara non-selektif dengan reseptor adrenergik β&amp;lt;sub&amp;gt;1&amp;lt;/sub&amp;gt; dan β&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;, sehingga mencegah aktivasi reseptor oleh ligan stimulasinya ([[katekolamina]]). Obat ini tidak memiliki aktivitas simpatomimetik intrinsik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa pengikatan katekolamin ke reseptor adrenergik β, kompleks protein G yang terkait dengan reseptor tidak dapat mengaktifkan produksi [[adenosina monofosfat siklik|AMP siklik]], yang berperan dalam mengaktifkan saluran masuk kalsium. Penurunan aktivasi saluran kalsium akan mengakibatkan penurunan kalsium intraseluler. Di dalam sel jantung, kalsium penting dalam menghasilkan sinyal listrik untuk kontraksi otot jantung, serta menghasilkan kekuatan untuk kontraksi ini. Dengan mempertimbangkan sifat-sifat penting kalsium ini, dua kesimpulan dapat ditarik. Pertama, dengan lebih sedikit kalsium di dalam sel, terjadi penurunan sinyal listrik untuk kontraksi, sehingga memberikan waktu bagi alat pacu jantung alami untuk memperbaiki kontraksi aritmia. Kedua, kalsium yang lebih rendah berarti penurunan kekuatan dan laju kontraksi, yang dapat membantu dalam pengobatan detak jantung yang sangat cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Aksi antiaritmia tipe III====&lt;br /&gt;
Sotalol juga bekerja pada saluran kalium dan menyebabkan penundaan relaksasi ventrikel. Dengan memblokir saluran kalium ini, sotalol menghambat aliran keluar ion K&amp;lt;sup&amp;gt;+&amp;lt;/sup&amp;gt;, yang mengakibatkan peningkatan waktu sebelum sinyal listrik lain dapat dihasilkan di miosit ventrikel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Farmakokinetik===&lt;br /&gt;
Sotalol diklasifikasikan sebagai penghalang beta dengan [[lipofilitas]] rendah sehingga potensinya untuk melewati [[sawar darah otak]] lebih rendah. Hal ini pada gilirannya dapat menghasilkan efek yang lebih sedikit pada [[sistem saraf pusat]] serta risiko efek samping [[neuropsikiatri]] yang lebih rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kimia==&lt;br /&gt;
[[Koefisien partisi|Log P]] eksperimental sotalol adalah 1,1 dan log P yang diprediksi berkisar antara -0,42 hingga 0,85. Obat ini adalah penghalang beta [[hidrofilik]] atau [[lipofilitas]] rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sotalol&amp;amp;oldid=29583980 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29583980 (2026-08-15T16:41:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>