<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Sterilisasi_paksa</id>
	<title>Sterilisasi paksa - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Sterilisasi_paksa"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Sterilisasi_paksa&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T05:46:13Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Sterilisasi_paksa&amp;diff=36176&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28486117; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Sterilisasi_paksa&amp;diff=36176&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T17:24:11Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28486117; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Sterilisasi&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;pemandulan paksa&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah program atau kebijakan pemerintah yang memaksa orang untuk menjalani [[sterilisasi manusia|sterilisasi]]. Alasan suatu pemerintah menerapkan kebijakan seperti itu dapat bervariasi. Pada paruh pertama abad ke-20, kebanyakan sterilisasi paksa merupakan bagian dari serangkaian kebijakan [[eugenika]] untuk membuat kelompok-kelompok penduduk tertentu, yang dianggap memiliki kecacatan [[genetik]], agar tidak memiliki keturunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan lainnya bagi sterilisasi paksa di antaranya adalah penanganan jumlah penduduk, diskriminasi jenis kelamin, &amp;quot;penormalan&amp;quot; seperti pada kasus bagi orang [[interseks]], membatasi penyebaran HIV, serta mengendalikan jumlah etnis tertentu—yang merupakan [[genosida]] berdasarkan [[Statuta Roma]]. Beberapa negara juga memiliki aturan yang memaksa orang [[transgender]] untuk menjalani sterilisasi sebelum dokumen mengenai gendernya [[aspek hukum transgender|dapat diubah]]. Praktik ini disebut sebagai pelanggaran [[Prinsip-Prinsip Yogyakarta]] oleh [[Juan E. Méndez]], [[Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa|Pelapor Khusus PBB]] dalam [[Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Menentang Penyiksaan|penyiksaan dan penghukuman atau perlakuan lain yang kejam, tidak manusiawi, atau merendahkan martabat manusia]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kelompok yang ditarget ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada bulan Mei 2014, [[Organisasi Kesehatan Dunia]], [[OHCHR]], [[UN Women]], [[UNAIDS]], [[UNDP]], [[UNFPA]], dan [[UNICEF]] menerbitkan pernyataan bersama yang berjudul &amp;#039;&amp;#039;Eliminating forced, coercive and otherwise involuntary sterilization, An interagency statement&amp;#039;&amp;#039;. Pernyataan tersebut menyebut laporan mengenai sterilisasi paksa pada beberapa kelompok berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Perempuan]], terutama pada kebijakan pengendalian paksa jumlah penduduk, perempuan dengan [[HIV]], dan perempuan dari etnis minoritas.&lt;br /&gt;
* [[Difabel]], yang sering kali dianggap tidak melakukan hubungan seks. Perempuan dengan disabilitas intelektual sering kali diperlakukan seakan mereka tidak memiliki hak terhadap organ reproduksinya. Alasan lainnya seperti menyertakan perempuan difabel ke dalam kelompok orang &amp;quot;yang dianggap memiliki kesulitan dalam menangani menstruasi, atau kondisi kesehatannya (seperti [[epilepsi]]) atau perilakunya terpengaruh negatif akibat menstruasi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
* Orang [[interseks]], subjek dari pembedahan pada organ reproduksinya tanpa seizin dirinya, sering kali sebagai upaya &amp;quot;penormalan&amp;quot;.&lt;br /&gt;
* Orang [[transgender]], sebagai syarat agar ia dapat mengubah status gendernya pada dokumen pemerintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernyataan tersebut juga berisi saran dalam pengambilan keputusan tindakan medis agar menyertakan hak otonomi pasien serta memperhatikan tanggung jawab dan diskriminasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sterilisasi paksa sebagai pengendalian jumlah penduduk ==&lt;br /&gt;
Pengendalian atau perencanaan jumlah penduduk mengatur tingkat pertumbuhan penduduk yang salah satu parameternya adalah kelahiran. Dalam sejarahnya, kebijakan seperti ini dilakukan sebagai respon dari kondisi [[kemiskinan]], [[tekanan penduduk]] terhadap lingkungan, [[ledakan populasi]], hingga alasan agama. Pengendalian jumlah penduduk dapat melibatkan penduduk secara langsung dan memberi mereka kendali penuh terhadap tubuh mereka tetapi beberapa kebijakan telah diterapkan secara paksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Hukum ==&lt;br /&gt;
Pasal 39 dari [[Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Menentang Penyiksaan|Konvensi Istanbul]] melarang sterilisasi paksa.&lt;br /&gt;
Sterilisasi paksa secara luas atau sistematis dipandang sebagai sebuah [[kejahatan kemanusiaan]] dalam [[Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional]] pada bagian penjelasan yang mendefinisikan wewenang [[Mahkamah Pidana Internasional]].&lt;br /&gt;
Pakar hukum, Rebecca Lee, dalam artikelnya di [[Berkeley Journal of International Law]], menyebutkan bahwa (pada tahun 2015) terdapat 21 negara anggota [[Dewan Eropa]] yang mensyaratkan surat keterangan telah disterilisasi bagi orang yang ingin mengganti status jenis kelamin/gendernya pada dokumen pemerintah. Lee menyebutkan bahwa mempersyaratkan sterilisasi merupakan sebuah pelanggaran [[hak asasi manusia]]. Perjanjian internasional spesifik tentang [[LGBT]] kemungkinan dibutuhkan untuk melindungi hak asasi manusia LGBT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Kastrasi kimia]]&lt;br /&gt;
* [[Eugenika]]&lt;br /&gt;
* [[Hukum kesehatan]]&lt;br /&gt;
* [[Hak reproduksi]]&lt;br /&gt;
* [[Kehamilan paksa]]&lt;br /&gt;
* [[Germany Must Perish!]]&lt;br /&gt;
* [[La Operación]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
* [https://web.archive.org/web/20110623144033/http://www.webster.edu/~woolflm/forcedsterilization.html Forced Sterilization]&lt;br /&gt;
* [http://exhibits.hsl.virginia.edu/eugenics/ &amp;quot;Three Generations, No Imbeciles: Virginia, Eugenics, and &amp;#039;&amp;#039;Buck v. Bell&amp;#039;&amp;#039;&amp;quot;]&lt;br /&gt;
* [http://www.eugenicsarchive.org/eugenics/ Eugenics Archive]&lt;br /&gt;
* [https://web.archive.org/web/20121026014306/http://www.ushmm.org/museum/exhibit/online/deadlymedicine/ &amp;quot;Deadly Medicine: Creating the Master Race&amp;quot;] (United States Holocaust Memorial Museum exhibit) (Jerman, AS)&lt;br /&gt;
* [https://archive.today/20121219223913/home.earthlink.net/~thetabus/eugenics/ Eugenics – A Psychiatric Responsibility] (Sejarah Eugenika di Jerman)&lt;br /&gt;
* [http://www.catholicculture.org/docs/doc_view.cfm?recnum=615 &amp;quot;Sterilization Law in Germany&amp;quot;]&lt;br /&gt;
* [http://www.crin.org/docs/resources/treaties/crc.12/China_CFT2_NGO_Report.pdf &amp;quot;Genocide in Tibet – Children of Despair&amp;quot;], Convention on the Rights of the Child&lt;br /&gt;
* [http://embryo.asu.edu/pages/buck-v-bell-1927 &amp;quot;Buck v. Bell (1927)&amp;quot;], Embryo Project Encyclopedia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sterilisasi+paksa&amp;amp;oldid=28486117 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28486117 (2025-11-14T09:35:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>