<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Streptomisin</id>
	<title>Streptomisin - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Streptomisin"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Streptomisin&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T06:07:03Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Streptomisin&amp;diff=36618&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25793727; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Streptomisin&amp;diff=36618&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T22:28:16Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25793727; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Streptomisin&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (Inggris: Streptomycin) adalah [[antibiotik]] yang dihasilkan oleh [[jamur]] tanah &amp;#039;&amp;#039;streptomyces griseus&amp;#039;&amp;#039;. Antibiotik tersebut diperdagangkan sebagai [[garam]] trihidroklorida, fosfat atau sekuisulfat, maupun garam rangkap dengan kalsium klorida.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satunya jenis streptomisin adalah antibiotik golongan aminoglikosida yang memiliki spektrum kerja yang menengah. Spektrum kerja streptomisin meliputi bakteri &amp;#039;&amp;#039;bacillus&amp;#039;&amp;#039; Gram negatif &amp;#039;&amp;#039;seperti Pseudomonas aeruginosa, Klebsiella pneumoniae, dan Enterobacter sp. Streptomycin&amp;#039;&amp;#039; dapat digunakan untuk mengatasi sejumlah infeksi seperti tuberkulosi, radang pada endokardium jantung (&amp;#039;&amp;#039;endokarditis&amp;#039;&amp;#039;), tularemia dan infeksi saluran kemih, dan juga ramai digunakan dalam media untuk menghambat pertumbuhan mikrob. Streptomisin yang tersedia di pasaran adalah dalam bentuk streptomisin sulfat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mekanisme kerja aminoglikosida adalah golongan antibiotik yang bekerja dengan menekan pertumbuhan bakteri. Streptomisin akan menghambat sintesis protein dengan berikatan secara permanen pada sub unit ribosom 30s dan 16s RNA bakteri. Terjadinya ikatan tersebut dapat mengganggu pembentukan kode asam amino oleh mRNA sehingga urutan asam amino pada polipeptida bakteri tidak sesuai. Kesalahan urutan asam amino tersebut mengarah pada pembentukan rantai peptida nonfungsional atau toksik pada sel bakteri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Nama umum Streptomisin ==&lt;br /&gt;
Beberapa nama dagang yang mengandung streptomisin, antara lain&lt;br /&gt;
* Streptomycin sulfate.&lt;br /&gt;
* Agri Strep.&lt;br /&gt;
* Streptobrettin.&lt;br /&gt;
* Streptorex.&lt;br /&gt;
* Verstrep.&lt;br /&gt;
Di Indonesia, obat yang mengandung streptomisin, misalnya Chlorostrep, Hostamycin, Mycillin, dan Penstrep.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bentuk fisik ==&lt;br /&gt;
Strepromisin berbentuk bubuk atau bubuk butiranm tidak berbau, rasanya sedikit pahit, mudah larut dalam air, tetapi praktis tidak larut dalam [[alkohol]], [[klorofom]], dan [[eter]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kegunaan ==&lt;br /&gt;
Streptomisin berkhasiat sebagai anti-bakteri tuberkulostatik. Streptomisin dapat digunakan untuk pengobatan tuberkulosis, tularemia, bubonic plague, glanders, dan bruselosis. Selain itu dapat juga digunakan bersama [[penisilin]] untuk mengobati endokarditis yang diakibatkan oleh stafilokukus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Efek Samping ==&lt;br /&gt;
Beberapa hal yang perlu diwaspadai dalam penggunaan streptomisin, bahwa antibiotik tersebut dapat mengakibatkan:&lt;br /&gt;
* Ototoksisitas, berupa kehilangan pendengaran terhadap frekuensi tinggi, tinitus, dan gangguan vestibuler.&lt;br /&gt;
* Nefrotoksisitas, yaitu gangguan pada fungsi ginjal.&lt;br /&gt;
* Otoksisitas dan nefrotoksisitas lebih sering terjadi pada penggunaan streptomisin dibandingkan dengan aminoglikosida lainnya.&lt;br /&gt;
* Kemerahan pada kulit, dermatitis eksfoliatif, syok anafilaktik, neutropenia, agranulositosis, anemia aplastik, dan trombositopenia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Streptomisin&amp;amp;oldid=25793727 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25793727 (2024-06-04T14:38:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>