<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Suksinilkolina</id>
	<title>Suksinilkolina - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Suksinilkolina"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Suksinilkolina&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T21:35:57Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Suksinilkolina&amp;diff=28910&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Suksinilkolina&amp;diff=28910&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-30T03:57:20Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Suksinilkolina&amp;amp;diff=28910&amp;amp;oldid=28510&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Suksinilkolina&amp;diff=28510&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29037342; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Suksinilkolina&amp;diff=28510&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-30T03:17:09Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29037342; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;suksinilkolina&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, juga dikenal sebagai &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;suksametonium&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;suksametonium klorida&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, atau ditulis &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;sux&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; dalam singkatan medis, adalah obat yang digunakan untuk menyebabkan [[kelumpuhan]] jangka pendek sebagai bagian dari [[anestesi umum]]. Hal ini dilakukan untuk membantu [[intubasi endotrakeal]] atau terapi elektrokonvulsif. Obat ini diberikan melalui suntikan, baik ke dalam vena atau otot. Ketika digunakan dalam vena, onset aksi umumnya dalam waktu satu menit dan efeknya bertahan hingga 10 menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Efek samping yang umum termasuk [[tekanan darah rendah]], peningkatan produksi [[air liur]], [[mialgia|nyeri otot]], dan ruam. Efek samping yang serius termasuk [[hipertermia]] ganas, [[hiperkalemia]], dan reaksi alergi. Obat ini tidak direkomendasikan pada orang yang berisiko [[hiperkalemia|kalium darah tinggi]] atau memiliki riwayat [[miopati]]. Penggunaan selama kehamilan tampaknya aman untuk bayi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suksametonium termasuk dalam kelompok obat penghambat neuromuskular, dan termasuk jenis depolarisasi. Obat ini bekerja dengan cara menghalangi aksi [[asetilkolina]] pada [[otot lurik]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suksametonium pertama kali dideskripsikan pada tahun 1906 dan mulai digunakan dalam dunia medis pada tahun 1951. Obat ini tercantum dalam [[Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia]]. Suksametonium tersedia sebagai [[obat generik]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sejarah==&lt;br /&gt;
Suksametonium pertama kali ditemukan pada tahun 1906 oleh Reid Hunt dan René de M. Taveau. Ketika mempelajari obat tersebut, hewan diberi &amp;#039;&amp;#039;curare&amp;#039;&amp;#039; sehingga mereka tidak merasakan khasiat penghambatan neuromuskular dari suksametonium. Sebaliknya, pada tahun 1949, sebuah kelompok Italia yang dipimpin oleh [[Daniel Bovet]] adalah yang pertama kali mendeskripsikan kelumpuhan yang disebabkan oleh suksinilkolin. Pengenalan klinis suksametonium dideskripsikan pada tahun 1951 oleh beberapa kelompok. Makalah yang diterbitkan oleh Stephen Thesleff dan Otto von Dardel di Swedia penting; tetapi yang juga perlu disebutkan adalah karya Bruck, Mayrhofer, dan Hassfurther di Austria; Scurr dan Bourne di Britania Raya; dan Foldes di Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kegunaan medis==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain anestesi umum, injeksi suksinilkolin klorida diindikasikan untuk memfasilitasi intubasi trakea dan memberikan relaksasi otot rangka selama pembedahan atau ventilasi mekanis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegunaan medisnya terbatas pada relaksasi otot jangka pendek dalam [[pembiusan|anestesi]] dan perawatan intensif, biasanya untuk memfasilitasi [[intubasi endotrakeal]]. Obat ini populer dalam pengobatan darurat karena onsetnya yang cepat dan durasi kerjanya yang singkat. Yang pertama merupakan poin pertimbangan utama dalam konteks perawatan trauma, di mana intubasi endotrakeal mungkin perlu diselesaikan dengan sangat cepat. Yang terakhir berarti bahwa, jika upaya [[intubasi]] endotrakeal gagal dan penderita tidak dapat diberi [[ventilator|ventilasi]], ada prospek pemulihan neuromuskular dan timbulnya pernapasan spontan sebelum [[hipoksemia|kadar oksigen darah rendah]] terjadi. Obat ini mungkin lebih baik daripada [[rokuronium bromida]] pada orang tanpa kontraindikasi karena onset kerjanya yang lebih cepat dan durasi kerjanya yang lebih pendek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suksametonium juga umumnya digunakan sebagai satu-satunya relaksan otot selama [[terapi elektrokonvulsif]], disukai karena durasi kerjanya yang singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suksametonium cepat terdegradasi oleh plasma butirilkolinesterase dan durasi efeknya biasanya berkisar beberapa menit. Ketika kadar plasma butirilkolinesterase sangat berkurang atau bentuk atipikal muncul (kelainan bawaan yang tidak berbahaya), kelumpuhan dapat berlangsung lebih lama, seperti halnya pada gagal hati atau pada neonatus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vial biasanya disimpan pada suhu antara 2–8&amp;amp;nbsp;°C, tetapi masalah telah dilaporkan pada suhu penyimpanan yang lebih rendah. Vial multidosis stabil hingga 14 hari pada suhu kamar tanpa kehilangan potensi yang signifikan. Kecuali dinyatakan lain dalam informasi resep, suhu kamar untuk penyimpanan obat adalah 15–25&amp;amp;nbsp;°C (59–77&amp;amp;nbsp;°F).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Efek samping==&lt;br /&gt;
[[Efek samping]]nya meliputi [[hipertermia]] maligna, nyeri otot, [[rabdomiolisis]] akut dengan [[hiperkalemia|kadar kalium darah tinggi]], [[hipertensi okular]] sementara, [[sembelit|konstipasi]] serta perubahan irama jantung termasuk [[bradikardia|denyut jantung lambat]] dan [[henti jantung]]. Pada orang dengan penyakit neuromuskular atau [[luka bakar]], suntikan suksametonium dapat menyebabkan pelepasan kalium dalam jumlah besar dari [[otot lurik]], yang berpotensi mengakibatkan henti jantung. Kondisi yang rentan terhadap kalium darah tinggi akibat suksametonium adalah luka bakar, cedera kepala tertutup, [[asidosis]], [[sindrom Guillain–Barré]], strok serebral, [[tenggelam]], sepsis intra-abdomen berat, trauma masif, miopati, dan [[tetanus]].&lt;br /&gt;
===Hiperkalemia===&lt;br /&gt;
Efek samping [[hiperkalemia|kalium darah tinggi]] dapat terjadi karena reseptor [[asetilkolina]] terbuka, yang memungkinkan aliran ion [[kalium]] terus menerus ke dalam cairan ekstraseluler. Peningkatan konsentrasi serum ion kalium yang khas pada pemberian suksametonium adalah 0,5&amp;amp;nbsp;mmol per liter. Peningkatan ini bersifat sementara pada pasien yang sehat. Kisaran normal kalium adalah 3,5 hingga 5 mEq per liter. Kalium darah tinggi umumnya tidak mengakibatkan efek samping di bawah konsentrasi 6,5 hingga 7 mEq per liter. Oleh karena itu, peningkatan kadar kalium serum biasanya tidak bersifat bencana pada pasien yang sehat. Kadar kalium darah yang sangat tinggi dapat menyebabkan perubahan elektrofisiologi jantung, yang jika parah dapat mengakibatkan [[aritmia]] atau bahkan henti jantung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Apnea===&lt;br /&gt;
Durasi kerja suksametonium yang singkat disebabkan oleh metabolisme obat yang cepat oleh kolinesterase plasma nonspesifik. Namun, aktivitas kolinesterase plasma berkurang pada beberapa orang karena variasi genetik atau kondisi yang didapat, yang mengakibatkan durasi blok neuromuskular yang lebih lama. Secara genetik, sembilan puluh enam persen populasi memiliki genotipe (Eu:Eu) dan durasi blok yang normal, tetapi beberapa orang memiliki gen atipikal (Ea, Es, Ef) yang dapat ditemukan dalam berbagai kombinasi dengan gen Eu, atau gen atipikal lainnya (lihat Defisiensi pseudokolinesterase). Gen tersebut akan mengakibatkan durasi kerja obat yang lebih lama, mulai dari 20 menit hingga beberapa jam. Faktor yang didapat, yang memengaruhi aktivitas kolinesterase plasma meliputi kehamilan, penyakit hati, gagal ginjal, [[gagal jantung]], [[hipertiroidisme|tirotoksikosis]], dan [[kanker]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Induksi apnea sadar yang disengaja menggunakan obat ini menyebabkan penggunaannya sebagai bentuk terapi aversi pada tahun 1960-an dan 1970-an di beberapa penjara dan tempat-tempat institusional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kimia==&lt;br /&gt;
Suksametonium adalah zat [[kristal]] putih yang tidak berbau. Larutan berairnya memiliki [[pH]] sekitar 4. Di[[hidrat]]nya meleleh pada suhu 160&amp;amp;nbsp;°C, sedangkan [[anhidrat]]nya meleleh pada suhu 190&amp;amp;nbsp;°C. Suksametonium sangat larut dalam air (1 gram dalam sekitar 1 mL), larut dalam [[etil alkohol]] (1 gram dalam sekitar 350 mL), sedikit larut dalam [[kloroform]], dan tidak larut dalam [[eter]]. Suksametonium adalah senyawa [[higroskopi]]s. Senyawa ini terdiri dari dua molekul [[asetilkolina]] yang dihubungkan oleh [[gugus asetil]]nya. Suksametonium juga dapat dilihat sebagai bagian tengah asam suksinat dengan dua bagian [[kolina]], satu di setiap ujungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penyalahgunaan==&lt;br /&gt;
Pihak berwenang Dubai menyatakan bahwa pembunuhan Mahmoud Al-Mabhouh, seorang anggota Hamas, dilakukan di wilayah mereka oleh agen Mossad dengan menggunakan suntikan suksametonium klorida. Memasuki Dubai dengan paspor palsu pada tahun 2010, agen Mossad menemukan al-Mabhouh di sebuah hotel, melumpuhkannya dengan obat bius, menyetrumnya, dan mencekiknya dengan bantal. Konsentrasi tinggi suksametonium klorida ditemukan di tubuh al-Mabhouh setelah kematian. Insiden tersebut memicu krisis diplomatik yang signifikan di Timur Tengah, Eropa, dan Australia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Merek==&lt;br /&gt;
Obat ini tersedia di negara-negara berbahasa Jerman dengan nama dagang Lysthenon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Referensi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Suksinilkolina&amp;amp;oldid=29037342 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29037342 (2026-03-14T19:45:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>