<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Supernova</id>
	<title>Supernova - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Supernova"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Supernova&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T22:12:18Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Supernova&amp;diff=14590&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Supernova&amp;diff=14590&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-26T14:01:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Supernova&amp;amp;diff=14590&amp;amp;oldid=14189&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Supernova&amp;diff=14189&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29515517; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Supernova&amp;diff=14189&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-26T13:22:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29515517; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Supernova&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah [[ledakan]] yang sangat dahsyat dari suatu [[bintang]] besar dan masif yang berada di titik tertentu dalam [[Evolusi bintang|siklus hidupnya]], yang disebabkan oleh keruntuhan inti [[gravitasi]] yang dapat memancarkan [[energi]] lebih banyak daripada [[nova]] dan kecerahannya dapat bertahan hingga beberapa [[Bulan (penanggalan)|bulan]]. Ini biasanya terjadi ketika fusi nuklirnya tidak dapat menahan inti dari gravitasinya sendiri dan akhirnya inti runtuh dan meledak. [[Peristiwa]] supernova ini menandai berakhirnya riwayat suatu bintang. Supernova adalah [[Objek (tata bahasa)|objek]] sementara. Bintang yang mengalami supernova akan tampak sangat cemerlang dan bahkan kecemerlangannya bisa mencapai satu miliar kali [[cahaya]] semula bintang tersebut (yang dapat mengungguli seluruh [[galaksi]]), setelah beberapa [[Minggu (hari)|minggu]] akhirnya meredup, dan lenyap. Karena alasan ini, benda-benda tersebut sulit untuk diamati dan dipelajari, para [[astronom]] kini telah membuat pencarian supernova yang didedikasikan untuk mencari supernova baru dan memperoleh [[pengamatan]] yang cepat dan [[ekstensif]]. Beberapa minggu atau bulan sebelum suatu bintang mengalami supernova, bintang tersebut akan melepaskan energi yang setara dengan energi [[matahari]] yang dilepaskan matahari seumur hidupnya, ledakan ini meruntuhkan sebagian besar material bintang dengan kecepatan 10.000 - 30.000&amp;amp;nbsp;km/s (beberapa hingga 10% [[tahun cahaya]]) dan melepaskan [[gelombang kejut]] yang mampu memusnahkan [[medium antarbintang]]. Ini menyapu cangkang [[gas]] dan [[debu]] yang mengambang, yang dikenal sebagai [[sisa supernova]]. Supernova dapat secara singkat mengungguli seluruh galaksi dan memancarkan lebih banyak energi daripada Matahari kita seumur hidupnya.&lt;br /&gt;
Help me&lt;br /&gt;
Para astronom membagi supernova menjadi 2 jenis utama, [[Supernova tipe I|Tipe I]] dan [[Supernova tipe II|II]] tergantung pada [[kurva cahaya]] dan [[Spektrum bintang|sifat spektrumnya]], baik menghentikan atau mengaktifkan produksi energi melalui [[fusi nuklir]]. Supernova tipe I kemungkinan besar bisa terbentuk sebagai [[katai putih]] yang mencuri gas panas dari bintang pendampingnya. Jika cukup banyak gas yang menumpuk di permukaan katai putih, ledakan [[termonuklir]] yang tak terkendali akan menghancurkan bintang itu berkeping-keping tanpa meninggalkan apapun. Ini adalah supernova paling terang, dan dapat mengukur jarak ke galaksi lain. Supernova tipe II adalah tahap terakhir dalam [[evolusi]] bintang masif tua yang setidaknya 8 kali lebih masif dari Matahari yang runtuh. Bintang seperti itu mencapai titik di mana ia tidak dapat lagi menghasilkan energi nuklir di intinya. Tanpa tekanan luar yang diciptakan energi ini, gravitasi menang dan menyebabkan inti bintang runtuh. Perbedaan di antara keduanya adalah supernova tipe I tidak memiliki [[Garis serspan hidrogen|garis hidrogen]] dalam spektrumnya, sementara supernova tipe II memiliki garis hidrogennya. Setelah inti bintang yang sudah tua berhenti menghasilkan energi, maka bintang tersebut akan mengalami keruntuhan gravitasi secara tiba-tiba dan meninggalkan [[sisa supernova]], bintang berukuran sedang (antara dua hingga [[massa matahari]]) akan menjadi [[bintang neutron]] yang sangat padat, dan jika massa yang tersisa cukup besar (lebih dari lima kali massa matahari) sehingga gravitasi meruntuhkan inti hingga menjadi [[lubang hitam]], dan melepaskan energi potensial gravitasi yang memanaskan dan menghancurkan lapisan terluar bintang. Bintang yang lebih kecil (yang ukurannya serupa dengan Matahari) akan menjadi katai putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rata-rata supernova terjadi setiap 50 [[tahun]] sekali di galaksi seukuran galaksi [[Bima Sakti]]. Supernova memiliki peran dalam memperkaya medium antarbintang dengan elemen-elemen [[massa]] yang lebih besar. Kemudian, gelombang kejut dari ledakan supernova dapat membentuk formasi bintang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis-jenis supernova ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan garis [[spektrum]] pada supernova, maka terbagi menjadi beberapa jenis supernova:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Supernova tipe I]]: Pada supernova tipe I tidak memiliki tanda hidrogen dalam spektrum cahayanya.&lt;br /&gt;
** [[Supernova tipe Ia]]: Pada supernova ini, tidak ditemukan adanya garis spektrum [[hidrogen]] saat pengamatan. Supernova tipe Ia umumnya disebabkan berasal dari [[katai putih]] dari sistem bintang dekat. Saat gas dari bintang pendamping terakumulasi ke katai putih, katai putih secara bertahap terkompresi, dan akhirnya memicu [[reaksi nuklir]]  yang tak terkendali di dalam yang akhirnya menyebabkan ledakan supernova dahsyat.&lt;br /&gt;
** [[Supernova tipe Ib dan Ic|Supernova tipe Ib/c]]: Pada supernova ini, tidak ditemukan adanya garis spektrum hidrogen ataupun [[helium]] saat pengamatan. Supernova tipe Ib/Ic juga mengalami keruntuhan inti seperti halnya supernova tipe II, tetapi mereka telah kehilangan sebagian besar selubung hidrogen luarnya.&lt;br /&gt;
** Supernova tipe Ien telah diusulkan untuk menjelaskan pengamatan supernova [[SN 2021yfj]]. Setelah kehilangan lapisan luar hidrogen, helium, dan karbonnya, bintang tersebut, tepat sebelum ledakan, melepaskan lapisan [[silikon]], [[belerang]], dan [[argon]], yang tidak biasa dan tersembunyi, unsur-unsur yang jarang terlihat pada bintang yang sekarat. Selama ledakan, material dari [[Inti bintang|inti]] bertabrakan dengan cangkang gas, dan panas dari tabrakan tersebut menyebabkan lapisan silikon dan sulfur berpendar. Ledakan tersebut menunjukkan bahwa bintang dapat dilucuti sepenuhnya dan tetap menghasilkan ledakan cemerlang yang dapat diamati dari jarak yang sangat jauh. Penemuan ini memberikan bukti langsung tentang [[Struktur bintang|struktur dalam]] [[bintang masif]] yang telah lama diteorikan, tetapi sulit diamati. Dalam nama jenis ini, &amp;quot;e&amp;quot; menggambarkan posisi lapisan silikon/belerang dalam struktur dalam, sementara &amp;quot;n&amp;quot; menandakan garis emisi yang sempit.&lt;br /&gt;
* [[Supernova tipe II]]: Pada supernova ini, ditemukan adanya garis spektrum Hidrogen saat pengamatan. Agar sebuah bintang menjadi supernova tipe II, ia harus beberapa kali lebih masif dari matahari (perkiraan berkisar antara delapan hingga 15 massa matahari). Unsur-unsur lebih berat menumpuk dan berkumpul seperti bawang, inti memanas dan memadat. Akhirnya, bintang meledak dan materi bintang terpantul dari inti dan meluncur ke angkasa. Yang tersisa adalah objek sangat padat bernama [[bintang neutron]].&lt;br /&gt;
* [[Supernova super-bercahaya]]: Ini adalah jenis supernova langka dan dapat menghasilkan kecerahan 10 hingga 100 kali supernova biasa.&lt;br /&gt;
* [[Hipernova]]: Supernova tipe ini melepaskan energi yang amat besar saat meledak. Energi ini jauh lebih besar dibandingkan energi saat supernova tipe yang lain terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan pada sumber energi supernova, maka didapatkan jenis supernova sebagai berikut.&lt;br /&gt;
* Supernova termonuklir (&amp;#039;&amp;#039;thermonuclear supernovae&amp;#039;&amp;#039;):&lt;br /&gt;
** Berasal dari bintang yang memiliki [[massa]] yang kecil.&lt;br /&gt;
** Berasal dari bintang yang telah berevolusi lanjut.&lt;br /&gt;
** Bintang yang meledak merupakan anggota dari sistem [[bintang ganda]].&lt;br /&gt;
** Ledakan menghancurkan bintang tanpa sisa.&lt;br /&gt;
** Energi ledakan berasal dari pembakaran [[karbon]] (C) dan [[oksigen]] (O).&lt;br /&gt;
* Supernova runtuh-inti (&amp;#039;&amp;#039;core-collapse supernovae&amp;#039;&amp;#039;):&lt;br /&gt;
** Berasal dari bintang yang memiliki massa besar.&lt;br /&gt;
** Berasal dari bintang yang memiliki selubung bintang yang besar dan masih membakar Hidrogen di dalamnya.&lt;br /&gt;
** Bintang yang meledak merupakan [[bintang tunggal]] (seperti Supernova Tipe II), dan bintang ganda (seperti supernova Tipe Ib/c).&lt;br /&gt;
** Ledakan bintang menghasilkan objek mampat berupa bintang [[neutron]] ataupun [[lubang hitam]] (&amp;#039;&amp;#039;black hole&amp;#039;&amp;#039;).&lt;br /&gt;
** Energi ledakan berasal dari tekanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penyebab, tahapan, dan pembentukan ==&lt;br /&gt;
Supernova terjadi ketika ada perubahan pada inti, atau pusat dari suatu bintang masif.  Perubahan dalam inti yang dapat terjadi dalam dua cara berbeda, dengan keduanya menghasilkan supernova.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis supernova pertama terjadi dalam sistem [[biner]]. [[Bintang biner]] adalah dua bintang yang mengorbit satu sama lain pada titik yang sama. Setidaknya salah satu bintang adalah katai putih seukuran [[Bumi]], jika satu katai putih bertabrakan dengan yang lain atau mencuri materi dari bintang pendampingnya, akhirnya [[katai putih]] karbon-oksigen terlalu banyak menyimpan materi. Terlalu banyak materi menyebabkan bintang meledak, menghasilkan supernova.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis supernova kedua terjadi pada akhir masa hidup suatu bintang. Ini terjadi ketika sebuah bintang setidaknya 5 kali massa matahari meledak. Bintang masif membakar sejumlah besar bahan bakar nuklir di inti atau pusatnya. Ini menghasilkan banyak energi, sehingga intinya menjadi sangat panas. [[Panas]] menghasilkan tekanan, dan tekanan yang diciptakan oleh pembakaran nuklir bintang juga mencegah bintang itu runtuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bintang berada di antara dua keseimbangan antara dua [[Gaya (fisika)|gaya]] yang berlawanan: [[Kompresi gravitasi|gravitasi]] yang mencoba membuatnya runtuh ke dalam dan [[Radiasi|tekanan termal]] [[fusi nuklir]] yang memberikan tekanan ke luar. Sepanjang [[waktu]], saat bintang terus hidup dan terbakar, dan kemungkinan memperoleh [[materi]] baru seiring berjalannya waktu, ada interaksi antara tekanan luar dari reaksi termal, dan tekanan ke dalam bintang itu sendiri. Gravitasi bintang mencoba menekan bintang tersebut menjadi [[Bola (geometri)|bola]] sekecil mungkin. Tetapi bahan bakar nuklir yang terbakar di inti bintang menyebabkan tekanan luar yang kuat. Dorongan luar ini menahan tekanan gravitasi ke dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat bintang terbakar selama miliaran tahun, [[Hidrogen]] di inti mulai habis dan mulai membakar [[helium]], menjadi unsur yang lebih berat dan lebih berat yang kemudian menghasilkan [[litium]], oksigen, hingga besi, yang membuat inti semakin padat tekanan luar itu menjadi lemah, sementara besarnya gaya gravitasi semakin kuat, reaksi fusi menghasilkan lebih sedikit energi. Saat bintang kehabisan bahan bakar nuklir, ia mendingin dan sebagian massanya mengalir ke intinya, hal yang dilakukan semua bintang adalah melawan gravitasi, [[tekanan degenerasi elektron]]. Ketika inti mencapai kepadatan kritis 1,4 massa matahari, yang dikenal sebagai [[batas Chandrasekhar]]. Gravitasi menang, dan akhirnya tiba-tiba bintang itu runtuh dalam hitungan [[detik]], dengan cepat diikuti oleh lapisan luar gas yang mengalir masuk secepat 25% [[kecepatan cahaya]]. [[Elektron]] dan [[proton]] bergabung menjadi [[neutron]], mengirimkan sejumlah besar [[neutrino]]. Inti terus runtuh sampai perlawanan antara partikel [[atom]] menghentikannya dari keruntuhan lebih jauh. Semua sekarang terkumpul rapat, menciptakan permukaan [[padat]]. Biasanya, bola yang padat ini tetap sebagai [[bintang neutron]], tetapi jika intinya cukup masif maka ia dapat runtuh lebih jauh, menciptakan [[lubang hitam]]. Keruntuhan gravitasi ini menghasilkan sejumlah besar energi, lebih dari 100 kali lipat dari radiasi matahari kita selama 10 miliar tahun masa hidupnya dan meledakkan lapisan luar bintang ke [[luar angkasa]]. Akhirnya, inti tersebut menjadi sangat [[berat]] sehingga tidak dapat menahan gaya gravitasinya sendiri. Intinya runtuh, menyebabkan supernova raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Urutan kejadian terjadinya supernova adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
* Pembengkakan&lt;br /&gt;
: Bintang membengkak karena mengangkat inti [[Helium]] di dalamnya ke permukaan. Sehingga bintang akan menjadi sebuah [[bintang raksasa]] yang amat besar, dan berwarna merah. Di bagian dalamnya, inti bintang akan semakin menyusut. Dikarenakan penyusutan ini, maka bintang semakin panas dan padat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Inti besi&lt;br /&gt;
: Saat semua bagian inti bintang telah hilang, dan yang tertinggal di dalam hanyalah unsur [[besi]], maka kurang dari satu detik kemudian suatu bintang memasuki tahap akhir dari kehancurannya. Ini dikarenakan struktur nuklir besi tidak memungkinkan [[atom]]-atom dalam bintang untuk melakukan reaksi fusi untuk menjadi elemen yang lebih berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Peledakan&lt;br /&gt;
: Pada tahap ini, suhu pada inti bintang semakin bertambah hingga mencapai 100 miliar °C. Kemudian energi dari inti ini ditransfer menyelimuti bintang yang kemudian meledak dan menyebarkan gelombang kejut. Saat gelombang ini menerpa [[material]] pada lapisan luar bintang, maka material tersebut menjadi panas. Pada suhu tertentu, material ini berfusi dan menjadi elemen-elemen baru dan [[isotop]]-isotop [[radioaktif]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Pelontaran&lt;br /&gt;
: Gelombang kejut akan melontarkan material-material bintang ke ruang angkasa.&lt;br /&gt;
Sementara itu, saat bintang berukuran kecil dan mendingin, potensi gravitasi mendominasi, tetapi karena ia adalah bintang yang cukup kecil, potensi tersebut terlalu lemah untuk melakukan lebih dari sekadar terus menyatukan bintang. Bintang yang didinginkan dengan aman ini disebut [[katai putih]]. Ambang batas massa di bawah bintang yang tidak akan gaya gravitasi yang cukup untuk menghasilkan supernova disebut [[Batas Chandrasekhar]], yang terletak sekitar 1,4 massa matahari. Tetapi, jika katai putih memperoleh massa yang cukup untuk menciptakan tekanan pada inti, dan memadukan karbon atau oksigen (sebagai lawan hidrogen dan helium), menyebabkan reaksi fusi tak terduga dan menyebabkan bintang meledak, dan terjadilah [[supernova tipe Ia]]. Di sisi lain, jika inti katai putih terbuat dari [[neon]], maka inti itu akan runtuh. Keruntuhan inti juga menghasilkan ledakan bintang yang meninggalkan bintang neutron. Itu akan terjadi jika katai putih melewati batas Chandrasekhar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Mekanisme fisik ==&lt;br /&gt;
Terdapat dua mekanisme fisik dalam supernova: ledakan nuklir dan keruntuhan inti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Supernova runtuh-inti ===&lt;br /&gt;
Supernova runtuh-inti (CCSNe; CCSN; CC-SNe) adalah ledakan drmatis bintang-bintang raksasa di akhir [[Evolusi bintang|evolusi]] termonuklirnya yang melahirkan [[lubang hitam]] [[bintang neutron]] setelah kehabisan bahan bakar dan secara intrisik merupakan jenis ledakan kosmik bencana yang paling umum. Sebagian besar energi CCSN (dengan urutan 10e&amp;lt;sup&amp;gt;53&amp;lt;/sup&amp;gt; [[erg]], yaitu 10e&amp;lt;sup&amp;gt;46&amp;lt;/sup&amp;gt; [[Joule|J]]) dilepaskan dalam bentuk neutrino; ~1% energi digunakan untuk mempercepat ejekta ([[energi kinetik]]), dan hanya ~0,01% yang diubah menjadi [[radiasi elektromagnetik]]. Supernova runtuh-inti selalu menunjukkan tanda-tanda [[Anisotropis|anisotropi]], mulai dari gangguan kecil pada kecepatan/kerapatan/komposisi kimia ejejta, hingga struktur seperti [[Jet astrofisika|jet]] yang masif dan energik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Supernova runtuh-inti terjadi ketika sebuah bintang masif mencoba melebur besi di intinya, karena peleburan besi membutuhkan energi, dan inti tiba-tiba runtuh karena gravitasinya. Ledakan supernova runtuh-inti bergantung pada rangkaian peristiwa yang terjadi kurang dari satu detik di wilayah beberapa ratus di kilometer di pusat [[bintang super raksasa]], setelah inti bintang mendekati [[batas Chandrasekhar]] dan runtuh menjadi proto bintang neutron, dan sebelum gelombang kejut diluncurkan melintasi selubung bintang dan juga [[gelombang gravitasi]]. Namun, tidak semua bintang masif meledak sebagai supernova runtuh-inti, sebagian mungkin akan meledak senagai Supernova gagal. CCSNe menghasilkan sebagian besar materi di [[alam semesta]] lebih berat dari hidrogen dan helium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak [[fisika]] menarik terjadi ketika inti semacam itu runtuh, tetapi menghasilkan bintang neutron atau lubang hitam, dan sejumlah besar energi dihasilkan [[gravitasi]], tetapi peran relatif [[neutrino]], [[ketidakstabilan fluida]], [[rotasi]] dan [[medan magnet]] meski masih diperdebatkan, yang secara sensitif bergantung pada hidrodinamika radiasi kompleks di wilayah pasca-guncangan. Supernova ini bisa dari tipe mana saja, kecuali sub tipe I (disebut [[supernova tipe Ia]]). Mereka juga menghasilkan [[ledakan sinar gamma]] panjang (GRB).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ledakan nuklir atau termonuklir ===&lt;br /&gt;
Ledakan nuklir atau termonuklir terjadi, ketika dua bintang neutron, ~ [[Lubang hitam bintang|lubang hitam bermassa matahari]] dan bintang neutron bergabung atau antar [[katai putih]] - sebagai akibat dari hilangnya energi orbital karena radiasi [[gelombang gravitasi]] - ledakan intens hasil dari sinar gamma, bersama dengan bola api dan sisa cahaya. Supernova yang paling banyak dipelajari dalam jenis ini adalah [[supernova tipe Ia]] (SNe Ia). Mekanisme utama SNe ini adalah ledakan termonuklir bintang katai putih akibat evolusi bintang bermassa rendah di sistem biner terdekat yang melewati batas Chandrasekhar atau penggabungan katai putih, meski memiliki keragaman dalam mekanismenya. Supernova termonuklir biasanya menghasilkan radiasi elektromagnetik dan neutrino. Berbeda dengan CCSNe, termonuklir memiliki sinyal neutrino yang kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Dampak dari supernova ==&lt;br /&gt;
Secara umum, supernova dapat menimbulkan kehancuran total pada objek yang berada pada jarak 100 tahun cahaya dari peristiwa. Tetapi supernova juga merupakan jenis peristiwa terpenting untuk perkembangan materi, kompleks, dan selanjutnya kehidupan. Supernova memiliki dampak bagi kehidupan di luar bintang tersebut, di antaranya:&lt;br /&gt;
* Menghasilkan berbagai bahan kimia&lt;br /&gt;
: Pada inti bintang, terjadi reaksi fusi nuklir. Pada reaksi ini dilahirkan unsur-unsur yang lebih berat dari Hidrogen dan Helium. Saat supernova terjadi, unsur-unsur ini dilontarkan keluar bintang dan memperkaya awan antar bintang di sekitarnya dengan unsur-unsur berat. Gelombang kejut yang dihasilkan supernova memampatkan material yang dilewatinya dan merupakan satu-satunya tempat di mana banyak elemen seperti [[karbon]], [[oksigen]], [[nitrogen]], [[silikon]], [[seng]], [[perak]], [[timah]], [[emas]], [[merkuri]], [[timbal]] dan [[uranium]] dan [[besi]] diproduksi. Selama beberapa bulan, gas mendingin dan meredup dalam kecerahan dan bergabung dengan puing-puing [[ruang antarbintang]]. Puing-puing memiliki semua elemen yang tercipta dalam inti bintang. Jutaan atau miliaran tahun ke depan, puing-puing ini mungkin saja bergabung membentuk bintang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Menciptakan kehidupan di alam semesta&lt;br /&gt;
: Supernova melontarkan unsur-unsur tertentu ke ruang angkasa. Unsur-unsur ini kemudian berpindah ke bagian-bagian lain yang jauh dari bintang yang meledak tersebut. Diasumsikan bahwa unsur atau materi tersebut kemudian bergabung membentuk suatu bintang baru atau bahkan [[planet]] di alam semesta. Faktanya bahwa Bumi mengandung unsur-unsur yang hanya diproduksi dalam supernova adalah bukti bahwa [[Tata Surya|tata surya]], planet, dan benda-benda kita mengandung materi yang telah lama diproduksi oleh supernova.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Efeknya pada Bumi ==&lt;br /&gt;
Bumi memang memiliki jejak supernova masa lalu. Jejak [[Isotop besi|besi radioaktif-60]], indikator kuat puing-puing supernova, terkubur di dasar laut tepat di seluruh [[dunia]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;[[Gelembung lokal]]&amp;quot; adalah wilayah pembengkakan gas panas, berukuran 600 tahun cahaya. Itu mengelilingi [[Tata Surya]] dan mendominasi lingkungan bintang kita. Itu dibentuk oleh selusin supernova yang meledak di gumpalan bintang yang bergerak di dekatnya. Ini terjadi 2,3 dan 1,5 juta tahun yang lalu. Ini kira-kira sesuai dengan dimulainya [[Zaman Pleistosin|zaman es Pleistosen]]. Hubungan mungkin tidak sengaja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Peristiwa supernova yang teramati ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada satu bintang yang melakukan supernova di ruang angkasa tiap satu detik kehidupan di bumi. Di galaksi kita sendiri, Bima Sakti, supernova terakhir terjadi pada tahun 1604. Kita juga bisa melihat supernova di galaksi lain. Setiap tahun kita melihat 300 supernova di galaksi lain, karena ada begitu banyak galaksi. Hanya saja, untuk menemukan bintang yang akan melakukan supernova tersebut amatlah sulit. Banyak faktor yang memengaruhi dalam pengamatan supernova. Walaupun begitu, ada beberapa peristiwa supernova yang telah teramati oleh [[manusia]], di antaranya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Supernova 1987A]] (SN 1987A)&lt;br /&gt;
: SN 1987A, sebuah supernova yang meledak dengan kekuatan 100 juta kali matahari di [[Awan Magellan Besar]] dan merupakan supernova terdekat sejak [[supernova Kepler]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Supernova 1994D]] (SN 1994D)&lt;br /&gt;
: Dahulu kala, sebuah bintang meledak di tempat yang amat jauh dari [[bumi]]. Ledakan itu tampak seperti sebuah titik terang. Ini terjadi di bagian luar dari [[galaksi]] [[NGC 4526]], dan dinamakan Supernova 1994D. Sinar yang dipancarkannya selama beberapa minggu setelah ledakan tersebut menunjukkan bahwa supernova tersebut merupakan Supernova Tipe Ia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Supernova 1998bw]] (SN 1998bw)&lt;br /&gt;
:SN 1998bw, sebuah [[Supernova tipe Ic|supernova Ic]] yang meledak di galaksi [[ESO 184-G82]] yang disertai dengan [[semburan sinar gamma]] sehari setelahnya. Ini adalah jenis supernova paling kuat, [[hipernova]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Supernova 2018cow]] (SN 2018cow)&lt;br /&gt;
:SN 2018cow, sebuah ledakan kosmik yang terjadi di rasi bintang Hercules. Sumber [[sinar-X]] cerah terpancar dan diidentifikasi bukan merupakan supernova.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Bacaan lanjutan==&lt;br /&gt;
*  A research-level book, 721 pages&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*  A popular-science account.&lt;br /&gt;
*  An article describing spectral classes of supernovae.&lt;br /&gt;
*  A good review of supernova events.&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Pranala luar==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*  A searchable catalog.&lt;br /&gt;
*  An open-access catalog of supernova light curves and spectra.&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Supernova&amp;amp;oldid=29515517 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29515517 (2026-08-02T11:02:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>