<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Taeniasis</id>
	<title>Taeniasis - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Taeniasis"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Taeniasis&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T04:11:01Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Taeniasis&amp;diff=36360&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25764736; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Taeniasis&amp;diff=36360&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T17:43:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25764736; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Taeniasis&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah [[penyakit menular]] yang disebabkan oleh [[cacing pita]] dalam genus &amp;#039;&amp;#039;[[Taenia (cacing pita)|Taenia]]&amp;#039;&amp;#039;. Cacing ini bersifat [[Parasitisme|parasitik]] dan dapat menular dari hewan ke manusia maupun sebaliknya sehingga taeniasis digolongkan sebagai [[zoonosis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penyebab ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada manusia, taeniasis disebabkan oleh tiga spesies, yaitu &amp;#039;&amp;#039;[[Taenia solium]]&amp;#039;&amp;#039; (cacing pita babi), &amp;#039;&amp;#039;[[Taenia saginata|T. saginata]]&amp;#039;&amp;#039; (cacing pita sapi), dan &amp;#039;&amp;#039;[[Taenia asiatica|T. asiatica]]&amp;#039;&amp;#039; (cacing pita asia). Infeksi terjadi akibat mengonsumsi daging sapi atau daging babi kurang matang yang mengandung [[sistiserkus]] (fase larva cacing) sehingga sistiserkus berkembang menjadi &amp;#039;&amp;#039;Taenia&amp;#039;&amp;#039; dewasa dalam usus manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Epidemiologi ==&lt;br /&gt;
Manusia merupakan [[inang]] definitif bagi &amp;#039;&amp;#039;Taenia&amp;#039;&amp;#039;, sedangkan inang perantaranya yaitu sapi (&amp;#039;&amp;#039;T. saginata&amp;#039;&amp;#039;) dan babi (&amp;#039;&amp;#039;T. solium&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;T. asiatica&amp;#039;&amp;#039;). Dalam kasus tertentu, manusia dapat menjadi inang perantara &amp;#039;&amp;#039;T. solium&amp;#039;&amp;#039; jika mereka menelan proglotid (segmen-segmen tubuh Cestoda yang biasanya keluar bersama tinja) atau telur &amp;#039;&amp;#039;Taenia&amp;#039;&amp;#039; sehingga orang tersebut terkena [[sistiserkosis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taeniasis dilaporkan di seluruh dunia, tetapi infeksi &amp;#039;&amp;#039;T. saginata&amp;#039;&amp;#039; banyak terjadi di negara-negara dengan populasi sapi yang tinggi, seperti wilayah tropis dan subtropis di Afrika, [[Timur Tengah]], [[Eropa Timur]], Meksiko, dan [[Amerika Selatan]]. Sementara itu, infeksi &amp;#039;&amp;#039;T. solium&amp;#039;&amp;#039; banyak dilaporkan di [[Amerika Latin]]. &amp;#039;&amp;#039;Taenia asiatica&amp;#039;&amp;#039; dilaporkan di beberapa negara di Asia, di antaranya Taiwan, Korea, Indonesia, Nepal, Thailand, dan Tiongkok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Gejala klinis ==&lt;br /&gt;
Penyakit ini hanya menimbulkan gejala klinis ringan atau tanpa gejala sama sekali. Gejala dan tanda klinis yang muncul dapat berupa penurunan berat badan atau nyeri perut. Taeniasis akibat &amp;#039;&amp;#039;T. saginata&amp;#039;&amp;#039; biasanya lebih menimbulkan gejala dibandingkan &amp;#039;&amp;#039;T. solium&amp;#039;&amp;#039;. Meskipun demikian, taeniasis akibat &amp;#039;&amp;#039;T. solium&amp;#039;&amp;#039; dapat berkembang menjadi sistiserkosis yang lebih berbahaya. Sistiserkosis merupakan kondisi saat sistiserkus tumbuh dan berkembang dalam jaringan otot, kulit, mata, dan [[sistem saraf pusat]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Diagnosis ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanda infeksi dapat dilihat apabila di dalam tinja terdapat proglotid. Proglotid ini baru muncul pada tinja setelah infeksi berlangsung selama tiga bulan karena cacing memerlukan waktu untuk tumbuh menjadi dewasa. Sampel tinja diperiksa di bawah mikroskop untuk memeriksa jenis cacing atau telurnya. Walaupun begitu, identifikasi &amp;#039;&amp;#039;Taenia&amp;#039;&amp;#039; tidak dapat dilakukan hanya dengan pemeriksaan telur cacing karena semua spesies &amp;#039;&amp;#039;Taenia&amp;#039;&amp;#039; menghasilkan telur yang identik dan bahkan serupa dengan telur cacing dalam genus &amp;#039;&amp;#039;[[Echinococcus]]&amp;#039;&amp;#039;. Pemeriksaan anatomi proglotid gravid (proglotid yang telah matang dan dipenuhi telur) atau skoleks (bagian kepala) dapat membantu mengidentifikasi spesies cacing pita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pencegahan dan penanganan ==&lt;br /&gt;
Infeksi &amp;#039;&amp;#039;Taenia&amp;#039;&amp;#039; dicegah dengan mengonsumsi daging yang matang. Memutus daur hidup cacing juga bisa dilakukan dengan mencegah babi dan sapi mengonsumsi makanan yang berpotensi tercemar tinja manusia. Sementara itu, taeniasis diobati dengan obat cacing seperti [[praziquantel]], [[niklosamid]], dan [[albendazol]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Taeniasis&amp;amp;oldid=25764736 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25764736 (2024-05-28T09:39:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>