<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Tahu</id>
	<title>Tahu - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Tahu"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tahu&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T04:07:16Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tahu&amp;diff=35772&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29151311; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tahu&amp;diff=35772&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T13:25:11Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29151311; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Tahu&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah makanan yang dibuat dari endapan perasan [[biji]] [[kedelai]] yang mengalami [[koagulasi]]. Tahu berasal dari [[Tiongkok]], seperti halnya [[kecap]], [[tauco]], [[bakpau]], dan [[bakso]]. Nama &amp;quot;tahu&amp;quot; merupakan serapan dari [[bahasa Hokkian]] (tauhu) ([[Hanzi]]: 豆腐, [[hanyu pinyin]]: doufu), yang secara harfiah berarti &amp;quot;kedelai terfermentasi&amp;quot;. Tahu telah [[Terkenal karena dijadikan terkenal|dikenal]] di [[Tiongkok]] sejak zaman [[dinasti Han]] sekitar 2200 tahun lalu. Penemunya adalah &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Liu An&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (Hanzi: 劉安) yang merupakan seorang bangsawan, cucu dari Kaisar [[Han Gaozu]], [[Liu Bang]] yang mendirikan dinasti Han.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Versi tahu yang dikenal di [[Jepang]] adalah [[tahu sutra]] (絹漉し豆腐, [[kinugoshi tōfu]]). Tahu sutra lebih lunak dan kurang tahan terhadap pengolahan lebih lanjut, sehingga biasanya dikonsumsi mentah. Tahu secara umum dibawa para perantau Tionghoa ke seluruh penjuru dunia sehingga menyebar ke [[Asia Timur]] dan [[Asia Tenggara]], lalu juga akhirnya ke seluruh dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tahu di Indonesia ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahu telah mengalami indigenisasi di Indonesia sehingga muncul berbagai varian tahu serta panganan berbahan tahu. Tampilan luar tahu ada yang berwarna putih maupun kuning. Karena populernya, tahu menjadi bagian tak terpisahkan yang ditemui di tempat makan berbagai tingkat sosial di Indonesia, bersama-sama dengan [[tempe]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di [[Kediri]] tahu kuning menjadi makanan khas. Tahu ini dikenal sebagai &amp;#039;&amp;#039;tahu takwa&amp;#039;&amp;#039;. Tempat lain yang juga terasosiasi dengan tahu adalah [[Sumedang]] ([[tahu Sumedang]]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahu masih terkait dengan [[kembang tahu]] dan [[tauhue]] (juga disebut sebagai &amp;quot;kembang tahu&amp;quot;) menurut cara pembuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aneka makanan yang melibatkan tahu antara lain tahu [[bacem]], [[tahu bakso]], [[tahu campur]], [[tahu guling]], [[tahu isi]] (tahu bunting), [[perkedel]] tahu, dan [[kerupuk]] tahu, tahu [[pedas]], tahu [[krispi]], [[tahu petis]] dan [[tahu gimbal]]. Tahu goreng biasanya dihidangkan untuk menemani makanan berkuah cair, seperti [[mi bakso]] dan [[soto]]; atau [[batagor]]. [[Siomay]], salah satu bentuk [[dimsum]], juga menggunakan tahu [[pengukusan|kukus]] sebagai komponennya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tahu di Korea ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Dubu&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;tahu Korea&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (豆腐, 두부). [[Orang Korea]] memanfaatkan tahu untuk berbagai jenis [[masakan]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Referensi awal mengenai tahu di Korea dapat ditemukan dalam &amp;#039;&amp;#039;Catatan Mogeun&amp;#039;&amp;#039; (&amp;#039;&amp;#039;Mogeunjip&amp;#039;&amp;#039;) yang ditulis oleh [[Yi Saek]] (bernama pena &amp;#039;&amp;#039;Mogeun&amp;#039;&amp;#039;, 1328-1396) pada zaman [[Dinasti Goryeo]] (938-1392).&lt;br /&gt;
 Dalam satu puisinya, Yi Saek mengungkapkan kelezatan tahu yang baru saja dibuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Referensi lain menuliskan tentang cara memasak tahu Korea dalam &amp;#039;&amp;#039;Yangchonjip&amp;#039;&amp;#039; oleh [[Gwon Geun]] serta [[Heo Gyun]] (1569-1618), seorang [[sastrawan]] [[Dinasti Joseon]] yang menulis artikel dalam &amp;#039;&amp;#039;Domundaejak&amp;#039;&amp;#039; tentang kelembutan rasa dubu yang dijual pedagang di luar [[Gerbang Changui]]. Sebuah catatan di &amp;#039;&amp;#039;[[Joseon Wangjo Sillok|Sejongsillok]]&amp;#039;&amp;#039; (&amp;#039;&amp;#039;Catatan Pemerintahan Raja Sejong&amp;#039;&amp;#039;) menyebutkan bahwa [[Kaisar Ming]] memuji kelezatan tahu di Joseon dan wanitanya pandai memasak makanan yang lezat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Catatan sejarah menunjukkan bahwa teknik membuat tahu diperkenalkan dari daratan [[Tiongkok]] ke Korea pada zaman [[Dinasti Goryeo]] sejak abad ke-10. Dari Korea barulah tahu dikenalkan ke [[Jepang]]. Tahu Korea teksturnya di antara tahu Tionghoa dan Jepang, tidak keras atau lembut. [[Orang Jepang]] memperkenalkan lebih banyak lagi jenis tahu ke Korea semasa [[Penjajahan Jepang atas Korea]] (1910-1945).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;[[Dubu jeongol]]&amp;#039;&amp;#039;, adalah masakan [[jeongol]] tahu dengan sejarah 200 tahun. Dubu jeongol direbus bersama [[daging sapi]], [[kecambah]], [[lobak putih]], [[dropwort]], [[jamur]], [[bawang]], [[wortel]] dan [[kaldu]] dalam [[panci]] besar.&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;[[Dubu Buchim]]&amp;#039;&amp;#039;, [[tahu goreng]], merupakan salah satu masakan yang disajikan dalam [[banchan]].&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;[[Tahu sutera]]&amp;#039;&amp;#039; (&amp;#039;&amp;#039;[[sundubu]]&amp;#039;&amp;#039;): adalah tahu lembut yang tidak diproses layaknya tahu biasa. &amp;#039;&amp;#039;Sundubu&amp;#039;&amp;#039; yang paling terkenal adalah &amp;#039;&amp;#039;sundubu&amp;#039;&amp;#039; dari [[Desa Chodang]] yang dinamakan &amp;#039;&amp;#039;Chodang Dubu&amp;#039;&amp;#039;, diproses dengan menggunakan air laut sehingga menghasilkan rasa yang unik.&lt;br /&gt;
 &amp;#039;&amp;#039;Sundubu&amp;#039;&amp;#039; dimakan dengan kecap dan bumbu-bumbu pedas sambil minum [[makgeolli]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;[[Dubu kimchi]]&amp;#039;&amp;#039;, tahu goreng dengan [[kimchi]].&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;[[Dubu jorim]]&amp;#039;&amp;#039;, tahu goreng dengan saus [[jorim]] yang terbuat dari campuran bumbu-bumbu.&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;[[Sundubu jjigae]]&amp;#039;&amp;#039; adalah [[jjigae]] dengan [[gochujang]] berisi [[tahu sutera]] (sundubu) dan sayur-sayuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu tempat pembuatan tahu tradisional di Korea yang paling terkenal adalah [[Kampung Chodang]] di Provinsi [[Gangwon (Korea Selatan)|Gangwon]]. Di Chodang, tahu diproses dengan air laut yang disuling dari kedalaman 3 meter di bawah permukaan pasir. Sejarah Tahu Chodang bermula dari penemuan sebuah mata air pada tahun 1500-an oleh [[Heo Yeop]], seorang pegawai negeri Joseon yang juga adik dari [[Heo Nanseolheon]]. Setelah mencicipi kelezatan air tersebut Heo Yeop lalu menggunakannya untuk pembuatan tahu. Ia menambahkan air laut untuk proses pengentalan. Tahu yang diciptakannya menghasilkan rasa yang unik. Sampai kini, tradisi membuat tahu dengan air laut masih dijalankan. Kampung asal tahu itu dinamakan sesuai nama pena Heo Yeop, yaitu Chodang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
* .&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
* .&lt;br /&gt;
* .&lt;br /&gt;
* .&lt;br /&gt;
* .&lt;br /&gt;
* . (In Chinese.)&lt;br /&gt;
* .&lt;br /&gt;
* .&lt;br /&gt;
* Knopper, Melissa. (Jan 2002), &amp;#039;&amp;#039;The joy of soy&amp;#039;&amp;#039;, The Rotarian, Vol. 180, No. 1, p.&amp;amp;nbsp;16,&lt;br /&gt;
* &amp;gt;&lt;br /&gt;
* [https://books.google.com/books?id=JTr-ouCbL2AC&amp;amp;pg=PA801&amp;amp;lpg=PA801&amp;amp;dq=dou+fu+contains+calcium&amp;amp;source=bl&amp;amp;ots=1011pbbfxj&amp;amp;sig=dJECMgrGhjwcZUNO6W-Y2t3VZ_c&amp;amp;hl=sv#v=onepage&amp;amp;q&amp;amp;f=false &amp;#039;&amp;#039;The Oxford companion to food&amp;#039;&amp;#039; Alan Davidson, Tom Jaine]&lt;br /&gt;
* [https://www3.nhk.or.jp/nhkworld/en/ondemand/video/2024116/ &amp;quot;The Secrets of Tofu across Japan&amp;quot;] , sebuah film dokumenter ber[[bahasa Inggris]] ½ jam dari lembaga penyiaran negara [[Jepang]] NHK World-Jepang menggambarkan produksi, penggunaan kuliner, dan makna budaya dari tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tahu&amp;amp;oldid=29151311 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29151311 (2026-04-21T18:44:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>