<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Tahu_kuning</id>
	<title>Tahu kuning - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Tahu_kuning"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tahu_kuning&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T14:19:33Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tahu_kuning&amp;diff=36735&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29140010; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tahu_kuning&amp;diff=36735&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T22:40:12Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29140010; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Tahu Kuning&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau dikenal dengan sebutan &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Tahu Takwa&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah [[tahu]] yang berwarna kuning, yang disebabkan karena air rendaman tahu diberi [[kunyit]] atau [[pewarna makanan]]. Tahu kuning merupakan makanan khas [[Kota Kediri]], karena sentra (pusat) pembuatannya banyak dijumpai di Kediri. Tahu kuning memiliki bentuk kotak persegi empat dan agak pipih. Tahu ini juga memiliki kepadatan yang lebih baik dibandingkan [[Tahu|tahu putih]], sehingga ketika dipotong tahu tidak mudah hancur. Selain itu, tahu kuning memiliki tekstur kenyal, berpori halus, dan lembut. Dari segi rasanya, tahu kuning memiliki rasa yang gurih tanpa rasa asam sama sekali. Jika digoreng, bagian luarnya akan berubah menjadi kering dan renyah, sedangkan bagian dalam tetap lembut dan kenyal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun [[1900]], terdapat ribuan warga [[Tiongkok]] yang [[Migrasi|bermigrasi]] ke [[Indonesia]]. Sebagian dari mereka kemudian memasuki wilayah Kediri. Tiga orang dari beberapa imigran tadi merupakan pelopor pembuatan tahu kuning. Mereka adalah [[Lauw Soe Hoek]] (lebih dikenal dengan [[Bah Kacung]]), [[Liem Ga Moy]], dan [[Kaou Loung]]. Hingga saat ini, keturunan dari mereka tetap melestarikan dan melanjutkan usaha dari para [[leluhur]] mereka, kecuali keturunan dari Kaou Loung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktor utama yang mendorong para imigran Tiongkok memilih lokasi pembuatan tahu di Kediri, karena terdapat kesamaan karakteristik air dengan yang terdapat di Tiongkok. Hal tersebut dikarenakan, proses pembuatan tahu ini tidak mudah dan harus menyesuaikan dengan jenis air, yang nantinya akan memengaruhi pada hasil akhirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun [[1912]], Lauw Soe Hoek (Bah Kacung) mulai mendirikan usaha tahu. Sedangkan Liem Ga Moy mengawali usahanya pada tahun [[1948]], tetapi usahanya baru dikenal oleh masyarakat pada tahun [[1950]]. Saat ini usaha tahu Bah Kacung dilanjutkan oleh cucunya A. Herman Budiono putra dari Yosef Seger Budi Santoso (Lauw Sing Hian) yang meninggal pada bulan Mei [[2008]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan nutrisi ==&lt;br /&gt;
Untuk setiap 113 gram tahu kuning mengandung 86 [[kalori]]. Di samping itu, pada setiap 113 gram juga terdapat beberapa [[nutrisi]] yang terkandung di dalamnya, antara lain:&lt;br /&gt;
* [[Kalsium]]: 39.7%&lt;br /&gt;
* [[Mangan]]: 34.5%&lt;br /&gt;
* [[Zat besi|Besi]]: 33.8%&lt;br /&gt;
* [[Protein]]: 18.3%&lt;br /&gt;
* Omega-3: 15%&lt;br /&gt;
* [[Fosfor]]: 11%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Manfaat ==&lt;br /&gt;
Manfaat (khasiat) dari tahu kuning tidak jauh berbeda dengan jenis-jenis tahu lainnya,karena memiliki bahan dasar yang sama, yaitu [[kedelai]]  Tahu kuning memiliki unsur protein kedelai yang berfungsi menurunkan risiko [[Serangan jantung|penyakit jantung]]. Karena di dalamnya mengandung &amp;#039;&amp;#039;[[fitosterol]]&amp;#039;&amp;#039; ([[Minyak nabati|minyak tumbuhan]]) yang baik untuk menurunkan kadar [[kolesterol]] dan mencegah penyumbatan jantung. Selain itu, di dalamnya juga mengandung &amp;#039;&amp;#039;[[isoflavon]]&amp;#039;&amp;#039; yang dapat mencegah penyakit [[kanker]], seperti [[kanker payudara]] dan dan [[kanker prostat]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahu kuning hasil [[fermentasi]] juga dapat meingkatkan pembentukan [[vitamin K]] yang baik untuk mencegah pendarahan berlebih pada saat terjadi luka. Tahu kuning yang memiliki bahan utama dari kacang kedelai, dapat meningkatkan produksi [[Insulin|hormon insulin]], yaitu hormon yang dapat menurunkan kadar [[gula darah]] untuk para penderita [[diabetes]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tahu+kuning&amp;amp;oldid=29140010 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29140010 (2026-04-18T09:57:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>