<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Taman_Nasional_Lorentz</id>
	<title>Taman Nasional Lorentz - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Taman_Nasional_Lorentz"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Taman_Nasional_Lorentz&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T18:00:21Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Taman_Nasional_Lorentz&amp;diff=32116&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29614623; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Taman_Nasional_Lorentz&amp;diff=32116&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-05T17:17:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29614623; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Taman Nasional Lorentz&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah sebuah [[taman nasional]] yang terletak di antara 3 provinsi di [[Pulau Papua]], [[Indonesia]] yakni [[Papua Pegunungan]], [[Papua Tengah]] dan [[Papua Selatan]]. Lahan yang ditempatinya seluas wilayah sebesar 2.505.600 hektare. Dalam pembagian administraif, Taman Nasional Lorent berada dalam wilayah [[Kabupaten Jayawijaya]], [[Kabupaten Mimika]], [[Kabupaten Asmat]], [[Kabupaten Yahukimo]], dan [[Kabupaten Puncak Jaya]]. Taman Nasional Lorentz juga terbagi menjadi 16 [[Distrik (Indonesia)|distrik]]. Pemerintah Indonesia menetapkan kawasannya sebagai taman nasional pada tahun 1997. UNESCO juga menetapkan Taman Nasional Lorentz sebagai warisan dunia pada tahun 1999.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lorentz merupakan taman nasional terbesar di [[Asia Tenggara]]. Taman ini masih belum dipetakan, dijelajahi dan banyak terdapat tanaman asli, hewan dan budaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wilayahnya juga terdapat persediaan mineral, dan operasi pertambangan berskala besar juga aktif di sekitar taman nasional ini. Ada juga &amp;#039;&amp;#039;Proyek Konservasi Taman Nasional Lorentz&amp;#039;&amp;#039; yang terdiri dari sebuah inisiatif masyarakat untuk konservasi komunal dan ekologi warisan yang berada di sekitar Taman Nasional Loretz ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari tahun 2003 hingga kini, [[WWF]]-Indonesia Region Sahul Papua sedang melakukan pemetaan wilayah adat dalam kawasan Taman Nasional Lorentz. Tahun 2003- 2006, WWF telah melakukan pemetaan di Wilayah Taman Nasional Lorentz yang berada di Distrik (Kecamatan) Kurima Kabupaten Yahukimo, dan Tahun 2006-2007 ini pemetaan dilakukan di Distrik Sawaerma Kabupaten Asmat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama [[Taman Nasional]] ini diambil dari seorang [[Penjelajah]] asal [[Belanda]], [[Hendrikus Albertus Lorentz]],yang melewati daerah tersebut pada tahun 1909 yang merupakan ekspedisinya yang ke-10 di [[Taman Nasional]] ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penamaan dan pendirian ==&lt;br /&gt;
Nama Taman Nasional Lorentz diperoleh dari nama [[ilmuwan]] berkebangsaan [[Belanda]] yang bernama H.A. Lorentz. Ia menjelajahi wilayah pedalaman Papua hingga ke pegunungan Mandala pada tahun 1909. Penjelajahan yang dilakukannya merupakan kelanjutan dari perjalanan Jan Carstenz dari Pulau Papua ke [[Australia]] pada tahun 1623. Organisasi [[ornitologi]] dari [[Inggris]] melanjutkan ekspedisi Lorentz dengan mengunjungi bagian barat kawasan tersebut pada tahun 1910—1911. Indische Comite voor Wetenschappelijk Onderzoek der Nederlandsche Kolonie melanjutkan lagi ekspedisi tersebut dengan mengunjungi bagian selatan Papua dan puncak Mandala. Inggris mengadakan ekspedisi keduanya pada saat yang sama dalam kepemimpinan Dr. Wollaston di Otakwa. Pada tahun 1919, Pemerintah [[Hindia Belanda]] menetapkan kawasan hasil ekspedisi sebagai monumen alam. Ekspedisi ke puncak Wilhelmina diadakan pada tahun 1938 oleh ahli [[zoologi]] Belanda dan [[Amerika Serikat|Amerika]] yang dipimpin oleh R. Archbold. Ekspedisi terakhir diadakan pada tahun 1939 oleh perhimpunan geograf Belanda dengan menjelajahi pegunungan bagian tengah dan dipimpin oleh Le Roux. Dalam ekspedisi ini, seorang anggota bernama Dr J.J Dozy menemukan sumber [[tembaga]] dan [[emas]] yang kemudian dikelola oleh [[Freeport Indonesia]]. Status [[suaka alam]] dihapuskan pada tahun 1956 karena adanya konflik dengan [[masyarakat]] serta sengketa kepemilikan tanah. Pakar dari Ditjen Kehutanan RI, [[Uni Internasional untuk Konservasi Alam|IUCN]], [[Organisasi Pangan dan Pertanian|FAO]] dan [[Dana Dunia Untuk Alam|WWF]] menetapkan kawasan ini menjadi kawasan perlindungan pada tahun 1970. Kemudian, [[Cagar alam|Cagar Alam]] Lorentz diresmikan pada tahun 1978 dengan luas 2.150.000 ha melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 44/kpts/UM/1978.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Keadaan geografis ==&lt;br /&gt;
Kawasan Taman Nasional Lorentz berada di bagian tengah dan bagian selatan dalam Pulau Papua. Sistem koordinat geografis taman ini pada posisi 136&amp;lt;sup&amp;gt;o&amp;lt;/sup&amp;gt; 59’ 36,168” BT – 139&amp;lt;sup&amp;gt;o&amp;lt;/sup&amp;gt; 09’ 25,308” BT dan 3&amp;lt;sup&amp;gt;o&amp;lt;/sup&amp;gt; 43’ 10,992” LS – 5&amp;lt;sup&amp;gt;o&amp;lt;/sup&amp;gt; 26’ 39,12” LS. Bedasarkan penetapan surat keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK. 4645 /Menhut-VII/KUH/2014, luas Taman Nasional Lorents sebesar 2.348.683,31 Ha. Wilayahnya terbagi dalam 10 Kabupaten yang merupakan bagian dari Provinsi Papua. Kesepluh kabupaten ini ialah Kabupaten Mimika, [[Kabupaten Paniai]], [[Kabupaten Intan Jaya]], [[Kabupaten Puncak]], Kabupaten Puncak Jaya, [[Kabupaten Lanny Jaya]], Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Yahukimo, [[Kabupaten Nduga]] dan Kabupaten Asmat. Bentangan kawasannya adalah sepanjang [[gletser]] khatulistiwa di jajaran pegunungan tinggi di Asia Tenggara.  Ekosistemnya beragam mulai dari ekosistem pesisir pantai sampai pada [[ekosistem montana]]. Taman Nasional Lorentz merupakan gradasi ekosistem dengan ketinggian antara 0 – 4.884 mdpl. Puncak tertingginya adalah Cartenz dan salju abadinya. Sisi utara taman nasipnal ini merupakan deretan pegunungan tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taman Nasional Lorentz merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di [[Asia Pasifik]]. Kawasan ini juga merupakan salah satu di antara tiga kawasan di dunia yang mempunyai [[gletser]] di daerah [[tropis]]. Membentang dari puncak gunung yang diselimuti [[Salju]] (5.030 meter dpl), hingga membujur ke perairan pesisir pantai dengan [[hutan bakau]] dan batas tepi perairan [[Laut Arafura]]. Dalam bentangan ini, terdapat spektrum [[ekologis]] menakjubkan dari kawasan [[Vegetasi]] [[alpin]], [[sub-alpin]], [[montana]], [[sub-montana]], [[Dataran Rendah]], dan [[lahan basah]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, terdapat pula beberapa kekhasan dan keunikan adanya [[gletser]] di [[Puncak Jaya]] dan sungai yang menghilang beberapa kilometer ke dalam tanah di [[Lembah Baliem]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebanyak 34 tipe vegetasi di antaranya [[hutan]] [[rawa]], hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang, [[hutan hujan]] lahan datar/lereng, hutan hujan pada bukit, [[hutan kerangas]], hutan pegunungan, [[padang rumput]], dan [[lumut kerak]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis-jenis tumbuhan di taman nasional ini antara lain [[nipah]] (Nypa fruticans), [[bakau]] (Rhizophora apiculata), [[Pandanus julianettii]], [[Colocasia esculenta]], [[Avicennia marina]], [[Podocarpus pilgeri]], dan [[Nauclea coadunata]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Satwa ==&lt;br /&gt;
Jenis-jenis satwa yang sudah diidentifikasi di Taman Nasional Lorentz sebanyak 630 jenis burung (± 70 % dari burung yang ada di Papua) dan 123 jenis mamalia. Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini ada dua jenis [[kasuari]], empat [[megapoda]], 31 jenis [[merpati]], 30 jenis [[kakatua]], 13 jenis burung udang, 29 jenis [[burung madu]], dan 20 jenis endemik di antaranya [[cendrawasih]] ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan [[puyuh salju]] (Anurophasis monorthonyx).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satwa mamalia tercatat antara lain [[babi duri moncong panjang]] (Zaglossus bruijnii), [[babi duri moncong pendek]] (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis [[kuskus]], [[walabi]], [[kucing hutan]], dan [[kanguru pohon]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Keanekaragaman dan Tempat Wisata ==&lt;br /&gt;
Taman nasional ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan ditunjang keanekaragaman budaya yang mengagumkan. Diperkirakan kebudayaan tersebut berumur 30.000 tahun dan merupakan tempat kediaman [[Suku Nduga]], [[Suku Dani|Dani]] Barat, [[Suku Amungme]], [[Suku Sempan]] dan [[Suku Asmat]]. Kemungkinan masih ada lagi masyarakat yang hidup terpencil di hutan belantara ini yang belum mengadakan hubungan dengan manusia modern.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Suku Asmat]] terkenal dengan keterampilan pahatan patungnya. Menurut kepercayaannya, suku tersebut identik dengan hutan atau pohon. Batang pohon dilambangkan sebagai tubuh manusia, dahan-dahannya sebagai lengan, dan buahnya sebagai kepala manusia. Pohon dianggap sebagai tempat hidup para arwah nenek moyang mereka. Sistem masyarakat Asmat yang menghormati pohon, ternyata berlaku juga untuk sungai, gunung dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lorentz ditunjuk sebagai taman nasional pada tahun [[1997]], sehingga fasilitas/sarana untuk kemudahan pengunjung masih sangat terbatas, dan belum semua objek dan daya tarik wisata alam di taman nasional ini telah diidentifikasi dan dikembangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebanyak 34 tipe vegetasi di antaranya hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang, hutan hujan lahan datar/lereng, hutan hujan pada bukit, hutan kerangas, hutan pegunungan, padang rumput, dan lumut kerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis-jenis tumbuhan di taman nasional ini antara lain nipah (Nypa fruticans), bakau (Rhizophora apiculata), Pandanus julianettii, Colocasia esculenta, Avicennia marina, Podocarpus pilgeri, dan Nauclea coadunata. Jenis-jenis satwa yang sudah diidentifikasi di Taman Nasional Lorentz sebanyak 630 jenis burung (± 70 % dari burung yang ada di Papua) dan 123 jenis mamalia. Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini ada dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis dara/merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik di antaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satwa mamalia tercatat antara lain babi duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii), babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kanguru pohon.&lt;br /&gt;
== Akses Transportasi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari kota Timika ke bagian Utara kawasan menggunakan penerbangan perintis dan ke bagian Selatan menggunakan kapal laut melalui Pelabuhan Sawa Erma, dilanjutkan dengan jalan setapak ke beberapa lokasi. Dari kota Wamena ke bagian selatan kawasan menggunakan kendaraan mobil menuju Danau Habema, dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Puncak Trikora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Balai Konservasi Sumber Daya Alam|Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem]]&lt;br /&gt;
* [[Daftar taman nasional di Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [https://puncakjayakab.go.id/taman-nasional-lorentz-papua/ Taman Nasional Lorentz - Papua Yang Perlu Anda Tahu]&lt;br /&gt;
* [https://rimbakita.com/taman-nasional-lorentz/ Taman Nasional Lorentz – Kawasan Konservasi Terbesar Asia Tenggara]&lt;br /&gt;
* [https://www.mongabay.co.id/2021/08/16/taman-nasional-lorentz-situs-warisan-dunia-yang-terancam-proyek-jalan-trans-papua/ Taman Nasional Lorentz - Situs Warisan Dunia yang Terancam Proyek Jalan Trans Papua]&lt;br /&gt;
* [https://indonesia.go.id/kategori/pariwisata/2618/menjaga-permata-warisan-lorentz?lang=1 Taman Nasional Lorentz - Menjaga Permata Warisan Lorentz]&lt;br /&gt;
* [https://pu.go.id/berita/pembangunan-jalan-trans-papua-memperhatikan-kelestarian-taman-nasional-lorentz Pembangunan Jalan Trans Papua Memperhatikan Kelestarian Taman Nasional Lorentz]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Taman+Nasional+Lorentz&amp;amp;oldid=29614623 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29614623 (2026-08-22T08:49:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>