<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Tambangan_%28perahu%29</id>
	<title>Tambangan (perahu) - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Tambangan_%28perahu%29"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tambangan_(perahu)&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T21:56:04Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tambangan_(perahu)&amp;diff=30384&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29006837; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tambangan_(perahu)&amp;diff=30384&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-04T17:46:10Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29006837; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Tambangan (perahu)&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah sebuah moda transportasi berupa perahu yang terbuat dari kayu [[Ulin]] yang merupakan jenis kayu paling keras di [[Kalimantan|Pulau kalimantan]]. Perahu ini berukuran rata-rata panjang 18 meter dengan lebar 2,5 meter. Bangku penumpang tersusun memanjang dengan posisi duduk penumpang saling berhadapan. Daya tampung penumpang sekira 20 - 30 orang dalam sekali jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Fungsi Sosial dan Budaya ==&lt;br /&gt;
Sebagai wilayah yang dipisahkan oleh sungai besar [[Sungai Mahakam|Mahakam]] Perahu tambangan menjadi urat nadi transportasi yang menghubungkan wilayah [[Samarinda Kota, Samarinda|Samarinda Kota]] dengan wilayah [[Samarinda Seberang, Samarinda|Samarinda Seberang]]. Dahulu sebelum adanya [[Jembatan Mahakam]] perahu tambangan menjadi satu-satunya alat transportasi yang menghubungkan kampung-kampung tua di samarinda. Meskipun saat ini moda transportasi berkembang pesat, dan akses transportasi menjadi lebih baik dengan adanya jembatan sebagai jalur penghubung. Beberapa wilayah seperti pasar pagi, kampung Baqa dan Loa bakung masih setia menggunakan moda transportasi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perahu tambangan merupakan simbol dari [[kearifan lokal]] masyarakat Samarinda dalam pemanfaatan sungai yang berkelanjutan, serta bukti akulturasi budaya bahari dimana manusia dan alam hidup berdampingan secara selaras dan harmoni. bahkan di beberapa wilayah menjadi bagian dari acara - acara adat seperti penyeberangan saat acara selamatan maupun festival budaya yang diadakan pemerintah kota maupun provinsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tantangan ==&lt;br /&gt;
Beberapa hal yang menjadi tantangan terhadap kelangsungan jenis moda transportasi ini adalah kemudahan akses antar wilayah di [[Kota Samarinda|Kota samarinda]] dengan keberadaan jembatan mahakam maupun Mahkota 2. Kecenderungan dikalangan anak muda yang lebih memilih transportasi yang lebih efisien dan lebih cepat seperti mobil dan motor. Dan masalah polusi serta pendangkalan sungai sehingga menyulitkan navigasi serta padatnya lalu lintas sungai oleh kapal - kapal pengangkut batubara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tambangan+%28perahu%29&amp;amp;oldid=29006837 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29006837 (2026-03-03T10:46:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>