<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Teknologi_informasi_komunikasi</id>
	<title>Teknologi informasi komunikasi - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Teknologi_informasi_komunikasi"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Teknologi_informasi_komunikasi&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-17T18:20:07Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Teknologi_informasi_komunikasi&amp;diff=3564&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Teknologi_informasi_komunikasi&amp;diff=3564&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-23T18:06:34Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;table style=&quot;background-color: #fff; color: #202122;&quot; data-mw-interface=&quot;&quot;&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-marker&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-content&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-marker&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-content&quot; /&gt;
				&lt;tr class=&quot;diff-title&quot; lang=&quot;id&quot;&gt;
				&lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background-color: #fff; color: #202122; text-align: center;&quot;&gt;← Revisi sebelumnya&lt;/td&gt;
				&lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background-color: #fff; color: #202122; text-align: center;&quot;&gt;Revisi per 23 Agustus 2026 18.06&lt;/td&gt;
				&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot; id=&quot;mw-diff-left-l1&quot;&gt;Baris 1:&lt;/td&gt;
&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot;&gt;Baris 1:&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-deleted&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;[[File:Ref_computers.jpg|thumb|right|280px|Ref computers]]&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-deleted&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Teknologi informasi dan komunikasi&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (, disingkat ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan [[teknis]] untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu [[teknologi informasi]] dan [[teknologi komunikasi]]. [[Teknologi]] [[informasi]] meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi [[komunikasi]] adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan pemindahan informasi antar [[media]]. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi [[komputer]] (baik [[perangkat keras]] maupun [[perangkat lunak]]) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan [[abad ke-20]]. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21, TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Teknologi informasi dan komunikasi&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (, disingkat ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan [[teknis]] untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu [[teknologi informasi]] dan [[teknologi komunikasi]]. [[Teknologi]] [[informasi]] meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi [[komunikasi]] adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan pemindahan informasi antar [[media]]. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi [[komputer]] (baik [[perangkat keras]] maupun [[perangkat lunak]]) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan [[abad ke-20]]. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21, TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot; id=&quot;mw-diff-left-l10&quot;&gt;Baris 10:&lt;/td&gt;
&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot;&gt;Baris 12:&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Perkembangan teknologi [[elektronika]], yang merupakan cikal bakal TIK saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era [[Perang Dingin]]. Persaingan [[Iptek|IPTEK]] antara [[blok Barat]] (Amerika Serikat) dan [[blok Timur]] (dulu Uni Soviet) justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya [[miniaturisasi]] rangkaian elektronik untuk [[pengendali pesawat ruang angkasa]] maupun mesin-mesin perang. Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan [[mikroprosesor]]. Mikroprosesor inilah yang menjadi &amp;#039;otak&amp;#039; perangkat keras komputer dan terus berevolusi sampai saat ini.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Perkembangan teknologi [[elektronika]], yang merupakan cikal bakal TIK saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era [[Perang Dingin]]. Persaingan [[Iptek|IPTEK]] antara [[blok Barat]] (Amerika Serikat) dan [[blok Timur]] (dulu Uni Soviet) justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya [[miniaturisasi]] rangkaian elektronik untuk [[pengendali pesawat ruang angkasa]] maupun mesin-mesin perang. Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan [[mikroprosesor]]. Mikroprosesor inilah yang menjadi &amp;#039;otak&amp;#039; perangkat keras komputer dan terus berevolusi sampai saat ini.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi [[digital]] mulai digunakan menggantikan teknologi [[Sinyal analog|analog]]. Teknologi analog mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya. [[Digitalisasi]] perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk [[telepon seluler]]. Di atas [[infrastruktur]] telekomunikasi dan [[komputasi]] ini kandungan isi (&amp;#039;&amp;#039;content&amp;#039;&amp;#039;) berupa [[multimedia]] mendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi [[telekomunikasi]] - komputasi multimedia inilah yang menjadi ciri [[abad ke-21]], sebagaimana [[abad ke-18]] dicirikan oleh revolusi industri. Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti &amp;#039;otot&amp;#039; manusia, maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) &amp;#039;otak&amp;#039; manusia.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi [[digital]] mulai digunakan menggantikan teknologi [[Sinyal analog|analog]]. Teknologi analog mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya. [[Digitalisasi]] perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk [[telepon seluler]]. Di atas [[infrastruktur]] telekomunikasi dan [[komputasi]] ini kandungan isi (&amp;#039;&amp;#039;content&amp;#039;&amp;#039;) berupa [[multimedia]] mendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi [[telekomunikasi]] - komputasi multimedia inilah yang menjadi ciri [[abad ke-21]], sebagaimana [[abad ke-18]] dicirikan oleh revolusi industri. Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti &amp;#039;otot&amp;#039; manusia, maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) &amp;#039;otak&amp;#039; manusia.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;T I K&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Penerapan TIK dalam pendidikan di Indonesia ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Penerapan TIK dalam pendidikan di Indonesia ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot; id=&quot;mw-diff-left-l38&quot;&gt;Baris 38:&lt;/td&gt;
&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot;&gt;Baris 40:&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap muka langsung di antara pihak-pihak yang terlibat (administrator, fasilitator, peserta didik atau pembelajar). ‘Kehadiran’ pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh &amp;#039;&amp;#039;[[e-mail]]&amp;#039;&amp;#039;, kanal &amp;#039;&amp;#039;[[chatting]]&amp;#039;&amp;#039;, atau melalui &amp;#039;&amp;#039;[[video conference]]&amp;#039;&amp;#039;.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap muka langsung di antara pihak-pihak yang terlibat (administrator, fasilitator, peserta didik atau pembelajar). ‘Kehadiran’ pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh &amp;#039;&amp;#039;[[e-mail]]&amp;#039;&amp;#039;, kanal &amp;#039;&amp;#039;[[chatting]]&amp;#039;&amp;#039;, atau melalui &amp;#039;&amp;#039;[[video conference]]&amp;#039;&amp;#039;.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Kontributor lokal dalam pengembangan media e-learning termasuk [[Ahmad Mursyidun Nidhom]], yang mengintegrasikan animasi sebagai alat bantu pembelajaran interaktif.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Kontributor lokal dalam pengembangan media e-learning termasuk [[Ahmad Mursyidun Nidhom]], yang mengintegrasikan animasi sebagai alat bantu pembelajaran interaktif.&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;[https://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Mursyidun_Nidhom Ahmad Mursyidun Nidhom]. &#039;&#039;Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&#039;&#039;. 2025-04-10.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-added&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;del style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;== Referensi ==&lt;/del&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-added&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-added&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Bacaan lanjutan ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Bacaan lanjutan ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* Haryanto, Edy. (2008). &amp;#039;&amp;#039;Teknologi Informasi dan Komunikasi: Konsep dan Perkembangannya&amp;#039;&amp;#039;. &amp;#039;&amp;#039;Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Media Pembelajaran&amp;#039;&amp;#039;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* Haryanto, Edy. (2008). &amp;#039;&amp;#039;Teknologi Informasi dan Komunikasi: Konsep dan Perkembangannya&amp;#039;&amp;#039;. &amp;#039;&amp;#039;Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Media Pembelajaran&amp;#039;&amp;#039;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-deleted&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;== Referensi ==&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-deleted&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-deleted&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;== Sumber dan atribusi ==&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== &lt;del style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;Sumber &lt;/del&gt;dan &lt;del style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;atribusi ==&lt;/del&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title&lt;/ins&gt;=&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;Teknologi+informasi+komunikasi&amp;amp;oldid&lt;/ins&gt;=&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;29511685 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29511685 (2026-08-01T04:54:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons &lt;/ins&gt;dan &lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;del style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teknologi+informasi+komunikasi&amp;amp;oldid=29511685 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29511685 (2026&lt;/del&gt;-&lt;del style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;08&lt;/del&gt;-&lt;del style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;01T04:54:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi&lt;/del&gt;-&lt;del style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;BerbagiSerupa (CC BY&lt;/del&gt;-&lt;del style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/del&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;!&lt;/ins&gt;-- &lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 &lt;/ins&gt;--&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/table&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Teknologi_informasi_komunikasi&amp;diff=3164&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29511685; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Teknologi_informasi_komunikasi&amp;diff=3164&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-23T17:41:20Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29511685; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Teknologi informasi dan komunikasi&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (, disingkat ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan [[teknis]] untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu [[teknologi informasi]] dan [[teknologi komunikasi]]. [[Teknologi]] [[informasi]] meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi [[komunikasi]] adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan pemindahan informasi antar [[media]]. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi [[komputer]] (baik [[perangkat keras]] maupun [[perangkat lunak]]) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan [[abad ke-20]]. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21, TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini. Pertama yaitu temuan [[telepon]] oleh [[Alexander Graham Bell]] pada tahun [[1875]]. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan [[kabel]] yang meliputi seluruh daratan [[Benua Amerika|Amerika]], bahkan kemudian diikuti pemasangan kabel komunikasi [[trans-atlantik]]. Jaringan telepon ini merupakan infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk [[komunikasi global]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memasuki abad ke-20, tepatnya antara tahun [[1910]]-[[1920]], terwujud sebuah [[transmisi]] suara tanpa kabel melalui siaran [[radio AM]] yang pertama. Komunikasi suara tanpa kabel ini pun segera berkembang pesat. Kemudian diikuti pula oleh transmisi [[audio-visual]] tanpa kabel, yang berwujud siaran [[televisi]] pada tahun [[1940]]-an.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Komputer]] [[Elektronika|elektronik]] pertama beroperasi pada tahun [[1943]]. Lalu diikuti oleh tahapan miniaturisasi [[komponen elektronik]] melalui penemuan [[transistor]] pada tahun [[1947]] dan rangkaian terpadu (&amp;#039;&amp;#039;[[Integrated circuit|Integrated Circuit]]&amp;#039;&amp;#039;) pada tahun [[1957]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkembangan teknologi [[elektronika]], yang merupakan cikal bakal TIK saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era [[Perang Dingin]]. Persaingan [[Iptek|IPTEK]] antara [[blok Barat]] (Amerika Serikat) dan [[blok Timur]] (dulu Uni Soviet) justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya [[miniaturisasi]] rangkaian elektronik untuk [[pengendali pesawat ruang angkasa]] maupun mesin-mesin perang. Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan [[mikroprosesor]]. Mikroprosesor inilah yang menjadi &amp;#039;otak&amp;#039; perangkat keras komputer dan terus berevolusi sampai saat ini.&lt;br /&gt;
Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi [[digital]] mulai digunakan menggantikan teknologi [[Sinyal analog|analog]]. Teknologi analog mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya. [[Digitalisasi]] perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk [[telepon seluler]]. Di atas [[infrastruktur]] telekomunikasi dan [[komputasi]] ini kandungan isi (&amp;#039;&amp;#039;content&amp;#039;&amp;#039;) berupa [[multimedia]] mendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi [[telekomunikasi]] - komputasi multimedia inilah yang menjadi ciri [[abad ke-21]], sebagaimana [[abad ke-18]] dicirikan oleh revolusi industri. Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti &amp;#039;otot&amp;#039; manusia, maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) &amp;#039;otak&amp;#039; manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerapan TIK dalam pendidikan di Indonesia ==&lt;br /&gt;
Indonesia pernah menggunakan istilah [[telematika]] (&amp;#039;&amp;#039;[[telematics]]&amp;#039;&amp;#039;) untuk arti yang kurang lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini. [[Encarta Dictionary]] mendeskripsikan &amp;#039;&amp;#039;telematics&amp;#039;&amp;#039; sebagai &amp;#039;&amp;#039;telecommunication&amp;#039;&amp;#039; + &amp;#039;&amp;#039;informatics&amp;#039;&amp;#039; (telekomunikasi + [[informatika]]) meskipun sebelumnya kata itu bermakna &amp;#039;&amp;#039;science of data transmission&amp;#039;&amp;#039;. Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya bidang pendidikan. Ide untuk menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yang rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan sangat menarik minat praktisi pembelajaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tambahan lagi, kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK. Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan &amp;#039;&amp;#039;e&amp;#039;&amp;#039;, mulai dari &amp;#039;&amp;#039;[[e-book]]&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;[[e-learning]]&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;[[e-laboratory]]&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;[[e-education]]&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;[[e-library]]&amp;#039;&amp;#039;, dan sebagainya. Awalan &amp;#039;&amp;#039;e&amp;#039;&amp;#039; bermakna &amp;#039;&amp;#039;[[electronics]]&amp;#039;&amp;#039; yang secara implisit dimaknai &amp;#039;&amp;#039;berdasar teknologi elektronika digital&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran [[radio pendidikan]] dan [[televisi pendidikan]] merupakan upaya melakukan penyebaran informasi ke satuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh [[nusantara]]. Hal ini adalah wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan teknologi dalam membantu proses pembelajaran masyarakat. Kelemahan utama siaran radio maupun televisi pendidikan adalah tidak adanya &amp;#039;&amp;#039;feedback&amp;#039;&amp;#039; yang seketika. Siaran bersifat searah yaitu dari narasumber atau fasilitator kepada pembelajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Introduksi komputer dengan kemampuannya mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan gambar bergerak) memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi. Bila televisi hanya mampu memberikan informasi searah (terlebih jika materi tayangannya adalah materi hasil rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang berinteraksi baik secara sinkron (&amp;#039;&amp;#039;real time&amp;#039;&amp;#039;) maupun [[Komunikasi asinkron|asinkron]] (&amp;#039;&amp;#039;delayed&amp;#039;&amp;#039;). Pembelajaran berbasis [[Internet]] memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi &amp;#039;&amp;#039;[[video conference]]&amp;#039;&amp;#039; yang dijalankan dengan menggunakan teknologi Internet memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain aplikasi unggulan seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan TIK saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Buku elektronik ==&lt;br /&gt;
[[Buku elektronik]] atau &amp;#039;&amp;#039;e-book&amp;#039;&amp;#039; adalah salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Dalam sebuah &amp;#039;&amp;#039;e-book&amp;#039;&amp;#039; dapat diintegrasikan tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun &amp;#039;&amp;#039;movie&amp;#039;&amp;#039; sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis &amp;#039;&amp;#039;e-book&amp;#039;&amp;#039; paling sederhana adalah yang sekadar memindahkan buku [[konvensional]] menjadi bentuk elektronik yang ditayangkan oleh komputer. Dengan teknologi ini, ratusan buku dapat disimpan dalam satu keping [[Cakram padat|CD]] (&amp;#039;&amp;#039;compact disk&amp;#039;&amp;#039;) (kapasitas sekitar 700MB), [[DVD]] (&amp;#039;&amp;#039;digital versatile disk&amp;#039;&amp;#039;) (kapasitas 4,7 sampai 8,5 GB) maupun [[Diska lepas USB|diska lepas]] (&amp;#039;&amp;#039;flash disk&amp;#039;&amp;#039;), [[Harddisk|diska keras]] (&amp;#039;&amp;#039;hard disk&amp;#039;&amp;#039;), dan [[penyimpanan awan]] (&amp;#039;&amp;#039;cloud storage&amp;#039;&amp;#039;). Bentuk yang lebih kompleks dan memerlukan rancangan yang lebih cermat misalnya pada [[Microsoft Encarta]] dan [[Encyclopedia Britannica]] yang merupakan ensiklopedi dalam format multimedia. Format multimedia memungkinkan &amp;#039;&amp;#039;e-book&amp;#039;&amp;#039; menyediakan tidak saja informasi tertulis tetapi juga suara, gambar, movie dan unsur multimedia lainnya. Penjelasan tentang satu jenis musik misalnya, dapat disertai dengan cuplikan suara jenis musik tersebut sehingga pengguna dapat dengan jelas memahami apa yang dimaksud oleh penyaji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== &amp;#039;&amp;#039;E-learning&amp;#039;&amp;#039; ===&lt;br /&gt;
Beragam definisi dapat ditemukan untuk &amp;#039;&amp;#039;[[e-learning]]&amp;#039;&amp;#039;. Victoria L. Tinio, misalnya, menyatakan bahwa &amp;#039;&amp;#039;e-learning&amp;#039;&amp;#039; meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun nonformal, yang menggunakan jaringan komputer ([[intranet]] maupun [[ekstranet]]) untuk pengantaran bahan ajar, interaksi, dan/atau fasilitasi. Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet sering disebut sebagai &amp;#039;&amp;#039;[[online learning]]&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Definisi yang lebih luas dikemukakan pada &amp;#039;&amp;#039;working paper&amp;#039;&amp;#039; SEAMOLEC, yakni &amp;#039;&amp;#039;e-learning&amp;#039;&amp;#039; adalah pembelajaran melalui jasa elektronik. Meski beragam definisi tetapi pada dasarnya disetujui bahwa &amp;#039;&amp;#039;e-learning&amp;#039;&amp;#039; adalah pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi informasi. Dalam definisi tersebut tercakup siaran radio maupun televisi pendidikan sebagai salah satu bentuk &amp;#039;&amp;#039;e-learning&amp;#039;&amp;#039;. Meskipun radio dan televisi pendidikan adalah salah satu bentuk e-learning, pada umumnya disepakati bahwa e-learning mencapai bentuk puncaknya setelah bersinergi dengan teknologi internet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;[[Internet-based learning]]&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;[[web-based learning]]&amp;#039;&amp;#039; dalam bentuk paling sederhana adalah &amp;#039;&amp;#039;[[website]]&amp;#039;&amp;#039; yang dimanfaatkan untuk menyajikan materi-materi pembelajaran. Cara ini memungkinkan pembelajar mengakses sumber belajar yang disediakan oleh narasumber atau fasilitator kapanpun dikehendaki. Bila diperlukan dapat pula disediakan &amp;#039;&amp;#039;[[mailing list]]&amp;#039;&amp;#039; khusus untuk situs pembelajaran tersebut yang berfungsi sebagai forum diskusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fasilitas &amp;#039;&amp;#039;e-learning&amp;#039;&amp;#039; yang lengkap disediakan oleh perangkat lunak khusus yang disebut perangkat lunak pengelola pembelajaran atau [[LMS]] (&amp;#039;&amp;#039;[[learning management system]]&amp;#039;&amp;#039;). LMS mutakhir berjalan berbasis teknologi internet sehingga dapat diakses dari manapun selama tersedia akses ke internet. Fasilitas yang disediakan meliputi pengelolaan siswa atau peserta didik, pengelolaan materi pembelajaran, pengelolaan proses pembelajaran termasuk pengelolaan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan komunikasi antara pembelajar dengan fasilitator-fasilitatornya.&lt;br /&gt;
Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap muka langsung di antara pihak-pihak yang terlibat (administrator, fasilitator, peserta didik atau pembelajar). ‘Kehadiran’ pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh &amp;#039;&amp;#039;[[e-mail]]&amp;#039;&amp;#039;, kanal &amp;#039;&amp;#039;[[chatting]]&amp;#039;&amp;#039;, atau melalui &amp;#039;&amp;#039;[[video conference]]&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kontributor lokal dalam pengembangan media e-learning termasuk [[Ahmad Mursyidun Nidhom]], yang mengintegrasikan animasi sebagai alat bantu pembelajaran interaktif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bacaan lanjutan ==&lt;br /&gt;
* Haryanto, Edy. (2008). &amp;#039;&amp;#039;Teknologi Informasi dan Komunikasi: Konsep dan Perkembangannya&amp;#039;&amp;#039;. &amp;#039;&amp;#039;Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Media Pembelajaran&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teknologi+informasi+komunikasi&amp;amp;oldid=29511685 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29511685 (2026-08-01T04:54:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>