<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Tembaga%28II%29_klorida</id>
	<title>Tembaga(II) klorida - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Tembaga%28II%29_klorida"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tembaga(II)_klorida&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T21:59:18Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tembaga(II)_klorida&amp;diff=28476&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tembaga(II)_klorida&amp;diff=28476&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-29T23:18:18Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tembaga(II)_klorida&amp;amp;diff=28476&amp;amp;oldid=28076&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tembaga(II)_klorida&amp;diff=28076&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29586805; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tembaga(II)_klorida&amp;diff=28076&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-29T22:55:56Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29586805; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Tembaga(II) klorida&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, yang juga dikenal sebagai &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;kupri klorida&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, merupakan sebuah [[senyawa anorganik]] dengan [[rumus kimia]] . Bentuk [[sistem kristal monoklinik|monoklinik]] [[anhidrat]] berwarna kuning kecokelatan ini secara perlahan menyerap kelembapan dari udara dan berubah menjadi [[hidrat|dihidrat]] berwarna biru kehijauan dengan struktur ortorombik, yaitu , yang mengandung dua [[air kristal|molekul air kristalisasi]]. Secara industri, senyawa ini diproduksi untuk dimanfaatkan sebagai [[katalis|ko-katalis]] dalam [[proses Wacker]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik bentuk anhidrat maupun dihidratnya dapat dijumpai secara alami sebagai mineral langka, masing-masing dikenal dengan nama &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;tolbasit&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;eriokalsit&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Struktur ==&lt;br /&gt;
Bentuk [[anhidrat]] dari tembaga(II) klorida mengadopsi struktur [[kadmium iodida]]. Dalam struktur ini, pusat [[copper|tembaga]] memiliki geometri [[geometri molekul oktahedral|oktahedral]]. Sebagian besar senyawa tembaga(II) menunjukkan penyimpangan dari geometri oktahedral ideal akibat adanya [[efek Jahn–Teller]]. Pada kasus ini, efek tersebut berkaitan dengan pelokalan satu [[elektron|elektron-d]] ke dalam suatu [[orbital molekul]] yang bersifat sangat [[orbital molekul antiikatan|anti-ikatan]] terhadap sepasang ligan klorida.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam , atom tembaga kembali memperlihatkan geometri oktahedral yang sangat terdistorsi. Pusat Cu(II) dikelilingi oleh dua ligan air dan empat ligan klorida, di mana ligan klorida tersebut bertindak sebagai [[Jembatan ligan|ligan penjembatan]] yang menghubungkan secara asimetris dengan pusat Cu lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembaga(II) klorida bersifat [[Paramagnetisme|paramagnetik]]. Secara historis,  digunakan dalam pengukuran pertama [[resonansi paramagnetik elektron]] yang dilakukan oleh [[Yevgeny Zavoisky]] pada tahun 1944.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sifat dan reaksi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Larutan berair yang dibuat dari tembaga(II) klorida mengandung berbagai jenis [[kompleks koordinasi|kompleks]] tembaga(II), yang komposisinya bergantung pada [[konsentrasi]], suhu, serta keberadaan ion [[klorida]] tambahan. Spesies-spesies ini mencakup kompleks berwarna biru , serta kompleks halida yang berwarna kuning atau merah dengan rumus umum .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Hidrolisis ===&lt;br /&gt;
Ketika larutan tembaga(II) klorida direaksikan dengan suatu [[basa (kimia)|basa]], akan terjadi [[pengendapan]] [[tembaga(II) hidroksida]]:&lt;br /&gt;
:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidrolisis parsial menghasilkan [[ditembaga klorida trihidroksida]], , yang merupakan fungisida populer. Ketika larutan berair tembaga(II) klorida dibiarkan terpapar udara dan tidak distabilkan dengan penambahan sedikit asam, larutan tersebut cenderung mengalami hidrolisis ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Redoks dan dekomposisi ===&lt;br /&gt;
Tembaga(II) klorida merupakan [[oksidator]] lemah. Senyawa ini mulai terurai menjadi [[tembaga(I) klorida]] dan [[gas klorin]] pada suhu sekitar , dan terurai sepenuhnya pada suhu mendekati :&lt;br /&gt;
:&lt;br /&gt;
[[Titik leleh]] tembaga(II) klorida yang sering dilaporkan sebesar  sebenarnya merupakan lelehan dari campuran [[tembaga(I) klorida]] dan tembaga(II) klorida. Titik leleh yang sebenarnya, yaitu sekitar , dapat diekstrapolasi dengan menggunakan data titik leleh campuran antara CuCl dan . Tembaga(II) klorida bereaksi dengan berbagai logam menghasilkan logam tembaga atau [[tembaga(I) klorida]] (CuCl), disertai oksidasi pada logam lainnya. Untuk mengonversi tembaga(II) klorida menjadi tembaga(I) klorida, salah satu cara yang praktis adalah mereduksi larutan berairnya menggunakan [[belerang dioksida]] sebagai [[agen pereduksi]]:&lt;br /&gt;
:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kompleks koordinasi ===&lt;br /&gt;
 bereaksi dengan HCl atau sumber [[klorida]] lainnya membentuk ion-ion kompleks, yaitu kompleks merah  (ditemukan dalam [[kalium trikloridokuprat(II)]] ). Dalam kenyataannya, spesies ini merupakan [[dimerisasi (kimia)|dimer]], yakni , yang tersusun dari sepasang tetrahedron yang berbagi satu sisi. Selain itu, terbentuk pula kompleks  berwarna hijau atau kuning, yang terdapat dalam [[kalium tetrakloridokuprat(II)]] .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:&lt;br /&gt;
:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian dari kompleks-kompleks ini dapat dikristalkan dari larutan berair dan menunjukkan keragaman struktur yang luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembaga(II) klorida juga membentuk berbagai [[kompleks koordinasi]] dengan [[ligan]] seperti [[amonia]], [[piridina]], dan [[trifenilfosfina oksida]]:&lt;br /&gt;
: (tetragonal)&lt;br /&gt;
: (tetrahedral)&lt;br /&gt;
Namun, ligan “lunak” seperti [[fosfina]] (misalnya [[trifenilfosfina]]), iodida, dan [[sianida]], serta beberapa [[amina]] tersier, dapat menginduksi [[reduksi]] sehingga menghasilkan kompleks tembaga(I).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Preparasi ==&lt;br /&gt;
Tembaga(II) klorida diproduksi secara komersial melalui proses [[klorinasi]] tembaga. Tembaga yang dipanaskan hingga pijar merah (300–400 °C) bereaksi langsung dengan [[gas klorin]], menghasilkan tembaga(II) klorida dalam keadaan cair. Reaksi ini bersifat sangat [[eksotermik]].&lt;br /&gt;
:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Larutan tembaga(II) klorida diproduksi secara komersial dengan mengalirkan [[gas klorin]] ke dalam campuran yang disirkulasikan antara [[asam klorida]] dan tembaga. Dari larutan ini, bentuk dihidratnya dapat diperoleh melalui proses penguapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun logam tembaga itu sendiri tidak dapat dioksidasi oleh [[asam klorida]], basa-basa yang mengandung tembaga seperti hidroksida, [[tembaga(II) oksida]], atau [[tembaga karbonat basa|tembaga(II) karbonat basa]] dapat bereaksi membentuk  melalui suatu [[reaksi asam–basa]]. Senyawa yang dihasilkan selanjutnya dapat dipanaskan di atas  untuk menghasilkan turunan anhidratnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dibuat, larutan  dapat dimurnikan melalui proses [[kristalisasi]]. Metode standar dilakukan dengan melarutkan larutan tersebut dalam [[asam klorida]] encer panas, kemudian memicu pembentukan kristal dengan mendinginkannya di dalam bak es [[kalsium klorida]] ().&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat cara tidak langsung dan jarang digunakan untuk memanfaatkan ion tembaga dalam larutan guna membentuk tembaga(II) klorida. [[Elektrolisis]] larutan natrium klorida berair dengan [[elektroda]] tembaga menghasilkan (di antara produk lainnya) [[busa]] biru kehijauan yang dapat dikumpulkan dan diubah menjadi bentuk hidrat. Meskipun metode ini umumnya tidak digunakan karena pelepasan gas klorin yang beracun serta dominannya [[proses kloralkali]] yang lebih umum, elektrolisis tersebut akan mengonversi logam tembaga menjadi ion tembaga dalam larutan sehingga membentuk senyawa ini. Pada dasarnya, setiap larutan yang mengandung ion tembaga dapat dicampurkan dengan asam klorida dan diubah menjadi tembaga klorida dengan cara menghilangkan ion-ion lain yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
* [[Tembaga(I) klorida]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bacaan lebih lanjut ==&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;The Merck Index&amp;#039;&amp;#039;, 7th edition, Merck &amp;amp; Co, Rahway, New Jersey, USA, 1960.&lt;br /&gt;
* D. Nicholls, &amp;#039;&amp;#039;Complexes and First-Row Transition Elements&amp;#039;&amp;#039;, Macmillan Press, London, 1973.&lt;br /&gt;
* A. F. Wells, &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Structural Inorganic Chemistry&amp;#039;&amp;#039;, 5th ed., Oxford University Press, Oxford, UK, 1984.&lt;br /&gt;
* J. March, &amp;#039;&amp;#039;Advanced Organic Chemistry&amp;#039;&amp;#039;, 4th ed., p.&amp;amp;nbsp;723, Wiley, New York, 1992.&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;Fieser &amp;amp; Fieser Reagents for Organic Synthesis&amp;#039;&amp;#039; Volume 5, p158, Wiley, New York, 1975.&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [http://www.periodicvideos.com/videos/mv_copper_chloride.htm Copper Chloride] di &amp;#039;&amp;#039;[[The Periodic Table of Videos]]&amp;#039;&amp;#039; (Universitas Nottingham)&lt;br /&gt;
* [https://web.archive.org/web/20150907141353/http://www.amazingrust.com/Experiments/background_knowledge/CuCl2.html Copper (II) Chloride – Description and Pictures]&lt;br /&gt;
* [https://web.archive.org/web/20130530211504/http://www.npi.gov.au/substances/copper/index.html National Pollutant Inventory – Copper and compounds fact sheet]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tembaga%28II%29+klorida&amp;amp;oldid=29586805 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29586805 (2026-08-16T05:34:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>