<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Tenaga_kerja_manual</id>
	<title>Tenaga kerja manual - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Tenaga_kerja_manual"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tenaga_kerja_manual&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T01:37:31Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tenaga_kerja_manual&amp;diff=17865&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tenaga_kerja_manual&amp;diff=17865&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-27T09:02:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;table style=&quot;background-color: #fff; color: #202122;&quot; data-mw-interface=&quot;&quot;&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-marker&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-content&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-marker&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-content&quot; /&gt;
				&lt;tr class=&quot;diff-title&quot; lang=&quot;id&quot;&gt;
				&lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background-color: #fff; color: #202122; text-align: center;&quot;&gt;← Revisi sebelumnya&lt;/td&gt;
				&lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background-color: #fff; color: #202122; text-align: center;&quot;&gt;Revisi per 27 Agustus 2026 09.02&lt;/td&gt;
				&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot; id=&quot;mw-diff-left-l1&quot;&gt;Baris 1:&lt;/td&gt;
&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot;&gt;Baris 1:&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Tenaga kerja manual&#039;&#039;&#039; (dalam [[bahasa Inggris]]: &#039;&#039;&#039;&#039;&#039;manual labour&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;) adalah pekerjaan fisik yang dilakukan oleh manusia, berbeda dengan tenaga kerja mesin dan tenaga kerja hewan. Pada umumnya tenaga kerja manual bekerja menggunakan dengan tangan (kata &#039;&#039;manual&#039;&#039; berasal dari kata [[Latin (bahasa)|Latin]] untuk tangan) dengan arti luas yaitu tenaga kerja manual ialah pekerjaan yang dilakukan dengan otot dan tulang tubuh manusia. Menurut sebagian besar [[prasejarah]] dan sejarah manusia, tenaga kerja manual dan tenaga kerja hewan menjadi cara utama dalam menyelesaikan masalah dengan pekerjaan fisik. Mekanisasi dan [[otomatisasi]] telah ada selama berabad-abad dengan tujuan mengurangi tenaga kerja manusia dan hewan dalam produksi, tetapi hal ini baru dimulai pada abad ke-18 dan ke-19, tenaga kerja manual mulai berkembang secara signifikan dan mengubah budaya manusia. Dalam mengimplementasikannya, tenaga kerja manual membutuhkan [[teknologi]] yang memadai dan biaya modal yang jumlah upahnya dapat dibenarkan di masa depan. Semi-otomatisasi merupakan [[alternatif]] perpindahan pekerja dalam menggabungkan tenaga kerja manusia, otomatisasi, dan komputerisasi agar memanfaatkan keunggulan manusia dan mesin.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Tenaga kerja manual&#039;&#039;&#039; (dalam [[bahasa Inggris]]: &#039;&#039;&#039;&#039;&#039;manual labour&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;) adalah pekerjaan fisik yang dilakukan oleh manusia, berbeda dengan tenaga kerja mesin dan tenaga kerja hewan. Pada umumnya tenaga kerja manual bekerja menggunakan dengan tangan (kata &#039;&#039;manual&#039;&#039; berasal dari kata [[Latin (bahasa)|Latin]] untuk tangan) dengan arti luas yaitu tenaga kerja manual ialah pekerjaan yang dilakukan dengan otot dan tulang tubuh manusia. Menurut sebagian besar [[prasejarah]] dan sejarah manusia, tenaga kerja manual dan tenaga kerja hewan menjadi cara utama dalam menyelesaikan masalah dengan pekerjaan fisik. Mekanisasi dan [[otomatisasi]] telah ada selama berabad-abad dengan tujuan mengurangi tenaga kerja manusia dan hewan dalam produksi, tetapi hal ini baru dimulai pada abad ke-18 dan ke-19, tenaga kerja manual mulai berkembang secara signifikan dan mengubah budaya manusia. Dalam mengimplementasikannya, tenaga kerja manual membutuhkan [[teknologi]] yang memadai dan biaya modal yang jumlah upahnya dapat dibenarkan di masa depan. Semi-otomatisasi merupakan [[alternatif]] perpindahan pekerja dalam menggabungkan tenaga kerja manusia, otomatisasi, dan komputerisasi agar memanfaatkan keunggulan manusia dan mesin.&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Ali Khan. [https://papers.ssrn.com/abstract=936890 The Dignity of Manual Labor]. 2006-10-12.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Meskipun hampir semua pekerjaan memiliki potensi untuk menerapkan keterampilan dan kecerdasan, akan tetapi banyak juga pekerjaan yang sebagian besar masih menggunakan tenaga kerja manual, seperti memetik buah dan sayuran, penanganan bahan secara manual (misalnya, penyimpanan di rak, penggalian manual, atau perakitan suku cadang secara manual). Oleh karena itu, terdapat parsial tetapi signifikan antara tenaga kerja manual dan pekerja tidak terampil atau semi-terampil. Berdasarkan [[konflik]] [[ekonomi]] dan sosial yang ada, orang sering mendistorsi korelasi parsial menjadi sesuatu yang berlebihan dalam menyamakan kerja manual dan kurangnya keterampilan; dengan kurangnya potensi dalam menerapkan keterampilan atau dalam mengembangkan; dan dalam [[kelas sosial]] yang rendah. Sepanjang sejarah manusia, yang melibatkan berbagai spektrum varian, dari [[perbudakan]], [[sistem kasta]] hingga bentuk ketidaksetaraan yang lebih halus.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Meskipun hampir semua pekerjaan memiliki potensi untuk menerapkan keterampilan dan kecerdasan, akan tetapi banyak juga pekerjaan yang sebagian besar masih menggunakan tenaga kerja manual, seperti memetik buah dan sayuran, penanganan bahan secara manual (misalnya, penyimpanan di rak, penggalian manual, atau perakitan suku cadang secara manual). Oleh karena itu, terdapat parsial tetapi signifikan antara tenaga kerja manual dan pekerja tidak terampil atau semi-terampil. Berdasarkan [[konflik]] [[ekonomi]] dan sosial yang ada, orang sering mendistorsi korelasi parsial menjadi sesuatu yang berlebihan dalam menyamakan kerja manual dan kurangnya keterampilan; dengan kurangnya potensi dalam menerapkan keterampilan atau dalam mengembangkan; dan dalam [[kelas sosial]] yang rendah. Sepanjang sejarah manusia, yang melibatkan berbagai spektrum varian, dari [[perbudakan]], [[sistem kasta]] hingga bentuk ketidaksetaraan yang lebih halus.&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Ali Khan. [https://papers.ssrn.com/abstract=936890 The Dignity of Manual Labor]. 2006-10-12.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;[[Persaingan (ekonomi)|Persaingan ekonomi]] sering mengakibatkan sebuah bisnis mencoba membeli tenaga kerja dengan biaya yang terbilang sangat rendah. Misalnya, melalui [[offshoring]], mempekerjakan [[pekerja asing]] atau meniadakannya (melalui mekanisasi dan otomatisasi).&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;[[Persaingan (ekonomi)|Persaingan ekonomi]] sering mengakibatkan sebuah bisnis mencoba membeli tenaga kerja dengan biaya yang terbilang sangat rendah. Misalnya, melalui [[offshoring]], mempekerjakan [[pekerja asing]] atau meniadakannya (melalui mekanisasi dan otomatisasi).&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Ali Khan. [https://papers.ssrn.com/abstract=936890 The Dignity of Manual Labor]. 2006-10-12.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Tenaga kerja manual lebih unggul jika dibandingan dengan teknologi terotomasi. Manusia mampu mengikuti dengan cepat dan menganalisis dengan baik melalui [[Penglihatan|indera visual]], verbal, serta kemampuan indera yang lainnya. Tidak hanya menganalisis, manusia juga mampu mewujudkan dan mentranslasi semua hasil analisis tersebut ke dalam bentuk kerja yang diinginkan. Tidak ada yang bisa mengalahkan kemampuan adaptasi, fleksibilitas, dan juga kelenturan manusia.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Tenaga kerja manual lebih unggul jika dibandingan dengan teknologi terotomasi. Manusia mampu mengikuti dengan cepat dan menganalisis dengan baik melalui [[Penglihatan|indera visual]], verbal, serta kemampuan indera yang lainnya. Tidak hanya menganalisis, manusia juga mampu mewujudkan dan mentranslasi semua hasil analisis tersebut ke dalam bentuk kerja yang diinginkan. Tidak ada yang bisa mengalahkan kemampuan adaptasi, fleksibilitas, dan juga kelenturan manusia.&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Dinda N. Fariza. [https://www.coursehero.com/file/25814901/20170520-Manual-Production-Line-mosesdoc/ TUGAS BESAR ANALISA PRODUKTIVITAS]. &#039;&#039;www.coursehero.com&#039;&#039;. 19 mei 2017.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Hubungan antara kemampuan kelas atas dan kelas bawah ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Hubungan antara kemampuan kelas atas dan kelas bawah ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Ada hubungan yang kuat antara tenaga kerja manual dan pekerja tidak terampil ataupun setengah terampil, terlepas dari kebenarannya  bahwa hampir seluruh proses pekerjaan cenderung memiliki keterampilan dan kecerdasan yang diterapkan. Hal ini menjadi kasus bagi manusia bahwa banyak pekerja memulai kehidupan kerja mereka tanpa tingkat keterampilan atau pengalaman khusus apa pun. Dalam dua abad terakhir, pendidikan menjadi lebih penting dan lebih berkembang; tetapi tidak semua orang dapat mengetahui atau memiliki pengalaman dengan pekerjaan yang lebih besar. Hal ini juga selalu terjadi karena banyaknya pekerjaan manual yang harus dilakukan; dan sebagian besar pekerjaan yang dilakukan cukup sederhana untuk dilakukan oleh pekerja tidak terampil atau semiterampil, yang artinya setiap orang memiliki potensi untuk melakukannya. Kondisi ini menjadikan setiap orang dapat memastikan kekuatan dan kegigihan korelasinya. Sepanjang prasejarah dan sejarah manusia, sistem kelas sosial selalu ada dan berkembang, status sosial pekerja manual sering kali rendah, karena sebagian besar tugas fisik dilakukan oleh [[petani]], [[budak]], [[pelayan]], pelayan kontrak, budak upahan, atau [[Pembantu Rumah Tangga|pembantu rumah tangga]].&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Ada hubungan yang kuat antara tenaga kerja manual dan pekerja tidak terampil ataupun setengah terampil, terlepas dari kebenarannya  bahwa hampir seluruh proses pekerjaan cenderung memiliki keterampilan dan kecerdasan yang diterapkan. Hal ini menjadi kasus bagi manusia bahwa banyak pekerja memulai kehidupan kerja mereka tanpa tingkat keterampilan atau pengalaman khusus apa pun. Dalam dua abad terakhir, pendidikan menjadi lebih penting dan lebih berkembang; tetapi tidak semua orang dapat mengetahui atau memiliki pengalaman dengan pekerjaan yang lebih besar. Hal ini juga selalu terjadi karena banyaknya pekerjaan manual yang harus dilakukan; dan sebagian besar pekerjaan yang dilakukan cukup sederhana untuk dilakukan oleh pekerja tidak terampil atau semiterampil, yang artinya setiap orang memiliki potensi untuk melakukannya. Kondisi ini menjadikan setiap orang dapat memastikan kekuatan dan kegigihan korelasinya. Sepanjang prasejarah dan sejarah manusia, sistem kelas sosial selalu ada dan berkembang, status sosial pekerja manual sering kali rendah, karena sebagian besar tugas fisik dilakukan oleh [[petani]], [[budak]], [[pelayan]], pelayan kontrak, budak upahan, atau [[Pembantu Rumah Tangga|pembantu rumah tangga]].&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Ali Khan. [https://papers.ssrn.com/abstract=936890 The Dignity of Manual Labor]. 2006-10-12.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Hubungan antara mekanisasi dan otomasi ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Hubungan antara mekanisasi dan otomasi ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Mekanisasi dan otomatisasi merupakan usaha dalam mengurangi jumlah tenaga kerja manual yang dibutuhkan untuk produksi. Motif pengurangan upaya ini mungkin untuk menghilangkan kebosanan dari kehidupan masyarakat; untuk menurunkan biaya produksi; atau menjadi perkembangan mekanisasi menjadi otomatisasi dalam menghadirkan fleksibilitas yang lebih besar. Mekanisasi pertama kali digunakan untuk tugas-tugas yang membutuhkan sedikit ketangkasan atau gerakan yang membutuhkan kecekatan, seperti menyediakan tenaga penggerak atau tenaga traksi seperti [[lokomotif]] (mesin traksi; mesin uap; mobil, truk, dan traktor); menggali, membuat, dan membongkar material (sekop atau penenun kain). [[Henry Ford]] menggambarkan upayanya untuk membuat mekanisasi tugas-tugas pertanian seperti pengolahan tanah sebagai penghilang kebosanan dengan memindahkan beban fisik dari tubuh manusia dan hewan ke mesin besi dan baja.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Mekanisasi dan otomatisasi merupakan usaha dalam mengurangi jumlah tenaga kerja manual yang dibutuhkan untuk produksi. Motif pengurangan upaya ini mungkin untuk menghilangkan kebosanan dari kehidupan masyarakat; untuk menurunkan biaya produksi; atau menjadi perkembangan mekanisasi menjadi otomatisasi dalam menghadirkan fleksibilitas yang lebih besar. Mekanisasi pertama kali digunakan untuk tugas-tugas yang membutuhkan sedikit ketangkasan atau gerakan yang membutuhkan kecekatan, seperti menyediakan tenaga penggerak atau tenaga traksi seperti [[lokomotif]] (mesin traksi; mesin uap; mobil, truk, dan traktor); menggali, membuat, dan membongkar material (sekop atau penenun kain). [[Henry Ford]] menggambarkan upayanya untuk membuat mekanisasi tugas-tugas pertanian seperti pengolahan tanah sebagai penghilang kebosanan dengan memindahkan beban fisik dari tubuh manusia dan hewan ke mesin besi dan baja.&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Samuel Crowther. [https://www.gutenberg.org/ebooks/7213/pg7213.html.utf8 My Life and Work]. &#039;&#039;https://www.gutenberg.org/files/7213/7213.txt&#039;&#039;.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Referensi ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Referensi ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-added&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Sumber dan atribusi ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Sumber dan atribusi ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenaga+kerja+manual&amp;amp;oldid=28294724 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28294724 (2025-11-02T07:05:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenaga+kerja+manual&amp;amp;oldid=28294724 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28294724 (2025-11-02T07:05:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-deleted&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-deleted&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/table&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tenaga_kerja_manual&amp;diff=17465&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28294724; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tenaga_kerja_manual&amp;diff=17465&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-27T08:29:14Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28294724; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Tenaga kerja manual&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (dalam [[bahasa Inggris]]: &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;manual labour&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;) adalah pekerjaan fisik yang dilakukan oleh manusia, berbeda dengan tenaga kerja mesin dan tenaga kerja hewan. Pada umumnya tenaga kerja manual bekerja menggunakan dengan tangan (kata &amp;#039;&amp;#039;manual&amp;#039;&amp;#039; berasal dari kata [[Latin (bahasa)|Latin]] untuk tangan) dengan arti luas yaitu tenaga kerja manual ialah pekerjaan yang dilakukan dengan otot dan tulang tubuh manusia. Menurut sebagian besar [[prasejarah]] dan sejarah manusia, tenaga kerja manual dan tenaga kerja hewan menjadi cara utama dalam menyelesaikan masalah dengan pekerjaan fisik. Mekanisasi dan [[otomatisasi]] telah ada selama berabad-abad dengan tujuan mengurangi tenaga kerja manusia dan hewan dalam produksi, tetapi hal ini baru dimulai pada abad ke-18 dan ke-19, tenaga kerja manual mulai berkembang secara signifikan dan mengubah budaya manusia. Dalam mengimplementasikannya, tenaga kerja manual membutuhkan [[teknologi]] yang memadai dan biaya modal yang jumlah upahnya dapat dibenarkan di masa depan. Semi-otomatisasi merupakan [[alternatif]] perpindahan pekerja dalam menggabungkan tenaga kerja manusia, otomatisasi, dan komputerisasi agar memanfaatkan keunggulan manusia dan mesin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun hampir semua pekerjaan memiliki potensi untuk menerapkan keterampilan dan kecerdasan, akan tetapi banyak juga pekerjaan yang sebagian besar masih menggunakan tenaga kerja manual, seperti memetik buah dan sayuran, penanganan bahan secara manual (misalnya, penyimpanan di rak, penggalian manual, atau perakitan suku cadang secara manual). Oleh karena itu, terdapat parsial tetapi signifikan antara tenaga kerja manual dan pekerja tidak terampil atau semi-terampil. Berdasarkan [[konflik]] [[ekonomi]] dan sosial yang ada, orang sering mendistorsi korelasi parsial menjadi sesuatu yang berlebihan dalam menyamakan kerja manual dan kurangnya keterampilan; dengan kurangnya potensi dalam menerapkan keterampilan atau dalam mengembangkan; dan dalam [[kelas sosial]] yang rendah. Sepanjang sejarah manusia, yang melibatkan berbagai spektrum varian, dari [[perbudakan]], [[sistem kasta]] hingga bentuk ketidaksetaraan yang lebih halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Persaingan (ekonomi)|Persaingan ekonomi]] sering mengakibatkan sebuah bisnis mencoba membeli tenaga kerja dengan biaya yang terbilang sangat rendah. Misalnya, melalui [[offshoring]], mempekerjakan [[pekerja asing]] atau meniadakannya (melalui mekanisasi dan otomatisasi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenaga kerja manual lebih unggul jika dibandingan dengan teknologi terotomasi. Manusia mampu mengikuti dengan cepat dan menganalisis dengan baik melalui [[Penglihatan|indera visual]], verbal, serta kemampuan indera yang lainnya. Tidak hanya menganalisis, manusia juga mampu mewujudkan dan mentranslasi semua hasil analisis tersebut ke dalam bentuk kerja yang diinginkan. Tidak ada yang bisa mengalahkan kemampuan adaptasi, fleksibilitas, dan juga kelenturan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Hubungan antara kemampuan kelas atas dan kelas bawah ==&lt;br /&gt;
Ada hubungan yang kuat antara tenaga kerja manual dan pekerja tidak terampil ataupun setengah terampil, terlepas dari kebenarannya  bahwa hampir seluruh proses pekerjaan cenderung memiliki keterampilan dan kecerdasan yang diterapkan. Hal ini menjadi kasus bagi manusia bahwa banyak pekerja memulai kehidupan kerja mereka tanpa tingkat keterampilan atau pengalaman khusus apa pun. Dalam dua abad terakhir, pendidikan menjadi lebih penting dan lebih berkembang; tetapi tidak semua orang dapat mengetahui atau memiliki pengalaman dengan pekerjaan yang lebih besar. Hal ini juga selalu terjadi karena banyaknya pekerjaan manual yang harus dilakukan; dan sebagian besar pekerjaan yang dilakukan cukup sederhana untuk dilakukan oleh pekerja tidak terampil atau semiterampil, yang artinya setiap orang memiliki potensi untuk melakukannya. Kondisi ini menjadikan setiap orang dapat memastikan kekuatan dan kegigihan korelasinya. Sepanjang prasejarah dan sejarah manusia, sistem kelas sosial selalu ada dan berkembang, status sosial pekerja manual sering kali rendah, karena sebagian besar tugas fisik dilakukan oleh [[petani]], [[budak]], [[pelayan]], pelayan kontrak, budak upahan, atau [[Pembantu Rumah Tangga|pembantu rumah tangga]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Hubungan antara mekanisasi dan otomasi ==&lt;br /&gt;
Mekanisasi dan otomatisasi merupakan usaha dalam mengurangi jumlah tenaga kerja manual yang dibutuhkan untuk produksi. Motif pengurangan upaya ini mungkin untuk menghilangkan kebosanan dari kehidupan masyarakat; untuk menurunkan biaya produksi; atau menjadi perkembangan mekanisasi menjadi otomatisasi dalam menghadirkan fleksibilitas yang lebih besar. Mekanisasi pertama kali digunakan untuk tugas-tugas yang membutuhkan sedikit ketangkasan atau gerakan yang membutuhkan kecekatan, seperti menyediakan tenaga penggerak atau tenaga traksi seperti [[lokomotif]] (mesin traksi; mesin uap; mobil, truk, dan traktor); menggali, membuat, dan membongkar material (sekop atau penenun kain). [[Henry Ford]] menggambarkan upayanya untuk membuat mekanisasi tugas-tugas pertanian seperti pengolahan tanah sebagai penghilang kebosanan dengan memindahkan beban fisik dari tubuh manusia dan hewan ke mesin besi dan baja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenaga+kerja+manual&amp;amp;oldid=28294724 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28294724 (2025-11-02T07:05:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>