<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Teratologi</id>
	<title>Teratologi - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Teratologi"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Teratologi&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T23:55:52Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Teratologi&amp;diff=30116&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29587735; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Teratologi&amp;diff=30116&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-04T17:17:42Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29587735; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Teratologi&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; ([[bahasa Inggris]]: &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Teratology&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;) adalah [[ilmu]] yang mempelajari tentang kelainan perkembangan [[fisiologis]], yang sering juga disebut sebagai studi tentang [[kelainan kongenital]] pada manusia. Namun pengertian teratologi memiliki arti lebih luas, di mana studi ini mempelajari tahap perkembangan manusia secara non lahiriah termasuk diantaranya [[pubertas]], juga mempelajari tentang makhluk hidup lainnya termasuk [[tumbuhan]]. Perkembangan [[toksisitas]] berbicara tentang perkembangan yang abnormal akibat perubahan [[lingkungan]], termasuk retardasi pertumbuhan, perkembangan mental yang tertunda atau [[kelainan bawaan]]. &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Teratogen&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; ialah [[zat]] yang menyebabkan terjadinya [[cacat|cacat lahir]] akibat dari adanya [[racun]] pada [[embrio]] atau [[janin]]. Teratogen yang dimaksud ialah [[thalidomide]], [[Mercury (element)|air raksa]], [[alkohol]], [[lead]], dan [[bifenil poliklorinasi]] (&amp;#039;&amp;#039;polychlorinated biphenyls&amp;#039;&amp;#039;, disingkat &amp;quot;PCBs&amp;quot;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Etimologi ==&lt;br /&gt;
Istilah ini mulai dikenal pada tahun 1842 yang berasal dari bahasa Prancis yaitu &amp;#039;&amp;#039;tératologie&amp;#039;&amp;#039;, yang kemudian diadaptasi ke [[Bahasa Yunani|Yunani]] tahun 1930 menjadi  &amp;#039;&amp;#039;teras&amp;#039;&amp;#039; (dari [[kata|akar kata]]  &amp;#039;&amp;#039;terat-&amp;#039;&amp;#039;), artinya &amp;quot;tanda yang dikirim oleh para [[dewa]], pertanda, keajaiban, monster&amp;quot;, dan  &amp;#039;&amp;#039;[[-ology]]&amp;#039;&amp;#039;, digunakan untuk merujuk pada suatu wacana, sains, perkjanjian, teori, atau studi tentang beberapa topik. Pengertian &amp;#039;&amp;#039;teratologi&amp;#039;&amp;#039; pada awalnya lebih dimengerti sebagai pandagan terhadap suatu hal yang ajaib atau yang luar biasa sehingga hal tersebut menjadi terlihat tidak normal. Kemudian di abad ke-19, teratologi diartikan kepada sesuatu yang memiliki hubungan erat dengan [[deformitas]] biologis, khususnya bidang [[botani]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kini, istilah teratologi dikaitkan dengan medis [[teratogenesitas]], termasuk tentang [[kelainan kongenital]] atau malformasi kongenital dan [[makhluk hidup]] yang memiliki masalah kelainan atau malformasi. Banyak orang memakai istilah teratologi untuk menggambarkan atau merujuk pada suatu kasus kelanian fisik atau malformasi fisik. [[David Weyhe Smith|David W. Smith]], yang mempopulerkan istilah teratologi ini pada tahun 1960-an. David adalah seorang peneliti yang terkenal pada tahun 1973 atas temuannya terhadap [[sindrom alkohol janin]] di Sekolah kedokteran [[University of Washington]],. Setelah diketahui beberapa faktor penyebab terjadinya [[cacat|cacat lahir]], teratologi menjadi campur aduk dengan [[biologi perkembangan]], [[genetika]] dan [[embriologi]]. Hingga tahun 1940-an, para ahli teratologi menganggap bahwa faktor penyebab terjadinya cacat lahir ialah faktor keturunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Mamalia==&lt;br /&gt;
=== Teratogenesis ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam [[ilmu kodekteran]], ada perkembangan penemuan tentang kerentanan masalah keadaan (&amp;#039;&amp;#039;[[in utero]]&amp;#039;&amp;#039;) pada [[janin]] [[mamalia]], sehingga para ahli mengembangkan dan menyempurnakan &amp;#039;&amp;#039;Enam Prinsip Teratologi&amp;#039;&amp;#039; yang sudah dipakai hingga saat ini. Enam prinsip ini pertama kali dikemukakan pada tahun 1959 oleh [[James G. Wilson|Jim Wilson]] dalam monografnya berjudul &amp;#039;&amp;#039;Environment and Birth Defects&amp;#039;&amp;#039;. Prinsip-prinsip ini merupakan panduan studi dalam memahami bidang teratogenetik dan pengaruhnya terhadap organisme yang berkembang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Kerentanan terhadap teratogenesis tergantung pada [[genotipe]] koseptus yang memengaruhi perkembangan konseptus.&lt;br /&gt;
# Kerentanan terhadap teratogenesis berbeda-beda sesuai stadium perkembangan saat paparan terjadi. Masa yang paling memengaruhi terjadinya cacat lahir ialah pada tahap [[embriogenesis]], meski demikan, cacat bisa terjadi sebelum dan sesudah [[embriogenesis]].&lt;br /&gt;
# Perkembangan [[abnornal]] terjadi tergantung pada lamanya paparan terhadap suatu teratogenik.&lt;br /&gt;
# Teratogentik bekerja dengan [[mekanisme]] atau cara pada suatu [[sel]] atau jaringan yang sedang berkembang untuk memulai proses ebriogenesis yang abnormal.&lt;br /&gt;
# Manifestasi perkembangan abnormal berupa kematian, malformasi (kelainan), retardasi pertumbuhan (keterlambatan pertumbuhan) dan gangguan fungsional.&lt;br /&gt;
# Manifestasi perkembangan abnormal dapat meningkat seiring terjadinya peningkatan dosis dari &amp;quot;Tidak Ada Tingkat Efek Merugikan yang Teramati&amp;quot; (&amp;#039;&amp;#039;[[No Observable Adverse Effect Level]]&amp;#039;&amp;#039; (NOAEL) menjadi dosis yang mengakibatkan 100% kematian (&amp;#039;&amp;#039;Lethality&amp;#039;&amp;#039; (LD100)).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menguji potensi teratogenetik ini, para ahli melakukan studi dengan menggunakan contoh pada [[hewan]] seperti [[tikus]], [[anjing]], [[kelinci]], dan [[monyet]]. Melibatkan hewan sebagai contoh atau model percobaan, dengan mengamati perkembangan janin untuk memeriksa adanya paparan kelainan visceral. Beberapa studi [[rekayasa genetik]] pada tikus biasanya dilakukan untuk tujuan ini. Penelitian dalam prospektif besar untuk memantau [[pajanan]] yang diterima [[betina]] selama dalam masa kehamilan dan mencatat jumlah keberhasilan kelahirannya. Dengan studi ini, informasi terhadap risiko pengobatan atau pajanan, dapat dikorelasikan pada kehamilan manusia. Paparan alkohol prenatal (PAE) dapat menyebabkan terjadinya  malformasi atau [[kelainan kraniofasial]], [[fenotipe]] (karakteristik) yang terlihat pada Sindrom alkohol janin. Penelitian menunjukkan bahwa kelainan atau malformasi kraniofasial terjadi melalui [[apoptosis]] sel krista saraf , gangguan migrasi sel krista saraf, serta gangguan sinyal landak sonik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Alkohol ===&lt;br /&gt;
[[Alkohol]] diketahui bertindak sebagai [[teratogenik]] (monster). Di [[Amerika Serikat]],&lt;br /&gt;
Paparan alkohol prenatal (&amp;#039;&amp;#039;Prenatal alcohol expsure&amp;#039;&amp;#039; (PAE)) ini menjadi penyebab utama terjadinya cacat lahir dan kelainan perkembangan [[saraf]] pada anak. Kasus paparan alkohol di Amerika Serikat, memengaruhi sekitar 9,1 hingga 50 kasus per 1,000 kelahiran hidup anak, dan sekitar 68,0 hingga 89,2 per 1,000 kelahiran hidup bagi penduduk dengan tingkat atau level tinggi dalam penyalahgunaan alkohol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Manusia===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 2010, terdapat 510.000 kasus kematian di dunia akibat terjadinya [[kelainan bawaan]] pada manusia. Dan sekitar 3% bayi yang baru lahir memiliki kelainan fisik atau kelainan fungsional (anggota tubuh) yang disebut juga sebagai &amp;quot;kelainan fisik mayor&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Vaksinasi ketika hamil====&lt;br /&gt;
Pemberian [[vaksin]] pada [[manusia]] sangat penting, dan umumnya dilakukan ketika manusia berada diusia dini atau masih anak-anak. Vaksinasi berguna untuk mencegah terjadinya berbagai penyakit, seperti [[polio]], [[rubela]], [[cacar]], dan sebagainya. Dalam pemberian vaksin, di [[Finlandia]] menemukan hasil bahwa vaksinasi tidak memiliki hubungan dengan kelainan kongenital. Berdasarkan vaksin polio oral yang diberikan, baik kepada ibu hamil maupun tidak hamil, hasilnya pada bayi tetap sama, tidak memengaruhi kelainan kongenital. Namun, vaksinasi polio tetap tidak dianjurkan untuk diberikan pada wanita hamil kecuali jika ada risiko infeksi. Ketika terjadi infeksi flu ([[influenza]]) pada tahun 1918 dan 1957, tingkat kematian ibu hamil mencapai angka 45% kematian, tetapi, pemberian vaksinasi influenza kepada ibu hamil, kasus kematian lebih sedikit, yaitu 12% kasus. Para ahli menemukan bukti bahwa pemberian vaksin terhadap wanita hamil tidak memiliki dampak buruk yang signifikan, baik kepada si ibu maupun juga kepada bayi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penyebab==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyebab utama munculnya [[teratogenik]] telah diklasifikasikan disebabkan oleh:&lt;br /&gt;
* Zat beracun. Zat veracun pada manusia berasal dari obat-obatan ketika dalam masa kehamilan dan berbagai racun yang bersumber dari lingkungan pada saat kehamilan.&lt;br /&gt;
** [[Kalium iodida]] atau suplemen makanan dapat menyebabkan munculnya [[teratogenik]], dan paparan ini akan menyebabkan terjadinya iritasi ringan dan harus segera ditangani dengan menggunaka sarung tangan.&lt;br /&gt;
* Infeksi vertikal. Infeksi vertikal ialah infeksi yang disebabkan oleh [[patogen]], seperti bakteri dan virus, yang penularannya melalui ibu ke anak, ketika dalam masa kehamilan atau persalinan. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan risiko infeksi [[perinatal]].&lt;br /&gt;
* Kekurangan nutrisi. Kekurangan nutrisi bisa merupakan kekurangan asam folat, dan kekurangan asam folat dapat menyebabkan terjadinya [[spina bifida]] pada manusia atau cacat lahir akibat gangguan pada tabung saraf.&lt;br /&gt;
*Pengekangan fisik. Terjadi [[Sindrom Potter|sindrom potter]] akibat adanya [[Oligohidramnion]] pada manusia.&lt;br /&gt;
* [[Kelainan genetik]]&lt;br /&gt;
* [[Alkohol]]. Mengonsumsi alkohol selama masa kehamilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Hewan lainnya==&lt;br /&gt;
===Catatan fosil===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para ahli [[paleopatologi]], khususnya spesialis penyakit dan cedera kuno, menemukan bukti adanya [[kelainan bawaan]] berdasarkan catatan fosil di masa lampau. Penemuan ini memberikan gambaran bagi para ilmuwan bahwa faktor kelainan atau cacat bawaan menjadi bagian dalam proses evolusi kehidupan manusia.&lt;br /&gt;
Bukti kelainan bentuk bawaan yang ditemukan dalam [[catatan fosil]] dipelajari oleh ahli paleopatologi, spesialis penyakit dan cedera kuno. Fosil yang menunjukkan kelainan bentuk bawaan sangat penting secara ilmiah karena dapat membantu ilmuwan menyimpulkan sejarah evolusi proses perkembangan kehidupan. Contohnya ialah spesimen &amp;#039;&amp;#039; [[Tyrannosaurus rex]] &amp;#039;&amp;#039; telah ditemukan pada [[vertebrata|blok vertebra]], maka dapat disimpulkan bahwa vertebra sudah berkembang pada masa hidup nenek moyang [[dinosaurus]]. Contoh bentuk kelainan lainnya pada [[fosil]] ialah spesimen tukik pada dinosaurus mirip burung, &amp;#039;&amp;#039;[[Troodon]]&amp;#039;&amp;#039;, di mana ujung rahangnya seperti terpelintir. Contoh fosil lainnya yang memiliki cacat bentuk ialah adalah spesimen [[choristodere]] &amp;#039;&amp;#039;[[Hyphalosaurus]]&amp;#039;&amp;#039;, yang memiliki dua kepala- contoh [[polycephaly]] tertua yang diketahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Perkembangan anggota tubuh embrio ayam ===&lt;br /&gt;
[[Thalidomide]] adalah salah satu [[teratogenik]] yang dapat merusak perkembangan [[mata]] dan [[jantung]]. Selama terjadinya [[embriogenesis]], teratogenik Thalidomide menyebabkan kelainan pada [[morfogenesis]] organ tubuh secara keseluruhan, dan [[ayam]] adalah salah satu hewan yang mengalami hal tersebut. Di dalam tubuh ayam, thalidomide ini akan menginduksi kelainan embrio ayam melalui stres oksidatif, sehingga gen ayam tidak teratur. Dalam sebuah penelitian tahun 2007 silam, menemukan bahwa peningkatan stres oksidatif, dapat meningkatkan kematian sel ayam. Namun, tingkat kematian sel dapat berkurang secara signifikan sejak adanya inhibitor (penghambat) terhadap Bmp, [[DKK1|Dkk1]] (antagonis Wnt), dan [[GSK3B|Gsk3B]] (antagonis B-catenin) diberikan ke sel dan embrio ayam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Perkembangan anggota tubuh embrio tikus ===&lt;br /&gt;
[[Asam retinoat]] &amp;#039;&amp;#039;Retinoic acid&amp;#039;&amp;#039; (RA) sangat dibuthakn untuk perkembangan embrio. Asam retinoat akan menginduksi perkembangan fungsi anggota tubuh embrio, contohnya pada [[tikus]] dan beberapa anggota [[vertebrata]] lainnya Ketika terjadinya proses [[regenerasi]] [[ekstremitas]] baru, maka peningkatan jumlah asam retinoat akan menggerakkan ekstremitas lebih proksimal ke [[neuroblastoma]] dan memperluas [[proksimalisasi]] ekstremitas dengan jumlah asam retinoat yang ada selama terjadinya proses regenerasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah studi menemukan bahwa aktivitas asam retionat secara intraseluler pada tikus memiliki keterkaitan dengan enzim CYP26 yang mengatur perkembangan organ manusia. Melalui penelitian ini juga diketahui bahwa asam retinoat secara signifikan memengaruhi perkembangan anggota tubuh embrio, tetapi jika berlebihan, dampak menimbulkan [[teratogenik]] sehingga terjadi malformasi atau kelainan perkembangan tubuh. Bagian khusus yang diamati ialah [[CYP26B1]], terlihat jelas pada perkembangan embrio tikus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Plantae ==&lt;br /&gt;
Dalam bidang [[botani]], teratologi akan menyelidiki implikasi teoretis dari spesimen yang tidak normal. Contohnya, penemuan bunga yang tidak normal bunga yang memiliki putik staminoid. Cara ini sebagai pelengkap bukti penting untuk &amp;quot;[[teori daun]]&amp;quot;, bahwa semua bagian bunga tersebut adalah daun yang sudah terspesialisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teratologi&amp;amp;oldid=29587735 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29587735 (2026-08-16T09:46:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>