<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Terorisme_siber</id>
	<title>Terorisme siber - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Terorisme_siber"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Terorisme_siber&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T22:19:37Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Terorisme_siber&amp;diff=6517&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Terorisme_siber&amp;diff=6517&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-24T13:56:19Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Terorisme_siber&amp;amp;diff=6517&amp;amp;oldid=6117&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Terorisme_siber&amp;diff=6117&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28213609; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Terorisme_siber&amp;diff=6117&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-24T13:16:30Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28213609; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Terorisme siber&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; () adalah penggunaan [[internet]] untuk melakukan tindakan kejahatan dan kekerasan yang mengakibatkan atau mengancam hilangnya nyawa atau kerugian fisik yang signifikan untuk mencapai keuntungan politik melalui [[intimidasi]]. Hal ini juga terkadang dianggap sebagai tindakan terorisme Internet dalam aktivitas [[Terorisme|teroris]], termasuk tindakan disengaja, gangguan jaringan komputer berskala besar, terutama komputer pribadi yang terhubung ke Internet, dengan alat seperti [[virus komputer]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terorisme siber adalah istilah yang kontroversial. Beberapa penulis memilih definisi yang sangat sempit, berkaitan dengan penyebaran, oleh organisasi teroris yang diketahui, adanya serangan gangguan terhadap sistem informasi untuk tujuan utama menciptakan alarm dan kepanikan. Beberapa penulis lain memilih definisi yang terlalu luas yang cenderung salah memasukkan kejahatan siber padahal kenyataannya, terorisme siber dan kejahatan siber adalah dua isu yang sangat berbeda dan harus didefinisikan secara terpisah. Terorisme daring harus dianggap sebagai terorisme siber ketika ada ketakutan yang ditimbulkan pada sekelompok orang, sedangkan kejahatan siber adalah tindakan melakukan kejahatan atau kejahatan secara daring biasanya tanpa menggunakan rasa takut. Dengan definisi yang sempit dan luas ini, sulit untuk mengidentifikasi kasus terorisme daring mana yang menjadi terorisme siber atau kejahatan siber.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terorisme siber juga dapat didefinisikan sebagai penggunaan komputer, jaringan, dan internet umum yang disengaja untuk menyebabkan kerusakan dan bahaya bagi tujuan pribadi. Pelaku teroris siber berpengalaman yang sangat ahli dalam hal peretasan dapat menangani kerusakan besar pada sistem pemerintah, catatan rumah sakit, dan program keamanan nasional, yang sering kali membuat negara menjadi kacau dan takut akan serangan lebih lanjut. Tujuan teroris semacam itu mungkin bersifat politis atau ideologis karena hal ini dapat dilihat sebagai bentuk terorisme.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terorisme siber juga didefinisikan sebagai proses memenuhi kebutuhan logistik melalui tindakan kriminal kekerasan, aktivitas, dan propaganda yang dilakukan oleh anggota organisasi teroris dan individu yang terkait melalui sistem jaringan guna mencapai tujuan politik. Adapun menurut [[Technolytics Institute]] dari Amerika Serikat, terorisme siber merupakan penggunaan kegiatan yang mengganggu atau ancaman secara terencana terhadap komputer dan/atau jaringan dengan maksud untuk menimbulkan kerugian atau memajukan tujuan sosial, ideologi, agama, politik, atau tujuan serupa dan juga untuk mengintimidasi siapa pun yang mendukung hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada banyak [[Kritik terhadap Terorisme Perang#Peran dari media A.S.|kekhawatiran]] dari sumber pemerintah dan media tentang potensi kerusakan yang bisa diakibatkan oleh terorisme siber, dan hal tersebut telah mendorong upaya oleh badan pemerintah seperti [[Biro Investigasi Federal|Federal Bureau of Investigations]] (FBI) dan [[Central Intelligence Agency]] (CIA) untuk mengakhiri [[serangan dunia maya|serangan siber]] dan terorisme siber.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa kejadian besar dan kecil dari terorisme siber. [[Al-Qaeda]] memanfaatkan internet untuk berkomunikasi dengan para pendukungnya dan bahkan untuk merekrut anggota baru. [[Estonia]], sebuah negara Baltik yang terus berkembang dalam hal teknologi, menjadi medan pertempuran bagi teror siber pada bulan [[April 2007]] setelah perselisihan mengenai penghapusan patung soviet PDII yang terletak di ibu kota Estonia, Tallinn.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Beberapa peristiwa penting mengungkapkan betapa besar dampak yang dapat ditimbulkan oleh serangan siber. Salah satu yang paling mencolok adalah insiden [[Worm Morris]] pada 1988, di mana [[Cacing komputer|worm]] yang tak sengaja dilepaskan oleh Robert Tappan Morris menginfeksi ribuan komputer dan menyebabkan gangguan besar di jaringan internet Amerika Serikat. Ini membuka mata dunia tentang potensi kerusakan dari serangan digital. Pada 2007, serangan [[Serangan kegagalan layanan|DDoS]] terhadap Estonia menunjukkan bagaimana terorisme siber dapat menjadi alat geopolitik. Ribuan situs penting lumpuh akibat serangan yang diduga terkoordinasi dengan aktor negara. Ini menandai penggunaan serangan digital dalam strategi politik internasional. Lebih lanjut, kelompok [[ISIS]] memanfaatkan media sosial antara 2014–2017 untuk menyebarkan propaganda dan merekrut anggota dengan teknik canggih seperti enkripsi dan video manipulatif. Ini menunjukkan bagaimana dunia maya digunakan untuk radikalisasi dan manipulasi ideologi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ancaman terorisme siber juga meluas dengan serangan DDoS yang semakin merugikan finansial, serta teknik social engineering yang memungkinkan peretas mengakses informasi sensitif. Selain itu, perangkat lunak pihak ketiga yang rentan menambah tantangan bagi perusahaan dalam menjaga keamanan data. Terorisme siber lebih dari sekadar ancaman teknis; ia melibatkan aspek psikologis dan sosial yang dapat merusak stabilitas global. Keamanan dunia maya kini menjadi prioritas utama untuk mencegah serangan yang semakin canggih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tingkat kemampuan ==&lt;br /&gt;
Di tahun 1999, Sekolah Pascasarjana Angkatan Laut di Monterey, California bagian &amp;#039;&amp;#039;Center for the Study of Terrorism and Irregular Warfare&amp;#039;&amp;#039; membahas tentang tingkat kemampuan dalam terorisme siber:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Sederhana-Tidak Terstruktur: Kemampuan dalam melakukan peretasan sistem milik individualnya masih dasar dan menggunakan alat yang dibuat oleh orang lain. Biasanya, dalam tingkatan ini pihak teroris hanya memiliki kemampuan yang sedikit dalam menganalisis target dan  memegang kendali.&lt;br /&gt;
# Terstruktur-Lanjutan: Sudah memiliki kemampuan untuk meretas dengan cara yang lebih canggih dan bisa menciptakan sebuah alat peretasan dasar. Pihak teroris pada tahap ini sudah memiliki kemampuan dasar untuk menganalisis target dan memegang kendali.&lt;br /&gt;
# Terkoordinasi-Kompleks: Mampu melakukan penyerangan secara terkoordinasi yang menyebabkan gangguan massal terhadap pertahanan yang sudah terintegrasi, serta menciptakan alat peretas yang canggih. Pihak teroris pada tahap ini memiliki kemampuan yang sangat mumpuni dalam mengakses target dan memegang kendali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Motivasi ==&lt;br /&gt;
Pada umumnya, terorisme siber didasarkan oleh empat motivasi umum, yaitu adanya kesempatan untuk bertindak yang mana hal ini juga berkaitan dengan adanya [[anonimitas]] di dunia maya. Di dunia maya, semua orang tidak diwajibkan untuk menunjukkan identitas mereka sebagai seorang pengguna internet, hal inilah yang pada akhirnya membuat seseorang dapat melakukan seluruh tindakan secara anonim tanpa membuat orang lain tahu tentang siapa ia sebenarnya. Kemudian, terorisme siber juga dapat dilatarbelakangi oleh keinginan seseorang untuk menjadi bagian dari sebuah kelompok yang menurutnya sejalan dengan ideologi yang ia punya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, pelaku terorisme siber juga dapat melakukan aksinya jika ia ingin mendapatkan status sosial atau pengakuan. Hal tersebut tentunya akan sangat mungkin terjadi apabila aksi terornya memiliki dampak yang dirasakan oleh masyarakat luas. Apabila tujuan ini tercapai, maka si pelaku terorisme siber tentunya akan mendapatkan pengakuan ataupun atensi yang ia inginkan. Motivasi terakhir yang dapat melatarbelakangi seseorang melakukan aksi terorisme siber berkaitan dengan keinginannya untuk mendapatkan keuntungan finansial. Biasanya, hal tersebut bisa ia capai dengan aksi pemerasan dan ancaman. Pelaku terorisme siber akan meminta sang korban untuk mengirimkan sejumlah nominal uang jika sang korban ingin keamanannya terjaga. Akan tetapi, keuntungan finansial yang didapatkan oleh para pelaku terorisme siber juga dapat berasal dari [[cryptocurrency]], [[ransomware]], dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat motivasi umum yang telah dijabarkan sebelumnya tentu memiliki kaitan dengan tiga tema utama, yaitu persepsi atas ketidakadilan, keinginan untuk membalas dendam, serta kebingungan identitas. Pertama-tama, jika membahas mengenai persepsi atas ketidakadilan, maka erat kaitannya dengan pola pikir suatu individu yang cenderung membenarkan tindakannya dalam merespons suatu hal yang ia anggap kurang adil untuk dirinya sehingga akan mengarah pada proyeksi suatu tindakan agresif kepada orang-orang yang ia anggap bersalah atau dianggap sebagai musuh. Kemudian, ada keinginan untuk membalas dendam yang berkaitan dengan bagaimana seorang individu merasa butuh untuk melakukan suatu tindakan untuk mempertahankan harga dirinya setelah mendapat penghinaan atau merasakan sebuah ketidakadilan. Lalu, kebingungan identitas berkaitan dengan bagaimana suatu individu yang tidak mengalami perkembangan identitas dengan baik akan cenderung terjerumus pada suatu pandangan atau ideologi yang salah sehingga dapat menjadi penyebab dari adanya inisiasi tindakan [[radikalisme]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Dampak ==&lt;br /&gt;
Adapun dampak terorisme siber terhadap kondisi psikologis korban, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Peningkatan Kecemasan dan Ketidakamanan. Korban terorisme siber sering kali mengalami peningkatan tingkat stres dan kecemasan secara signifikan. Serangan yang bersifat anonim dan tak terduga menimbulkan perasaan tidak berdaya, takut, dan kehilangan rasa aman, baik di dunia maya maupun di kehidupan nyata. Ketidakpastian atas kemungkinan serangan lanjutan membuat individu merasa terus-menerus berada dalam ancaman, sehingga menurunkan stabilitas emosional dan psikologis.&lt;br /&gt;
# Persepsi Risiko yang Tinggi. Terorisme siber juga mendorong masyarakat untuk membentuk persepsi risiko yang lebih tinggi terhadap penggunaan teknologi. Kekhawatiran terhadap kemungkinan terulangnya serangan membuat mereka menjadi lebih waspada dan curiga dalam menjalani aktivitas digital sehari-hari. Hal ini dapat memengaruhi cara individu berinteraksi dengan teknologi, misalnya dengan membatasi penggunaan perangkat digital, menghindari transaksi online, atau bahkan menarik diri dari aktivitas sosial berbasis internet. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan perubahan perilaku yang signifikan serta berdampak pada kualitas hidup masyarakat secara umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Serangan siber di Estonia 2007]]&lt;br /&gt;
* [[Serangan siber saat perang Ossetia Selatan 2008]]&lt;br /&gt;
* [[Kejahatan dunia maya|Kejahatan melalui komputer]]&lt;br /&gt;
* [[Perang dunia maya di Amerika Serikat|Cyber Operations]]&lt;br /&gt;
* [[Perang dunia maya]]&lt;br /&gt;
* [[FBI Cyber Division]]&lt;br /&gt;
* Internet dan terorisme&lt;br /&gt;
* [[Peretasan patriotik]]&lt;br /&gt;
* [[US-CERT]] (United States Computer Emergency Readiness Team)&lt;br /&gt;
* [[Gangguan listrik disebabkan oleh tupai]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bacaan lebih lanjut ==&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
* Bibi van Ginkel, [http://www.icct.nl/publications/icct-commentaries/the-internet-as-hiding-place-of-jihadi-extremists &amp;quot;The Internet as Hiding Place of Jihadi Extremists&amp;quot; (International Centre for Counter-Terrorism – The Hague, 2012)]&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
* U.S. Army Cyber Operations and Cyber Terrorism Handbook 1.02&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
* Rolón, Darío N., (2013) [http://de.scribd.com/doc/215756732/Dario-N-Rolon-Vigilancia-informatica-y-responsabilidad-penal-de-proveedores-de-internet Control, vigilancia y respuesta penal en el ciberespacio], Latinamerican´s new security thinking, Clacso.&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Umum ===&lt;br /&gt;
* [https://fas.org/irp/crs/RL32114.pdf CRS Report for Congress – Computer Attack and Cyber Terrorism] – 17/10/03&lt;br /&gt;
* [http://antivirus.about.com/library/weekly/aa090502a.htm Cyber-Terrorism: Propaganda or Probability?]&lt;br /&gt;
* [http://www.abc.net.au/rn/scienceshow/stories/2007/1885902.htm#transcript How terrorists use the Internet] Wawancara ABC Australia dengan Profesor [[Hsinchun Chen]]&lt;br /&gt;
* [http://www.dc3.mil Department of Defense Cyber Crime Center]&lt;br /&gt;
* [http://www.defcon.org defcon.org]&lt;br /&gt;
* [http://www.racd.org/ RedShield Association- Cyber Defense]&lt;br /&gt;
* Cyber Infrastructure Protection – Strategic Studies Institute&lt;br /&gt;
* [http://www.strategicstudiesinstitute.army.mil/pubs/display.cfm?pubID=1067 strategicstudiesinstitute.army.mil]&lt;br /&gt;
* [http://www.newageislam.com/islam,terrorism-and-jihad/sultan-shahin,-editor,-new-age-islam/cyber-terrorism-and-freedom-of-expression--sultan-shahin-asks-united-nations-to-redesign-internet-governance/d/8789 Cyber-Terrorism and Freedom of Expression: Sultan Shahin Asks United Nations to Redesign Internet Governance] [[New Age Islam]]&lt;br /&gt;
* [http://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc4847/ Global response to cyberterrorism and cybercrime: A matrix for international cooperation and vulnerability assessment]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Berita ===&lt;br /&gt;
* [https://www.fbi.gov/news/stories/2014/october/cyber-security-task-force-takes-whole-government-approach/ Cyber Security Task Force Takes ‘Whole Government’ Approach]  [[FBI]], 20 Oktober 2014&lt;br /&gt;
* [http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/americas/6197446.stm BBC News – US warns of al-Qaeda cyber threat] – 01/12/06&lt;br /&gt;
* [http://news.bbc.co.uk/1/hi/technology/2850541.stm BBC News – Cyber terrorism &amp;#039;overhyped&amp;#039;] – 14/03/03&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Terorisme+siber&amp;amp;oldid=28213609 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28213609 (2025-10-29T02:26:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>