<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Terumbu_karang</id>
	<title>Terumbu karang - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Terumbu_karang"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Terumbu_karang&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T23:52:30Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Terumbu_karang&amp;diff=28160&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Terumbu_karang&amp;diff=28160&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-29T23:01:55Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Terumbu_karang&amp;amp;diff=28160&amp;amp;oldid=27760&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Terumbu_karang&amp;diff=27760&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29587944; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Terumbu_karang&amp;diff=27760&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-29T22:23:04Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29587944; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Terumbu karang&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah sebuah [[ekosistem]] bawah laut yang dicirikan dengan hadirnya [[koral]]-koral pembangun karang. Koral sendiri adalah hewan karang yang ber[[simbiosis]] dengan sejenis tumbuhan [[alga]] yang disebut &amp;#039;&amp;#039;[[zooxanthellae]]&amp;#039;&amp;#039;. Terumbu karang termasuk dalam jenis filum [[Cnidaria]] kelas Anthozoa yang memiliki [[tentakel]]. Kelas [[Anthozoa]] tersebut terdiri dari dua Subkelas yaitu [[Hexacorallia]] (atau Zoantharia) dan [[Octocorallia]], yang keduanya dibedakan secara asal-usul [[morfologi]] dan [[fisiologi]].Koloni karang dibentuk oleh ribuan hewan kecil yang disebut [[polip]]. Dalam bentuk sederhananya, karang terdiri dari satu polip saja yang mempunyai bentuk tubuh seperti tabung dengan mulut yang terletak di bagian atas dan dikelilingi oleh [[tentakel]]. Namun pada kebanyakan [[spesies]], satu individu polip karang akan berkembang menjadi banyak individu yang disebut koloni. Hewan ini memiliki bentuk unik dan warna beraneka rupa serta dapat menghasilkan CaCO&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;. Terumbu karang merupakan habitat bagi berbagai spesies tumbuhan laut, hewan laut, dan [[mikroorganisme]] laut lainnya yang belum diketahui.&lt;br /&gt;
Terumbu karang pertamakali hadir 485 juta tahun lalu, pada permulaan [[Ordovisium Awal]], menggantikan terumbu mikrobial dan [[spons]] pada periode [[Kambrium]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang dikenal sebagai &amp;#039;&amp;#039;hutan hujan lautan&amp;#039;&amp;#039;, terumbu karang perairan dangkal menjafi salah satu ekosistem paling beranekaragam di Bumi. Ekosistem ini mencakup kurang dari 0.1% area lautan dunia, yang kurang lebih setara dengan setengah luas Prancis. Namun, ekosistem ini menjadi rumah bagi setidaknya 25% dari semua [[spesies]] laut, termasuk [[ikan]], [[moluska]], [[cacing]], [[krustasea]], [[Echinodermata|echinoderm]], spons, [[tunikata]] dan cnidaria lainnya. Terumbu karang tumbuh pesat pada perairan laut yang meyandang sedikit nutrien. Terumbu umumnya ditemukan di perairan tropis dangkal, tetapi juga hadir di [[laut dalam]] dan perairan dingin, meski dalam skala yang lebih kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terumbu karang dangkal telah berkurang sebanyak 20% sejak 1950, sebagian karena mereka sensitif terhadap kondisi air. Terumbu karang terancam [[Polusi nutrisi|nutrien berlebih di air]] (nitrogen dan fosfor), peningkatan [[kandungan panas samudra]] dan [[Peningkatan keasaman air laut|asidifikasi]], [[penangkapan ikan berlebih]], penggunaan tabir surya, dan penggunaan lahan berbahaya, termasuk melalui [[polusi pertanian]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terumbu karang memberi [[layanan ekosistem]] untuk pariwisata, perikanan dan [[pengelolaan wilayah pesisir]]. Nilai ekonomi global tahunan terumbu karang diperkirakan sebesar mulai dari US$30–375 miliar (perkiraan 1997 dan 2004) dan dari US$2.7 triliun (sebuah perkiraan tahun 2020) hingga US$9.9 triliun (sebuah perkiraan tahun 2014).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Istilah ==&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Terumbu karang&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; secara umum dapat dinisbatkan kepada struktur fisik beserta [[ekosistem]] yang menyertainya yang secara aktif membentuk [[sedimen]] [[kalsium karbonat]] akibat aktivitas [[biologi]] (biogenik) yang berlangsung di bawah permukaan [[laut]]. Bagi ahli [[geologi]], terumbu karang merupakan struktur batuan sedimen dari kapur (kalsium karbonat) di dalam laut, atau disebut singkat dengan &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;terumbu&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;. Bagi ahli biologi terumbu karang merupakan suatu ekosistem yang dibentuk dan didominasi oleh komunitas [[koral]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam peristilahan &amp;#039;terumbu karang&amp;#039;, &amp;quot;karang&amp;quot; yang dimaksud adalah [[koral]], sekelompok [[hewan]] dari [[ordo]] [[Scleractinia]] yang menghasilkan [[kapur]] sebagai pembentuk utama terumbu. Terumbu adalah batuan sedimen kapur di laut, yang juga meliputi karang hidup dan karang mati yang menempel pada batuan kapur tersebut. Sedimentasi kapur di terumbu dapat berasal dari karang maupun dari [[alga]]. Secara fisik terumbu karang adalah terumbu yang terbentuk dari kapur yang dihasilkan oleh karang. Di Indonesia semua terumbu berasal dari kapur yang sebagian besar dihasilkan koral. Kerangka karang mengalami [[erosi]] dan terakumulasi menempel di dasar terumbu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Habitat ==&lt;br /&gt;
Terumbu karang pada umumnya hidup di pinggir pantai atau daerah yang masih terkena cahaya [[matahari]] kurang lebih 50 m di bawah permukaan laut. Beberapa tipe terumbu karang dapat hidup jauh di dalam [[laut]] dan tidak memerlukan [[cahaya]], tetapi terumbu karang tersebut tidak bersimbiosis dengan &amp;#039;&amp;#039;zooxanhellae&amp;#039;&amp;#039; dan tidak membentuk karang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekosistem terumbu karang sebagian besar terdapat di perairan tropis, sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan hidupnya terutama [[suhu]], [[salinitas]], sedimentasi, [[eutrofikasi]], dan memerlukan kualitas perairan alami (pristine). Demikian halnya dengan perubahan suhu lingkungan akibat [[pemanasan global]] yang melanda perairan tropis pada tahun 1998 telah menyebabkan pemutihan karang (&amp;#039;&amp;#039;coral bleaching&amp;#039;&amp;#039;) yang diikuti dengan kematian massal mencapai 90–95%. Selama peristiwa pemutihan tersebut, rata-rata suhu permukaan air di perairan Indonesia adalah 2–3&amp;amp;nbsp;°C di atas suhu normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kondisi optimum ===&lt;br /&gt;
Untuk dapat bertumbuh dan berkembang biak secara baik, terumbu karang membutuhkan kondisi lingkungan hidup yang optimal, yaitu pada suhu hangat sekitar di atas 20&amp;amp;nbsp;°C. Terumbu karang juga memilih hidup pada lingkungan perairan yang jernih dan tidak berpolusi. Hal ini dapat berpengaruh pada penetrasi cahaya oleh terumbu karang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa terumbu karang membutuhkan cahaya matahari untuk melakukan kegiatan [[fotosintesis]]. Polip-polip penyusun terumbu karang yang terletak pada bagian atas terumbu karang dapat menangkap makanan yang terbawa arus laut dan juga melakukan fotosintesis. Oleh karena itu, oksigen-[[oksigen]] hasil fotosintesis yang terlarut dalam air dapat dimanfaatkan oleh spesies laut lainnya.&lt;br /&gt;
Hewan karang sebagai pembangun utama terumbu adalah organisme laut yang efisien karena mampu tumbuh subur dalam lingkungan sedikit nutrien (oligotrofik).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Fotosintesis ====&lt;br /&gt;
Proses fotosintesis oleh alga menyebabkan bertambahnya produksi [[kalsium karbonat]] dengan menghilangkan karbon dioksida dan merangsang [[reaksi kimia]] sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ca(HCO&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;) CaCO&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt; + H&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;CO&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt; H&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;O + CO&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fotosintesis oleh algae yang bersimbiosis membuat karang pembentuk terumbu menghasilkan deposit cangkang yang terbuat dari kalsium karbonat, kira-kira 10 kali lebih cepat daripada karang yang tidak membentuk terumbu ([[ahermatipik]]) dan tidak bersimbiose dengan zooxanthellae.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Di Indonesia dan Indo Pasifik ===&lt;br /&gt;
Terumbu karang merupakan salah satu komponen utama sumber daya [[pesisir]] dan [[laut]], di samping [[hutan bakau|hutan bakau atau hutan mangrove]] dan [[padang lamun]]. Terumbu karang dan segala kehidupan yang ada di dalamnya merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki bangsa [[Indonesia]] yang tak ternilai harganya. Diperkirakan luas terumbu karang yang terdapat di perairan Indonesia adalah lebih dari 60.000&amp;amp;nbsp;km&amp;lt;sup&amp;gt;2&amp;lt;/sup&amp;gt;, yang tersebar luas dari perairan Kawasan Barat Indonesia sampai Kawasan Timur Indonesia. Contohnya adalah ekosistem terumbu karang di perairan Maluku dan Nusa Tenggara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Indonesia merupakan tempat bagi sekitar ⅛ dari terumbu karang dunia dan merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman [[biota]] perairan dibanding dengan negara-negara [[Asia Tenggara]] lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentangan terumbu karang yang terbesar dan terkaya dalam hal jumlah spesies karang, [[ikan]], dan [[moluska]] terdapat pada regional Indo-Pasifik yang terbentang mulai dari [[Indonesia]] sampai ke [[Polinesia]] dan [[Australia]] lalu ke bagian barat yaitu [[Samudera Pasifik|Samudra Pasifik]] sampai [[Afrika]] Timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Manfaat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terumbu karang mengandung berbagai manfaat yang sangat besar dan beragam, baik secara ekologi maupun [[ekonomi]]. Estimasi jenis manfaat yang terkandung dalam terumbu karang dapat diidentifikasi menjadi dua yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manfaat dari terumbu karang yang langsung dapat dimanfaatkan oleh [[manusia]] adalah:&lt;br /&gt;
* Sebagai tempat hidup [[ikan]] yang banyak dibutuhkan manusia dalam bidang pangan, seperti ikan kerapu, ikan baronang, ikan ekor kuning, batu karang,&lt;br /&gt;
* [[Pariwisata]], wisata [[bahari]] melihat keindahan bentuk dan warnanya.&lt;br /&gt;
* Penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya.&lt;br /&gt;
* sebagai bahan baku Perhiasan Dan Industri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan yang termasuk dalam pemanfaatan tidak langsung adalah sebagai penahan [[abrasi]] pantai yang disebabkan gelombang dan ombak laut, serta sebagai sumber keanekaragaman hayati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Klasifikasi ==&lt;br /&gt;
=== Berdasarkan kemampuan memproduksi kapur ===&lt;br /&gt;
==== Karang hermatipik ====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karang [[hermatifik|hermatipik]] adalah karang yang dapat membentuk bangunan karang yang dikenal menghasilkan terumbu dan penyebarannya hanya ditemukan di daerah [[tropis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karang hermatipik ber[[simbiosis mutualisme]] dengan &amp;#039;&amp;#039;zooxanthellae&amp;#039;&amp;#039;, yaitu sejenis algae [[uniseluler]] (&amp;#039;&amp;#039;Dinoflagellata unisuler&amp;#039;&amp;#039;), seperti &amp;#039;&amp;#039;Gymnodinium microadriatum&amp;#039;&amp;#039;, yang terdapat di jaringan-jaringan polip binatang karang dan melaksanakan [[Fotosintesis]]. Dalam simbiosis, zooxanthellae menghasilkan oksigen dan senyawa organik melalui fotosintesis yang akan dimanfaatkan oleh karang, sedangkan karang menghasilkan komponen inorganik berupa nitrat, [[fosfat]] dan [[karbon dioksida]] untuk keperluan hidup &amp;#039;&amp;#039;zooxanthellae&amp;#039;&amp;#039;. Hasil samping dari aktivitas ini adalah endapan kalsium karbonat yang struktur dan bentuk bangunannya khas. Ciri ini akhirnya digunakan untuk menentukan jenis atau spesies binatang karang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karang hermatipik mempunyai sifat yang unik yaitu perpaduan antara sifat [[hewan]] dan [[tumbuhan]] sehingga arah pertumbuhannya selalu bersifat [[Fototropisme|fototropik]] positif. Umumnya jenis karang ini hidup di perairan pantai atau laut yang cukup dangkal di mana penetrasi cahaya matahari masih sampai ke dasar perairan tersebut. Di samping itu untuk hidup binatang karang membutuhkan suhu air yang hangat berkisar antara 25–32&amp;amp;nbsp;°C.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Karang ahermatipik ====&lt;br /&gt;
Karang ahermatipik tidak menghasilkan terumbu dan ini merupakan kelompok yang tersebar luas di seluruh [[dunia]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Berdasarkan bentuk dan tempat tumbuh ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Terumbu (&amp;#039;&amp;#039;reef&amp;#039;&amp;#039;) ====&lt;br /&gt;
Endapan masif batu kapur (&amp;#039;&amp;#039;limestone&amp;#039;&amp;#039;), terutama kalsium karbonat (CaCO&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;), yang utamanya dihasilkan oleh hewan karang dan biota-biota lain, seperti alga berkapur, yang menyekresi kapur, seperti alga berkapur dan [[moluska]].&lt;br /&gt;
Konstruksi [[batu kapur]] [[biogenis]] yang menjadi struktur dasar suatu ekosistem pesisir. Dalam dunia navigasi laut, terumbu adalah punggungan laut yang terbentuk oleh batuan kapur (termasuk karang yang masih hidup) di laut dangkal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Karang (koral) ====&lt;br /&gt;
Disebut juga karang batu (&amp;#039;&amp;#039;stony coral&amp;#039;&amp;#039;), yaitu hewan dari [[Ordo]] [[Scleractinia]], yang mampu mensekresi CaCO&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;. Karang batu termasuk ke dalam Kelas [[Anthozoa]] yaitu anggota [[Filum]] [[Coelenterata]] yang hanya mempunyai stadium polip. Dalam proses pembentukan terumbu karang maka karang batu (&amp;#039;&amp;#039;Scleratina&amp;#039;&amp;#039;) adalah penyusun yang paling penting atau hewan karang pembangun terumbu. Karang adalah hewan klonal yang tersusun atas puluhan atau jutaan individu yang disebut polip. Contoh makhluk klonal adalah tebu atau bambu yang terdiri atas banyak ruas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Karang terumbu ====&lt;br /&gt;
Pembangun utama struktur terumbu, biasanya disebut juga sebagai karang hermatipik (&amp;#039;&amp;#039;hermatypic coral&amp;#039;&amp;#039;) atau karang yang menghasilkan kapur. Karang terumbu berbeda dari karang lunak yang tidak menghasilkan kapur, berbeda dengan batu karang (&amp;#039;&amp;#039;rock&amp;#039;&amp;#039;) yang merupakan batu [[cadas]] atau batuan [[vulkanik]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Terumbu karang ====&lt;br /&gt;
Ekosistem di dasar laut tropis yang dibangun terutama oleh biota laut penghasil kapur (CaCO&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;) khususnya jenis­-jenis karang batu dan alga berkapur, bersama-sama dengan biota yang hidup di dasar lainnya seperti jenis­-jenis moluska, [[Crustacea|Krustasea]], [[Echinodermata]], [[Polikhaeta]], [[Porifera]], dan [[Tunikata]] serta biota-biota lain yang hidup bebas di perairan sekitarnya, termasuk jenis-jenis [[Plankton]] dan jenis-jenis nekton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Berdasarkan letak ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Terumbu karang tepi ====&lt;br /&gt;
Terumbu karang tepi atau karang penerus atau &amp;#039;&amp;#039;fringing reefs&amp;#039;&amp;#039; adalah jenis terumbu karang paling sederhana dan paling banyak ditemui di pinggir pantai yang terletak di daerah tropis.&lt;br /&gt;
Terumbu karang tepi berkembang di mayoritas pesisir pantai dari pulau-pulau besar. Perkembangannya bisa mencapai kedalaman 40 meter dengan pertumbuhan ke atas dan ke arah luar menuju laut lepas. Dalam proses perkembangannya, terumbu ini berbentuk melingkar yang ditandai dengan adanya bentukan ban atau bagian endapan karang mati yang mengelilingi pulau. Pada pantai yang curam, pertumbuhan terumbu jelas mengarah secara vertikal. Terumbu karang tepi sangat rentan terhadap aktivitas manusia di daratan, seperti sedimentasi dan polusi, karena kedekatan lokasinya dengan pantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh: [[Bunaken]] ([[Sulawesi]]), [[Pulau Panaitan]] ([[Banten]]), [[Nusa Dua]] ([[Bali]]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Terumbu karang penghalang ====&lt;br /&gt;
Secara umum, terumbu karang penghalang atau &amp;#039;&amp;#039;barrier reefs&amp;#039;&amp;#039; menyerupai terumbu karang tepi, hanya saja jenis ini hidup lebih jauh dari pinggir pantai.&lt;br /&gt;
Terumbu karang ini terletak sekitar 0.5­2&amp;amp;nbsp;km ke arah laut lepas dengan dibatasi oleh perairan berkedalaman hingga 75 meter. Terkadang membentuk &amp;#039;&amp;#039;lagoon&amp;#039;&amp;#039; (kolom air) atau celah perairan yang lebarnya mencapai puluhan kilometer. Umumnya karang penghalang tumbuh di sekitar [[pulau]] sangat besar atau [[benua]] dan membentuk gugusan pulau karang yang terputus-putus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh: [[Batuan Tengah]] ([[Bintan]], [[Kepulauan Riau]]), [[Spermonde]] ([[Sulawesi Selatan]]), [[Kepulauan Banggai]] ([[Sulawesi Tengah]]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Terumbu karang cincin ====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terumbu karang [[cincin]] atau &amp;#039;&amp;#039;attols&amp;#039;&amp;#039; adalah terumbu karang yang berbentuk cincin dan berukuran sangat besar menyerupai pulau. [[Atol]] banyak ditemukan pada daerah tropis di [[Samudra Atlantik]].&lt;br /&gt;
Terumbu karang yang berbentuk cincin yang mengelilingi batas dari pulau­-pulau [[vulkanik]] yang tenggelam sehingga tidak terdapat perbatasan dengan daratan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Terumbu karang datar ====&lt;br /&gt;
Terumbu karang datar atau gosong terumbu (&amp;#039;&amp;#039;patch reefs&amp;#039;&amp;#039;), kadang-kadang disebut juga sebagai pulau datar (&amp;#039;&amp;#039;flat island&amp;#039;&amp;#039;). Terumbu ini tumbuh dari bawah ke atas sampai ke permukaan dan, dalam kurun waktu geologis, membantu pembentukan pulau datar. Umumnya pulau ini akan berkembang secara horizontal atau vertikal dengan kedalaman relatif dangkal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh: [[Kepulauan Seribu]] ([[DKI Jakarta]]), [[Kepulauan Ujung Batu]] ([[Aceh]])&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Berdasarkan zonasi ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Terumbu yang menghadap angin ====&lt;br /&gt;
Terumbu yang menghadap angin (dalam bahasa Inggris: &amp;#039;&amp;#039;Windward reef&amp;#039;&amp;#039;) &amp;#039;&amp;#039;Windward&amp;#039;&amp;#039; adalah sisi yang menghadap arah datangnya angin. Zona ini diawali oleh lereng terumbu yang menghadap ke arah laut lepas. Di lereng terumbu, kehidupan karang melimpah pada kedalaman sekitar 50 meter dan umumnya didominasi oleh karang lunak. Namun, pada kedalaman sekitar 15 meter sering terdapat teras terumbu yang memiliki kelimpahan karang keras yang cukup tinggi dan karang tumbuh dengan subur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengarah ke dataran pulau atau gosong terumbu, di bagian atas teras terumbu terdapat penutupan alga [[koralin]] yang cukup luas di punggungan bukit terumbu tempat pengaruh [[gelombang]] yang kuat. Daerah ini disebut sebagai pematang alga. Akhirnya zona &amp;#039;&amp;#039;windward&amp;#039;&amp;#039; diakhiri oleh rataan terumbu yang sangat dangkal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Terumbu yang membelakangi angin ====&lt;br /&gt;
Terumbu yang membelakangi angin (&amp;#039;&amp;#039;Leeward reef&amp;#039;&amp;#039;) adalah sisi yang membelakangi arah datangnya [[angin]]. Zona ini umumnya memiliki hamparan terumbu karang yang lebih sempit daripada &amp;#039;&amp;#039;windward reef&amp;#039;&amp;#039; dan memiliki bentangan goba (&amp;#039;&amp;#039;lagoon&amp;#039;&amp;#039;) yang cukup lebar. Kedalaman goba biasanya kurang dari 50 meter, tetapi kondisinya kurang ideal untuk pertumbuhan karang karena kombinasi faktor gelombang dan sirkulasi air yang lemah serta sedimentasi yang lebih besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kerusakan terumbu karang ==&lt;br /&gt;
Indonesia merupakan negara yang mempunyai potensi terumbu karang terbesar di dunia. Luas terumbu karang di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 60.000&amp;amp;nbsp;km&amp;lt;sup&amp;gt;2&amp;lt;/sup&amp;gt;. Hal tersebut membuat [[Indonesia]] menjadi negara pengekspor terumbu karang pertama di dunia. Dewasa ini, kerusakan terumbu karang, terutama di Indonesia meningkat secara pesat. Terumbu karang yang masih berkondisi baik hanya sekitar 6,2%. Kerusakan ini menyebabkan meluasnya tekanan pada ekosistem terumbu karang [[alami]]. Meskipun faktanya kuantitas perdagangan terumbu karang telah dibatasi oleh &amp;#039;&amp;#039;Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora&amp;#039;&amp;#039; (CITES), laju eksploitasi terumbu karang masih tinggi karena buruknya sistem penanganannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa aktivitas manusia yang dapat merusak terumbu karang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* membuang [[sampah]] ke laut dan pantai yang dapat mencemari [[air laut]]&lt;br /&gt;
* membawa pulang ataupun menyentuh terumbu karang saat menyelam, satu sentuhan saja dapat membunuh terumbu karang&lt;br /&gt;
* pemborosan air, makin banyak air yang digunakan maka makin banyak pula [[limbah]] air yang dihasilkan dan dibuang ke laut.&lt;br /&gt;
* penggunaan pupuk dan pestisida buatan, seberapapun jauh letak pertanian tersebut dari laut residu kimia dari pupuk dan pestisida buatan pada akhinya akan terbuang ke laut juga.&lt;br /&gt;
* Membuang [[jangkar]] pada pesisir pantai secara tidak sengaja akan merusak terumbu karang yang berada di bawahnya.&lt;br /&gt;
* terdapatnya [[predator]] terumbu karang, seperti sejenis siput drupella.&lt;br /&gt;
* penambangan&lt;br /&gt;
* pembangunan [[pemukiman]]&lt;br /&gt;
* [[reklamasi]] pantai&lt;br /&gt;
* [[polusi]]&lt;br /&gt;
* penangkapan ikan dengan cara yang salah, seperti pemakaian bom ikan&lt;br /&gt;
* mengambil bagian apa pun dari terumbu karang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Terumbu+karang&amp;amp;oldid=29587944 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29587944 (2026-08-16T10:29:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>