<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Testis</id>
	<title>Testis - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Testis"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Testis&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T15:59:37Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Testis&amp;diff=35333&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29442092; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Testis&amp;diff=35333&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T08:20:35Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29442092; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Testis&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah [[gonad]] pria pada semua hewan [[gonokoris]], termasuk manusia, dan [[Homologi (biologi)|homolog]] dengan [[ovarium]], yang merupakan gonad wanita. Fungsi utamanya adalah memproduksi [[sperma]] dan mensekresikan [[androgen]], terutama [[testosteron]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelepasan testosteron diatur oleh [[hormon pelutein]] (LH) dari [[kelenjar hipofisis anterior]]. Produksi sperma dikendalikan oleh [[hormon perangsang folikel]] (FSH) dari kelenjar hipofisis anterior dan oleh testosteron yang diproduksi di dalam gonad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Struktur==&lt;br /&gt;
===Penampilan===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria memiliki dua testis dengan ukuran serupa yang terdapat di dalam [[skrotum]], yang merupakan perluasan dari [[dinding perut]]. Asimetri skrotum, di mana satu testis menggantung lebih rendah di dalam skrotum daripada yang lain, adalah hal yang umum. Hal ini disebabkan oleh perbedaan dalam anatomi vaskulatur. Pada 85% pria, testis kanan menggantung lebih rendah daripada testis kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Pengukuran dan volume===&lt;br /&gt;
Volume testis dapat diperkirakan dengan memalpasinya dan membandingkannya dengan [[elipsoid]] ([[orkidometer]]) yang ukurannya telah diketahui. Metode lain adalah dengan menggunakan jangka sorong, penggaris, atau citra [[ultrasonografi]] (USG) untuk mendapatkan tiga pengukuran sumbu x, y, dan z (panjang, kedalaman, dan lebar). Pengukuran ini kemudian dapat digunakan untuk menghitung volume menggunakan rumus volume elipsoid:&lt;br /&gt;
:&amp;lt;math&amp;gt;Volume = \frac{4}{3} \cdot \pi \cdot \frac{panjang}{2} \cdot \frac{lebar}{2} \cdot \frac{kedalaman}{2}&amp;lt;/math&amp;gt;&lt;br /&gt;
:&amp;lt;math&amp;gt;\approx panjang \cdot lebar \cdot kedalaman \cdot 0,52&amp;lt;/math&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, perhitungan volume testis aktual yang paling akurat diperoleh dari rumus:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:&amp;lt;math&amp;gt;\approx panjang \cdot lebar \cdot kedalaman \cdot 0,71&amp;lt;/math&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rata-rata testis orang dewasa berukuran hingga . [[Skala Tanner#Genital (pria)|Skala Tanner]], yang digunakan untuk menilai kematangan genital pria, menetapkan tahap kematangan pada volume yang dihitung mulai dari tahap I, volume kurang dari 1,5&amp;amp;nbsp;cm&amp;lt;sup&amp;gt;3&amp;lt;/sup&amp;gt;; hingga tahap V, volume lebih besar dari 20&amp;amp;nbsp;cm&amp;lt;sup&amp;gt;3&amp;lt;/sup&amp;gt;. Volume normal adalah 15 hingga 25&amp;amp;nbsp;cm&amp;lt;sup&amp;gt;3&amp;lt;/sup&amp;gt;; rata-ratanya adalah 18&amp;amp;nbsp;cm&amp;lt;sup&amp;gt;3&amp;lt;/sup&amp;gt; per testis (kisaran 12–30&amp;amp;nbsp;cm&amp;lt;sup&amp;gt;3&amp;lt;/sup&amp;gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumlah spermatozoa yang diproduksi oleh pria dewasa berbanding lurus dengan volume testis, karena testis yang lebih besar mengandung lebih banyak tubulus seminiferus dan [[sel Sertoli]]. Dengan demikian, pria dengan testis yang lebih besar rata-rata memproduksi lebih banyak sel sperma dalam setiap [[ejakulasi]], karena volume testis berkorelasi positif dengan profil air mani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Struktur internal===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Sistem saluran====&lt;br /&gt;
Testis ditutupi oleh cangkang fibrosa yang kuat yang disebut [[Tunika albuginea testis|tunika albuginea]]. Di bawah tunika albuginea, testis mengandung tabung-tabung yang bergelung sangat halus yang disebut [[tubulus seminiferus]]. Tubulus tersebut dilapisi oleh lapisan sel ([[sel nutfah]]) yang berkembang sejak [[pubertas]] hingga usia tua menjadi [[sel (biologi)|sel]] [[sperma]] (juga dikenal sebagai [[spermatozoa]] atau [[gamet]] jantan). Sperma yang sedang berkembang bergerak melalui tubulus seminiferus menuju [[rete testis]] yang terletak di [[mediastinum testis]], ke [[duktulus eferen]], dan kemudian ke [[epididimis]] tempat sel sperma yang baru terbentuk menjadi matang ([[spermatogenesis]]).&amp;quot; Sperma bergerak ke dalam [[vas deferens]], dan akhirnya dikeluarkan melalui [[uretra]] dan keluar dari [[Orifisium uretra eksternal (pria)|lubang uretra]] melalui kontraksi otot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Jenis sel utama====&lt;br /&gt;
Di dalam tubulus seminiferus, sel nutfah berkembang menjadi [[spermatogonia]], [[spermatosit]], [[spermatid]], dan spermatozoa melalui proses [[spermatogenesis]]. Gamet mengandung DNA untuk pembuahan [[ovum]]. Sel Sertoli adalah [[epitel]] sejati dari epitel seminiferus, yang sangat penting untuk mendukung perkembangan sel nutfah menjadi spermatozoa. Sel Sertoli mensekresikan [[inhibin]], hormon yang berperan penting dalam mengatur spermatogenesis dengan menghambat sekresi FSH dari kelenjar hipofisis, sehingga membantu mengatur produksi sperma. [[Sel mioid peritubular]] mengelilingi tubulus seminiferus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara tubulus seminiferus terdapat [[sel interstisial]] yang disebut [[sel Leydig]] yang memproduksi dan mensekresikan [[testosteron]] dan [[androgen]] lain yang penting bagi [[pubertas]] (termasuk [[karakteristik seksual sekunder]] seperti rambut wajah), [[Aktivitas seksual manusia|perilaku seksual]], dan [[libido]]. Testosteron mengontrol volume testis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sel Leydig yang belum matang serta [[makrofag]] interstisial dan [[sel epitel]] juga ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Suplai darah dan drainase limfatik====&lt;br /&gt;
Testis memiliki tiga sumber suplai darah arteri: [[arteri testikular]], [[arteri kremaster]], dan [[arteri duktus deferens]]. Suplai darah dan [[drainase limfatik]] testis dan skrotum berbeda:&lt;br /&gt;
* Arteri testikular yang berpasangan muncul langsung dari [[aorta abdominalis]] dan turun melalui [[kanalis inguinalis]], sedangkan skrotum dan sisa genitalia eksternal disuplai oleh [[arteri pudenda internal]] (cabang dari [[arteri iliaka internal]]).&amp;quot;&lt;br /&gt;
* Testis memiliki suplai darah kolateral dari arteri kremaster (cabang dari [[arteri epigastrika inferior]], yang merupakan cabang dari [[arteri iliaka eksternal]]), dan arteri duktus deferens (cabang dari [[arteri vesikalis inferior]], yang merupakan cabang dari arteri iliaka internal). Oleh karena itu, jika arteri testikular diligasi, misalnya selama [[orkiopeksi]] Fowler-Stevens untuk testis undesensus yang tinggi, testis biasanya akan bertahan hidup dengan suplai darah lainnya ini.&lt;br /&gt;
* Drainase limfatik testis mengikuti arteri testikular kembali ke [[kelenjar getah bening paraaorta]], sedangkan getah bening dari skrotum mengalir ke [[kelenjar getah bening inguinal]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Lapisan====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak fitur anatomi testis dewasa mencerminkan asal-usul perkembangannya di [[abdomen]]. Lapisan jaringan yang membungkus setiap testis berasal dari lapisan [[dinding perut]] anterior. [[Otot kremaster]] berasal dari [[otot oblik internal]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Sawar darah–testis====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Molekul-molekul besar tidak dapat masuk dari darah ke dalam lumen tubulus seminiferus karena adanya [[tautan ketat]] di antara sel-sel Sertoli yang berdekatan. Spermatogonia menempati kompartemen basal (di sebelah dalam dari tingkat tautan ketat) dan bentuk-bentuk yang lebih matang, seperti spermatosit primer dan sekunder serta spermatid, menempati kompartemen adluminal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fungsi sawar darah–testis mungkin untuk mencegah reaksi [[autoimun]]. Sperma matang (dan [[antigen]]nya) muncul secara signifikan setelah toleransi imun ditetapkan pada masa bayi. Karena sperma berbeda secara antigenik dari jaringan diri sendiri, hewan jantan dapat bereaksi secara imunologis terhadap spermanya sendiri. Pejantan dapat membuat antibodi terhadapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Injeksi antigen sperma menyebabkan peradangan testis (orkitis autoimun) dan penurunan kesuburan. Sawar darah–testis dapat mengurangi kemungkinan protein sperma menginduksi respons imun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Pengaturan suhu dan respons===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Carl Richard Moore]] pada tahun 1926  mengusulkan bahwa testis berada di luar karena [[spermatogenesis]] ditingkatkan pada suhu yang sedikit lebih rendah daripada suhu inti tubuh di luar tubuh. Spermatogenesis kurang efisien pada suhu yang lebih rendah dan lebih tinggi dari 33&amp;amp;nbsp;°C. Karena testis terletak di luar tubuh, jaringan polos skrotum dapat menggerakkannya mendekat atau menjauh dari tubuh. Suhu testis dipertahankan pada 34,4&amp;amp;nbsp;°C, sedikit di bawah suhu tubuh, karena suhu di atas 36,7&amp;amp;nbsp;°C menghambat spermatogenesis. Terdapat sejumlah mekanisme untuk mempertahankan testis pada suhu optimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Otot kremaster menutupi testis dan [[funikulus spermatikus]]. Saat otot ini berkontraksi, funikulus memendek dan testis bergerak lebih dekat ke arah tubuh, yang memberikan sedikit lebih banyak kehangatan untuk mempertahankan suhu testis yang optimal. Saat pendinginan diperlukan, otot kremaster berelaksasi dan testis turun menjauhi tubuh yang hangat dan mampu mendingin. Kontraksi juga terjadi sebagai respons terhadap [[Stres (biologi)|stres fisik]], seperti trauma tumpul; testis menarik diri dan skrotum menyusut sangat dekat dengan tubuh sebagai upaya untuk melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Refleks kremaster]] akan mengangkat testis secara refleks. Testis juga dapat diangkat secara sukarela menggunakan otot [[pubokoksigeus]], yang mengaktifkan sebagian otot-otot terkait.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Ekspresi gen dan protein===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Genom manusia]] mencakup sekitar 20.000 gen pengode protein: 80% dari gen ini [[Ekspresi gen|diekspresikan]] pada testis dewasa. Testis memiliki fraksi gen spesifik tipe jaringan tertinggi dibandingkan dengan organ dan jaringan lain. Sekitar 1.000 di antaranya sangat spesifik untuk testis, dan sekitar 2.200 menunjukkan pola ekspresi yang meningkat. Mayoritas gen ini mengode protein yang diekspresikan dalam tubulus seminiferus dan memiliki fungsi yang berkaitan dengan spermatogenesis. Sel sperma mengekspresikan protein yang menghasilkan perkembangan [[flagela]]; protein yang sama ini diekspresikan pada wanita dalam sel-sel yang melapisi [[tuba fallopi]] dan menyebabkan perkembangan [[silia]]. Flagela sel sperma dan silia tuba fallopi adalah struktur yang [[Homologi (biologi)|homolog]]. Protein spesifik testis yang menunjukkan tingkat ekspresi tertinggi adalah [[protamin]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Perkembangan==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat dua fase di mana testis tumbuh secara substansial. Ini adalah fase embrio dan pubertas.&lt;br /&gt;
Selama perkembangan mamalia, gonad pada awalnya mampu menjadi [[ovarium]] atau testis. Pada manusia, mulai sekitar minggu ke-4, rudimen gonad hadir di dalam [[mesoderm intermediat]] yang berdekatan dengan ginjal yang sedang berkembang. Sekitar minggu ke-6, [[korda seks]] berkembang di dalam testis yang sedang terbentuk. Ini terdiri dari sel-sel Sertoli awal yang mengelilingi dan memelihara sel-sel nutfah yang bermigrasi ke gonad sesaat sebelum penentuan jenis kelamin dimulai. Pada pria, gen spesifik jenis kelamin [[SRY]] yang ditemukan pada [[kromosom Y]] memulai penentuan jenis kelamin melalui regulasi hilir faktor-faktor penentu jenis kelamin (seperti [[GATA4]], [[SOX9]], dan [[Hormon anti-Müllerian|AMH]]), yang mengarah pada perkembangan fenotipe pria, termasuk mengarahkan perkembangan gonad bipotensial awal menuju jalur perkembangan pria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Testis mengikuti jalur penurunan, dari posisi tinggi di abdomen janin posterior ke cincin inguinal dan seterusnya ke [[kanalis inguinalis]] dan masuk ke dalam [[skrotum]]. Pada sebagian besar kasus (97% cukup bulan, 70% [[kelahiran prematur|prematur]]), kedua testis telah turun saat lahir. Pada sebagian besar kasus lainnya, hanya satu testis yang gagal turun. Ini disebut [[kriptorkidisme]]. Pada sebagian besar kasus kriptorkidisme, masalah ini sebagian besar akan sembuh dengan sendirinya dalam setengah tahun pertama kehidupan. Namun, jika testis tidak turun cukup jauh ke dalam skrotum, penjangkaran bedah di skrotum diperlukan karena risiko infertilitas dan [[kanker testis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Testis tumbuh sebagai respons terhadap dimulainya spermatogenesis. Ukuran bergantung pada fungsi lisis, produksi sperma (jumlah spermatogenesis yang ada di testis), [[cairan interstisial]], dan produksi cairan sel Sertoli. Testis turun sepenuhnya sebelum laki-laki mencapai pubertas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Signifikansi klinis==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Perlindungan dan cedera===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Testis sangat sensitif terhadap benturan dan cedera. Rasa sakit yang ditimbulkannya menjalar dari setiap testis ke dalam rongga perut, melalui [[pleksus spermatikus]], yang merupakan saraf utama dari setiap testis. Hal ini akan menyebabkan nyeri pada pinggul dan punggung. Rasa sakit biasanya mereda dalam beberapa menit.&lt;br /&gt;
* [[Torsio testis]] adalah keadaan darurat medis. Hal ini karena semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan intervensi medis sehubungan dengan iskemia yang meluas, semakin tinggi kemungkinan testis akan hilang. Terdapat peluang 90% untuk menyelamatkan testis jika operasi detorsi dilakukan dalam waktu enam jam sejak timbulnya torsio testis.&lt;br /&gt;
* [[Ruptur testis]] adalah trauma parah yang memengaruhi tunika albuginea.&lt;br /&gt;
* Cedera tembus pada skrotum dapat menyebabkan [[kebiri]], atau pemisahan fisik atau penghancuran testis, mungkin bersama dengan sebagian atau seluruh penis, yang mengakibatkan kemandulan total jika testis tidak segera disambungkan kembali. Dalam upaya menghindari infeksi parah, pemberian [[Saline (obat)|saline]] dan [[basitrasin]] yang cukup membantu membersihkan kotoran dan benda asing dari luka.&lt;br /&gt;
* [[Jockstrap]] (cawat olahraga) menyangga dan melindungi testis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyakit dan kondisi===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Untuk meningkatkan peluang mengidentifikasi kasus [[kanker testis]], [[neoplasma]], dan masalah kesehatan lainnya sejak dini, [[pemeriksaan testis mandiri]] secara teratur sangat dianjurkan.&lt;br /&gt;
* [[Varikokel]], pembengkakan vena dari testis, biasanya menyerang sisi kiri, dengan testis yang biasanya normal.&lt;br /&gt;
* [[Hidrokel testis]] adalah pembengkakan di sekitar testis yang disebabkan oleh penumpukan cairan bening di dalam kantung membranosa, dengan testis yang biasanya normal. Ini adalah penyebab paling umum dari pembengkakan skrotum.&lt;br /&gt;
* [[Spermatokel]] adalah kista retensi pada tubulus [[rete testis]] atau kepala [[epididimis]] yang terdistensi oleh cairan yang agak encer yang mengandung spermatozoa.&lt;br /&gt;
* [[Gangguan endokrin]] juga dapat memengaruhi ukuran dan fungsi testis.&lt;br /&gt;
* Kondisi bawaan tertentu yang melibatkan mutasi pada gen perkembangan utama juga mengganggu penurunan testis, yang mengakibatkan testis berada di perut atau inguinal, yang tetap tidak berfungsi dan dapat menjadi kanker. Kondisi genetik lainnya dapat mengakibatkan hilangnya [[duktus Wolffian]] dan memungkinkan bertahannya [[duktus Müllerian]]. Baik kadar [[estrogen]] yang berlebih maupun yang kurang dapat mengganggu [[spermatogenesis]] dan menyebabkan [[infertilitas]].&lt;br /&gt;
* [[Deformitas bell-clapper|Deformitas &amp;#039;&amp;#039;bell-clapper&amp;#039;&amp;#039;]] adalah deformitas di mana testis tidak melekat pada dinding skrotum, dan dapat berputar bebas pada funikulus spermatikus di dalam tunika vaginalis. Mereka yang mengalami deformitas ini memiliki risiko lebih tinggi terkena torsio testis.&lt;br /&gt;
* [[Orkitis]] adalah peradangan pada testis.&lt;br /&gt;
* [[Epididimitis]] adalah peradangan yang menyakitkan pada epididimis (satu atau kedua), sering kali disebabkan oleh infeksi bakteri tetapi terkadang tidak diketahui asalnya.&lt;br /&gt;
* [[Anorkia]] adalah ketidakhadiran satu atau kedua testis.&lt;br /&gt;
* [[Kriptorkidisme]], atau &amp;quot;testis tidak turun&amp;quot;, adalah keadaan ketika testis tidak turun ke dalam skrotum bayi laki-laki.&lt;br /&gt;
* Pembesaran testis adalah tanda yang [[sensitivitas dan spesifisitas|tidak spesifik]] dari berbagai penyakit testis, dan dapat didefinisikan sebagai ukuran testis lebih dari 5&amp;amp;nbsp;cm ([[Istilah lokasi anatomi#Sumbu|sumbu panjang]]) × 3&amp;amp;nbsp;cm (sumbu pendek).&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;[[Blue balls]]&amp;#039;&amp;#039; adalah kondisi mengenai kongesti cairan sementara di wilayah testis dan [[prostat]], yang disebabkan oleh [[gairah seksual]] yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Prostesis testis]] tersedia untuk meniru penampilan dan rasa dari satu atau kedua testis, ketika tidak ada karena cedera atau sebagai pengobatan sehubungan dengan [[disforia gender]]. Ada juga beberapa kejadian implantasinya pada anjing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para ilmuwan sedang berupaya mengembangkan testis buatan laboratorium yang mungkin dapat membantu pria tidak subur pada masa depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Efek hormon eksogen===&lt;br /&gt;
Sampai batas tertentu, ukuran testis dapat diubah. Selain cedera langsung atau memaparkannya pada kondisi yang merugikan, misalnya suhu yang lebih tinggi daripada yang biasa dialaminya, testis dapat disusutkan dengan menyaingi fungsi hormonal intrinsiknya melalui penggunaan hormon [[steroid]] yang diberikan secara eksternal. Steroid yang dikonsumsi untuk pembesaran otot (terutama [[steroid anabolik]]) sering kali memiliki efek samping yang tidak diinginkan berupa penyusutan testis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stimulasi fungsi testis melalui [[gonadotropin|hormon mirip gonadotropin]] dapat memperbesar ukurannya. Testis dapat menyusut atau mengalami atrofi selama [[Terapi hormon|terapi penggantian hormon]] atau melalui [[kebiri kimia]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam semua kasus, hilangnya volume testis berbanding lurus dengan hilangnya spermatogenesis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Masyarakat dan budaya==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Testis [[anak sapi]], [[Domba|anak domba]], [[ayam jantan]], [[Kalkun sebagai makanan|kalkun]], dan hewan lainnya dimakan di berbagai belahan dunia, sering kali dengan [[nama kuliner]] yang [[Eufemisme|eufemistik]]. Testis adalah produk sampingan dari kebiri hewan muda yang dibesarkan untuk dagingnya, sehingga mungkin pernah menjadi hidangan istimewa musiman di akhir musim semi. Pada zaman modern, testis umumnya dibekukan dan tersedia sepanjang tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada [[Abad Pertengahan]], pria yang menginginkan anak laki-laki terkadang membuang testis kiri mereka. Hal ini karena orang percaya bahwa testis kanan membuat sperma &amp;quot;laki-laki&amp;quot; dan testis kiri membuat sperma &amp;quot;perempuan&amp;quot;. Sejak tahun 330 SM, [[Aristoteles]] menyarankan ligasi (pengikatan) testis kiri pada pria yang ingin memiliki anak laki-laki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Etimologi dan bahasa gaul===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu teori mengenai etimologi kata &amp;#039;&amp;#039;testis&amp;#039;&amp;#039; didasarkan pada [[hukum Romawi]]. Kata asli [[bahasa Latin]]  , digunakan dalam prinsip hukum yang mapan &amp;quot;&amp;quot; (satu saksi [sama dengan] tidak ada saksi), yang berarti bahwa kesaksian satu orang di pengadilan harus diabaikan kecuali dikuatkan oleh kesaksian setidaknya satu orang lain. Hal ini menyebabkan praktik umum menghadirkan dua orang saksi, yang disuap untuk bersaksi dengan cara yang sama dalam kasus tuntutan hukum dengan motif tersembunyi. Karena saksi-saksi semacam itu selalu datang berpasangan, maknanya pun diperluas, sering kali dalam bentuk diminutif ().&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teori lain mengatakan bahwa &amp;#039;&amp;#039;testis&amp;#039;&amp;#039; dipengaruhi oleh terjemahan pinjaman, dari bahasa Yunani   yang berarti &amp;quot;dua kelenjar yang berdampingan&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada banyak istilah bahasa gaul untuk testis. Testis dapat disebut sebagai &amp;quot;bola&amp;quot; (&amp;#039;&amp;#039;balls&amp;#039;&amp;#039;). Seringkali, &amp;quot;[[Kacang (buah)|kacang]]&amp;quot; (&amp;#039;&amp;#039;nuts&amp;#039;&amp;#039;, terkadang sengaja dieja salah sebagai &amp;quot;nutz&amp;quot;) juga merupakan istilah gaul untuk testis karena kemiripan geometrisnya. Salah satu varian istilah tersebut mencakup &amp;quot;Deez Nuts&amp;quot;, yang digunakan untuk [[Deez Nuts (satiris)|kandidat politik satiris pada tahun 2016]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam [[bahasa Spanyol]], istilah gaul  digunakan, yang merupakan bahasa Spanyol untuk [[telur]] yang biasanya merujuk pada telur ayam yang tidak dibuahi. Perhatikan bahwa ini adalah non-sequitur atau analogi yang salah. Gonad jantan pada mamalia memproduksi sperma (yang mengangkut gamet jantan ke telur). Gonad jantan tidak memproduksi gamet betina yang ditemukan dalam telur. Mungkin kata  digunakan sebagai bahasa gaul untuk testis pria karena tubuh setiap epididimis di dalam skrotum memiliki bentuk keseluruhan yang mirip dengan telur burung biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Hewan lain==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penampilan eksternal===&lt;br /&gt;
Pada [[Pembiak musiman|hewan pembiak musiman]], berat testis sering kali meningkat selama musim kawin. [[Dromedari#Testis|Testis unta dromedari]] memiliki panjang , kedalaman , dan lebar . Testis kanan sering kali lebih kecil daripada yang kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada [[hiu]], testis di sisi kanan biasanya lebih besar. Pada banyak spesies burung dan mamalia, testis kiri mungkin lebih besar. [[Anatomi ikan#Testis|Ikan biasanya memiliki dua testis]] dengan ukuran yang sama. [[Ikan tak berahang]] primitif hanya memiliki satu testis, yang terletak di garis tengah tubuh, meskipun ini terbentuk dari penyatuan struktur berpasangan pada embrio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Lokasi===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Internal====&lt;br /&gt;
Kondisi basal bagi mamalia adalah memiliki testis internal. Testis [[monotremata]], [[xenarthra]], dan [[afrotheria]] tetap berada di dalam abdomen ([[testikondi]]). Ada juga beberapa [[marsupial]] dengan testis eksternal dan mamalia [[boreoeutheria]] dengan testis internal, seperti badak. [[Cetacea]] seperti paus dan lumba-lumba juga memiliki testis internal. Karena testis eksternal akan meningkatkan hambatan di dalam air, mereka memiliki testis internal, yang dijaga tetap sejuk oleh sistem peredaran darah khusus yang mendinginkan darah arteri yang menuju ke testis dengan menempatkan arteri di dekat vena yang membawa darah vena yang telah didinginkan dari kulit. Pada [[odobenidae]] dan [[phocidae]], lokasi testis bersifat para-abdominal, meskipun [[otariidae]] memiliki testis skrotal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Eksternal====&lt;br /&gt;
Mamalia darat [[Boreoeutheria]], kelompok besar mamalia yang mencakup manusia, memiliki testis yang dieksternalisasi. Testis mereka berfungsi paling baik pada suhu yang lebih rendah daripada suhu inti tubuh mereka. Testis mereka terletak di luar tubuh dan digantung oleh funikulus spermatikus di dalam skrotum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat beberapa hipotesis mengenai alasan sebagian besar mamalia boreotheria memiliki testis eksternal yang beroperasi paling baik pada suhu yang sedikit lebih rendah daripada suhu inti tubuh. Salah satu pandangan adalah bahwa testis &amp;quot;terjebak&amp;quot; dengan enzim yang berevolusi pada suhu yang lebih dingin karena testis eksternal berevolusi karena alasan yang berbeda. Pandangan lain adalah bahwa suhu testis yang lebih rendah memang lebih efisien untuk produksi sperma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hipotesis klasik menyatakan bahwa suhu testis yang lebih dingin memungkinkan spermatogenesis fertil yang lebih efisien. Tidak ada enzim yang mungkin beroperasi pada suhu inti tubuh normal yang seefisien enzim-enzim yang telah berevolusi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mamalia awal memiliki suhu tubuh yang lebih rendah dan dengan demikian testis mereka bekerja secara efisien di dalam tubuh mereka. Namun, mamalia boreotheria mungkin memiliki suhu tubuh yang lebih tinggi daripada mamalia lain dan harus mengembangkan testis eksternal agar tetap sejuk. Salah satu argumennya adalah bahwa mamalia dengan testis internal, seperti monotremata, armadillo, kungkang, gajah, dan badak, memiliki suhu inti tubuh yang lebih rendah daripada mamalia dengan testis eksternal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para peneliti bertanya-tanya mengapa burung, meskipun memiliki suhu inti tubuh yang sangat tinggi, memiliki testis internal dan tidak mengembangkan testis eksternal. Pernah diteorikan bahwa burung menggunakan [[kantung udara]] mereka untuk mendinginkan testis secara internal, tetapi penelitian selanjutnya mengungkapkan bahwa testis burung mampu berfungsi pada suhu inti tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa mamalia dengan siklus pembiakan musiman menjaga testis mereka tetap internal hingga musim kawin. Setelah itu, testis mereka turun dan membesar serta menjadi eksternal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leluhur mamalia boreoeutheria mungkin merupakan mamalia kecil yang membutuhkan testis yang sangat besar untuk [[kompetisi sperma]] dan dengan demikian harus menempatkan testisnya di luar tubuh. Hal ini mungkin menyebabkan enzim yang terlibat dalam spermatogenesis, aktivitas [[DNA polimerase beta]] dan [[rekombinase]] spermatogenik, berevolusi menuju suhu optimum unik yang sedikit lebih rendah daripada suhu inti tubuh. Ketika mamalia boreoeutheria berdiversifikasi menjadi bentuk-bentuk yang lebih besar atau tidak memerlukan kompetisi sperma yang ketat, mereka masih memproduksi enzim yang bekerja paling baik pada suhu yang lebih dingin dan harus menjaga testis mereka di luar tubuh. Posisi ini menjadi kurang parsimoni karena [[kanguru]], mamalia non-boreoeutheria, memiliki testis eksternal. Secara terpisah dari mamalia boreotheria, leluhur kanguru mungkin juga mengalami kompetisi sperma yang berat dan dengan demikian mengembangkan testis eksternal; namun, testis eksternal kanguru menunjukkan kemungkinan adanya fungsi adaptif bagi testis eksternal pada hewan besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu argumen untuk [[Evolusi testis yang turun pada mamalia|evolusi testis eksternal]] adalah bahwa hal itu melindungi testis dari perubahan tekanan rongga perut yang disebabkan oleh melompat dan menderap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stres panas skrotum yang ringan dan sementara menyebabkan kerusakan DNA, [[Infertilitas|penurunan kesuburan]], dan perkembangan embrio abnormal pada tikus. Pemutusan untai DNA ditemukan pada spermatosit yang diambil dari testis yang terpapar suhu 40&amp;amp;nbsp;°C atau 42&amp;amp;nbsp;°C selama 30 menit. Temuan ini menunjukkan bahwa lokasi eksternal testis memberikan manfaat adaptif berupa perlindungan sel spermatogenik dari kerusakan DNA akibat panas yang dapat menyebabkan infertilitas dan [[mutasi garis benih]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Ukuran===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Monogami pada hewan#Ukuran testis|Ukuran relatif testis]] sering kali dipengaruhi oleh [[sistem perkawinan]]. Ukuran testis sebagai proporsi berat badan sangat bervariasi. Dalam kerajaan mamalia, terdapat kecenderungan ukuran testis bersesuaian dengan pasangan ganda (misalnya, harem, [[poligami]]). Produksi keluaran sperma testis dan cairan sperma juga lebih besar pada hewan poligami, mungkin merupakan [[kompetisi sperma]]togenik untuk kelangsungan hidup. Testis [[paus sikat]] kemungkinan merupakan yang terbesar dari hewan apa pun, masing-masing berberat sekitar 500&amp;amp;nbsp;kg.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara [[Hominidae]], [[gorila]] memiliki [[promiskuitas]] betina yang rendah dan kompetisi sperma yang sedikit, dan testisnya kecil dibandingkan dengan berat badannya (0,03%). [[Simpanse]] memiliki promiskuitas yang tinggi dan testis yang besar dibandingkan dengan berat badan (0,3%). Ukuran testis manusia berada di antara kedua ekstrem ini (0,08%).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berat testis juga bervariasi pada hewan pembiak musiman seperti [[rubah merah]], [[jakal emas]], dan [[koyote]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Struktur internal===&lt;br /&gt;
[[Amfibi]] dan sebagian besar ikan tidak memiliki tubulus seminiferus. Sebaliknya, sperma diproduksi dalam struktur bulat yang disebut &amp;#039;&amp;#039;ampula sperma&amp;#039;&amp;#039;. Ini adalah struktur musiman, yang melepaskan isinya selama musim kawin, dan kemudian diserap kembali oleh tubuh. Sebelum musim kawin berikutnya, ampula sperma baru mulai terbentuk dan matang. Ampula tersebut pada dasarnya identik dengan tubulus seminiferus pada [[vertebrata]] tingkat tinggi, termasuk kisaran jenis sel yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Galeri==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lihat pula==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Anorkia]]&lt;br /&gt;
* [[Kepala sari]]&lt;br /&gt;
* [[Anteridium]]&lt;br /&gt;
* [[Bollocks]]&lt;br /&gt;
* [[Kriptorkidisme]] (kriptorkismus)&lt;br /&gt;
* [[Ejakulasi]]&lt;br /&gt;
* [[Kasim]]&lt;br /&gt;
* [[Kuda kebiri|Gelding]]&lt;br /&gt;
* [[Daftar homolog sistem reproduksi manusia]]&lt;br /&gt;
* [[Sterilisasi (hewan)|Neutering]]&lt;br /&gt;
* [[Perineum]]&lt;br /&gt;
* [[Poliorkidisme]]&lt;br /&gt;
* [[Sterilisasi (kedokteran)|Sterilisasi (prosedur bedah)]], [[vasektomi]]&lt;br /&gt;
* [[Nubbin testis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi umum dan kutipan ==&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kutipan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[wikt:Thesaurus:testicles|Daftar sinonim dan kata gaul untuk testis dalam banyak bahasa]] di [[wikt:Wiktionary:Thesaurus|Tesaurus Wiktionary]]&lt;br /&gt;
* [https://www.proteinatlas.org/humanproteome/testis Testis di Human Protein Atlas]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Testis&amp;amp;oldid=29442092 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29442092 (2026-07-11T02:55:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>