<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Tinja</id>
	<title>Tinja - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Tinja"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tinja&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T11:39:36Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tinja&amp;diff=30184&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29317753; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tinja&amp;diff=30184&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-04T17:25:07Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29317753; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Tinja&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (dalam bahasa ilmiah disebut &amp;#039;&amp;#039;feses&amp;#039;&amp;#039;) adalah &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;sisa hasil pencernaan makanan&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; yang sudah tidak dibutuhkan tubuh yang dikeluarkan melalui [[kloaka]].Pada konteks [[manusia]], proses pembuangan tinja dapat terjadi (bergantung pada individu dan kondisi kesehatan) antara sekali setiap satu atau dua atau hingga beberapa kali dalam sehari. Pengerasan tinja dapat menyebabkan meningkatnya waktu dan menurunnya frekuensi [[buang air besar]] antara pengeluarannya atau pembuangannya disebut dengan [[konstipasi]] atau sembelit. Dan sebaliknya, bila pengerasan tinja terganggu, menyebabkan menurunnya waktu dan meningkatnya frekuensi [[buang air besar]] disebut dengan [[diare]] atau mencret.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bau khas dari tinja disebabkan oleh aktivitas [[bakteri]]. Bakteri menghasilkan senyawa seperti [[indole]], [[skatole]], dan [[thiol]] (senyawa yang mengandung [[belerang]]), dan juga [[gas]] [[hidrogen sulfida]]. Asupan makanan berupa rempah-rempah dapat menambah bau khas tinja. Di pasaran juga terdapat beberapa produk komersial yang dapat mengurangi bau tinja tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tinja manusia ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frekuensi pembuangan air besar bergantung pada individu dan kondisinya, manusia dapat buang air besar beberapa kali sehari, setiap hari, atau sekali setiap dua atau tiga hari. Pengerasan tinja yang ekstensif yang mengganggu rutinitas ini selama beberapa hari atau lebih disebut [[sembelit]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Munculnya tinja manusia bervariasi menurut [[diet]] dan kesehatan. Biasanya itu semi padat, dengan lapisan lendir. Kombinasi [[empedu]] dan [[bilirubin]], yang berasal dari sel darah merah yang mati, memberi warna khas coklat pada tinja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah [[mekonium]], tinja pertama dikeluarkan, tinja bayi baru lahir hanya mengandung empedu, yang memberinya warna kuning-hijau. Bayi yang diberi ASI mengeluarkan zat lunak, kekuningan pucat, dan tidak berbau busuk; tetapi begitu bayi mulai makan, dan tubuh mulai mengeluarkan bilirubin dari sel-sel darah merah yang mati, masalah ini memperoleh warna cokelat yang sudah dikenal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada waktu yang berbeda dalam hidup mereka, manusia akan mengeluarkan tinja dengan warna dan tekstur yang berbeda. Tinja yang melewati [[usus]] dengan cepat akan terlihat kehijauan; kurangnya bilirubin akan membuat tinja terlihat seperti tanah liat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pemanfaatan ==&lt;br /&gt;
Dalam konteks pertanian dan energi, tinja hewan sering dimanfaatkan sebagai pupuk kandang dan bahan baku biogas karena mengandung unsur hara penting seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang bermanfaat bagi kesuburan tanah. Sementara itu dalam konteks manusia justru manfaatnya dapat berbading terbalik apabila tidak diolah dengan baik. Hal ini dikarenakan adanya kandungan patogen seperti &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Vibrio cholerae&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;E. coli&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, parasit, logam berat, dan senyawa kimia berbahaya yang justru  dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia dan lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut pedoman WHO (World Health Organization, 2023), pemanfaatan tinja manusia sebagai pupuk atau bahan energi hanya dapat dilakukan setelah melalui tahapan pengolahan limbah domestik yang memenuhi standar higienitas. Praktik ini termasuk dalam pendekatan “safe reuse of human waste”[https://www.who.int/teams/environment-climate-change-and-health/water-sanitation-and-health/sanitation-safety/guidelines-for-safe-use-of-wastewater-greywater-and-excreta] yang banyak diterapkan di negara-negara dengan sistem pengolahan sanitasi terpadu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
* [[Limbah hitam]]&lt;br /&gt;
* [[Buang air besar]]&lt;br /&gt;
* [[Sembelit]]&lt;br /&gt;
* [[Diare]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*  [http://www.heptune.com/poop.html Situs FAQ (pertanyaan sering diajukan) tentang tinja]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tinja&amp;amp;oldid=29317753 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29317753 (2026-06-06T02:12:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>