<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Tiotropium_bromida</id>
	<title>Tiotropium bromida - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Tiotropium_bromida"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tiotropium_bromida&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T16:59:17Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tiotropium_bromida&amp;diff=35639&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29589097; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tiotropium_bromida&amp;diff=35639&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T08:57:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29589097; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Tiotropium bromida&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah [[bronkodilator]] kerja lama (LAMA: antagonis muskarinik kerja lama) yang digunakan dalam penanganan [[penyakit paru obstruktif kronik]] (PPOK) dan [[asma]]. Secara khusus, obat ini digunakan selama periode kesulitan bernapas untuk mencegahnya bertambah parah, bukan untuk mencegahnya terjadi. Obat ini digunakan dengan cara dihirup melalui mulut. Onsetnya biasanya dimulai dalam waktu setengah jam dan berlangsung selama 24 jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Efek samping yang umum termasuk mulut kering, pilek, infeksi saluran pernapasan atas, sesak napas, dan sakit kepala. Efek samping yang parah mungkin termasuk [[edema angioneurotik|angioedema]], bronkospasme yang memburuk, dan perpanjangan QT. Bukti sementara belum menemukan bahaya selama kehamilan, tetapi penggunaan tersebut belum diteliti dengan baik. Obat ini adalah obat [[antikolinergik]] dan bekerja dengan cara menghalangi aksi [[asetilkolina]] pada [[otot polos]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiotropium bromida dipatenkan pada tahun 1989, dan disetujui untuk penggunaan medis pada tahun 2002. Obat ini masuk dalam [[Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kegunaan dalam medis==&lt;br /&gt;
Tiotropium bromida digunakan sebagai pengobatan pemeliharaan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Obat ini juga dapat digunakan sebagai terapi tambahan pada orang dengan asma sedang hingga berat yang menggunakan [[kortikosteroid]] hirup (ICS) dosis sedang hingga tinggi. Namun, obat ini tidak disetujui untuk eksaserbasi akut PPOK atau perburukan akut asma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiotropium bromida juga digunakan dalam inhaler kombinasi dengan [[olodaterol]], beta-agonis kerja lama, untuk pengobatan PPOK, dengan merek dagang Stiolto dan Spiolto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Efek samping==&lt;br /&gt;
Efek samping terutama terkait dengan efek [[antimuskarinik]]nya. Reaksi obat yang merugikan yang umum (≥1% dari orang) meliputi: mulut kering dan/atau iritasi tenggorokan. Jarang (&amp;lt;0,1% dari pasien) pengobatan dikaitkan dengan: [[retensi urin]], [[sembelit|konstipasi]], glaukoma sudut tertutup akut, [[palpitasi]] (terutama [[takikardia]] supraventrikular dan [[fibrilasi atrium]]) dan [[alergi]] ([[ruam]], [[edema angioneurotik|angioedema]], [[anafilaksis]]). Tinjauan tahun 2006 menemukan peningkatan bronkospasme kecil dan tidak mencapai signifikansi statistik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Data mengenai beberapa efek samping serius beragam hingga tahun 2020. Pada bulan September 2008, tinjauan menemukan bahwa tiotropium bromida dan anggota lain dari kelasnya yakni [[ipratropium bromida]] dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko [[serangan jantung]], [[strok]], dan kematian [[sistem peredaran darah|kardiovaskular]]. FDA meninjau kekhawatiran tersebut dan menyimpulkan pada tahun 2010 bahwa hubungan ini tidak didukung. Namun, tinjauan tahun 2011 terhadap inhaler kabut tiotropium menemukan bahwa inhaler ini terkait dengan peningkatan kematian akibat semua penyebab pada penderita PPOK.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Mekanisme kerja==&lt;br /&gt;
Tiotropium bromida adalah antagonis reseptor muskarinik, yang sering disebut sebagai agen antimuskarinik atau [[antikolinergik]]. Meskipun tidak menunjukkan selektivitas untuk reseptor muskarinik tertentu, ketika dioleskan ia bekerja terutama pada reseptor muskarinik M&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Dalam budaya masyarakat==&lt;br /&gt;
Tiotroprium bromida tersedia dalam dua format inhaler: inhaler kabut lembut dan inhaler serbuk kering. Profil keamanan dan kemanjuran kedua perangkat ini sebanding dan preferensi orang harus berperan dalam menentukan pilihan inhaler. Tidak ada perbedaan signifikan dalam [[angka kematian|mortalitas]] semua penyebab antara inhaler kabut lembut tiotropium bromida dibandingkan dengan inhaler serbuk kering, tetapi kehati-hatian perlu dilakukan pada orang dengan masalah jantung atau ginjal yang parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tiotropium+bromida&amp;amp;oldid=29589097 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29589097 (2026-08-16T15:04:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>