<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Titik_panas_keanekaragaman_hayati</id>
	<title>Titik panas keanekaragaman hayati - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Titik_panas_keanekaragaman_hayati"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Titik_panas_keanekaragaman_hayati&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T08:06:51Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Titik_panas_keanekaragaman_hayati&amp;diff=30561&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26502416; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Titik_panas_keanekaragaman_hayati&amp;diff=30561&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-04T22:22:25Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26502416; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Titik panas keanekaragaman&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;hayati&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah sebuah konsep yang dicetuskan oleh [[Norman Myers]] pada tahun [[1988]] di jurnalnya yang berjudul &amp;#039;&amp;#039;Threatened Biotas: &amp;quot;Hot Spots&amp;quot; in Tropical Forests&amp;#039;&amp;#039; yang disebutkan ada sepuluh daerah titik panas di bumi ini. Konsep dari Norman Myers ini berbicara mengenai langkah-langkah mencari kondisi &amp;quot;titik panas&amp;quot; [[hutan]] dengan mengetahui  banyaknya [[habitat]] yang lenyap dan tingkat endemisme tanaman yang selanjutnya diluaskan sampai ke  cakupan seluruh dunia. Hanya selang waktu dalam satu tahun, konsep titik panas keanekaragaman hayati yang diperkenalkan oleh Norman Myers, [[Conservation International]] mengadopsi konsep titik panas keanekaragaman hayati ini untuk menjaga serta melindungi tempat-tempat yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Sekarang, titik panas keanekaragaman hayati dipahami dengan arti yaitu suatu langkah yang dipakai untuk menentukan kawasan [[biogeografi]] di mana kawasan tersebut memiliki tingkat [[keanekaragaman hayati]] yang tinggi, tetapi terancam oleh [[Perusakan habitat|pengrusakan habitat]] wilayah yang luar biasa hebat atau pemukiman manusia yang berpotensi dapat melenyapkan keanekaragaman hayati di daerah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kriteria ==&lt;br /&gt;
Dalam menentukan daerah yang memiliki titik panas keanekaragaman hayati, sebuah daerah harus memenuhi dua kriteria yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Suatu daerah harus mempunyai maksimal 30% habitat aslinya atau dengan kata lain sudah kehilangan minimal 70% habitat aslinya.&lt;br /&gt;
# Suatu daerah memiliki minimal 1.500 jenis tumbuhan vaskular endemik dan tumbuhan tersebut tidak ditemukan di daerah lain (0,5% dari jumlah total dunia).&lt;br /&gt;
Sebagian besar daerah yang memiliki titik panas keanekaragaman hayati adalah daerah tropis yang dilalui oleh garis [[Khatulistiwa]]. Indonesia dengan belasan ribu pulau yang dilalui oleh garis Khatulistiwa dapat dikategorikan termasuk ke dalam salah satu titik panas keanekaragaman hayati. Hal ini disebabkan karena Indonesia memiliki 12% dari spesies [[Binatang menyusui|mamalia]] dunia, 10% dari spesies [[bunga]] dunia, serta 17% [[amfibi]], [[burung]], dan [[reptil]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lokasi ==&lt;br /&gt;
Berdasar Critical Ecosystem Partnership Fund, terdapat 36 titik panas keanekaragaman hayati yang tersebar di seluruh dunia, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Titik+panas+keanekaragaman+hayati&amp;amp;oldid=26502416 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26502416 (2024-11-07T15:50:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>