<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Torium-232</id>
	<title>Torium-232 - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Torium-232"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Torium-232&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T01:08:18Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Torium-232&amp;diff=19358&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Torium-232&amp;diff=19358&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-27T17:58:25Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Torium-232&amp;amp;diff=19358&amp;amp;oldid=18958&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Torium-232&amp;diff=18958&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29477989; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Torium-232&amp;diff=18958&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-27T17:19:09Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29477989; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Torium-232&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;sup&amp;gt;232&amp;lt;/sup&amp;gt;Th&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Th-232&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;) adalah [[Isotop torium|isotop]] alami utama [[torium]], dengan kelimpahan relatif 99,98%. Ia memiliki [[waktu paruh]] 14 miliar tahun, yang menjadikannya isotop torium yang berumur paling lama. Ia meluruh melalui [[peluruhan alfa]] menjadi [[Isotop radium|radium-228]]; rantai peluruhannya berakhir pada [[Isotop timbal|timbal-208]] yang stabil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Torium-232 adalah [[Bahan subur|bahan yang subur]]; ia dapat menangkap neutron untuk membentuk [[Isotop torium|torium-233]], yang kemudian mengalami dua [[peluruhan beta]] berturut-turut menjadi [[uranium-233]], yang bersifat [[Bahan fisil|fisil]]. Dengan demikian, ia telah digunakan dalam [[siklus bahan bakar torium]] pada reaktor nuklir; berbagai prototipe reaktor berbahan bakar torium telah dirancang; tetapi, hingga 2022, torium belum digunakan untuk tenaga nuklir komersial skala besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Keterjadian di alam ==&lt;br /&gt;
[[Waktu paruh]] torium-232 (14 miliar tahun) lebih dari tiga kali [[usia Bumi]]; karena itu torium-232 terjadi di alam sebagai [[nuklida primordial]]. [[Isotop torium]] lainnya terjadi di alam dalam jumlah yang jauh lebih kecil sebagai produk peluruhan antara [[uranium-238]], [[uranium-235]], dan torium-232.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa mineral yang mengandung torium antara lain [[apatit]], [[titanit]], [[zirkon]], [[alanit]], [[monasit]], [[piroklor]], [[torit]], dan [[xenotim]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Peluruhan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Torium-232 memiliki waktu paruh 14 miliar tahun dan sebagian besar meluruh melalui [[peluruhan alfa]] menjadi [[Isotop radium|radium-228]] dengan [[energi peluruhan]] 4,0816 [[Elektronvolt|MeV]]. Rantai peluruhan ini berjalan mengikuti [[Deret radioaktif#Deret torium|deret torium]], yang berakhir pada [[isotop timbal|timbal-208]] yang stabil. [[Senyawa intermediat|Zat intermediat]] dalam rantai peluruhan thorium-232 semuanya relatif berumur pendek; produk peluruhan intermediat yang berumur panjang adalah radium-228 dan [[Isotop torium|torium-224]], dengan waktu paruh masing-masing 5,75 tahun dan 1,91 tahun. Semua produk peluruhan intermediat lainnya memiliki waktu paruh kurang dari empat hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tabel berikut mencantumkan produk peluruhan intermediat dalam rantai peluruhan torium-232:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Mode peluruhan langka ===&lt;br /&gt;
Meskipun torium-232 meluruh terutama melalui peluruhan alfa, torium-232 juga mengalami [[Pembelahan spontan|fisi spontan]] 1,1% dari total waktu. Selain itu, ia mampu [[Peluruhan gugus|meluruhkan gugus]], membelah menjadi [[Isotop iterbium|iterbium-182]], [[Isotop neon|neon-24]], dan [[Isotop neon|neon-26]]; batas atas untuk rasio percabangan dari mode peluruhan ini adalah 2,78%. [[Peluruhan beta ganda]] menjadi [[uranium-232]] juga secara teoritis dimungkinkan, tetapi belum diamati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kegunaannya dalam tenaga nuklir ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Torium-232 bersifat tidak [[Bahan fisil|fisil]]; oleh karena itu tidak dapat digunakan secara langsung sebagai bahan bakar dalam [[reaktor nuklir]]. Namun, &amp;lt;sup&amp;gt;232&amp;lt;/sup&amp;gt;Th merupakan [[bahan subur]]; ia dapat menangkap neutron untuk membentuk [[Isotop torium|&amp;lt;sup&amp;gt;233&amp;lt;/sup&amp;gt;Th]] yang tidak stabil. &amp;lt;sup&amp;gt;233&amp;lt;/sup&amp;gt;Th mengalami [[peluruhan beta]] dengan waktu paruh 21,8 menit menjadi [[Isotop protaktinium|&amp;lt;sup&amp;gt;233&amp;lt;/sup&amp;gt;Pa]], yang kemudian mengalami peluruhan beta dengan waktu paruh 27 hari untuk membentuk [[uranium-233|&amp;lt;sup&amp;gt;233&amp;lt;/sup&amp;gt;U]] yang fisil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu keuntungan potensial dari [[Siklus bahan bakar torium|siklus bahan bakar nuklir berbasis torium]] adalah bahwa torium lebih berlimpah di alam daripada [[uranium]], bahan bakar saat ini untuk reaktor nuklir komersial. Juga lebih sulit untuk memproduksi bahan yang cocok untuk senjata nuklir dari siklus bahan bakar torium dibandingkan dengan siklus bahan bakar uranium. Beberapa desain yang diusulkan untuk reaktor nuklir berbahan bakar thorium antara lain,[[reaktor garam cair]] dan [[reaktor neutron cepat]]. Meskipun reaktor nuklir berbasis torium telah diusulkan sejak tahun 1960-an dan beberapa reaktor prototipe telah dibangun, hanya ada sedikit penelitian tentang siklus bahan bakar torium dibandingkan dengan siklus bahan bakar uranium yang lebih mapan; penggunaan tenaga nuklir berbasis torium komersial skala besar belum terlihat pada tahun 2022. Namun demikian, beberapa negara seperti [[India]] telah secara aktif mengejar tenaga nuklir berbasis torium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Torium-232&amp;amp;oldid=29477989 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29477989 (2026-07-20T02:41:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>