<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Triamsinolon</id>
	<title>Triamsinolon - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Triamsinolon"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Triamsinolon&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-17T01:39:01Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Triamsinolon&amp;diff=35712&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28901732; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Triamsinolon&amp;diff=35712&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T13:17:23Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28901732; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Triamsinolon&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah [[glukokortikoid]] yang digunakan untuk mengobati [[penyakit kulit]] tertentu, [[alergi]], dan gangguan rematik. Obat ini juga digunakan untuk mencegah memburuknya [[asma]] dan [[Penyakit paru obstruktif kronis|PPOK]]. Obat ini dapat dikonsumsi dengan berbagai cara, termasuk melalui mulut, suntikan ke otot, dan inhalasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Efek samping umum dengan penggunaan jangka panjang meliputi [[osteoporosis]], [[katarak]], [[kandidiasis]] oral, dan kelemahan otot. Efek samping serius dapat meliputi [[psikosis]], peningkatan risiko infeksi, supresi adrenal, dan [[bronkospasme]]. Penggunaan pada kehamilan umumnya aman. Obat ini bekerja dengan mengurangi pe[[radang]]an dan aktivitas [[sistem imun]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Triamsinolon dipatenkan pada tahun 1956 dan mulai digunakan dalam dunia medis pada tahun 1958. Obat ini tersedia sebagai [[obat generik]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kegunaan dalam medis==&lt;br /&gt;
Triamsinolon digunakan untuk mengobati sejumlah kondisi medis yang berbeda, seperti [[eksem]], [[alopesi]]a areata, liken sklerosus, [[psoriasis]], [[artritis]], [[alergi]], [[kolitis ulseratif]], [[lupus]], oftalmia simpatik, arteritis temporal, uveitis, peradangan mata, [[keloid]], dermatitis kontak yang disebabkan oleh urushiol, ulkus aftosa (biasanya sebagai [[triamsinolon asetonida]]), oklusi vena retina sentral, visualisasi selama vitrektomi dan pencegahan serangan [[asma]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Triamsinolon asetonida merupakan bahan aktif dalam berbagai sediaan kulit topikal (krim, losion, salep, semprotan aerosol) yang dirancang untuk mengobati kondisi kulit seperti [[ruam]], pe[[radang]]an, atau gatal hebat akibat eksem dan dermatitis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kontraindikasi==&lt;br /&gt;
Kontraindikasi untuk triamsinolon sistemik serupa dengan kortikoid lainnya. Kontraindikasi tersebut meliputi [[mikosis]] sistemik (infeksi jamur) dan [[penyakit parasit]], serta delapan minggu sebelum dan dua minggu setelah pemberian vaksin hidup. Untuk pengobatan jangka panjang, obat ini juga dikontraindikasikan pada orang dengan [[tukak lambung]], [[osteoporosis]] berat, miopati berat, infeksi virus tertentu, [[glaukoma]], dan tumor yang ber[[metastasis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada kontraindikasi untuk penggunaan dalam [[kedokteran gawat darurat|pengobatan darurat]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Efek samping==&lt;br /&gt;
Efek samping triamsinolon serupa dengan kortikoid lainnya. Dalam pengobatan jangka pendek hingga sepuluh hari, obat ini memiliki sangat sedikit efek samping; tetapi, terkadang terjadi [[pendarahan gastrointestinal]], serta infeksi akut (terutama virus) dan gangguan toleransi glukosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Efek samping pengobatan jangka panjang triamsinolon dapat mencakup batuk (hingga bronkospasme), [[sinusitis]], gejala seperti [[sindrom metabolik]] seperti gula darah dan kolesterol tinggi, penambahan berat badan karena retensi air, dan ketidakseimbangan elektrolit, serta katarak, kandidiasis oral, osteoporosis, berkurangnya massa otot, dan [[psikosis]]. Suntikan triamsinolon dapat menyebabkan memar dan pembengkakan sendi. Gejala reaksi alergi meliputi ruam, gatal, pembengkakan, pusing parah, kesulitan bernapas, dan [[anafilaksis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Overdosis==&lt;br /&gt;
Tidak ada overdosis akut triamsinolon yang telah dijelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Interaksi==&lt;br /&gt;
[[Interaksi obat]] terutama bersifat [[farmakodinamika]], yaitu interaksi tersebut terjadi akibat obat lain yang menambah efek samping kortikoid triamsinolon atau bekerja melawan efek yang diinginkan. Interaksi tersebut meliputi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*[[Atropin]] dan [[antikolinergik]] lainnya dapat [[hipertensi okular|meningkatkan tekanan darah pada mata]] secara signifikan.&lt;br /&gt;
*[[Obat diabetes]] dapat menjadi kurang efektif karena triamsinolon menyebabkan gejala seperti [[diabetes melitus]].&lt;br /&gt;
*[[Aspirin]] dan [[Antiperadangan nonsteroid|OAINS]] lainnya, serta [[antikoagulan]] seperti [[warfarin]], menambah risiko perdarahan gastrointestinal.&lt;br /&gt;
*[[Diuretik]] yang mengeluarkan kalium (seperti [[diuretik kuat]] dan tiazida) dapat meningkatkan risiko [[hipokalemia]] dan dengan demikian menyebabkan [[aritmia|irama jantung abnormal]].&lt;br /&gt;
*[[Glikosida jantung]] mungkin memiliki lebih banyak efek samping karena kadar kalium yang berkurang dalam darah.&lt;br /&gt;
*Risiko perubahan jumlah darah meningkat saat menggabungkan triamsinolon dengan &amp;#039;&amp;#039;[[Penghambat enzim pengubah angiotensin|ACE inhibitor]]&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Triamsinolon dan obat-obatan lain juga dapat memengaruhi konsentrasi satu sama lain dalam tubuh, yang menyebabkan interaksi [[farmakokinetika]] seperti:&lt;br /&gt;
*[[Rifampisin]], [[fenitoin]], [[karbamazepin]], dan penginduksi enzim hati CYP3A4 lainnya mempercepat metabolisme triamsinolon dan karenanya dapat mengurangi efektivitasnya.&lt;br /&gt;
*Sebaliknya, penghambat CYP3A4 seperti [[ketokonazol]] dan [[itrakonazol]] dapat meningkatkan konsentrasinya dalam tubuh dan risiko efek samping.&lt;br /&gt;
*Konsentrasi [[siklosporin]] dalam darah dapat meningkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Farmakologi==&lt;br /&gt;
===Mekanisme kerja===&lt;br /&gt;
Triamsinolon adalah glukokortikoid yang sekitar lima kali lebih kuat daripada [[kortisol]], tetapi memiliki sedikit efek [[mineralokortikoid]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Farmakokinetik===&lt;br /&gt;
Jika diminum, [[bioavailabilitas]] obat ini lebih dari 90%. Obat ini mencapai konsentrasi tertinggi dalam [[plasma darah]] setelah satu hingga dua jam dan terikat pada [[protein plasma]] hingga sekitar 80%. [[Waktu paruh biologis]] dari plasma adalah 200 hingga 300 menit; karena kompleks triamsinolon yang stabil dan reseptornya dalam cairan intraseluler, waktu paruh totalnya jauh lebih lama, yaitu sekitar 36 jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian kecil zat ini dimetabolisme menjadi 6-hidroksi- dan 20-dihidro-triamsinolon; sebagian besar mungkin mengalami glukuronidasi, dan sebagian kecil mengalami [[sulfasi]]. Tiga perempatnya dikeluarkan melalui urin, dan sisanya melalui feses.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena mekanisme kerja kortikoid, efeknya tertunda dibandingkan dengan konsentrasi plasma. Bergantung pada rute pemberian dan kondisi yang diobati, timbulnya aksi dapat terjadi dari dua jam hingga satu atau dua hari setelah aplikasi; dan obat ini dapat bekerja lebih lama daripada waktu paruh eliminasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kimia==&lt;br /&gt;
Triamsinolon adalah [[kortikosteroid]] pregnana sintetis dan [[turunan (kimia)|turunan]] [[kortisol]] (hidrokortison) dan juga dikenal sebagai 1-dehidro-9α-fluoro-16α-hidroksihidrokortison atau 9α-fluoro-16α-hidroksiprednisolon serta 9α-fluoro-11β,16α,17α,21-tetrahidroksipregna-1,4-diena-3,20-dion.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zat ini berupa bubuk kristal berwarna putih hingga putih pucat yang peka cahaya, atau berbentuk kristal yang tidak berwarna dan berpola. Zat ini tidak berbau atau hampir tidak berbau. Informasi tentang titik leleh bervariasi, sebagian karena [[polimorf]]isme zat: 260 hingga 263&amp;amp;nbsp;°C (500 hingga 505&amp;amp;nbsp;°F), 264 hingga 268&amp;amp;nbsp;°C (507 hingga 514&amp;amp;nbsp;°F), atau 269 hingga 271&amp;amp;nbsp;°C (516 hingga 520&amp;amp;nbsp;°F) dapat ditemukan dalam literatur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Kelarutan]]nya adalah 1:500 dalam air dan 1:240 dalam [[etanol]]; zat ini sedikit larut dalam [[metanol]], sangat sedikit larut dalam [[kloroform]] dan [[dietil eter]], dan praktis tidak larut dalam [[diklorometana]]. Rotasi spesifiknya adalah&lt;br /&gt;
&amp;lt;math&amp;gt;[\alpha]_D^{20}&amp;lt;/math&amp;gt; +65° hingga +72° cm&amp;lt;sup&amp;gt;3&amp;lt;/sup&amp;gt;/dm·g (1% dalam [[dimetilformamida]]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Dalam budaya masyarakat==&lt;br /&gt;
Pada tahun 2010, [[Teva Pharmaceutical Industries]] dan Perrigo meluncurkan triamsinolon inhalasi generik pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Chang &amp;#039;&amp;#039;et al&amp;#039;&amp;#039;. (2014), &amp;quot;Triamsinolon asetonida (TA) diklasifikasikan sebagai glukokortikoid S9 dalam Daftar Terlarang 2014 yang diterbitkan oleh [[Badan Antidoping Dunia]], yang menyebabkannya dilarang dalam kompetisi atletik internasional ketika diberikan secara oral, intravena, intramuskular atau rektal&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Referensi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar==&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Triamsinolon&amp;amp;oldid=28901732 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28901732 (2026-01-28T08:29:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>