<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Triklosan</id>
	<title>Triklosan - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Triklosan"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Triklosan&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T22:41:26Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Triklosan&amp;diff=24957&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Triklosan&amp;diff=24957&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-29T04:02:06Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Triklosan&amp;amp;diff=24957&amp;amp;oldid=24558&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Triklosan&amp;diff=24558&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29011882; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Triklosan&amp;diff=24558&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-29T03:21:18Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29011882; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Triklosan&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah agen [[antibakteri|antimikroba]] spektrum luas yang telah digunakan sebagai [[antiseptik]], [[disinfektan]], atau pengawet dalam lingkungan rumah sakit, dalam berbagai produk konsumen termasuk kosmetik, produk kebersihan rumah tangga, bahan plastik, mainan, cat, dan sebagainya. Triklosan [TCS, singkatan dari &amp;#039;&amp;#039;Triclosan&amp;#039;&amp;#039;; &amp;#039;&amp;#039;5-chloro-2-(2,4- dichloro-phenoxy)-phenol&amp;#039;&amp;#039;] adalah nama umum untuk turunan [[gugus fenil|fenil]] [[eter]] yang berbentuk serbuk kristal keputihan, dan merupakan [[bisphenol]] fenil eter terklorinasi sintetis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Triklosan banyak digunakan sebagai bahan antimikroba dalam [[penyanitasi tangan|penyanitasi]] dan pencucian tangan sebelum pembedahan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Dalam pasta gigi, triklosan dapat membantu membasmi bakteri penyebab [[gingivitis]]. Triklosan ditemukan dalam berbagai produk antiseptik konsumen yang dijual bebas seperti [[penyanitasi tangan]] dalam bentuk tisu basah, cair atau gel, yang dapat digunakan untuk membersihkan tangan ketika air tidak tersedia. Triklosan juga dapat ditemukan dalam pakaian, peralatan dapur, dan mebel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama [[triklokarban]], triklosan merupakan antiseptik yang mendapat peringatan karena potensi bahayanya. Pada Desember 2017, [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat]] (FDA) mengeluarkan aturan final mengenai produk antiseptik perawatan kesehatan yang dijual bebas seperti pada sabun antibakteri. Akibatnya, perusahaan tidak dapat menggunakan triklosan atau 23 bahan aktif lainnya dalam produk tersebut tanpa tinjauan pra pemasaran karena data yang tidak memadai mengenai keamanan dan efektivitasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Indonesia, aturan yang jelas tentang penggunaan triklosan belum ada sehingga masih bisa ditemukan berbagai produk dengan kandungan zat aktif ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah penggunaan ==&lt;br /&gt;
Baru pada akhir tahun 1930-an dan awal tahun 1940-an, triklosan dan [[senyawa kimia]] yang mirip, triklokarban disintesis oleh para ahli kimia di laboratorium dengan mengganti atom [[hidrogen]] yang ada pada cincin aromatik [[fenol]] dengan atom [[klor]] untuk menghasilkan kelompok baru fenol terklorinasi yang dikenal sebagai [[organohalida]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paten pertama untuk triklosan dikeluarkan pada tahun 1966 untuk perusahaan kimia [[Ciba Specialty Chemicals|Ciba]]. Meskipun awalnya terbatas pada pengaturan medis, pada tahun 1972 triklosan mulai merintis jalannya masuk ke pasar konsumen. Pada tahun 1974, FDA pertama kali mengusulkan pembuatan peraturan untuk menyusun sebuah [[monograf]] bagi produk obat antimikroba topikal yang dijual bebas, termasuk triklosan. Namun, pembuatan peraturan belum selesai. Selama beberapa dasawarsa berikutnya, triklosan diizinkan menembus pasar konsumen dalam deodoran, mainan, plastik dan tekstil, sabun, pasta gigi, peralatan dapur, dan sebagainya yang pada dasarnya tanpa pengawasan pemerintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1988, triklosan diketahui berbahaya. Dalam model hewan, banyak laporan menunjukkan bahwa &amp;#039;&amp;#039;5-Chloro-(2,4-dichlorophenoxy)phenol&amp;#039;&amp;#039; (triklosan)  memengaruhi fungsi [[sistem endokrin|endokrin]], fungsi [[hormon tiroid]], dan [[resistansi antibiotik]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sebuah studi yang dilakukan tahun 2009 pada tikus, paparan triklosan telah dikaitkan dengan menurunnya kadar hormon [[testosteron]], [[hormon pelutein]], [[hormon perangsang folikel]], dan produksi [[sperma]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 2016, FDA melarang penggunaan triklosan dalam sabun cair, tetapi masih mengizinkan penggunaannya dalam pasta gigi, sementara penggunaan yang luas berlanjut pada produk-produk di bawah yurisdiksi [[Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat]] (EPA). FDA pada Desember 2017 mengumumkan telah mengeluarkan 24 bahan disinfektan atau antimikroba dari peredaran, termasuk triklosan, yang digunakan oleh para penyedia layanan kesehatan terutama dalam pengaturan medis, seperti rumah sakit, klinik perawatan kesehatan, dan kantor dokter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinonim dan nama dagang ==&lt;br /&gt;
Bahan kimia triklosan ini dapat diidentifikasi dengan berbagai nama, beberapa antaranya merupakan nama dagang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penggunaan ==&lt;br /&gt;
=== Dalam kosmetik ===&lt;br /&gt;
Pada tahun 1986, Triklosan terdaftar pada &amp;#039;&amp;#039;European Community Cosmetics Directive&amp;#039;&amp;#039; untuk digunakan sebagai pengawet dalam produk kosmetik dengan konsentrasi hingga 0,3%. Penilaian risiko yang dilakukan oleh [[Komite Ilmiah tentang Keamanan Konsumen|Komite Ilmiah tentang Produk Konsumen Uni Eropa]] (SCCP) tahun 2010 menyimpulkan bahwa meskipun penggunaannya pada konsentrasi maksimum 0,3% dalam pasta gigi, sabun cuci tangan, sabun mandi, dan deodoran dianggap aman dari sudut pandang [[toksikologi|toksikologis]] dalam produk-produk individu, besarnya paparan agregat triklosan dari semua produk kosmetik adalah tidak aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Dalam perawatan kesehatan dan peralatan medis ===&lt;br /&gt;
Triklosan telah secara efektif digunakan secara klinis untuk membasmi mikroorganisme seperti [[Staphylococcus aureus yang resisten metisilin|&amp;#039;&amp;#039;Staphylococcus aureus&amp;#039;&amp;#039; yang resisten metisilin]] (MRSA), terutama dengan rekomendasi untuk menggunakan rendaman triklosan 2%. Triklosan digunakan sebagai penyanitasi tangan sebelum pembedahan, dan banyak digunakan dalam mencuci tangan dan sebagai pembersih tubuh untuk membasmi MRSA dari operator sebelum pembedahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Dalam rumah tangga dan produk konsumen lainnya ===&lt;br /&gt;
Aktivitas antimikroba spektrum luas dari triklosan telah menyebabkan inkorporasinya dalam berbagai formulasi produk yang ditujukan untuk penggunaan di rumah seperti sabun cair, [[Detergen|deterjen]], talenan, mainan anak-anak, karpet, dan wadah penyimpanan makanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1999/2000, triklosan atau [[triklokarban]] terdapat dalam 75% sabun cair dan 29% sabun batangan di pasar [[Amerika Serikat]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Mekanisme kerja ==&lt;br /&gt;
Triklosan merupakan senyawa [[biosida|biosidal]] dengan berbagai target dalam [[sitoplasma]] dan [[membran sel]]. Namun, pada konsentrasi yang lebih rendah, triklosan tampaknya bersifat [[bakteriostatik]] dan terlihat menargetkan bakteri terutama dengan menghambat sintesis [[asam lemak]]. Ketika digunakan pada konsentrasi rendah, triklosan berhasil menghambat pertumbuhan mikroorganisme, akan tetapi konsentrasi yang lebih tinggi dari bahan kimia ini secara langsung akan membunuh mikroorganisme.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aktivitas antimikroba dari triklosan telah terbukti menghambat pertumbuhan beberapa spesies bakteri dan jamur, bahkan menghambat pertumbuhan spesies parasit [[Apicomplexa]] &amp;#039;&amp;#039;[[Plasmodium falciparum]]&amp;#039;&amp;#039;, yang menyebabkan malaria serebral, dan &amp;#039;&amp;#039;[[Toxoplasma gondii]]&amp;#039;&amp;#039;  agen penyebab [[toksoplasmosis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Triklosan berfungsi sebagai agen antimikroba dengan mengganggu produksi [[lipid]] bakteri. Lebih khusus, triklosan memblokir tapak aktif dari enzim bakteri yang dikenal sebagai [[reduktase protein pembawa enoyl-acyl]]. Triklosan berikatan dengan enzim reduktase protein pembawa enoyl-acyl (ENR). [[Kompleks (kimia)|Kompleks]] ini telah meningkatkan afinitas untuk [[Nikotinamida adenina dinukleotida|NAD+]] dan membentuk [[kompleks terner]]. Kompleks ini tidak dapat berpartisipasi dalam sintesis asam lemak, melemahkan membran sel, dan menyebabkan kematian sel. Manusia tidak memiliki enzim ENR, dan karenanya tidak terpengaruh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Konsensus &amp;#039;&amp;#039;The Florence Statement on Triclosan and Triclocarban&amp;#039;&amp;#039; ==&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;The Florence Statement on Triclosan and Triclocarban&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;quot;Pernyataan Florence tentang Triklosan dan Triklokarban&amp;quot; diperkenalkan pada Simposium Internasional ke-36 tentang Polutan Organik Persisten Halogenasi (DIOXIN 2016) di [[Firenze|Florence]], [[Italia]]. Pernyataan konsensus ini memiliki lebih dari 200 penandatangan dari 29 negara, yang mewakili keahlian tentang dampak kesehatan dan lingkungan serta efektivitas zat antimikroba. Pernyataan itu diterbitkan dalam &amp;#039;&amp;#039;[[Environmental Health Perspectives]]&amp;#039;&amp;#039; pada Juni 2017.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;The Florence Statement on Triclosan and Triclocarban&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;quot;Pernyataan Florence tentang Triklosan dan Triklokarban&amp;quot; mendokumentasikan konsensus lebih dari 200 ilmuwan dan profesional medis tentang bahaya dan kurangnya bukti dari manfaat penggunaan umum triklosan dan triklokarban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan penelitian [[penelaahan sejawat]] yang ekstensif, pernyataan ini menyimpulkan bahwa triklosan dan triklokarban adalah [[pengganggu endokrin]] berkajang terhadap lingkungan yang bersifat [[bioakumulasi]] dan toksik bagi organisme akuatik dan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Triklosan&amp;amp;oldid=29011882 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29011882 (2026-03-05T15:01:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>