<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Tulium</id>
	<title>Tulium - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Tulium"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tulium&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T16:22:50Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tulium&amp;diff=16226&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tulium&amp;diff=16226&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-26T23:02:21Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tulium&amp;amp;diff=16226&amp;amp;oldid=15827&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tulium&amp;diff=15827&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29454527; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Tulium&amp;diff=15827&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-26T22:25:12Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29454527; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Tulium&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Tm&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; dan [[nomor atom]] 69. Ia adalah unsur ketiga belas dan ketiga terakhir dalam deret [[lantanida]]. Seperti lantanida lainnya, [[bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] yang paling umum adalah +3, terlihat pada oksida, halida, dan senyawanya yang lain; tetapi, keadaan oksidasi +2 juga dapat stabil. Dalam [[larutan berair]], seperti senyawa lantanida akhir lainnya, senyawa tulium yang larut membentuk [[kompleks koordinasi]] dengan sembilan molekul air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1879, ahli kimia Swedia [[Per Teodor Cleve]] memisahkan dua komponen lain yang sebelumnya tidak diketahui dari oksida tanah jarang [[erbium(III) oksida|erbia]], yang dia sebut [[holmium(III) oksida|holmia]] dan [[tulium(III) oksida|tulia]]; mereka masing-masing adalah oksida [[holmium]] dan tulium. Sampel logam tulium yang relatif murni pertama kali diperoleh pada tahun 1911.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulium adalah [[lantanida]] kedua yang paling tidak melimpah, setelah [[prometium]] yang bersifat [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]] dan hanya ditemukan dalam [[radioisotop renik|jumlah kecil]] di Bumi. Ia adalah [[logam]] yang mudah dikerjakan dengan kilau abu-abu keperakan yang cerah. Ia cukup lembut dan perlahan [[Noda (kimia)|ternoda]] di udara. Meskipun harga tinggi dan kelangkaannya, tulium digunakan sebagai sumber radiasi dalam perangkat [[sinar-X]] portabel, dan dalam beberapa [[laser wujud padat]]. Ia tidak memiliki peran biologis yang signifikan dan tidak terlalu beracun.&lt;br /&gt;
==Sifat==&lt;br /&gt;
===Sifat fisik===&lt;br /&gt;
Logam tulium murni memiliki kilau keperakan yang cerah, yang ternoda jika terkena udara. Logamnya dapat dipotong dengan pisau, karena ia memiliki [[Skala Mohs|kekerasan Mohs]] sebesar 2 hingga 3; ia adalah logam yang lunak dan ulet. Tulium bersifat [[feromagnetisme|feromagnetis]] di bawah suhu 32K, [[antiferomagnetisme|antiferomagnetis]] di antara suhu 32 dan 56K, dan [[paramagnetisme|paramagnetis]] di atas suhu 56K.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulium memiliki dua [[Alotropi|alotrop]] utama: α-Tm [[Sistem kristal tetragonal|tetragonal]] dan β-Tm [[Keluarga kristal heksagonal|heksagonal]] yang lebih stabil.&lt;br /&gt;
===Sifat kimia===&lt;br /&gt;
Tulium akan ternoda secara perlahan di udara dan mudah terbakar pada suhu 150[[Celsius|°C]] untuk membentuk [[tulium(III) oksida]]:&lt;br /&gt;
:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulium bersifat cukup [[Elektronegatif#Elektropositif|elektropositif]] dan bereaksi lambat dengan air dingin dan cukup cepat dengan air panas untuk membentuk tulium hidroksida:&lt;br /&gt;
:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulium bereaksi dengan semua [[halogen]]. Reaksinya lambat pada suhu kamar, tetapi kuat di atas 200°C:&lt;br /&gt;
: (putih)&lt;br /&gt;
: (kuning)&lt;br /&gt;
: (putih)&lt;br /&gt;
: (kuning)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulium mudah larut dalam [[asam sulfat]] encer untuk membentuk [[larutan]] yang mengandung ion Tm(III) berwarna hijau pucat, yang ada sebagai kompleks :&lt;br /&gt;
:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulium bereaksi dengan berbagai unsur [[logam]] dan [[nonlogam]] membentuk berbagai senyawa biner, meliputi , , , , , , , , ,  dan . Seperti kebanyakan lantanida lainnya, [[Bilangan oksidasi|keadaan]] +3 adalah keadaan yang paling umum dan merupakan satu-satunya keadaan yang teramati dalam larutan tulium. Tulium ada sebagai ion  dalam larutan. Dalam keadaan ini, ion tulium dikelilingi oleh sembilan molekul air. Ion  menunjukkan pendaran biru terang. Karena ia muncul di akhir [[Lantanida|deret]], keadaan oksidasi +2 juga dapat muncul, distabilkan oleh [[Kelopak elektron|kulit elektron]] 4f yang hampir penuh, tetapi hanya terjadi pada padatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya oksida tulium yang diketahui adalah [[Tulium(III) oksida|Tulium(III) oksida]]. Oksida ini terkadang disebut &amp;quot;tulia&amp;quot;. Senyawa tulium(II) berwarna ungu kemerahan dapat dibuat dengan mereduksi senyawa tulium(III). Contoh senyawa tulium(II) adalah halida (kecuali fluorida). Beberapa senyawa tulium terhidrasi, seperti  dan  berwarna hijau atau putih kehijauan. Tulium diklorida bereaksi sangat kuat dengan [[air]]. Reaksi ini menghasilkan gas [[hidrogen]] dan [[tulium(III) hidroksida|tulium(III) hidroksida]] yang menunjukkan warna kemerahan yang memudar. Kombinasi antara tulium dan [[kalkogen]] akan menghasilkan tulium [[kalkogenida]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulium bereaksi dengan [[hidrogen klorida]] menghasilkan gas hidrogen dan tulium klorida. Dengan [[asam nitrat]], ia menghasilkan tulium nitrat, atau .&lt;br /&gt;
===Isotop===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Isotop tulium berkisar mulai dari  hingga . [[Peluruhan radioaktif#Mode peluruhan|Mode peluruhan]] utama sebelum isotop stabil yang paling melimpah, , adalah [[tangkapan elektron]], dan mode utama setelahnya adalah [[peluruhan beta|emisi beta]]. [[Produk peluruhan]] utama sebelum  adalah [[Isotop erbium|isotop unsur 68]] ([[erbium]]), dan produk utama sesudahnya adalah [[Isotop iterbium|isotop unsur 70]] ([[iterbium]]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulium-169 adalah satu-satunya [[Nuklida primordial|isotop primordial]] tulium dan merupakan satu-satunya isotop tulium yang dianggap stabil; ia diperkirakan akan mengalami [[peluruhan alfa]] menjadi [[holmium]]-165 dengan [[waktu paruh]] yang sangat panjang. Radioisotop yang berumur paling panjang adalah tulium-171 dengan waktu paruh 1,92 tahun, dan tulium-170 dengan waktu paruh 128,6 hari. Sebagian besar isotop lainnya memiliki waktu paruh beberapa menit atau kurang. Tiga puluh lima isotop dan 26 [[isomer nuklir]] tulium telah terdeteksi. Sebagian besar isotop tulium yang lebih ringan dari 169 [[Dalton (satuan)|satuan massa atom]] meluruh melalui [[tangkapan elektron]] atau [[Emisi positron|peluruhan beta plus]], meskipun beberapa menunjukkan [[peluruhan alfa]] atau [[emisi proton]] yang signifikan. Isotop yang lebih berat mengalami [[Peluruhan beta#Peluruhan beta minus|peluruhan beta minus]].&lt;br /&gt;
==Sejarah==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulium [[penemuan unsur kimia|ditemukan]] oleh kimiawan Swedia [[Per Teodor Cleve]] in 1879 pada tahun 1879 dengan mencari pengotor dalam [[oksida]] unsur tanah jarang lainnya (ini adalah metode yang sama yang digunakan [[Carl Gustaf Mosander]] sebelumnya untuk menemukan beberapa unsur tanah jarang lainnya). Cleve memulai dengan membuang semua kontaminan [[Erbium(III) oksida|erbia]] ([[Erbium|Er]]&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;[[Oksigen|O]]&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;) yang diketahui. Setelah pemrosesan tambahan, ia memperoleh dua zat baru; satu coklat dan satu hijau. Zat coklat adalah oksida dari unsur [[holmium]] dan diberi nama holmia oleh Cleve, dan zat hijau adalah oksida dari unsur yang tidak diketahui. Cleve menamai oksida tersebut sebagai [[Tulium (III) oksida|tulia]] dan unsurnya tulium dari [[Thule]], nama tempat dalam [[bahasa Yunani Kuno]] yang terkait dengan Skandinavia atau [[Islandia]]. Lambang atom thulium awalnya adalah Tu, tetapi kemudian diubah menjadi Tm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulium sangatlah langka sehingga tidak ada pekerja awal yang cukup memurnikannya untuk benar-benar melihat warna hijau; mereka harus puas dengan mengamati secara [[spektroskopi]] penguatan dari dua pita serapan karakteristik, karena erbium dihilangkan secara progresif. Peneliti pertama yang mendapatkan tulium yang hampir murni adalah [[Charles James (kimiawan)|Charles James]], seorang ekspatriat Inggris yang bekerja dalam skala besar di [[Universitas New Hampshire|New Hampshire College]] di [[Durham, New Hampshire|Durham]], AS. Pada tahun 1911 ia melaporkan hasilnya, setelah menggunakan metode kristalisasi fraksional bromat yang ditemukannya untuk melakukan pemurnian. Dia terkenal membutuhkan 15.000 operasi pemurnian untuk menetapkan bahwa bahannya homogen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulium oksida dengan kemurnian tinggi pertama kali ditawarkan secara komersial pada akhir 1950-an, sebagai hasil penerapan teknologi pemisahan [[pertukaran ion]]. Lindsay Chemical Division dari American Potash &amp;amp; Chemical Corporation menawarkannya dengan kemurnian 99% dan 99,9%. Harga per kilogram berosilasi antara AS$4.600 dan AS$13.300 pada periode 1959 hingga 1998 untuk kemurnian 99,9%, dan merupakan yang tertinggi kedua untuk lantanida setelah [[lutesium]].&lt;br /&gt;
==Keterjadian==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unsur ini tidak pernah ditemukan di alam dalam bentuk murni, tetapi ia ditemukan dalam jumlah kecil dalam [[mineral]] dengan tanah jarang lainnya. Tulium sering ditemukan dengan mineral yang mengandung [[itrium]] dan [[gadolinium]]. Secara khusus, tulium terdapat dalam mineral [[gadolinit]]. Namun, seperti banyak [[lantanida]] lainnya, tulium juga terdapat dalam mineral [[monasit]], [[xenotim]], dan [[euksenit]]. Tulium belum ditemukan prevalensinya dibandingkan logam tanah jarang lainnya dalam mineral apa pun. Kelimpahannya di kerak Bumi adalah 0,5&amp;amp;nbsp;mg/kg berdasarkan berat dan 50 bagian per miliar berdasarkan [[mol]]. Tulium membentuk sekitar 0,5 bagian per juta tanah, meskipun nilai ini dapat berkisar antara 0,4 hingga 0,8 bagian per juta. Tulium membentuk 250 bagian per kuadriliun [[air laut]]. Di [[Tata Surya]], tulium ada dalam konsentrasi 200 bagian per triliun berdasarkan berat dan 1&amp;amp;nbsp;bagian per triliun berdasarkan mol. Bijih tulium terjadi paling umum di [[Tiongkok]]. Namun, [[Amerika Serikat]], [[Australia]], [[Brasil]], [[Greenland]], [[India]], dan [[Tanzania]] juga memiliki cadangan tulium yang besar. Total cadangan tulium adalah sekitar 100.000 [[Ton metrik|ton]]. Tulium adalah [[lantanida]] paling sedikit di Bumi, kecuali [[prometium]] yang radioaktif.&lt;br /&gt;
==Produksi==&lt;br /&gt;
Tulium diekstraksi terutama dari bijih [[monasit]] (~0,007% tulium) yang ditemukan pada pasir sungai, melalui [[pertukaran ion]]. Teknik pertukaran ion dan ekstraksi pelarut yang lebih baru telah menyebabkan pemisahan tanah jarang menjadi lebih mudah, yang menghasilkan biaya yang jauh lebih rendah untuk produksi tulium. Sumber utama saat ini adalah tanah liat [[adsorpsi]] ion dari Tiongkok selatan. Di dalamnya, di mana sekitar dua pertiga dari total kandungan tanah jarang adalah itrium, sedangkan tulium sekitar 0,5% (atau sekitar sama dengan [[lutesium]] dalam hal kelangkaan). Logam tulium dapat diisolasi melalui [[Redoks|reduksi]] oksidanya dengan logam [[lantanum]] atau dengan reduksi [[kalsium]] dalam wadah tertutup. Tak satu pun dari [[Senyawa kimia|senyawa]] alami tulium yang penting secara komersial. Sekitar 50 ton tulium oksida per tahun diproduksi. Pada tahun 1996, tulium oksida berharga AS$20 per gram, dan pada tahun 2005, bubuk logam tulium murni 99% berharga AS$70 per gram.&lt;br /&gt;
==Aplikasi==&lt;br /&gt;
===Laser===&lt;br /&gt;
[[Delima aluminium itrium|Garnet aluminium itrium]] didoping-[[holmium]]-[[kromium]]-tulium (, atau ) adalah bahan media laser aktif dengan efisiensi tinggi. Ia beroperasi pada 2080&amp;amp;nbsp;nm dalam inframerah dan banyak digunakan dalam aplikasi militer, kedokteran, dan meteorologi. Laser YAG didoping-tulium (Tm:YAG) beroperasi pada 2010&amp;amp;nbsp;nm. Panjang gelombang laser berbasis tulium sangatlah efisien untuk ablasi superfisial jaringan, dengan kedalaman koagulasi minimal di udara atau di air. Hal ini membuat laser tulium menarik untuk operasi berbasis laser.&lt;br /&gt;
===Sumber sinar-X===&lt;br /&gt;
Terlepas dari harganya yang mahal, perangkat sinar-X portabel menggunakan tulium yang telah dibombardir dengan neutron dalam [[reaktor nuklir]] untuk menghasilkan isotop tulium-170, memiliki waktu paruh 128,6 hari dan lima garis emisi utama dengan intensitas yang sebanding (pada 7,4, 51,354, 52,389, 59,4 dan 84,253&amp;amp;nbsp;keV). [[Sumber radioaktif]] ini memiliki masa manfaat sekitar satu tahun, sebagai alat diagnosis medis dan gigi, serta untuk mendeteksi cacat pada komponen mekanik dan elektronik yang tidak dapat diakses. Sumber semacam itu tidak membutuhkan perlindungan radiasi yang luashanya secangkir kecil timbal.&lt;br /&gt;
Mereka adalah salah satu sumber radiasi paling populer untuk digunakan dalam [[radiografi industri]].&lt;br /&gt;
Tulium-170 mendapatkan popularitas sebagai sumber sinar-X untuk pengobatan kanker melalui [[brakiterapi]] (terapi radiasi sumber tertutup).&lt;br /&gt;
===Lainnya===&lt;br /&gt;
Tulium telah digunakan dalam [[Superkonduktivitas suhu-tinggi|superkonduktor suhu tinggi]] mirip dengan [[itrium]]. Tulium berpotensi digunakan dalam [[Ferit (magnet)|ferit]], bahan magnetik keramik yang digunakan dalam peralatan [[gelombang mikro]]. Tulium juga mirip dengan skandium karena digunakan dalam pencahayaan busur karena spektrumnya yang tidak biasa, dalam hal ini, garis emisi hijaunya, yang tidak tercakup oleh unsur lain. Karena tulium [[fluoresensi|berpendar]] dengan warna biru saat terkena [[ultraungu|sinar ultraungu]], tulium dimasukkan ke dalam [[uang kertas]] [[euro]] sebagai tindakan pencegahan [[Uang palsu|pemalsuan]]. Fluoresensi biru kalsium sulfat yang didoping Tm telah digunakan dalam dosimeter pribadi untuk pemantauan radiasi secara visual. Halida yang didoping Tm di mana Tm berada dalam keadaan valensi 2+, adalah bahan luminesen yang menjanjikan yang dapat membuat jendela penghasil listrik yang efisien berdasarkan prinsip [[konsentrator surya bercahaya]], menjadi mungkin.&lt;br /&gt;
==Peran biologis dan tindakan pencegahan==&lt;br /&gt;
Garam tulium yang larut sedikit [[toksisitas|beracun]], tetapi garam tulium yang tidak larut sama sekali [[toksisitas|tidak beracun]]. Ketika disuntikkan, tulium dapat menyebabkan degenerasi [[hati]] dan [[limpa]] dan juga dapat menyebabkan konsentrasi [[hemoglobin]] berfluktuasi. Kerusakan hati akibat tulium lebih banyak terjadi pada tikus jantan daripada tikus betina. Meski demikian, tulium memiliki tingkat toksisitas yang rendah. Pada manusia, tulium terjadi dalam jumlah tertinggi di hati, [[ginjal]], dan [[tulang]]. Manusia biasanya mengonsumsi beberapa mikrogram tulium per tahun. Akar [[tumbuhan]] tidak menyerap tulium, dan [[bahan kering]] sayuran biasanya mengandung satu [[Notasi bagian per#Bagian per miliar|bagian per miliar]] tulium. [[Debu]] dan [[Bubuk (bahan)|bubuk]] tulium akan beracun jika terhirup atau tertelan dan dapat menyebabkan [[ledakan]].&lt;br /&gt;
==Lihat pula==&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
==Referensi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Pranala luar==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tulium&amp;amp;oldid=29454527 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29454527 (2026-07-13T21:07:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>