<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Vaksin_RNA</id>
	<title>Vaksin RNA - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Vaksin_RNA"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Vaksin_RNA&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T14:19:32Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Vaksin_RNA&amp;diff=36156&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27397457; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Vaksin_RNA&amp;diff=36156&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T17:22:06Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27397457; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Vaksin RNA&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;vaksin mRNA&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah jenis [[vaksin]] yang menggunakan sebuah molekul alamiah yaitu [[RNA duta]] (dikenal juga dengan singkatan bahasa Inggrisnya &amp;#039;&amp;#039;mRNA&amp;#039;&amp;#039;, dari &amp;#039;&amp;#039;messenger RNA&amp;#039;&amp;#039;) untuk mengaktifkan [[respons imun]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vaksin mRNA telah diteliti selama beberapa dasawarsa untuk berbagai penyakit seperti flu, Zika, rabies dan [[sitomegalovirus]] CMV, dan penelitian berkembang pesat dengan adanya [[pandemi COVID-19]]. Pada Desember 2020, untuk pertama kalinya dua [[vaksin COVID-19]] dari jenis ini mendapat izin dari badan pengawas obat untuk penggunaan umum bagi dewasa, yaitu [[Vaksin COVID-19 Pfizer–BioNTech]] dan [[Vaksin COVID-19 Moderna]]. Setelah peninjauan hasil [[uji vaksin|uji klinisnya]], vaksin Pfizer–BioNTech mendapat izin penggunaan darurat oleh badan pengawas obat di Britania pada 2 Desember 2020 dan kemudian diikuti banyak negara lainnya, sedangkan vaksin Moderna pertama kali mendapat izin penggunaan darurat dari [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat|badan pengawas obat Amerika Serikat]] pada 19 Desember, yang kemudian juga diikuti negara-negara lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara kerja ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti [[vaksin mati]] (kadang disebut &amp;quot;vaksin konvensional&amp;quot;) yang mengandalkan [[patogen]] ([[virus]] atau [[bakteri]]) asli yang telah dilemahkan, vaksin RNA menggunakan molekul [[asam ribunukleat duta]] (RNA duta) yang dapat memerintahkan sel manusia untuk membuat protein khusus yang mampu mengaktifkan [[respons imun]]. Respons imun dari tubuh ini menghasilkan [[antibodi]], yang memberikan proteksi jika terjadi [[infeksi]] sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam vaksin-vaksin COVID-19 jenis mRNA, molekul RNA duta di dalam vaksin mengandung kode instruksi agar sel manusia dapat membuat protein &amp;quot;duri&amp;quot; serupa dengan yang ditemui dalam permukaan virus COVID-19. Tanpa disertai virus secara keseluruhan, protein duri ini tidak menimbulkan bahaya, tetapi dapat dikenali sebagai molekul asing oleh [[sistem imun]] manusia. Akibatnya, sistem imum  manusia mulai mengaktifkan respons imun dan membuat antibodi terhadap protein ini, melibatkan [[sel T pembunuh]], [[sel B]], dan [[sel T pembantu]]. Hasilnya, tubuh manusia tersebut dapat &amp;quot;mengingat&amp;quot; cara melawan protein ini. Jika di kemudian hari terjadi infeksi COVID-19, tubuh akan mengenali protein duri yang ada di permukaan virus dan mampu membuat respons kuat untuk melindungi diri, seperti halnya vaksin jenis lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Molekul RNA duta sendiri dipecah dan dibuang oleh sel setelah digunakan untuk membuat protein. Karena RNA adalah molekul berumur pendek, tidak ada risiko bahwa materi vaksin ini akan tercampur dengan materi genetis tubuh yang divaksinasi. Dalam bidang [[terapeutik RNA]], cara kerja yang sama juga diteliti tidak hanya untuk membuat vaksin, tetapi untuk membuat obat yang mengaktifkan sistem imun manusia untuk melawan sel kanker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pembuatan dan distribusi ==&lt;br /&gt;
Vaksin RNA memiliki beberapa keuntungan dalam pembuatan dibanding jenis-jenis vaksin sebelumnya. Jenis vaksin ini dapat dirancang dengan cepat setelah urutan [[genom]] patogen diketahui, misalnya vaksin COVID-19 Moderna dapat memulai [[uji vaksin|uji klinisnya]] dalam dua bulan setelah urutan genom [[SARS-CoV-2]] berhasil ditentukan. Jika terjadi [[mutasi]] virus yang membutuhkan virus baru, produksi dapat diadaptasi dengan mudah dengan memodifikasi &amp;#039;cetakan DNA&amp;#039; di awal prosedur. Karena kelebihan-kelebihan ini, jenis vaksin ini diprediksi akan berperan penting dalam menghadapi pandemi-pandemi baru atau patogen-patogen yang sering bermutasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Produksi dapat dilakukan dengan proses kimia. Dalam vaksin COVID-19, proses produksi dimuali dengan menggunakan &amp;#039;&amp;#039;[[E. coli]]&amp;#039;&amp;#039; yang gennya dimodifikasi agar mengandung potongan genom SARS-Cov-2, yang mengandung instruksi pembuatan protein duri. Sel &amp;#039;&amp;#039;E. coli&amp;#039;&amp;#039; ini kemudian dibiarkan membelah diri terus menerus selama beberapa hari, kemudian potongan DNAnya yang mengandung instruksi protein duri (ini disebut &amp;quot;cetakan DNA&amp;quot; atau &amp;#039;&amp;#039;DNA template&amp;#039;&amp;#039;) diambil dan dimurnikan. Cetakan DNA ini kemudian dicampurkan dengan carian berisi [[enzim]] tertenru, dan diberi molekul-molekul [[nukleotida]] yang merupakan bahan penyusun RNA. Enzim-enzim tersebut kemudian memproduksi mRNA yang dikehendaki dalam jumlah besar, dengan menggunakan nukleotidanya sebagai bahan dan mengacu pada kode yang ada dalam cetakan DNA. Molekul-molekul mRNA yang dihasilkan kemudian dipisahkan dalam paket-paket sangat kecil dan dibungkus dalam gelembung lemak—paket ini adalah vaksin mRNA yang kemudian didistribusikan. Vaksin untuk penyakit-penyakit berbeda dapat diproduksi dalam pabrik yang sama, sehingga produksinya diprediksi akan lebih ekonomis dibanding vaksin konvensional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara tantangan terkait vaksin RNA adalah mencegah rusaknya molekul RNA, baik oleh lingkungan selama proses distribusi sebelum mencapai tubuh, ataupun oleh tubuh manusia sendiri. Vaksin RNA membutuhkan [[vial]] berbahan khusus untuk mencegah reaksi. Sebagian vaksin RNA, termasuk vaksin COVID-19 Pfizer–BioNTech, membutuhkan suhu ultra rendah (jauh dibawah [[titik beku]]), sehingga tidak memungkinkan digunakan oleh [[Negara berkembang|negara-negara berkembang]] tanpa fasilitas pembekuan yang memadai. Namun, beberapa pabrikan melakukan uji coba vaksin RNA baru dengan tujuan dapat stabil di suhu kulkas biasa (4&amp;amp;nbsp;°C).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
* [[Sistem imun]]&lt;br /&gt;
* [[Pengantar tentang virus]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Vaksin+RNA&amp;amp;oldid=27397457 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27397457 (2025-06-12T13:51:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>