<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Vaksin_kanker</id>
	<title>Vaksin kanker - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Vaksin_kanker"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Vaksin_kanker&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T18:29:50Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Vaksin_kanker&amp;diff=35833&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29593697; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Vaksin_kanker&amp;diff=35833&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T13:32:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29593697; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Vaksin kanker&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah jenis [[vaksin]] atau [[imunoterapi]] yang dirancang untuk merangsang [[sistem imun]] agar mampu mencegah perkembangan kanker tertentu atau membantu tubuh mengenali dan menyerang [[sel kanker]]. Berbeda dengan vaksin penyakit infeksi yang umumnya diberikan untuk mencegah infeksi, vaksin kanker dapat dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;vaksin pencegahan kanker&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;vaksin terapi kanker&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vaksin pencegahan kanker bekerja dengan mencegah infeksi mikroorganisme yang dapat menyebabkan kanker, seperti [[virus papiloma manusia]] atau &amp;#039;&amp;#039;human papillomavirus&amp;#039;&amp;#039; (HPV) yang berkaitan dengan [[kanker serviks]] dan beberapa kanker lain, serta [[virus hepatitis B]] yang dapat meningkatkan risiko [[karsinoma hepatoseluler]] atau kanker hati. Sementara itu, vaksin terapi kanker diberikan kepada pasien yang telah mengalami kanker untuk memperkuat respons imun terhadap [[antigen tumor]] tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Vaksin pencegahan kanker ===&lt;br /&gt;
Vaksin pencegahan kanker, atau vaksin profilaksis, diberikan sebelum kanker muncul. Vaksin ini tidak secara langsung menyerang sel kanker, tetapi mencegah infeksi yang berperan dalam proses [[karsinogenesis]]. Contoh yang paling dikenal adalah vaksin HPV dan vaksin hepatitis B.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vaksin HPV melindungi tubuh dari tipe HPV berisiko tinggi yang dapat menyebabkan kanker serviks, [[kanker anus]], sebagian kanker [[kanker orofaring|orofaring]], [[kanker vulva]], [[kanker vagina]], dan [[kanker penis]]. Vaksin HPV paling efektif bila diberikan sebelum seseorang terpapar HPV. WHO menempatkan vaksinasi HPV sebagai salah satu pilar utama strategi global eliminasi kanker serviks, bersama dengan skrining dan tata laksana lesi prakanker maupun kanker serviks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vaksin hepatitis B mencegah infeksi hepatitis B kronis. Infeksi kronis hepatitis B merupakan salah satu faktor risiko utama kanker hati, sehingga imunisasi hepatitis B juga berperan sebagai strategi pencegahan kanker hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Vaksin terapi kanker ===&lt;br /&gt;
Vaksin terapi kanker digunakan untuk membantu mengobati kanker yang sudah terjadi. Vaksin jenis ini bertujuan meningkatkan kemampuan sistem imun untuk mengenali antigen yang terdapat pada sel kanker, kemudian menghancurkan sel tersebut. Antigen yang menjadi sasaran dapat berupa [[antigen terkait tumor]] atau [[neoantigen]] yang muncul akibat mutasi pada sel kanker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa pendekatan dalam vaksin terapi kanker meliputi penggunaan antigen tumor, sel kanker yang telah dilemahkan atau dimodifikasi, [[sel dendritik]], [[RNA duta|mRNA]], [[peptida]], dan [[vektor virus]]. Tidak semua vaksin terapi kanker tersedia sebagai terapi standar; sebagian besar masih dikembangkan melalui [[uji klinis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara kerja ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sistem imun memiliki kemampuan mengenali benda asing maupun sel tubuh yang mengalami perubahan abnormal. Dalam respons imun adaptif, [[sel B]] dapat menghasilkan [[antibodi]], sedangkan [[limfosit T sitotoksik]] dapat mengenali dan membunuh sel yang menampilkan antigen tertentu melalui [[kompleks histokompatibilitas utama]] (MHC).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kanker, sel tumor dapat membawa antigen yang berbeda dari sel normal atau mengekspresikan antigen tertentu dalam jumlah lebih tinggi. Vaksin terapi kanker dirancang untuk memperkenalkan antigen tersebut kepada sistem imun sehingga sel imun dapat mengenali sel kanker sebagai sasaran. Setelah aktivasi, sel T dan komponen imun lain dapat menyerang sel kanker yang membawa antigen yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, pengembangan vaksin terapi kanker lebih rumit dibandingkan vaksin pencegahan infeksi. Sel kanker berasal dari sel tubuh sendiri, sehingga tidak selalu mudah dikenali sebagai benda asing. Selain itu, tumor dapat menghindari respons imun melalui berbagai mekanisme, misalnya dengan menekan aktivitas sel T atau membentuk [[mikrolingkungan tumor]] yang imunosupresif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Mikroorganisme yang berhubungan dengan kanker ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejumlah kanker berkaitan dengan infeksi kronis oleh virus, bakteri, atau parasit tertentu. Menurut Global Cancer Observatory dari [[Badan Internasional untuk Penelitian Kanker]] (IARC), kanker yang dapat dikaitkan dengan infeksi mencakup kanker yang berhubungan dengan virus, bakteri, dan parasit tertentu. Agen infeksi penting yang sering dikaitkan dengan kanker antara lain HPV, virus hepatitis B, [[virus hepatitis C]], [[Helicobacter pylori]], [[virus Epstein–Barr]], [[human T-lymphotropic virus 1]] (HTLV-1), dan beberapa parasit seperti &amp;#039;&amp;#039;Schistosoma haematobium&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak semua infeksi yang berkaitan dengan kanker telah memiliki vaksin pencegahan. Hingga kini, contoh vaksin pencegahan kanker yang telah digunakan luas adalah vaksin HPV dan vaksin hepatitis B.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Vaksin HPV dan kanker serviks ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Kanker serviks]] sebagian besar berkaitan dengan infeksi persisten HPV berisiko tinggi. Vaksin HPV bekerja dengan memicu pembentukan antibodi terhadap tipe HPV tertentu, sehingga tubuh dapat mencegah infeksi sebelum virus menimbulkan perubahan prakanker pada sel serviks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CDC menyebutkan bahwa semua vaksin HPV melindungi terhadap HPV tipe 16 dan 18, yaitu tipe yang menyebabkan sebagian besar kanker terkait HPV. Gardasil 9, salah satu vaksin HPV yang digunakan di sejumlah negara, melindungi terhadap sembilan tipe HPV, yaitu 6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Indonesia, perluasan imunisasi HPV secara nasional dicanangkan pada 2023. Imunisasi HPV diberikan kepada anak perempuan kelas 5 SD/MI/sederajat atau usia 11 tahun untuk dosis pertama, dan kelas 6 SD/MI/sederajat atau usia 12 tahun untuk dosis kedua, termasuk melalui kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Kementerian Kesehatan juga menargetkan cakupan vaksinasi HPV sebagai bagian dari upaya menurunkan beban kanker leher rahim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Contoh vaksin dan imunoterapi berbasis vaksin ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Sipuleucel-T ===&lt;br /&gt;
[[Sipuleucel-T]] adalah imunoterapi seluler autologus untuk kanker prostat metastatik yang tidak lagi merespons terapi hormon pada pasien dengan gejala minimal atau tanpa gejala. Terapi ini dibuat dari sel imun pasien sendiri yang diproses di laboratorium agar dapat merangsang respons imun terhadap antigen yang berkaitan dengan kanker prostat. Dalam uji klinis fase 3, sipuleucel-T dikaitkan dengan peningkatan kelangsungan hidup keseluruhan pada pasien kanker prostat metastatik resisten kastrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Bacillus Calmette–Guérin ===&lt;br /&gt;
[[Bacillus Calmette–Guérin]] (BCG) dikenal sebagai vaksin untuk mencegah [[tuberkulosis]], tetapi juga digunakan sebagai imunoterapi intravesikal untuk beberapa kasus [[kanker kandung kemih]] non-invasif otot. Dalam terapi ini, BCG dimasukkan ke kandung kemih untuk merangsang respons imun lokal terhadap sel tumor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Talimogene laherparepvec ===&lt;br /&gt;
[[Talimogene laherparepvec]] adalah terapi [[virus onkolitik]] yang dibuat dari [[virus herpes simpleks]] tipe 1 yang telah direkayasa secara genetik. Terapi ini digunakan untuk pengobatan lokal lesi kulit, subkutan, dan nodal yang tidak dapat direseksi pada pasien [[melanoma]] yang kambuh setelah operasi. Virus onkolitik dapat menghancurkan sel tumor dan melepaskan antigen tumor, sehingga memicu respons imun antikanker di sekitar tumor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penelitian dan pengembangan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penelitian vaksin kanker terus berkembang, terutama pada vaksin berbasis [[mRNA]], [[peptida]], [[DNA]], [[vektor virus]], dan vaksin neoantigen yang dipersonalisasi berdasarkan mutasi tumor pasien. Pendekatan ini bertujuan menghasilkan respons imun yang lebih spesifik terhadap sel kanker dan mengurangi kerusakan pada jaringan sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vaksin kanker juga diteliti dalam kombinasi dengan terapi lain seperti [[inhibitor pos pemeriksaan imun]], [[kemoterapi]], [[radioterapi]], dan [[terapi target]]. Kombinasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengenalan antigen tumor, memperkuat aktivasi sel T, dan mengatasi mekanisme penghindaran imun oleh tumor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Efikasi dan keterbatasan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Efektivitas vaksin kanker bergantung pada jenis vaksin, tipe kanker, stadium penyakit, kondisi sistem imun pasien, dan karakteristik antigen tumor. Vaksin pencegahan seperti vaksin HPV dan hepatitis B telah menunjukkan manfaat besar dalam mencegah infeksi penyebab kanker. Sebaliknya, vaksin terapi kanker umumnya memiliki tantangan lebih besar karena harus mengatasi sel kanker yang telah berkembang dan mampu menghindari sistem imun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vaksin kanker tidak menggantikan seluruh terapi kanker yang telah ada. Pada praktik klinis, terapi kanker dapat melibatkan kombinasi pembedahan, kemoterapi, radioterapi, terapi target, imunoterapi, dan perawatan suportif sesuai jenis serta stadium kanker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Imunoterapi]]&lt;br /&gt;
* [[Vaksin]]&lt;br /&gt;
* [[Kanker]]&lt;br /&gt;
* [[Kanker serviks]]&lt;br /&gt;
* [[Virus papiloma manusia]]&lt;br /&gt;
* [[Hepatitis B]]&lt;br /&gt;
* [[Virus onkolitik]]&lt;br /&gt;
* [[Sel T]]&lt;br /&gt;
* [[Antigen]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Vaksin+kanker&amp;amp;oldid=29593697 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29593697 (2026-08-17T22:40:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>