<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Vaksinasi</id>
	<title>Vaksinasi - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Vaksinasi"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Vaksinasi&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T13:18:26Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Vaksinasi&amp;diff=31438&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29457367; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Vaksinasi&amp;diff=31438&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-05T08:33:20Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29457367; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Vaksinasi&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah pemberian [[vaksin]] untuk membantu [[sistem imun]] mengembangkan perlindungan dari suatu [[penyakit]]. Vaksinasi merupakan salah satu bentuk dari [[imunisasi]]. Vaksin sendiri mengandung [[mikroorganisme]] atau [[virus]] dalam keadaan lemah, hidup atau mati, atau mengandung [[protein]] atau [[toksin]] dari organisme. Dalam merangsang [[Sistem imun adaptif|kekebalan adaptif]] tubuh, vaksin membantu mencegah tubuh menjadi sakit akibat [[Infeksi|penyakit infeksi]]. Ketika sebagian besar populasi telah divaksinasi hingga mencapai persentase tertentu, [[kekebalan kelompok]] akan tercapai. Kekebalan kelompok melindungi mereka yang mungkin mengalami gangguan sistem imun dan tidak bisa divaksinasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Efektivitas vaksinasi telah dipelajari dan diverifikasi secara luas. Vaksinasi merupakan metode yang paling efektif untuk mencegah penyakit infeksi; kekebalan luas sebagai efek vaksinasi berperan besar dalam [[Pemberantasan penyakit menular|pemberantasan]] [[variola]] di seluruh dunia dan eliminasi penyakit seperti [[poliomielitis]] dan [[tetanus]] di banyak negara-negara di dunia. Namun, beberapa penyakit, seperti [[campak]] di [[Amerika Serikat]], telah mengalami peningkatan kasus karena tingkat vaksinasi yang relatif rendah pada tahun 2010-an, yang sebagian disebabkan oleh [[Antivaksin|keraguan terhadap vaksin]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit pertama yang dicegah dengan [[inokulasi]] kemungkinan besar adalah variola. Penerapan [[variolasi]] yang tercatat pertama kali terjadi pada abad ke-16 di Tiongkok. Variola juga merupakan penyakit pertama yang vaksinnya diproduksi. Meskipun setidaknya enam orang telah menggunakan prinsip yang sama bertahun-tahun sebelumnya, [[vaksin variola]] ditemukan pada tahun 1796 oleh seorang dokter asal Inggris, [[Edward Jenner]]. Dia adalah orang pertama yang memublikasikan bukti bahwa vaksin variola efektif dan menyarankan produksinya. [[Louis Pasteur]] kemudian melanjutkan konsep mengenai vaksin melalui karya-karyanya di bidang [[mikrobiologi]]. Variola adalah penyakit yang menular dan mematikan, menyebabkan kematian 20-60% orang dewasa yang terinfeksi dan lebih dari 80% anak-anak yang terinfeksi. Ketika variola akhirnya diberantas pada tahun 1979, penyakit ini telah membunuh sekitar 300–500 juta orang pada abad ke-20.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Mekanisme ==&lt;br /&gt;
Vaksinasi merupakan cara artifisial untuk mengaktifkan [[sistem imun]] untuk melindungi tubuh dari penyakit infeksi. Aktivasi terjadi melalui pemaparan sistem imun dengan [[imunogen]], yaitu zat yang mampu merangsang sistem imun. Proses memperkuat sistem imun dikenal dengan istilah [[imunisasi]], yang bisa terjadi secara aktif maupun pasif, alami ataupun buatan. Vaksinasi merupakan bentuk imunisasi aktif buatan yang dapat dilakukan dengan berbagai cara untuk memasukkan imunogen ke dalam tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian besar vaksin diberikan sebelum seseorang tertular penyakit untuk membantu meningkatkan perlindungan pada masa yang akan datang. Namun, beberapa vaksin diberikan setelah seseorang terjangkit suatu penyakit. Vaksin yang diberikan setelah terpapar variola dilaporkan memberi perlindungan dari penyakit atau dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit. Vaksinasi [[rabies]] pertama kali diberikan oleh Louis Pasteur kepada seorang anak setelah ia digigit anjing gila. Sejak ditemukan, [[vaksin rabies]] telah terbukti efektif dalam mencegah rabies pada manusia bila diberikan beberapa kali dalam 14 hari setelah gigitan anjing bersama dengan pemberian [[Antibodi|imunoglobulin]] rabies dan perawatan luka. Contoh lain di antaranya pemberian vaksin eksperimental untuk [[AIDS]], [[kanker]], dan [[penyakit Alzheimer]]. Vaksinasi bertujuan untuk memicu respons imun lebih cepat dan dengan lebih sedikit bahaya dibandingkan infeksi alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian besar vaksin diberikan melalui suntikan lantaran kandungan vaksin tidak diserap dengan baik oleh usus. Vaksin hidup yang dilemahkan, seperti [[vaksin polio]], rotavirus, beberapa jenis tifus, dan beberapa vaksin kolera diberikan secara oral untuk menghasilkan kekebalan di [[sistem pencernaan]]. Meskipun vaksinasi memberikan efek yang bertahan lama, biasanya dibutuhkan beberapa minggu untuk mengembangkan respons imun. Hal ini berbeda dengan imunisasi pasif (pemberian antibodi, seperti saat menyusui), yang memiliki efek langsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegagalan vaksinasi adalah kondisi ketika suatu organisme tertular penyakit meskipun telah divaksinasi terhadap penyebab penyakit tersebut. Kegagalan ini terutama terjadi ketika sistem imun organisme tidak menghasilkan [[antibodi]] saat pertama kali divaksinasi. Vaksinasi bisa gagal ketika vaksinasi diberikan dalam beberapa rangkaian dan gagal menghasilkan respons imun. Istilah &amp;quot;kegagalan vaksin&amp;quot; tidak selalu berarti bahwa vaksin tersebut cacat. Sebagian besar kegagalan vaksin terjadi karena variasi respons imun individual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Inokulasi dan vaksinasi ===&lt;br /&gt;
Istilah &amp;quot;inokulasi&amp;quot; sering disamakan dengan &amp;quot;vaksinasi&amp;quot;. Namun, meskipun terkait, istilah tersebut tidak identik. Vaksinasi adalah perlakuan terhadap individu dengan [[patogen]] yang dilemahkan (kurang virulen) atau dengan imunogen lainnya, sedangkan inokulasi, yang juga disebut variolasi dalam konteks profilaksis variola, adalah perlakuan dengan memasukkan virus variola yang tidak dilemahkan, yang diambil dari pustula atau keropeng penderita variola, ke dalam lapisan permukaan kulit, biasanya lengan atas. Variolasi sering dilakukan &amp;#039;lengan-ke-lengan&amp;#039; atau dalam proses yang kurang efektif, &amp;#039;keropeng-ke-lengan&amp;#039;, dan sering kali mengakibatkan subjeknya terinfeksi variola, yang dalam beberapa kasus mengakibatkan penyakit dengan derajat yang parah. Vaksinasi dimulai pada akhir abad ke-18 oleh [[Edward Jenner]] dan vaksin variolanya, sementara inokulasi telah dikerjakan jauh sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Mencegah penyakit dan mencegah infeksi ===&lt;br /&gt;
Beberapa vaksin, seperti vaksin variola, mencegah infeksi. Penggunaannya menghasilkan kekebalan yang mensterilkan infeksi dan dapat membantu memberantas penyakit jika tidak ada [[Reservoir alami|hewan reservoir]] bagi patogen tersebut. Vaksin lain membantu (sementara) menurunkan kemungkinan individu menderita penyakit yang parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rute pemberian ==&lt;br /&gt;
Vaksinasi dapat dilakukan dengan beberapa cara. Ada yang diberikan secara oral (misalnya vaksin polio dan kolera), ada yang melalui suntikan (baik intramuskular, intradermal, atau subkutan), secara transdermal, atau intranasal.&amp;lt;nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
* [[Jadwal imunisasi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Vaksinasi&amp;amp;oldid=29457367 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29457367 (2026-07-14T10:08:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>