<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Vaksinasi_hewan</id>
	<title>Vaksinasi hewan - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Vaksinasi_hewan"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Vaksinasi_hewan&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T02:50:10Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Vaksinasi_hewan&amp;diff=31422&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28093333; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Vaksinasi_hewan&amp;diff=31422&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-05T08:32:03Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28093333; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Vaksinasi hewan&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah [[vaksinasi]] atau pemberian [[vaksin]] pada hewan untuk membantu [[sistem imun]] hewan tersebut mengembangkan perlindungan terhadap [[Infeksi|penyakit infeksi]]. Vaksin hewan yang pertama kali dibuat adalah vaksin [[kolera unggas]] pada 1879 oleh [[Louis Pasteur]]. Saat ini, beragam vaksin telah diproduksi untuk mencegah berbagai penyakit, seperti [[vaksin rabies]] untuk anjing dan kucing, vaksin [[flu burung]] untuk unggas, dan vaksin [[antraks]] untuk sapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hewan telah menjadi sumber pembuatan vaksin dan penerima vaksin. Pada tahun 1796, [[Edward Jenner]], seorang dokter Inggris, menyuntikkan luka kulit dari orang yang terinfeksi [[cacar sapi]] untuk menciptakan perlindungan terhadap [[variola]]. Vaksinasi untuk hewan pertama kali dibuat pada tahun 1879 oleh ilmuwan Prancis [[Louis Pasteur]] yang mengembangkan vaksin [[kolera unggas]]. Pasteur lalu mengembangkan vaksin [[antraks]] untuk sapi dan [[erisipelas babi]] pada 1881, serta menguji vaksin [[rabies]] pada 50 ekor anjing sebelum ia menerapkannya pada manusia pada 1885. Pembuatan sejumlah vaksin hewan berhubungan erat dengan vaksin manusia, seperti vaksin [[Bacillus Calmette-Guérin]] (BCG) yang dikembangkan pada awal abad ke-20 dengan meneliti bakteri &amp;#039;&amp;#039;[[Mycobacterium bovis]]&amp;#039;&amp;#039; yang terutama menginfeksi sapi dan &amp;#039;&amp;#039;[[Mycobacterium tuberculosis]]&amp;#039;&amp;#039; yang menginfeksi manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tujuan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan pemberian vaksin pada hewan terkadang berbeda dengan vaksinasi manusia. Meskipun secara umum, terutama pada [[hewan kesayangan]], vaksinasi diterapkan untuk meningkatkan status kesehatan dan [[kesejahteraan hewan]] secara individual, tetapi pada kelompok hewan tertentu, seperti hewan ternak, vaksinasi dilakukan untuk meningkatkan produksi mereka dan pemberian vaksin dilakukan dengan menggunakan [[analisis biaya-manfaat]]. Selain itu, vaksinasi terhadap [[Zoonosis|penyakit zoonotik]] dan [[Keracunan makanan|penyakit akibat makanan]] juga dilakukan untuk menurunkan risiko infeksi pada manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serupa dengan upaya pengendalian penyakit pada manusia, jika sebagian besar populasi hewan telah divaksin hingga mencapai proporsi tertentu, [[kekebalan kelompok]] akan tercapai. [[Pemberantasan penyakit menular|Pemberantasan penyakit infeksi]] dapat terwujud dengan vaksinasi. Hingga saat ini, baru dua penyakit infeksi yang berhasil diberantas, yaitu variola yang menginfeksi manusia dan [[sampar sapi]] yang menginfeksi hewan. Penyakit hewan lain yang berpotensi untuk diberantas secara global adalah [[penyakit sampar ruminansia kecil]]. Sejumlah penyakit hewan juga berhasil dieliminasi secara lokal dengan bantuan vaksinasi, seperti [[pseudorabies]] pada babi yang dieliminasi di Belanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penyakit yang dicegah ==&lt;br /&gt;
Jenis [[penyakit hewan]] yang dicegah melalui vaksinasi sangat beragam, yang terutama dipengaruhi oleh status dan situasi penyakit di suatu daerah. Dalam buku panduannya yang diterbitkan pada 2016, World Small Animal Veterinary Association (WSAVA) merekomendasikan vaksin inti dan vaksin noninti (pilihan), serta vaksin yang tidak direkomendasikan untuk anjing dan kucing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Anjing ===&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah daftar vaksin untuk sejumlah [[patogen]] pada anjing menurut WSAVA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kucing ===&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah daftar vaksin untuk sejumlah patogen pada kucing menurut WSAVA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ayam ===&lt;br /&gt;
Selain situasi penyakit hewan, vaksinasi pada ayam juga mempertimbangkan jenis ayam tersebut, misalnya [[ayam pedaging]] atau [[Ayam petelur|petelur]]. Beberapa penyakit ayam yang tersedia vaksinnya yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Sapi ===&lt;br /&gt;
Beberapa penyakit sapi yang tersedia vaksinnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Babi ===&lt;br /&gt;
Beberapa penyakit babi yang tersedia vaksinnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Isu ==&lt;br /&gt;
Beberapa faktor dapat memengaruhi penerapan vaksinasi hewan secara luas, seperti pengembangan vaksin, distribusi vaksin, dan pemahaman masyarakat. Persyaratan dan regulasi untuk mengembangkan vaksin hewan lebih sedikit dibandingkan vaksin manusia. Oleh karenanya, pembuatan vaksin hewan memerlukan waktu dan biaya yang lebih sedikit dibandingkan vaksin manusia. Namun, penyakit hewan perlu mendapatkan pengakuan agar dinilai layak dan diprioritaskan untuk dibuat vaksinnya, mengingat vaksin hewan memiliki pasar yang jauh lebih kecil dan perolehan keuntungan yang jauh lebih rendah dibandingkan vaksin manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penggunaan vaksin hewan diperkirakan akan terus meningkat karena vaksin dapat menurunkan risiko penyakit sehingga mengurangi penggunaan obat-obatan, termasuk [[antibiotik]] yang semakin dibatasi penggunaannya karena menimbulkan [[Resistansi antibiotik|resistansi]] dan meninggalkan [[residu]] pada [[produk hewan]]. Meskipun demikian, [[Antivaksin|keraguan terhadap vaksin]] juga ditunjukkan oleh pemilik hewan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Catatan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Vaksinasi+hewan&amp;amp;oldid=28093333 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28093333 (2025-10-18T01:56:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>