<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Vitamin_E</id>
	<title>Vitamin E - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Vitamin_E"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Vitamin_E&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T04:30:23Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Vitamin_E&amp;diff=29799&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29367417; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Vitamin_E&amp;diff=29799&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-04T13:28:20Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29367417; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Vitamin E&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah nama umum untuk dua kelas [[molekul]] ([[Tokoferol]] dan [[tokotrienol]]) yang memiliki aktivitas vitamin E dalam [[nutrisi]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Vitamin E&amp;#039;&amp;#039; bukan nama untuk setiap satuan [[bahan kimia]] spesifik namun, untuk setiap campuran yang terjadi di [[alam]] yang menyediakan fungsi vitamin E dalam [[nutrisi]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Vitamin E ditemukan pada tahun 1922 oleh [[Herbert McLean Evans]] dan [[Katharine Scott Bishop]], dan pertama kali diisolasi dalam bentuk murni oleh Evans dan [[Gladys Anderson Emerson]] pada tahun 1935 di [[Universitas California, Berkeley]]. Penemuan ini berlangsung melalui penelitian untuk mempertahankan kehamilan normal [[tikus]] betina diperlukan suatu [[subtansi]] tak dikenal. Tanpa bahan ini, [[janin]] tikus akan mati dalam sepuluh hari saat dikandung. Tikus jantan yang kekurangan bahan ini juga mengalami kelainan pada [[testis]]nya. Sehingga saat itu vitamin E disebut sebagai vitamin anti [[kemandulan]]. Pada [[wanita]] juga dianjurkan sebagai perawatan untuk kemandulan, kelainan [[menstruasi]], peradangan [[vagina]], gejala [[menopause]], mencegah keguguran dan kesuburan [[benih]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vitamin E pertama kali diisolasi pada tahun [[1936]] dari minyak tepung [[gandum]]. Disebut vitamin E karena ditemukan setelah vitamin-vitamin yang sudah ada yaitu A, B, C, dan D. Bentuk vitamin E merupakan kombinasi dari delapan molekul yang sangat rumit yang disebut ’[[tocopherol]]’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata ’tocopherol’ berasal dari bahasa [[Yunani]]: Toketos yang berati ’kelahiran anak’ dan Phero berarti ’saya bawa’, akhiran ’-ol’ ditambahkan untuk menunjukkan bahwa bahan ini merupakan salah satu dari [[alkohol]] yang menyebabkan [[mabuk]] jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sifat-sifat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tocopherol tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut lemak seperti [[minyak]], [[lemak]], [[alkohol]], [[aseton]], [[eter]] dan sebagainya. Karena tidak larut dalam air, vitamin E dalam tubuh hanya dapat dicerna dengan bantuan [[empedu]] hati, sebagai pengelmulsi minyak saat melalui duodenum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vitamin E stabil pada pemanasan namun akan rusak bila pemanasan terlalu tinggi. Vitamin E bersifat [[basa]] jika tidak ada [[oksigen]] dan tidak terpengaruh oleh [[asam]] pada suhu 100&amp;lt;sup&amp;gt;o&amp;lt;/sup&amp;gt; C. Bila terkena oksigen di udara, akan ter[[oksidasi]] secara perlahan-lahan. Sedangkan bila terkena cahaya warnanya akan menjadi gelap secara bertahap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Sumber ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vitamin E mudah didapat dari bagian bahan makanan yang berminyak atau sayuran. Vitamin E banyak terdapat pada buah-buahan, [[susu]], [[mentega]], [[telur]], sayur-sayuran, terutama [[kecambah]]. Contoh sayuran yang paling banyak mengandung vitamin E adalah minyak biji [[gandum]], [[minyak kedelai]], [[minyak]] jagung, [[alfalfa]], [[selada]], kacang-kacangan, [[asparagus]], [[pisang]], strawberry, biji [[bunga matahari]], [[buncis]], [[ubi jalar]] dan [[sayuran]] berwarna hijau. Vitamin E lebih banyak terdapat pada makanan segar yang belum diolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu unit setara dengan 1&amp;amp;nbsp;mg [[alfa-tocopherol asetat]] atau dapat dianggap setara dengan 1&amp;amp;nbsp;mg. Selain itu [[ASI]] juga banyak mengandung vitamin E untuk memenuhi kebutuhan bayi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perkembangannya, Vitamin E diproduksi dalam bentuk [[pil]], [[kapsul]], dan lain-lain sebagaimana vitamin-vitamin yang sudah terlebih dahulu ada. Vitamin yang sudah dikemas dalam berbagai bentuk ini banyak dijual bebas di pasaran serta dianggap berguna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kegunaan ==&lt;br /&gt;
Vitamin E berguna untuk:&lt;br /&gt;
* meningkatkan daya tahan tubuh, membantu mengatasi [[stres]], meningkatkan kesuburan, meminimalkan risiko [[kanker]] dan [[penyakit jantung koroner]].&lt;br /&gt;
* berperan sangat penting bagi kesehatan [[kulit]], yaitu dengan menjaga, meningkatkan [[elastisitas]] dan kelembapan [[kulit]], mencegah proses penuaan dini, melindungi kulit dari kerusakan akibat radiasi [[sinar ultraviolet]], serta mempercepat proses penyembuhan [[luka]].&lt;br /&gt;
* sebagai Antioksidan. Semua vitamin E adalah [[antioksidan]] dan terlibat dalam banyak proses tubuh dan beroperasi sebagai antioksidan [[alami]] yang membantu melindungi struktur [[sel]] yang penting terutama [[membran sel]] dari kerusakan akibat adanya [[radikal bebas]]. Dalam melaksanakan fungsinya sebagai [[antioksidan]] dalam tubuh, vitamin E bekerja dengan cara mencari, bereaksi dan merusak rantai [[reaksi]] radikal bebas Y. Dalam reaksi tersebut, vitamin E sendiri diubah menjadi radikal. Namun radikal ini akan segera beregenerasi menjadi [[vitamin]] aktif melalui proses [[biokimia]] yang melibatkan [[senyawa]] lain.&lt;br /&gt;
* melindungi [[sel darah merah]] yang mengangkut [[oksigen]] ke seluruh [[jaringan]] tubuh dari kerusakan. Selain bisa melindungi dari akibat kelebihan [[vitamin A]] dan melindungi vitamin A dari kerusakan, vitamin ini juga bisa melindungi [[hewan]] dari akibat berbagai [[obat]], [[bahan kimia]], dan [[logam]] yang mendukung pembentukan [[radikal bebas]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sifat ==&lt;br /&gt;
Vitamin ini larut dalam [[lemak]]. Kelarutannya dalam lemak merupakan sifat yang menguntungkan karena sebagian besar kerusakan akibat radikal bebas terjadi di dalam membran sel dan [[lipoprotein]] yang terbuat dari molekul lemak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Dosis dan pengaruh ==&lt;br /&gt;
Bila vitamin E digunakan sebagai antioksidan, maka seorang perempuan membutuhkan sedikitnya 120 IU ([[international unit]]) per hari. Namun menurut catatan [[medis]], kebanyakan perempuan [[Indonesia]] hanya mengonsumsi [[makanan]] yang mengandung 10.4 - 13,4 IU per hari. Untuk mencukupi kebutuhan itu, vitamin E dapat dikonsumsi dari vitamin E [[sintetis]] (dl-a tokoferol).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dosis vitamin E yang besar bisa memperbaiki dan mencegah terjadinya perkembangan [[kelainan saraf]]. Beberapa penelitian menunjukan bahwa peningkatan konsumsi vitamin E dapat meningkatkan sistem [[kekebalan tubuh]]. Asupan vitamin E harian sebesar 10–30&amp;amp;nbsp;mg dianggap cukup untuk mempertahankan kadar viamin E dalam [[darah]]. Namun batas konsumsi vitamin E yang dianjurkan adalah 8 sampai 10 [[IU]] ([[International Units]])- suatu batas di mana sepertiga orang [[Amerika]] menggunakannya. Untuk keuntungan maksimal vitamin E, diperlukan 100 sampai 400 IU setiap hari. Sebagian besar penelitian menunjukan bahwa ini merupakan konsumsi optimal untuk mengurangi risiko penyakit [[kronis]]. Sedangkan dalam bahan makanan yang kita konsumsi setiap harinya diperkirakan mengandung 25 IU vitamin E.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kekurangan ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekurangan vitamin E akan menyeabkan sel darah merah terbelah. Proses ini disebut [[hemolisis eritrodit]] dan dapat dihindari dengan vitamin E.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akibat lain kekurangan vitamin E adalah:&lt;br /&gt;
* perubahan degeneratif pada sistem [[saraf]] dan [[otot]]&lt;br /&gt;
* kelemahan dan kesulitan berjalan&lt;br /&gt;
* [[nyeri]] pada otot [[betis]]&lt;br /&gt;
* gangguan penglihatan&lt;br /&gt;
* [[anemia]]&lt;br /&gt;
* retensi cairan (odem)&lt;br /&gt;
* kelainan kulit&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada [[bayi]], kekurangan vitamin E dapat menyebabkan kelainan yang mengganggu penyerapan [[lemak]] pada bayi yang [[prematur]] dan kekurangan [[gizi]].&lt;br /&gt;
Namun kekurangan vitamin E sesungguhnya sangat jarang terjadi karena vitamin ini banyak terdapat dalam [[makanan]], terutama dalam minyak sayur. Pada [[manusia]] kekurangan vitamin E bisa disebabkan karena [[diet]] yang sangat buruk dalam jangka waktu lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kelebihan ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada umumnya vitamin E dianggap sebagai bahan yang cukup aman. Dalam beberapa kasus, kelebihan vitamin E menimbulkan gangguan pada kinerja [[sistem imun]] terhadap [[infeksi]]. [[Gejala]] yang akan dirasakan adalah [[sakit kepala]], lemah dan selalu [[lelah]], serta [[pusing]] yang disertai [[gangguan penglihatan]]. Untuk itu, jumlah vitamin E dalam [[tubuh]] harus berada dalam batasan yang ketat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Vitamin+E&amp;amp;oldid=29367417 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29367417 (2026-06-20T14:08:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>