<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Zona_litoral</id>
	<title>Zona litoral - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Zona_litoral"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Zona_litoral&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T05:37:57Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Zona_litoral&amp;diff=18115&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Zona_litoral&amp;diff=18115&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-27T09:12:25Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;table style=&quot;background-color: #fff; color: #202122;&quot; data-mw-interface=&quot;&quot;&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-marker&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-content&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-marker&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-content&quot; /&gt;
				&lt;tr class=&quot;diff-title&quot; lang=&quot;id&quot;&gt;
				&lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background-color: #fff; color: #202122; text-align: center;&quot;&gt;← Revisi sebelumnya&lt;/td&gt;
				&lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background-color: #fff; color: #202122; text-align: center;&quot;&gt;Revisi per 27 Agustus 2026 09.12&lt;/td&gt;
				&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot; id=&quot;mw-diff-left-l1&quot;&gt;Baris 1:&lt;/td&gt;
&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot;&gt;Baris 1:&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Zona litoral&#039;&#039;&#039; atau &#039;&#039;&#039;mintakat antara pasut&#039;&#039;&#039; adalah [[area]] antara garis pantai dan kedalaman maksimum [[fotosintesis]] signifikan oleh tumbuhan [[alga]] epilitik dan umumnya didefinisikan sebagai kedalaman di mana 1% dari [[radiasi]] fotosintesis aktif (400-700 nm) dari permukaan radiasi. Zona &quot;litoral&quot; adalah zona &quot;[[pesisir]]&quot;. Di daerah saat [[Air Pasang|air pasang]] menjadi tergenang dan saat air surut berubah menjadi [[daratan]]. Inilah sebabnya zona ini sering disebut dengan [[zona pasang surut]]. Zona litoral ini juga disebut sebagai zona [[pesisir]] [[pantai]], yaitu terdiri dari pecahan rumah-rumah karang dan juga [[pasir]] pantai. Pengaruh [[suhu]] udara dan [[sinar matahari]] di zona litoral sangat kuat. Di lingkungan pesisir, zona litoral meluas dari tanda air tinggi, yang jarang tergenang, hingga wilayah garis pantai yang terendam secara permanen. Luas zona litoral [[relatif]] dapat dihitung secara deterministik (tanpa parameter independen) menggunakan analisis &#039;&#039;hypsometric&#039;&#039; dari pengukuran redaman cahaya vertikal dan kedalaman rata-rata dan maksimum.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Zona litoral&#039;&#039;&#039; atau &#039;&#039;&#039;mintakat antara pasut&#039;&#039;&#039; adalah [[area]] antara garis pantai dan kedalaman maksimum [[fotosintesis]] signifikan oleh tumbuhan [[alga]] epilitik dan umumnya didefinisikan sebagai kedalaman di mana 1% dari [[radiasi]] fotosintesis aktif (400-700 nm) dari permukaan radiasi. Zona &quot;litoral&quot; adalah zona &quot;[[pesisir]]&quot;. Di daerah saat [[Air Pasang|air pasang]] menjadi tergenang dan saat air surut berubah menjadi [[daratan]]. Inilah sebabnya zona ini sering disebut dengan [[zona pasang surut]].&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;[https://www.kompas.com/skola/read/2020/04/12/120000869/zona-laut-berdasarkan-kedalamannya Zona Laut Berdasarkan Kedalamannya]. &#039;&#039;Kompas.com&#039;&#039;. 2020-04-12.&amp;lt;/ref&amp;gt; &lt;/ins&gt;Zona litoral ini juga disebut sebagai zona [[pesisir]] [[pantai]], yaitu terdiri dari pecahan rumah-rumah karang dan juga [[pasir]] pantai. Pengaruh [[suhu]] udara dan [[sinar matahari]] di zona litoral sangat kuat. Di lingkungan pesisir, zona litoral meluas dari tanda air tinggi, yang jarang tergenang, hingga wilayah garis pantai yang terendam secara permanen. Luas zona litoral [[relatif]] dapat dihitung secara deterministik (tanpa parameter independen) menggunakan analisis &#039;&#039;hypsometric&#039;&#039; dari pengukuran redaman cahaya vertikal dan kedalaman rata-rata dan maksimum.&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;D. Seekell. [https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1029/2021GL095046 Patterns and Variation of Littoral Habitat Size Among Lakes]. &#039;&#039;Geophysical Research Letters&#039;&#039;. 2021. Vol. 48 (20). hlm. e2021GL095046. doi:10.1029/2021GL095046.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Zona litoral merupakan suatu [[habitat]] dari sebagian spesies laut, seperti udang, bintang laut, [[kepiting]], dan lain-lain. Spesies-spesies laut tersebut merupakan binatang yang dapat dimakan. Sebagai zona pasang surut air laut dan sebagai objek wisata, zona litoral mempunyai pemandangan yang indah. Zona ini dapat dikatakan sebagai wilayah yang paling dekat dengan pantai ataupun daratan paling atas.  Selain itu, zona ini disebut juga sebagai jalur pasang, yaitu bagian dari cekungan lautan yang letaknya di antara air surut dan air pasang. [[Radiasi matahari]], variasi [[temperatur]] dan [[salinitas]] mempunyai pengaruh yang lebih berarti untuk daerah ini dibandingkan dengan daerah laut lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari, zona litoral biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk tambak garam, pemanfaatan hutan mangrove, dan juga wisata pantai karang.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Zona litoral merupakan suatu [[habitat]] dari sebagian spesies laut, seperti udang, bintang laut, [[kepiting]], dan lain-lain. Spesies-spesies laut tersebut merupakan binatang yang dapat dimakan.&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;[https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/laut/zona-laut Zona Laut : Jenis dan Macam-Macamnya]. &#039;&#039;IlmuGeografi.com&#039;&#039;. 2015-09-13.&amp;lt;/ref&amp;gt; &lt;/ins&gt;Sebagai zona pasang surut air laut dan sebagai objek wisata, zona litoral mempunyai pemandangan yang indah. Zona ini dapat dikatakan sebagai wilayah yang paling dekat dengan pantai ataupun daratan paling atas.&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;[https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/laut/zona-laut Zona Laut : Jenis dan Macam-Macamnya]. &#039;&#039;IlmuGeografi.com&#039;&#039;. 2015-09-13.&amp;lt;/ref&amp;gt; &lt;/ins&gt; Selain itu, zona ini disebut juga sebagai jalur pasang, yaitu bagian dari cekungan lautan yang letaknya di antara air surut dan air pasang.&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Ansari Hasyim. [https://aceh.tribunnews.com/2021/04/26/begini-gambaran-bawah-laut-di-kedalaman-838-meter-dimana-kri-nanggala-420-ditemukan Begini Gambaran Bawah Laut di Kedalaman 838 Meter Dimana KRI Nanggala 402 Ditemukan]. &#039;&#039;Tribunnews.com&#039;&#039;.&amp;lt;/ref&amp;gt; &lt;/ins&gt;[[Radiasi matahari]], variasi [[temperatur]] dan [[salinitas]] mempunyai pengaruh yang lebih berarti untuk daerah ini dibandingkan dengan daerah laut lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari, zona litoral biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk tambak garam, pemanfaatan hutan mangrove, dan juga wisata pantai karang.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Referensi ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Referensi ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-added&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Sumber dan atribusi ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Sumber dan atribusi ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zona+litoral&amp;amp;oldid=28099540 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28099540 (2025-10-18T04:40:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zona+litoral&amp;amp;oldid=28099540 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28099540 (2025-10-18T04:40:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-deleted&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-deleted&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/table&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Zona_litoral&amp;diff=17717&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28099540; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Zona_litoral&amp;diff=17717&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-27T08:54:21Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28099540; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Zona litoral&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;mintakat antara pasut&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah [[area]] antara garis pantai dan kedalaman maksimum [[fotosintesis]] signifikan oleh tumbuhan [[alga]] epilitik dan umumnya didefinisikan sebagai kedalaman di mana 1% dari [[radiasi]] fotosintesis aktif (400-700 nm) dari permukaan radiasi. Zona &amp;quot;litoral&amp;quot; adalah zona &amp;quot;[[pesisir]]&amp;quot;. Di daerah saat [[Air Pasang|air pasang]] menjadi tergenang dan saat air surut berubah menjadi [[daratan]]. Inilah sebabnya zona ini sering disebut dengan [[zona pasang surut]]. Zona litoral ini juga disebut sebagai zona [[pesisir]] [[pantai]], yaitu terdiri dari pecahan rumah-rumah karang dan juga [[pasir]] pantai. Pengaruh [[suhu]] udara dan [[sinar matahari]] di zona litoral sangat kuat. Di lingkungan pesisir, zona litoral meluas dari tanda air tinggi, yang jarang tergenang, hingga wilayah garis pantai yang terendam secara permanen. Luas zona litoral [[relatif]] dapat dihitung secara deterministik (tanpa parameter independen) menggunakan analisis &amp;#039;&amp;#039;hypsometric&amp;#039;&amp;#039; dari pengukuran redaman cahaya vertikal dan kedalaman rata-rata dan maksimum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zona litoral merupakan suatu [[habitat]] dari sebagian spesies laut, seperti udang, bintang laut, [[kepiting]], dan lain-lain. Spesies-spesies laut tersebut merupakan binatang yang dapat dimakan. Sebagai zona pasang surut air laut dan sebagai objek wisata, zona litoral mempunyai pemandangan yang indah. Zona ini dapat dikatakan sebagai wilayah yang paling dekat dengan pantai ataupun daratan paling atas.  Selain itu, zona ini disebut juga sebagai jalur pasang, yaitu bagian dari cekungan lautan yang letaknya di antara air surut dan air pasang. [[Radiasi matahari]], variasi [[temperatur]] dan [[salinitas]] mempunyai pengaruh yang lebih berarti untuk daerah ini dibandingkan dengan daerah laut lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari, zona litoral biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk tambak garam, pemanfaatan hutan mangrove, dan juga wisata pantai karang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zona+litoral&amp;amp;oldid=28099540 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28099540 (2025-10-18T04:40:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>