<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Zona_profundal</id>
	<title>Zona profundal - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Zona_profundal"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Zona_profundal&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T01:36:46Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Zona_profundal&amp;diff=19426&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Zona_profundal&amp;diff=19426&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-27T18:01:48Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;table style=&quot;background-color: #fff; color: #202122;&quot; data-mw-interface=&quot;&quot;&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-marker&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-content&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-marker&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-content&quot; /&gt;
				&lt;tr class=&quot;diff-title&quot; lang=&quot;id&quot;&gt;
				&lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background-color: #fff; color: #202122; text-align: center;&quot;&gt;← Revisi sebelumnya&lt;/td&gt;
				&lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background-color: #fff; color: #202122; text-align: center;&quot;&gt;Revisi per 27 Agustus 2026 18.01&lt;/td&gt;
				&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot; id=&quot;mw-diff-left-l1&quot;&gt;Baris 1:&lt;/td&gt;
&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot;&gt;Baris 1:&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Zona profundal&#039;&#039;&#039; merupakan daerah yang dalam dan merupakan daerah dasar pada suatu [[danau]]. Zona ini dianggap sebagai daerah afotik danau, bebas [[vegetasi]], dan berlumpur dari benthal lakustrin. Pada zona profundal, hidup predator [[heterotrof]] dan [[bentos]] (hidup di dasar air) yang mendekomposisi (menguraikan) limbah-limbah organik. Selain itu, di daerah yang dalam banyak terdapat [[mikroorganisme]] (bakteri) dan organisme hidup lainnya yang dapat hidup secara naerob. Di mana cahaya matahari tidak bisa mencapai ke lapisan air zona ini. Tingkat kehidupan di zona ini sangat rendah. [[Mikroba]] dan cacing yang ada di air menggunakan [[oksigen]] untuk melakukan interaksi.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Zona profundal&#039;&#039;&#039; merupakan daerah yang dalam dan merupakan daerah dasar pada suatu [[danau]]. Zona ini dianggap sebagai daerah afotik danau, bebas [[vegetasi]], dan berlumpur dari benthal lakustrin. Pada zona profundal, hidup predator [[heterotrof]] dan [[bentos]] (hidup di dasar air) yang mendekomposisi (menguraikan) limbah-limbah organik. Selain itu, di daerah yang dalam banyak terdapat [[mikroorganisme]] (bakteri) dan organisme hidup lainnya yang dapat hidup secara naerob. Di mana cahaya matahari tidak bisa mencapai ke lapisan air zona ini. Tingkat kehidupan di zona ini sangat rendah. [[Mikroba]] dan cacing yang ada di air menggunakan [[oksigen]] untuk melakukan interaksi.&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;S. C. Agrawal. [https://books.google.com/books?id=oihqI1n4ae8C&amp;amp;newbks=0&amp;amp;printsec=frontcover&amp;amp;pg=PA4&amp;amp;dq=profundal+zone&amp;amp;hl=id Limnology]. APH Publishing. 1999-07. ISBN 978-81-7648-108-3.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Deskripsi ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Deskripsi ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Profundal sering didefinisikan, sebagai zona terdalam, bebas [[vegetasi]], dan berlumpur dari benthal lakustrin. Zona profundal sering merupakan bagian dari zona afotik. Sedimen di zona profundal terutama terdiri dari lanau dan lumpur. Karena zona ini cahaya mataharinya kurang, maka ini merupakan menyebabkan biota fotosintesik, berupa tumbuhan maupun plankton(alga makro) dan juga alga bentik tidak bisa hidup. Zona ini mikroba pengurai bahan organik ke zona lain memberikan nutrisi hasil daur ulang dengan arus dan pergerakan ikan. Di daerah ini, cacing dan juga [[mikroba]] menggunakan [[oksigen]] yang ada di air untuk melakukan interaksi. Interaksi ini terjadi melalui [[respirasi seluler]] untuk memecah sisa-sisa insang dari daerah limnetik. Di daerah tersebut terdiri dari melimpahnya jamur dan bakteri pada batasan lumpur, tempat bahan organik terakumulasi, dan kelompok hewan yang mengkonsumsi bentuk [[bentik]] seperti cacing darah dan larva chironomid yang mengandung larva chironomid, [[hemoglobin]] dan [[alfalfa]], dan [[remis]]. Hewan bentik ini memakan residu organik yaitu jamur dan [[bakteri]] yang menempel pada  [[detritus]] [[tumbuhan air]]. Akibat keterbatasan cahaya matahari yang masuk, maka jenis organisme yang bisa hidup di zona ini juga hanya berupa mikroba dekomposer atau pengurai. Mikrobamikroba ini bertugas menguraikan bangkai-bangkai tersebut dengan bantuan oksigen terlarut yang ada di dalam air.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Profundal sering didefinisikan, sebagai zona terdalam, bebas [[vegetasi]], dan berlumpur dari benthal lakustrin. Zona profundal sering merupakan bagian dari zona afotik. Sedimen di zona profundal terutama terdiri dari lanau dan lumpur.&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Walter K. Dodds. [https://www.worldcat.org/oclc/1096190142 Freshwater ecology : concepts and environmental applications of limnology]. 2020. ISBN 978-0-12-813256-2.&amp;lt;/ref&amp;gt; &lt;/ins&gt;Karena zona ini cahaya mataharinya kurang, maka ini merupakan menyebabkan biota fotosintesik, berupa tumbuhan maupun plankton(alga makro) dan juga alga bentik tidak bisa hidup. Zona ini mikroba pengurai bahan organik ke zona lain memberikan nutrisi hasil daur ulang dengan arus dan pergerakan ikan. Di daerah ini, cacing dan juga [[mikroba]] menggunakan [[oksigen]] yang ada di air untuk melakukan interaksi.&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;[http://www.pusdik.kkp.go.id/elearning/index.php/modul/read/190116-092858uraian-c-materi E-learning PUSDIK KP]. &#039;&#039;www.pusdik.kkp.go.id&#039;&#039;.&amp;lt;/ref&amp;gt; &lt;/ins&gt;Interaksi ini terjadi melalui [[respirasi seluler]] untuk memecah sisa-sisa insang dari daerah limnetik. Di daerah tersebut terdiri dari melimpahnya jamur dan bakteri pada batasan lumpur, tempat bahan organik terakumulasi, dan kelompok hewan yang mengkonsumsi bentuk [[bentik]] seperti cacing darah dan larva chironomid yang mengandung larva chironomid, [[hemoglobin]] dan [[alfalfa]], dan [[remis]]. Hewan bentik ini memakan residu organik yaitu jamur dan [[bakteri]] yang menempel pada  [[detritus]] [[tumbuhan air]]. Akibat keterbatasan cahaya matahari yang masuk, maka jenis organisme yang bisa hidup di zona ini juga hanya berupa mikroba dekomposer atau pengurai. Mikrobamikroba ini bertugas menguraikan bangkai-bangkai tersebut dengan bantuan oksigen terlarut yang ada di dalam air.&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;[https://www.geologinesia.com/2018/07/ekosistem-air-tawar.html Ekosistem Air Tawar Berdasarkan Macam-Macam Zona dan Ciri-Cirinya]. &#039;&#039;Geologinesia&#039;&#039;.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Ciri-ciri ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Ciri-ciri ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Daerah zona profundal ini merupakan bagian dari perairan ekosistem danau dan terletak di dalam sehingga sinar matahari tidak bisa menembusnya. Daerah yang dalam ini (zona profundal) memiliki ciri-ciri sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Daerah zona profundal ini merupakan bagian dari perairan ekosistem danau dan terletak di dalam sehingga sinar matahari tidak bisa menembusnya. Daerah yang dalam ini (zona profundal) memiliki ciri-ciri sebagai berikut:&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;[https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/danau/ekosistem-danau Ekosistem Danau : Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan Manfaatnya]. &#039;&#039;IlmuGeografi.com&#039;&#039;. 2016-06-11.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* Letaknya di perairan bagian dalam;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* Letaknya di perairan bagian dalam;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot; id=&quot;mw-diff-left-l12&quot;&gt;Baris 12:&lt;/td&gt;
&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot;&gt;Baris 12:&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Organisme ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Organisme ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Kurangnya cahaya dan oksigen di kedalaman menentukan jenis [[bioma]] yang hidup pada wilayah zona ini, berbeda dengan bioma di perairan hulu. Dengan demikian, makrofauna dicirikan oleh adaptasi fisiologis dan perilaku terhadap konsentrasi oksigen yang rendah. Sementara fauna bentik bervariasi antar danau. Yang mendominasi fauna bentik laut dalam yaitu famili [[Chironomidae]] dan [[Oligochaeta]]e, karena molekul yang mereka memiliki mirip [[hemoglobin]] untuk mengekstrak oksigen dari air [[hipoksia]]. Dengan produktivitas yang rendah dari kedalaman, mikroba tingkatannya lebih tinggi di bentik ketimbang di bentik pesisir. Karena itu rata-rata ukuran partikel sedimennya lebih kecil. [[Invertebrata]] yang tinggal di dasar dianggap diatur oleh tekanan yang berkurang.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Kurangnya cahaya dan oksigen di kedalaman menentukan jenis [[bioma]] yang hidup pada wilayah zona ini, berbeda dengan bioma di perairan hulu. Dengan demikian, makrofauna dicirikan oleh adaptasi fisiologis dan perilaku terhadap konsentrasi oksigen yang rendah. Sementara fauna bentik bervariasi antar danau. Yang mendominasi fauna bentik laut dalam yaitu famili [[Chironomidae]] dan [[Oligochaeta]]e, karena molekul yang mereka memiliki mirip [[hemoglobin]] untuk mengekstrak oksigen dari air [[hipoksia]]. Dengan produktivitas yang rendah dari kedalaman, mikroba tingkatannya lebih tinggi di bentik ketimbang di bentik pesisir. Karena itu rata-rata ukuran partikel sedimennya lebih kecil. [[Invertebrata]] yang tinggal di dasar dianggap diatur oleh tekanan yang berkurang.&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;S. C. Agrawal. [https://books.google.com/books?id=oihqI1n4ae8C&amp;amp;newbks=0&amp;amp;printsec=frontcover&amp;amp;pg=PA4&amp;amp;dq=profundal+zone&amp;amp;hl=id Limnology]. APH Publishing. 1999-07. ISBN 978-81-7648-108-3.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;[[Dekomposer]] merupakan organisme atau makhluk hidup yang memperoleh energi dengan cara menguraikan sisa-sisa makhluk hidup lain yang telah mati. Kemudian ketika organisme tersebut mati, ia akan langsung terurai dan kembali ke zat anorganik penting untuk pertumbuhan.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;[[Dekomposer]] merupakan organisme atau makhluk hidup yang memperoleh energi dengan cara menguraikan sisa-sisa makhluk hidup lain yang telah mati. Kemudian ketika organisme tersebut mati, ia akan langsung terurai dan kembali ke zat anorganik penting untuk pertumbuhan.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot; id=&quot;mw-diff-left-l26&quot;&gt;Baris 26:&lt;/td&gt;
&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot;&gt;Baris 26:&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Habitat ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Habitat ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Pada zona profundal dihuni oleh predator heterotrofik dan bentik (menghuni dasar air) yang memecah (mengurai) sampah organik. Selain itu, mikroorganisme (bakteri) seperti bakteri anaerob menghuni bagian dalam. Melalui pergerakan ikan dan juga arus, zona ini menyediakan nutrisi oleh mikroba pengurai bahan organik ke zona lain dari hasil daur ulang. Berbeda dengan unsur hara bagi tumbuhan akuatik dan juga hewan penghuni profundal yang bergantung oleh [[Zona Litoral|zona litoral]] dan zona limnetic. Keragaman komunitas zona profundal berupa jamur dan bakteri yang melimpah pada lumpur dan batasan antara air yang mana tempat bahan organik menumpuk. Selain itu kerang kecilpun ada pada daerah ini, kelompok binatang konsumen berupa bentos(cacing darah) yang mengandung hemoglobin dan [[annelida]], juga terdapat pada zona ini. Hewan bentos ini memakan deposit organik berupa, bakteri, detritus tumbuhan air dan juga jamur yang menempel di detritus.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Pada zona profundal dihuni oleh predator heterotrofik dan bentik (menghuni dasar air) yang memecah (mengurai) sampah organik. Selain itu, mikroorganisme (bakteri) seperti bakteri anaerob menghuni bagian dalam. Melalui pergerakan ikan dan juga arus, zona ini menyediakan nutrisi oleh mikroba pengurai bahan organik ke zona lain dari hasil daur ulang. Berbeda dengan unsur hara bagi tumbuhan akuatik dan juga hewan penghuni profundal yang bergantung oleh [[Zona Litoral|zona litoral]] dan zona limnetic. Keragaman komunitas zona profundal berupa jamur dan bakteri yang melimpah pada lumpur dan batasan antara air yang mana tempat bahan organik menumpuk. Selain itu kerang kecilpun ada pada daerah ini, kelompok binatang konsumen berupa bentos(cacing darah) yang mengandung hemoglobin dan [[annelida]], juga terdapat pada zona ini.&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;[http://www.pusdik.kkp.go.id/elearning/index.php/modul/read/190116-092858uraian-c-materi E-learning PUSDIK KP]. &#039;&#039;www.pusdik.kkp.go.id&#039;&#039;.&amp;lt;/ref&amp;gt; &lt;/ins&gt;Hewan bentos ini memakan deposit organik berupa, bakteri, detritus tumbuhan air dan juga jamur yang menempel di detritus.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-deleted&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Referensi ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Referensi ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-added&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Sumber dan atribusi ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Sumber dan atribusi ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zona+profundal&amp;amp;oldid=25446925 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25446925 (2024-03-17T15:17:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zona+profundal&amp;amp;oldid=25446925 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25446925 (2024-03-17T15:17:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-deleted&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-deleted&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/table&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Zona_profundal&amp;diff=19026&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25446925; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Zona_profundal&amp;diff=19026&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-27T17:26:04Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25446925; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Zona profundal&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; merupakan daerah yang dalam dan merupakan daerah dasar pada suatu [[danau]]. Zona ini dianggap sebagai daerah afotik danau, bebas [[vegetasi]], dan berlumpur dari benthal lakustrin. Pada zona profundal, hidup predator [[heterotrof]] dan [[bentos]] (hidup di dasar air) yang mendekomposisi (menguraikan) limbah-limbah organik. Selain itu, di daerah yang dalam banyak terdapat [[mikroorganisme]] (bakteri) dan organisme hidup lainnya yang dapat hidup secara naerob. Di mana cahaya matahari tidak bisa mencapai ke lapisan air zona ini. Tingkat kehidupan di zona ini sangat rendah. [[Mikroba]] dan cacing yang ada di air menggunakan [[oksigen]] untuk melakukan interaksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Deskripsi ==&lt;br /&gt;
Profundal sering didefinisikan, sebagai zona terdalam, bebas [[vegetasi]], dan berlumpur dari benthal lakustrin. Zona profundal sering merupakan bagian dari zona afotik. Sedimen di zona profundal terutama terdiri dari lanau dan lumpur. Karena zona ini cahaya mataharinya kurang, maka ini merupakan menyebabkan biota fotosintesik, berupa tumbuhan maupun plankton(alga makro) dan juga alga bentik tidak bisa hidup. Zona ini mikroba pengurai bahan organik ke zona lain memberikan nutrisi hasil daur ulang dengan arus dan pergerakan ikan. Di daerah ini, cacing dan juga [[mikroba]] menggunakan [[oksigen]] yang ada di air untuk melakukan interaksi. Interaksi ini terjadi melalui [[respirasi seluler]] untuk memecah sisa-sisa insang dari daerah limnetik. Di daerah tersebut terdiri dari melimpahnya jamur dan bakteri pada batasan lumpur, tempat bahan organik terakumulasi, dan kelompok hewan yang mengkonsumsi bentuk [[bentik]] seperti cacing darah dan larva chironomid yang mengandung larva chironomid, [[hemoglobin]] dan [[alfalfa]], dan [[remis]]. Hewan bentik ini memakan residu organik yaitu jamur dan [[bakteri]] yang menempel pada  [[detritus]] [[tumbuhan air]]. Akibat keterbatasan cahaya matahari yang masuk, maka jenis organisme yang bisa hidup di zona ini juga hanya berupa mikroba dekomposer atau pengurai. Mikrobamikroba ini bertugas menguraikan bangkai-bangkai tersebut dengan bantuan oksigen terlarut yang ada di dalam air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ciri-ciri ==&lt;br /&gt;
Daerah zona profundal ini merupakan bagian dari perairan ekosistem danau dan terletak di dalam sehingga sinar matahari tidak bisa menembusnya. Daerah yang dalam ini (zona profundal) memiliki ciri-ciri sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Letaknya di perairan bagian dalam;&lt;br /&gt;
* Daerahnya tidak dapat ditembus oleh cahaya matahari;&lt;br /&gt;
* Dihuni oleh mikroba dan cacing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Organisme ==&lt;br /&gt;
Kurangnya cahaya dan oksigen di kedalaman menentukan jenis [[bioma]] yang hidup pada wilayah zona ini, berbeda dengan bioma di perairan hulu. Dengan demikian, makrofauna dicirikan oleh adaptasi fisiologis dan perilaku terhadap konsentrasi oksigen yang rendah. Sementara fauna bentik bervariasi antar danau. Yang mendominasi fauna bentik laut dalam yaitu famili [[Chironomidae]] dan [[Oligochaeta]]e, karena molekul yang mereka memiliki mirip [[hemoglobin]] untuk mengekstrak oksigen dari air [[hipoksia]]. Dengan produktivitas yang rendah dari kedalaman, mikroba tingkatannya lebih tinggi di bentik ketimbang di bentik pesisir. Karena itu rata-rata ukuran partikel sedimennya lebih kecil. [[Invertebrata]] yang tinggal di dasar dianggap diatur oleh tekanan yang berkurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Dekomposer]] merupakan organisme atau makhluk hidup yang memperoleh energi dengan cara menguraikan sisa-sisa makhluk hidup lain yang telah mati. Kemudian ketika organisme tersebut mati, ia akan langsung terurai dan kembali ke zat anorganik penting untuk pertumbuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara umum terdapat 4 jenis dekomposer berdasarkan sifatnya, yakni:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# mikroba (seperti bakteri dan jamur),&lt;br /&gt;
# [[makrofauna]] (seperti protozoa),&lt;br /&gt;
# melofauna (seperti kumbang),&lt;br /&gt;
# makrofauna (seperti cacing tanah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bakteri menjadi contoh dekomposer yang paling umum karena mampu bertahan pada tiap jenis ekosistem yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Habitat ==&lt;br /&gt;
Pada zona profundal dihuni oleh predator heterotrofik dan bentik (menghuni dasar air) yang memecah (mengurai) sampah organik. Selain itu, mikroorganisme (bakteri) seperti bakteri anaerob menghuni bagian dalam. Melalui pergerakan ikan dan juga arus, zona ini menyediakan nutrisi oleh mikroba pengurai bahan organik ke zona lain dari hasil daur ulang. Berbeda dengan unsur hara bagi tumbuhan akuatik dan juga hewan penghuni profundal yang bergantung oleh [[Zona Litoral|zona litoral]] dan zona limnetic. Keragaman komunitas zona profundal berupa jamur dan bakteri yang melimpah pada lumpur dan batasan antara air yang mana tempat bahan organik menumpuk. Selain itu kerang kecilpun ada pada daerah ini, kelompok binatang konsumen berupa bentos(cacing darah) yang mengandung hemoglobin dan [[annelida]], juga terdapat pada zona ini. Hewan bentos ini memakan deposit organik berupa, bakteri, detritus tumbuhan air dan juga jamur yang menempel di detritus.&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zona+profundal&amp;amp;oldid=25446925 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25446925 (2024-03-17T15:17:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>