Lompat ke isi

Timol

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 22.54 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28088732; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Timol (juga dikenal sebagai 2-isopropil-5-metilfenol, disingkat IPMP) adalah turunan fenol monoterpenoid alami dari p-Simena, isomer dengan karvakrol, ditemukan dalam minyak timi, dan diekstraksi dari Thymus vulgaris (timi biasa), ajwain, dan berbagai tumbuhan lainnya sebagai zat kristal putih dengan bau aromatik yang menyenangkan dan sifat antiseptik yang kuat. Timol juga memberikan rasa khas dan kuat dari herba kuliner timi, yang juga dihasilkan dari T. vulgaris. Timol hanya sedikit larut dalam air pada pH netral, tetapi sangat larut dalam alkohol dan pelarut organik lainnya. Ia juga larut dalam larutan berair yang sangat alkali karena deprotonasi fenol. Konstanta disosiasinya (pKa) adalah 10,59±0,10. Timol menyerap radiasi UV maksimum pada 274 nm.

Sejarah

Orang Mesir Kuno menggunakan timi untuk pembalsaman. Orang-orang Yunani Kuno menggunakannya di pemandian mereka dan membakarnya sebagai dupa di kuil-kuil mereka karena diyakini sebagai sumber keberanian. Penyebaran timi ke seluruh Eropa dianggap disebarkan oleh bangsa Romawi Kuno, karena mereka menggunakannya untuk memurnikan kamar mereka dan untuk "memberikan rasa aromatik pada keju dan likeur". Pada Abad Pertengahan Eropa, ramuan ini ditempatkan di bawah bantal untuk membantu tidur dan mengusir mimpi buruk. Pada masa ini, para wanita juga sering memberikan hadiah kepada ksatria dan pejuang, diantaranya daun timi, karena diyakini dapat memberikan keberanian bagi pemakainya. Timi juga digunakan sebagai dupa dan ditempatkan di peti mati selama upacara pemakaman, karena dianggap menjamin perjalanan menuju kehidupan selanjutnya.

Tumbuhan balm lebah Monarda fistulosa dan Monarda didyma, spesies bunga liar Amerika Utara, merupakan sumber timol alami. Penduduk asli Amerika Konfederasi Blackfoot mengenali tindakan antiseptik yang kuat dari tanaman ini dan menggunakan tuam dari tanaman tersebut untuk infeksi kulit dan luka ringan. Teh herbal yang dibuat darinya juga digunakan untuk mengobati infeksi mulut dan tenggorokan yang disebabkan oleh karies gigi dan gingivitis.

Timol pertama kali diisolasi oleh kimiawan Jerman Caspar Neumann pada tahun 1719. Pada tahun 1853, ahli kimia Perancis Alexandre Lallemand (1816-1886) menamai timol dan menentukan rumus empirisnya. Timol pertama kali disintesis oleh ahli kimia Swedia Oskar Widman (1852-1930) pada tahun 1882.

Sintesis kimia

Timol diproduksi melalui alkilasi m-kresol dan propena:

Metode biosintesis timol yang diprediksi dalam timi dan oregano dimulai dengan siklisasi geranil difosfat oleh TvTPS2 menjadi γ-terpinena. Oksidasi oleh sitokrom P450 di subfamili CYP71D menghasilkan zat antara dienol, yang kemudian diubah menjadi keton oleh dehidrogenase rantai pendek. Terakhir, tautomerisasi keto-enol menghasilkan timol.


Ekstraksi

Metode ekstraksi konvensional adalah hidro-distilasi (HD), namun juga dapat diekstraksi dengan ekstraksi gelombang mikro bebas pelarut (SFME). Dalam 30 menit, SFME menghasilkan timol dalam jumlah yang sama dengan senyawa teroksigenasi lebih banyak dibandingkan 4,5 jam distilasi hidro pada tekanan atmosfer tanpa memerlukan pelarut.

Kegunaan

Pada tahun 1910an timol merupakan pengobatan pilihan untuk infeksi cacing tambang di Amerika Serikat. Masyarakat Timur Tengah terus menggunakan za'atar, makanan lezat yang terbuat dari timi dalam jumlah besar, untuk mengurangi dan menghilangkan parasit internal. Ia juga digunakan sebagai bahan pengawet dalam halotana, anestesi, dan sebagai antiseptik dalam obat kumur. Ketika digunakan untuk mengurangi plak dan radang gusi, timol terbukti lebih efektif bila digunakan dalam kombinasi dengan klorheksidin dibandingkan jika digunakan sendiri. Timol juga merupakan bahan antiseptik aktif dalam beberapa pasta gigi. Timol telah berhasil digunakan untuk mengendalikan tungau varroa dan mencegah fermentasi dan pertumbuhan kapang di koloni lebah. Timol juga digunakan sebagai pestisida yang cepat rusak dan tidak bertahan lama. Timol juga dapat digunakan sebagai disinfektan medis dan disinfektan untuk keperluan umum. Timol juga digunakan dalam produksi mentol melalui hidrogenasi cincin aromatik.

Daftar tumbuhan yang mengandung timol

  • Illicium verum (bunga lawang)
  • Euphrasia rostkoviana
  • Lagoecia cuminoides
  • Monarda didyma
  • Monarda fistulosa
  • Mosla chinensis
  • Ocimum gratissimum (selasih mekah).
  • Origanum compactum
  • Origanum dictamnus
  • Origanum onites
  • Origanum vulgare (oregano)
  • Satureja thymbra
  • Thymus glandulosus
  • Thymus hyemalis
  • Thymus serpyllum
  • Thymus praecox
  • Thymus vulgaris (timi biasa)
  • Thymus zygis
  • Trachyspermum ammi (ajwain)

Toksikologi dan dampak lingkungan

Pada tahun 2009, Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) meninjau literatur penelitian tentang toksikologi dan dampak timol terhadap lingkungan dan menyimpulkan bahwa "timol memiliki potensi toksisitas minimal dan menimbulkan risiko minimal".

Kerusakan lingkungan dan penggunaan sebagai pestisida

Penelitian telah menunjukkan bahwa hidrokarbon monoterpena dan timol khususnya terdegradasi dengan cepat (DT50 16 hari di air, 5 hari di tanah) di lingkungan, dan dengan demikian berisiko rendah karena disipasi cepat dan residu berikatan rendah, mendukung penggunaan timol sebagai bahan pestisida yang menawarkan alternatif yang aman dibandingkan pestisida kimia lain yang lebih persisten yang dapat tersebar di limpasan dan selanjutnya menghasilkan kontaminasi. Meski demikian, baru-baru ini terdapat penelitian mengenai sistem pelepasan berkelanjutan untuk pestisida yang berasal dari tumbuhan, seperti penggunaan polisakarida alami yang bersifat biodegradasi dan biokompatibel.

Status pelengkap

Referensi

Pranala luar

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28088732 (2025-10-17T23:46:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.