Lompat ke isi

Kriolit

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 30 Agustus 2026 03.25 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28034840; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Kriolit (Na3AlF6, natrium heksafluoroaluminat) adalah mineral langka yang pertama kali ditemukan dalam kandungan yang besar di Ivigtût di pesisir barat Greenland, tetapi kandungan ini sudah habis pada tahun 1987.

Mineral ini sebelumnya digunakan dalam proses pembuatan aluminium murni. Kesulitan dalam memisahkan aluminium dari oksigen di dalam bijih oksida (seperti aluminium oksida) dapat dipecahkan dengan mencampur senyawa tersebut dengan kriolit. Kriolit murni akan melebur pada suhu 1012 °C (1285 K) dan pencampuran tersebut akan menurunkan titik lebur aluminium oksida, sehingga aluminium dapat diekstrak dengan lebih mudah dalam proses elektrolisis. Masih dibutuhkan energi dalam jumlah yang besar untuk memanaskan bahan yang diperlukan dan melakukan proses elektrolisis, tetapi penggunaan energinya lebih efisien daripada meleburkan aluminium oksida itu sendiri. Kriolit alami kini sudah terlalu langka untuk digunakan dalam proses tersebut, sehingga natrium aluminium fluorida sintetik kini digunakan; senyawa tersebut dihasilkan dari mineral fluorit.

Kandungan kriolit dilaporkan telah ditemukan di Pikes Peak, Kolorado; Mont Saint-Hilaire, Quebec; dan di Miass, Rusia. Kandungan dalam jumlah yang sedikit juga ditemukan di Brasil, Republik Ceko, Namibia, Norwegia, Ukraina dan beberapa negara bagian di Amerika Serikat.

Kriolit pertama kali dideskripsikan pada tahun 1798 oleh Peder Christian Abildgaard dari Denmark (1740-1801); Namanya berasal dari kata dalam bahasa Yunani κρυος (cryos) yang berarti "es" dan λιθος (lithos) yang berarti "batu". Pennsylvania Salt Manufacturing Company pernah menggunakan kriolit dalam jumlah yang besar untuk membuat natrium hidroksida di Natrona, Pennsylvania, pada abad ke-19 dan ke-20.

Mineral ini kini merupakan mineral yang langka, sehingga kriolit mungkin adalah satu-satunya mineral di Bumi yang pernah ditambang hingga punah dari peredaran komersial.

Referensi


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28034840 (2025-10-16T21:11:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.