Lompat ke isi

Lilin

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 04.09 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Kind en Kaars

Lilin adalah sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat yang mudah terbakar. Sebelum abad ke-19, bahan bakar yang digunakan biasanya adalah lemak sapi (yang banyak mengandung asam stearat). Sekarang yang biasanya digunakan adalah parafin. Sebelum penemuan penerangan listrik, lilin dan lampu minyak biasa digunakan untuk penerangan. Di daerah tanpa listrik, lilin masih digunakan secara rutin sebagai salah satu sumber penerangan. Dengan menyebarnya penerangan listrik, saat ini lilin lebih banyak digunakan untuk keperluan estetika, misalnya perayaan ulang tahun, pewangi ruangan, makan malam yang romantis, tujuan keagamaan atau ritual, penerangan darurat saat listrik padam, dan sebagainya.

Untuk menyalakan lilin, sumber panas yang umumnya berasal dari nyala api atau korek api digunakan untuk menyalakan sumbu lilin yang meleleh dan menguapkan sedikit demi sedikit bahan bakar lilin. Setelah menguap, bahan bakar yang tergabung dengan oksigen di atmosfer membentuk nyala api yang konstan. Nyala api ini memberikan panas yang cukup untuk menjaga lilin tetap menyala hingga bahan bakarnya habis.

Pranala luar

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28038358 (2025-10-16T23:05:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.