Lompat ke isi

Astenosfer

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 18.07 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Astenosfer yang ditunjukkan pada batas subduksi

Astenosfer atau Asthenosphere, adalah lapisan di bawah litosfer dan berada di atas mantel atas Bumi. Nama Astenosfer berasal dari bahasa Yunani, yaitu asthenes yang berarti "lemah" dan sphere yang berarti "lapisan" atau "bulatan". Secara definitif, astenosfer merupakan lapisan yang terletak tepat di bawah litosfer dan menjadi bagian paling lunak dari mantel atas. Lapisan ini berperan penting dalam pergerakan lempeng tektonik serta penyesuaian isotatik. Astenosfer berada pada kedalaman sekitar 100 hingga 700 km di dalam Bumi, menjadikannya zona transisi yang memengaruhi dinamika geologis planet Bumi.[1]

Karakteristik

Terletak di bawah litosfer dengan ketebalan sekitar 2.900 km berupa material cair kental dan berpijar dengan suhu sekitar 3.000 derajat Celcius. Astenosfer adalah campuran dari berbagai bahan bersifat cair, padat, dan gas dengan suhu tinggi.

Lapisan ini kaya dengan silisium, aluminium, dan magnesium, dikenal dengan magma. Wujud cairan magma lebih kental dari cairan aspal, semisolid, dan dapat mengalir. Astenosfer mengalir akibat suhu yang tinggi, dan tekanan yang terjadi sepanjang waktu.[2]

Ciri-ciri Astenosfer, sebagai berikut:[3][4]

  • Lapisan astenosfer terdiri dari bahan batuan yang dibentuk oleh besi dan magnesium silikat.
  • Komposisi kimia pada lapisan ini hampir identik dengan lapisan bawah bumi atau mesosfer.
  • Pada kondisi suhu dan tekanan tertentu di lapisan astenosfer, batuan tersebut bisa menjadi lentur atau elastis.
  • Lapisan ini memiliki ketebalan sekitar 2.900 km.
  • Memiliki suhu sekitar 1.300 derajat celcius.
  • Lapisan ini merupakan campuran dari berbagai bahan yang bersifat cair, padat, dan gas dengan suhu tinggi.
  • Memiliki sifat fisik yang cukup lemah dan kental serta bersifat palstis atau mendekati bentuk cairan kental.
  • Bertanggung jawab untuk mendorong pembaruan dan perluasan dasar laut.
  • Terdapat komponen yang sangat penting yang disebut basal, yang merupakan batuan beku yang melalui proses ekstrusi, mengalir melalui punggung laut.
  • Mudah berubah posisi tanpa mengalami keretakan atau kerusakan struktural, namun membutuhkan waktu yang lama.

Daftar pustaka

  • Donald L. Turcotte and Gerald Schubert. Geodynamics, 2nd ed., Cambridge University Press 2001
  • GEMS Institute of higher education,Nepal.Environment Management Club, Kushal
  • An Introduction to the Solar System; McBride and Gilmour; Cambridge University Press 2004

Pranala luar

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27980893 (2025-10-15T18:28:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.