Lompat ke isi

Busur vulkanik

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 17.38 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26516387; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Busur vulkanik () adalah rantai gunung api yang terbentuk di atas lempeng subduksi, dan memiliki posisi berbentuk busur ketika dilihat dari atas. Gunung berapi lepas pantai membentuk pulau-pulau, menghasilkan busur kepulauan vulkanik. Umumnya, mereka dihasilkan dari subduksi yang terjadi antara lempeng tektonik samudra di bawah lempeng tektonik lainnya, dan sering sejajar dengan palung samudra. Lempeng samudra terjenuhkan dengan air, dan volatil-volatil seperti air secara drastis menurunkan titik lebur mantel bumi. Seiring terjadinya penujaman, lempeng samudra mengalami tekanan yang semakin besar seiring meningkatnya kedalaman. Tekanan mendorong air keluar dari lempeng dan menuju mantel. Disini mantel mencair dan membentuk magma di kedalaman di bagian bawah lempeng yang tertujam. Magma naik membentuk busur gunung api sejajar dengan zona subduksi.

Busur vulkanik berbeda dengan rantai titik panas vulkanik, di mana gunung api-gunung api sering terbentuk bersandingan di tengah lempeng tektonik seiring bergeraknya lempeng menjauhi titik panas, dan dengan begitu derajat umur setiap gunung yang terbentuk ini berurutan.

Ada dua tipe busur vulkanik:

Dalam situasi tertentu, sebuah zona subduksi menunjukkan kedua jenis di atas sepanjang zonanya, yakni sebagai bagian dari lempeng yang menujam di bawah benua dan di bawah lempeng samudra berdekatan.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26516387 (2024-11-12T02:11:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.