Lompat ke isi

Kertas batu

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 22.35 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29085531; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Kertas batu, juga disebut sebagai kertas bioplastik atau kertas mineral, adalah bahan serupa kertas yang kuat dan tahan lama yang dibuat dari kalsium karbonat yang diikat dengan resin polietilen densitas tinggi (HDPE). Mereka digunakan dalam banyak penerapan yang serupa dengan kertas berbasis selulosa.

Sifat

Kertas batu memiliki kisaran kepadatan 1,0-1,6g/cm 3, yang sama atau sedikit lebih tinggi dari kertas biasa, dan teksturnya agak mirip dengan membran luar telur rebus. Bahan ini tidak dapat terbiodegradasi atau dijadikan kompos, tetapi dapat terurai oleh cahaya pada kondisi yang sesuai. Kertas ini terdiri dari sekitar 80% kalsium karbonat, 18% HDPE, dan hingga 2% bahan pelapis.

Karena tidak terbuat dari serat selulosa, kertas batu dapat memiliki permukaan yang lebih halus dibandingkan kebanyakan produk tradisional, sehingga tidak memerlukan pelapisan atau laminasi tambahan. Kalsium karbonat ditambang dari tambang atau diendapkan dari batu kapur. Produksi kertas batu tidak menggunakan asam, pemutih atau pencerah warna. Kertas ini dapat didaur ulang menjadi kertas batu baru, tetapi hanya jika didaur ulang secara terpisah di tempat khusus atau tempat daur ulang/pemrosesan limbah lainnya.

Produk kertas batu kompatibel dengan printer inkjet atau tinta padat (misalnya dalam proses offset, letterpress, gravure, flexographic) namun tidak merespons dengan baik terhadap printer laser bertemperatur sangat tinggi.

Keberlanjutan

Perbandingan telah dilakukan antara kertas batu dan kertas tradisional untuk berbagai penerapan seperti pencetakan buku di Eropa. Jika kertas batu menggantikan stok kertas percetakan grafis yang dilapisi maupun yang tidak dilapisi di Eropa, hal ini berpotensi mengurangi emisi CO₂ sebesar 25% hingga 62%, konsumsi air sebesar 89% hingga 99,2%, dan penggunaan kayu sebesar 100% dibandingkan dengan konsumsi Eropa saat ini, yang sebagian besar dari kertas produksi pertama (virgin paper). Manfaat kertas batu terhadap lingkungan jika dibandingkan dengan kertas daur ulang tidaklah terlalu besar.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29085531 (2026-03-30T02:28:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.