Lompat ke isi

Nilai (etika dan ilmu sosial)

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 04.04 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Nilai adalah sebuah alat yang menunjukkan alasan mendasar bahwa "cara pelaksanaan atau keadaan akhir tertentu lebih disukai secara sosial dibandingkan cara pelaksanaan atau keadaan akhir yang berlawanan."[1] Nilai memuat elemen pertimbangan yang membawa ide-ide seorang individu mengenai hal-hal yang benar, baik, atau diinginkan.[2]

Dengan bahasa sederhana, nilai adalah hal berharga yang harus dijaga setiap insan karena merupakan tolok ukur suatu keputusan dan tindakan akhir.

Pentingnya nilai

Secara umum, nilai memengaruhi sikap dan perilaku.[3]

Jenis-jenis nilai

Rokeach Value Survey

Milton Rokeach menciptakan Rokeach Value Survey.(RVS)[4] RVS terdiri atas dua kumpulan nilai, dengan setiap kumpulan memuat 18 pokok nilai individual.[5] Satu kumpulan, yang disebut nilai terminal, merujuk pada keadaan-keadaan akhir yang diinginkan.[6] Ini adalah tujuan yang ingin dicapai seseorang selama hidupnya.[7] Kumpulan lainnya, disebut dengan nilai instrumental, merujuk pada perilaku atau cara-cara yang lebih disukai untk mencapai nilai terminal.[8]

Kelompok kerja kontemporer

Beberapa analisis baru mengenai nilai kerja telah digabungkan ke dalam empat kelompok yang berusaha mendapatkan nilai unik dari kelompok atau generasi yang berbeda-beda dalam angkatan kerja Amerika Serikat.[9] Nilai memang mengalami perubahan dari generasi ke generasi.[10]

Generasi Boomer adalah kelompok yang lahir setelah perang dunia II ketika para veteran kembali ke keluarga mereka masing-masing dan zaman sudah membaik.[11] Boomers memasuki angkatan kerja dari pertengahan tahun 1960-an sampai pertengahan tahun 1980-an.[12]

Nilai lintas kultur

Kerangka Hofstede untuk menilai kultur

Salah satu pendekatan yang paling banyak digunakan untuk menganalisis variasi kultur dibuat pada akhir tahun 1970-an oleh Geert Hofstede.[13] Hofstede menemukan bahwa manajer dan karyawan memiliki lima dimensi nilai kultur nasional yang berbeda-beda.[14]

Referensi

  1. Robbins, Stephen P. Perilaku Organisasi Buku 1, Jakarta: Salemba Empat, 2007, hal. 146-156.
  2. Robbins, Stephen P. Perilaku Organisasi Buku 1, Jakarta: Salemba Empat, 2007, hal. 146-156.
  3. Meglino dan Ravin. "Individual Value in Organizations," hal. 351-489.
  4. Rokeach, The Nature of Human Value, hal. 6
  5. Rokeach, The Nature of Human Value, hal. 6
  6. Rokeach, The Nature of Human Value, hal. 6
  7. Rokeach, The Nature of Human Value, hal. 6
  8. Rokeach, The Nature of Human Value, hal. 6
  9. Zemke, R. Generation at Work, New York: AMACOM, 1999.hal. 1-10
  10. Smola, K. W. "Generational Differences Revisiting Generational Work Values for the New Millenium," Journal of Organizational Behavior, 2002, hal. 363-382.
  11. Robbins, Stephen P. Perilaku Organisasi Buku 1, Jakarta: Salemba Empat, 2007, hal. 146-156.
  12. Robbins, Stephen P. Perilaku Organisasi Buku 1, Jakarta: Salemba Empat, 2007, hal. 146-156.
  13. Hofstede, G. "Culture Consequencies," Beverly Hills, CA: Sage, 1980, hal. 81-94.
  14. Hofstede, G. "Culture Consequencies," Beverly Hills, CA: Sage, 1980, hal. 81-94.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28051986 (2025-10-17T05:33:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.