Lompat ke isi

Simulasi komputer

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 23 Agustus 2026 03.03 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Typhoon Mawar 2005 computer simulation thumbnail

Simulasi komputer adalah simulasi yang dijalankan oleh satu komputer atau jaringan komputer untuk memperlihatkan sebuah perilaku dari suatu sistem. Simulasi komputer banyak digunakan di hampir semua bidang ilmu seperti matematika, fisika (khususnya fisika komputasi), astrofisika, kimia, biologi, geologi, teknik, ekonomi, psikologi, dan ilmu sosial. Simulasi dari sebuah sistem diwakili oleh model dari sistem tersebut yang dijalankan di komputer sehingga dapat digunakan untuk menggali pengetahuan lebih dalam dan lebih jauh dengan cara yang lebih mudah seperti meramalkan suatu kejadian atau memperkirakan performa dari suatu sistem yang kompleks.[1]

Jenis-jenis simulasi komputer bervariasi dari yang hanya dijalankan selama beberapa menit dalam program komputer sederhana hingga berhari-hari yang dijalankan oleh beberapa komputer yang terhubung. Skala simulasi dapat melebihi apa yang biasa dilakukan permodelan matematika di atas kertas dan dapat menghasilkan sesuatu yang berbeda dari yang diperkirakan sebelumnya.

Pemakaian Simulasi

Contoh permodelan yang ternama yaitu permodelan peperangan padang pasir yang dilakukan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat,[2] deformasi material dengan model 1 miliar atom,[3] permodelan ribosom pada tahun 2005,[4] siklus hidup Mycoplasma genitalium, dan proyek Blue Brain yang menyimulasikan kerja otak manusia.[5]

Simulasi di bidang Fisika

Simulasi dalam bidang fisika misalnya, merupakan metode alternatif sebagai ganti dari sistem eksperimen atau analisis teori seperti halnya dengan penyelesaian secara analitis, penyelesaian numerik memakai persamaan diferensial dan lain-lain. Cara analisis tradisional ini mempunyai kelemahan terutama karena perubahan perubahan parameter sistemnya sangat sukar dilaksanakan, ataupun jika dapat dikerjakan memerlukan proses perhitungan yang panjang dan kompleks. Selain dari itu, banyak sistem dalam bidang fisika yang tidak dapat direpresentasikan dengan menggunakan persamaan yang deterministik sehingga harus digunakan pendekatan angka acak atau random yang sering dikenal sebagai metode Monte Carlo.[6]

Bahan bacan terkait

Referensi

  1. Steven Strogatz. What is your dangerous idea?. HarperCollins. 2007. ISBN 9780061214950.
  2. " "Researchers stage largest Military Simulation ever" , Jet Propulsion Laboratory, Caltech, December 1997,
  3. Molecular Simulation of Macroscopic Phenomena.
  4. "Largest computational biology simulation mimics life's most essential nanomachine" (news), News Release, Nancy Ambrosiano, Los Alamos National Laboratory, Los Alamos, NM, October 2005, LANL-Fuse-story7428 .
  5. "Mission to build a simulated brain begins", project of the institute at the École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL), Switzerland, New Scientist, June 2005.
  6. Pemodelan dan Simulasi dalam Fisika, Hary Gunarto, Pembicara utama pada Pertemuan ilmiah ke V, Himpunan Fisika Indonesia, Semarang 6 Januari 1990.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29439825 (2026-07-10T12:18:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.