Lompat ke isi

Joan Feynman

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 13.52 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29217935; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Joan Feynman () adalah seorang astrofisikawan dan fisikawan antariksa Amerika. Ia memberikan kontribusi pada studi partikel dan medan angin surya, hubungan Matahari-Bumi, dan fisika magnetosfer. Secara khusus, Feynman dikenal karena telah mengembangkan pemahaman tentang asal-usul aurora. Ia juga dikenal karena menciptakan model yang memprediksi jumlah partikel berenergi tinggi yang mungkin menabrak wahana antariksa selama masa pakainya, dan karena mengungkap metode untuk memprediksi siklus bintik matahari.

Kehidupan awal

Feynman dibesarkan di daerah Far Rockaway di Queens, Kota New York, bersama kakak laki-lakinya, Richard Feynman (yang menjadi Hadiah Nobel). Orang tuanya adalah Lucille Feynman (née Phillips), seorang ibu rumah tangga, dan Melville Arthur Feynman, seorang pengusaha. Orang tuanya, keduanya adalah penganut Yahudi Ashkenazi, berasal dari Minsk, Belarus (saat itu di Kekaisaran Rusia) dan Polandia.

Joan adalah anak yang penuh rasa ingin tahu, dan ia menunjukkan minat untuk memahami dunia alam sejak usia dini. Akan tetapi, ibu dan neneknya melarangnya menekuni sains, karena mereka percaya bahwa otak perempuan secara fisik tidak mampu memahami konsep ilmiah yang rumit seperti halnya otak laki-laki. Meskipun demikian, saudara laki-lakinya Richard selalu mendorongnya untuk memiliki rasa ingin tahu terhadap alam semesta. Dialah yang pertama kali memperkenalkan Joan muda pada aurora ketika, suatu malam, dia membujuknya keluar dari tempat tidur untuk menyaksikan cahaya utara berkelap-kelip di atas lapangan golf kosong di dekat rumah mereka. Kemudian, Feynman menemukan kenyamanan dalam buku astronomi yang diberikan kepadanya oleh saudaranya. Ia menjadi yakin bahwa ia sebenarnya dapat mempelajari sains, ketika ia menemukan grafik yang didasarkan pada penelitian astronom Cecilia Payne-Gaposchkin.

Pendidikan

Pada tahun 1948 Feynman mendapatkan gelar sarjana fisika dari Oberlin College. Dia setelahnya Universitas Syracuse, tempat ia mempelajari teori keadaan padat di departemen fisika di bawah bimbingan Melvin Lax. Selama masa kuliahnya, Feynman mengambil cuti setahun untuk tinggal bersama suaminya di Guatemala, di mana mereka mempelajari antropologi masyarakat Maya yang tinggal di sana. Dia adalah rekan penulis, bersama suaminya dan Betty J. Meggers, dari sebuah makalah tahun 1957 tentang antropologi. Feynman akhirnya memperoleh gelar doktor dalam bidang fisika pada tahun 1958. Tesisnya membahas tentang "penyerapan radiasi inframerah dalam kristal dengan struktur kisi tipe berlian". Ia juga menyelesaikan pekerjaan pascadoktoral di Observatorium Geologi Lamont milik Universitas Columbia.

Karier

Joan Feynman menghabiskan sebagian besar kariernya untuk mempelajari interaksi antara angin surya dan magnetosfer Bumi. Saat bekerja di Pusat Penelitian Ames NASA pada tahun 1971, Feynman menemukan bahwa semburan material surya secara berkala yang dikenal sebagai ejeksi massa koronal (CME) surya dapat diidentifikasi dengan keberadaan helium dalam angin surya. Ini merupakan penemuan penting karena, walaupun CME telah dikenal pada saat itu, tetapi hingga saat itu CME sulit dideteksi.

Setelah masa kerjanya di NASA Ames, Feynman pindah ke posisi penelitian di High Altitude Observatory; National Center for Atmospheric Research di Boulder, Colorado; National Science Foundation di Washington, DC; dan Boston College di Massachusetts. Pada tahun 1985 Feynman menerima posisi di Laboratorium Propulsi Jet di Pasadena, California, di sana ia tinggal sampai ia pensiun.

Feynman membuat penemuan penting tentang sifat dan penyebab aurora. Dengan menggunakan data yang dikumpulkan oleh wahana antariksa NASA Explorer 33, ia menunjukkan bahwa kemunculan aurora merupakan hasil interaksi antara magnetosfer Bumi dan medan magnet angin matahari.

Feynman membantu mengembangkan model untuk memperkirakan bahaya lingkungan di lingkungan antariksa setempat. Ejeksi massa koronal berkecepatan tinggi diketahui menyebabkan badai geomagnetik, yang dapat menimbulkan dampak berbahaya bagi wahana antariksa dan manusia di antariksa. Ejeksi massa koronal yang bergerak cepat menyebabkan gelombang kejut dalam angin surya, yang mempercepat partikel surya dan memicu badai geomagnetik saat partikel tersebut tiba di tepi luar magnetosfer Bumi. Sering kali, dimulainya badai tersebut disertai dengan masuknya proton dalam jumlah besar, yang dapat menimbulkan malapetaka pada sistem komunikasi dan aktivitas penerbangan luar angkasa. Model Feynman pada akhirnya membantu para insinyur menentukan fluks partikel berenergi tinggi yang akan memengaruhi wahana antariksa selama masa pakai fungsionalnya. Karyanya dalam bidang ini menghasilkan perkembangan baru yang penting dalam desain pesawat luar angkasa.

Kemudian dalam kariernya, Feynman mempelajari perubahan iklim. Ia sangat tertarik pada peristiwa surya sementara dan variasi siklus surya. Ia mempelajari pengaruh matahari pada pola anomali iklim musim dingin yang dikenal sebagai Osilasi Arktik atau North Annular Mode (NAM). Bersama dengan kolega dan suaminya Alexander Ruzmaikin, ia menemukan bahwa selama periode aktivitas matahari yang lebih rendah, indeks NAM secara sistematis lebih rendah. Periode aktivitas matahari yang rendah tersebut bertepatan dengan periode pendinginan untuk beberapa bagian dunia, misalnya, di Eropa selama Zaman Es Kecil. Feynman dan rekan-rekannya juga menemukan hubungan antara variabilitas matahari dan perubahan iklim pada tingkat air purba di Sungai Nil. Selama periode aktivitas matahari tinggi, kondisi di sekitar Sungai Nil ditemukan lebih kering, dan ketika aktivitas matahari rendah, kondisinya lebih basah.

Pada tahun 1974, Feynman menjadi wanita pertama yang terpilih sebagai pengurus American Geophysical Union (AGU). Ia mengorganisasi sebuah komite AGU yang bertugas memajukan perlakuan yang adil terhadap wanita dalam komunitas geofisika. Feynman merupakan anggota tetap International Astronomical Union. Ia merupakan anggota sejumlah subdivisi IAU, termasuk Divisi E Matahari dan Heliosfer, Divisi G Bintang dan Fisika Bintang, dan Divisi E Komisi 49 Plasma Interplanet dan Heliosfer.

Feynman pensiun dari Laboratorium Propulsi Jet sebagai ilmuwan senior pada tahun 2003. Namun, ia terus bekerja, dan menerbitkan karyanya pada tahun 2009 tentang pengaruh aktivitas matahari terhadap iklim pada milenium pertama.

Selama kariernya, Feynman telah menjadi penulis atau rekan penulis lebih dari 100 publikasi ilmiah. Ia juga menyunting tiga buku ilmiah.

Penghargaan dan kehormatan

Feynman dua kali terpilih sebagai sekretaris Bagian Fisika Surya dan Antarplanet dari Persatuan Geofisika Amerika.

Pada tahun 2002, Feynman dinobatkan sebagai salah satu ilmuwan riset senior elit di Laboratorium Propulsi Jet.

Pada tahun 2000, ia dianugerahi Medali Prestasi Luar Biasa dari NASA.

Kehidupan pribadi

Feynman memiliki seorang putri, Susan Hirshberg, dan dua putra, Charles Hirshberg dan Matt Hirshberg, dari pernikahan pertamanya dengan antropolog Richard Irwin Hirshberg (lahir 1924). Feynman bertemu Hirshberg di Oberlin College, dan mereka menikah pada tahun 1948, berpisah pada tahun 1974, dan kemudian bercerai. Feynman menikah dengan sesama astrofisikawan Alexander Ruzmaikin dari tahun 1987 hingga kematiannya.

Ia meninggal tanggal 21 Juli 2020 pada usia 93 tahun.

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29217935 (2026-05-12T05:26:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.