Lompat ke isi

Geometri molekul: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28446196; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Geometri molekul''' adalah penataan [[atom]] yang menyusun [[molekul]] secara [[tiga dimensi]]. Geometri molekul menentukan beberapa sifat zat termasuk [[reaktivitas (kimia)|reaktivitas]], [[polaritas (fisika)|polaritas]], [[wujud zat]], [[warna]], [[magnetisme]] dan aktivitas biologisnya. Sudut antara ikatan yang membentuk atom hanya bergantung lemah pada molekul tersebut, yaitu, mereka dapat dipahami sebagai sifat lokal dan karenanya dapat dipindahtangankan.
'''Geometri molekul''' adalah penataan [[atom]] yang menyusun [[molekul]] secara [[tiga dimensi]]. Geometri molekul menentukan beberapa sifat zat termasuk [[reaktivitas (kimia)|reaktivitas]], [[polaritas (fisika)|polaritas]], [[wujud zat]], [[warna]], [[magnetisme]] dan aktivitas biologisnya.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Geometri+molekul&oldid=28446196 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Geometri+molekul&oldid=28446196 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Alexandros Chremos. ''When does a branched polymer become a particle?''. ''J. Chem. Phys''. 2015. Vol. 143. hlm. 111104. doi:10.1063/1.4931483.</ref> Sudut antara ikatan yang membentuk atom hanya bergantung lemah pada molekul tersebut, yaitu, mereka dapat dipahami sebagai sifat lokal dan karenanya dapat dipindahtangankan.


== Penentuan ==
== Penentuan ==
Geometri molekuler dapat ditentukan dengan berbagai [[spektroskopi|metode spektroskopi]] dan metode [[difraksi]]. [[Spektroskopi inframerah]], [[spektroskopi rotasi]] dan [[spektroskopi Raman]] dapat memberi informasi mengenai geometri molekul dari detail [[absorbansi]], vibrasi dan rotasi yang terdeteksi oleh teknik ini. [[Kristalografi sinar-X]], [[difraksi neutron]] dan [[difraksi elektron]] dapat memberikan struktur molekul untuk padatan kristal berdasarkan jarak antara inti atom dan konsentrasi [[kerapatan elektron]]. Metode [[difraksi elektron gas]] dapat digunakan untuk molekul kecil dalam fase gas. Metode [[Resonansi magnetik nuklir|NMR]] dan [[Transfer energi resonansi Förster|FRET]] dapat digunakan untuk menentukan informasi pelengkap termasuk jarak relatif,
Geometri molekuler dapat ditentukan dengan berbagai [[spektroskopi|metode spektroskopi]] dan metode [[difraksi]]. [[Spektroskopi inframerah]], [[spektroskopi rotasi]] dan [[spektroskopi Raman]] dapat memberi informasi mengenai geometri molekul dari detail [[absorbansi]], vibrasi dan rotasi yang terdeteksi oleh teknik ini. [[Kristalografi sinar-X]], [[difraksi neutron]] dan [[difraksi elektron]] dapat memberikan struktur molekul untuk padatan kristal berdasarkan jarak antara inti atom dan konsentrasi [[kerapatan elektron]]. Metode [[difraksi elektron gas]] dapat digunakan untuk molekul kecil dalam fase gas. Metode [[Resonansi magnetik nuklir|NMR]] dan [[Transfer energi resonansi Förster|FRET]] dapat digunakan untuk menentukan informasi pelengkap termasuk jarak relatif,<ref>[http://dwb.unl.edu/Teacher/NSF/C08/C08Links/pps99.cryst.bbk.ac.uk/projects/gmocz/fret.htm FRET description].</ref><ref>A Hillisch. ''Recent advances in FRET: distance determination in protein–DNA complexes''. ''Current Opinion in Structural Biology''. 2001. Vol. 11 (2). hlm. 201–207. doi:10.1016/S0959-440X(00)00190-1.</ref><ref>[http://www.fretimaging.org/mcnamaraintro.html FRET imaging introduction].</ref>
sudut dihedral,
sudut dihedral,<ref>[http://www.jonathanpmiller.com/Karplus.html obtaining dihedral angles from 3 J coupling constants].</ref><ref>[http://www.spectroscopynow.com/FCKeditor/UserFiles/File/specNOW/HTML%20files/General_Karplus_Calculator.htm Another Javascript-like NMR coupling constant to dihedral].</ref>


sudut, dan konektivitas. Geometri molekul paling baik ditentukan pada suhu rendah karena pada suhu yang lebih tinggi, struktur molekul dirata-ratakan dengan geometri yang lebih mudah diakses. Molekul yang lebih besar sering ada dalam beberapa geometri stabil ([[isomerisme konformasi]]) yang mendekati energi pada permukaan [[energi potensial]]. Geometri juga dapat dihitung dengan metode [[kimia kuantum]] ''[[ab initio]]'' dengan akurasi tinggi. Geometri molekuler bisa berbeda seperti padatan, dalam larutan, dan sebagai gas.
sudut, dan konektivitas. Geometri molekul paling baik ditentukan pada suhu rendah karena pada suhu yang lebih tinggi, struktur molekul dirata-ratakan dengan geometri yang lebih mudah diakses. Molekul yang lebih besar sering ada dalam beberapa geometri stabil ([[isomerisme konformasi]]) yang mendekati energi pada permukaan [[energi potensial]]. Geometri juga dapat dihitung dengan metode [[kimia kuantum]] ''[[ab initio]]'' dengan akurasi tinggi. Geometri molekuler bisa berbeda seperti padatan, dalam larutan, dan sebagai gas.
Baris 10: Baris 10:


== Isomer ==
== Isomer ==
[[Isomer]] adalah jenis molekul yang memiliki rumus kimia tetapi memiliki geometri yang berbeda, menghasilkan sifat yang sangat berbeda:
[[Isomer]] adalah jenis molekul yang memiliki rumus kimia tetapi memiliki geometri yang berbeda, menghasilkan sifat yang sangat berbeda:


Baris 20: Baris 19:


== Tipe struktur molekul ==
== Tipe struktur molekul ==
Sudut ikatan adalah sudut geometris antara dua ikatan yang berdekatan. Beberapa bentuk umum molekul sederhana meliputi:
Sudut ikatan adalah sudut geometris antara dua ikatan yang berdekatan. Beberapa bentuk umum molekul sederhana meliputi:
* '''[[geometri molekul linear|Linear]]:''' Dalam model linear, atom dihubungkan dalam garis lurus. Sudut ikatan ditetapkan pada 180 °. Misalnya, karbon dioksida dan [[nitrat oksida]] memiliki bentuk molekul linear.
* '''[[geometri molekul linear|Linear]]:''' Dalam model linear, atom dihubungkan dalam garis lurus. Sudut ikatan ditetapkan pada 180 °. Misalnya, karbon dioksida dan [[nitrat oksida]] memiliki bentuk molekul linear.
Baris 27: Baris 25:
* '''[[geometri molekul tetrahedral|Tetrahedral]]:''' ''Tetra-'' menunjukkan empat, dan ''-hedral'' berhubungan dengan muka padatan, sehingga "tetrahedral" berarti "memiliki empat muka". Bentuk ini ditemukan bila terdapat empat ikatan semua pada satu atom pusat, tanpa pasangan [[elektron]] bebas. Sesuai dengan [[teori VSEPR]], sudut ikatan antara ikatan elektron adalah [[fungsi trigonometrik|arccos]](−1/3) = 109.47°. Sebagai contoh, [[metana]] (CH<sub>4</sub>) adalah molekul tetrahedral.
* '''[[geometri molekul tetrahedral|Tetrahedral]]:''' ''Tetra-'' menunjukkan empat, dan ''-hedral'' berhubungan dengan muka padatan, sehingga "tetrahedral" berarti "memiliki empat muka". Bentuk ini ditemukan bila terdapat empat ikatan semua pada satu atom pusat, tanpa pasangan [[elektron]] bebas. Sesuai dengan [[teori VSEPR]], sudut ikatan antara ikatan elektron adalah [[fungsi trigonometrik|arccos]](−1/3) = 109.47°. Sebagai contoh, [[metana]] (CH<sub>4</sub>) adalah molekul tetrahedral.
* '''[[geometri molekul oktahedral|Oktahedral]]:''' ''Okta-'' menunjukkan delapan, dan ''-hedral'' berhubungan dengan muka padatan, jadi "oktahedral" berarti "memiliki delapan muka". Sudut ikatannya adalah 90 derajat. Contohnya, [[belerang heksafluorida]] (SF<sub>6</sub>) adalah suatu molekul oktahedral.
* '''[[geometri molekul oktahedral|Oktahedral]]:''' ''Okta-'' menunjukkan delapan, dan ''-hedral'' berhubungan dengan muka padatan, jadi "oktahedral" berarti "memiliki delapan muka". Sudut ikatannya adalah 90 derajat. Contohnya, [[belerang heksafluorida]] (SF<sub>6</sub>) adalah suatu molekul oktahedral.
* '''[[geometri molekul trigonal piramidal|Trigonal piramidal]]:''' Molekul trigonal piramidal memiliki bentuk [[piramida]] dengan dasar segitiga. Tidak seperti bentuk planar linier dan trigonal tapi mirip dengan orientasi tetrahedral, bentuk piramida memerlukan tiga dimensi untuk memisahkan elektron sepenuhnya. Di sini, hanya ada tiga pasang elektron berikat, meninggalkan satu pasangan tunggal yang tidak dapat dibagikan. Pasangan lonjakan pasang-pasangan diam mengubah sudut ikatan dari sudut tetrahedral ke nilai yang sedikit lebih rendah. Contohnya, [[amonia]] (NH<sub>3</sub>).
* '''[[geometri molekul trigonal piramidal|Trigonal piramidal]]:''' Molekul trigonal piramidal memiliki bentuk [[piramida]] dengan dasar segitiga. Tidak seperti bentuk planar linier dan trigonal tapi mirip dengan orientasi tetrahedral, bentuk piramida memerlukan tiga dimensi untuk memisahkan elektron sepenuhnya. Di sini, hanya ada tiga pasang elektron berikat, meninggalkan satu pasangan tunggal yang tidak dapat dibagikan. Pasangan lonjakan pasang-pasangan diam mengubah sudut ikatan dari sudut tetrahedral ke nilai yang sedikit lebih rendah.<ref>Miessler G.L. and Tarr D.A. ''Inorganic Chemistry'' (2nd ed., Prentice-Hall 1999), pp.57-58</ref> Contohnya, [[amonia]] (NH<sub>3</sub>).


=== Tabel VSEPR ===
=== Tabel VSEPR ===
Sudut ikatan pada tabel di bawah ini adalah sudut ideal dari teori [[teori VSEPR]] yang sederhana, diikuti oleh sudut sebenarnya untuk contoh yang diberikan di kolom berikut dimana ini berbeda. Untuk banyak kasus, seperti trigonal piramidal dan tekuk (bengkok), sudut sebenarnya untuk contoh berbeda dari sudut ideal, tetapi semua contoh berbeda dengan jumlah yang berbeda. Misalnya, sudut H<sub>2</sub>S (92°) berbeda dari sudut tetrahedral H<sub>2</sub>O (104.48°).
Sudut ikatan pada tabel di bawah ini adalah sudut ideal dari teori [[teori VSEPR]] yang sederhana, diikuti oleh sudut sebenarnya untuk contoh yang diberikan di kolom berikut dimana ini berbeda. Untuk banyak kasus, seperti trigonal piramidal dan tekuk (bengkok), sudut sebenarnya untuk contoh berbeda dari sudut ideal, tetapi semua contoh berbeda dengan jumlah yang berbeda. Misalnya, sudut H<sub>2</sub>S (92°) berbeda dari sudut tetrahedral H<sub>2</sub>O (104.48°).
 
{| class="wikitable sortable"
|-
! Pasangan Elektron Ikatan
! Pasangan Elektron Bebas
! Domain elektron (bilangan sterik)
! Bentuk
! Sudut ikatan ideal<br>(sudut ikatan contoh)
! Contoh
! Gambar
|-
| 2
| 0
| 2
| [[geometri molekul linear|linear]]
| 180°
| [[karbon dioksida|CO<sub>2</sub>]]
|
|-
| 3
| 0
| 3
| [[geometri molekul trigonal planar|trigonal planar]]
| 120°
| [[Boron trifluorida|BF<sub>3</sub>]]
|
|-
| 2
| 1
| 3
| [[geometri molekul tekuk|tekuk]]
| 120° (119°)
| [[Sulfur dioksida|SO<sub>2</sub>]]
|
|-
| 4
| 0
| 4
| [[geometri molekul tetrahedral|tetrahedral]]
| 109.5°
| [[metana|CH<sub>4</sub>]]
|
|-
| 3
| 1
| 4
| [[geometri molekul trigonal piramidal|trigonal piramidal]]
| 109.5 (107.8°)
| [[amonia|NH<sub>3</sub>]]
|
|-
| 2
| 2
| 4
| tekuk
| 109.5° (104.48°)<ref>AR Hoy. ''A precise solution of the rotation bending Schrödinger equation for a triatomic molecule with application to the water molecule''. ''Journal of Molecular Spectroscopy''. 1979. Vol. 74. hlm. 1–8. doi:10.1016/0022-2852(79)90019-5.</ref><ref>[http://cccbdb.nist.gov/expangle2.asp?descript=aHOH&all=0 Salinan arsip].</ref>
| [[Air|H<sub>2</sub>O]]
|
|-
| 5
| 0
| 5
| [[geometri molekul trigonal bipiramidal|trigonal bipiramidal]]
| 90°, 120°, 180°
| [[fosfor pentaklorida|PCl<sub>5</sub>]]
|
|-
| 4
| 1
| 5
| [[geometri molekul jungkat-jungkit|jungkat-jungkit]]
| ax–ax 180° (173.1°), <br/> eq–eq 120° (101.6°), <br/>ax–eq 90°
| [[belerang tetrafluorida|SF<sub>4</sub>]]
|
|-
| 3
| 2
| 5
| [[geometri molekul bentuk-T|bentuk-T]]
| 90° (87.5°), 180° (175°)
| [[klorin trifluorida|ClF<sub>3</sub>]]
|
|-
| 2
| 3
| 5
| linear
| 180°
| [[xenon difluorida|XeF<sub>2</sub>]]
|
|-
| 6
| 0
| 6
| [[geometri molekul oktahedral|oktahedral]]
| 90°, 180°
| [[belerang heksafluorida|SF<sub>6</sub>]]
|
|-
| 5
| 1
| 6
| [[geometri molekul persegi piramidal|persegi piramidal]]
| 90° (84.8°)
| [[bromin pentafluorida|BrF<sub>5</sub>]]
|
|-
| 4
| 2
| 6
| [[geometri molekul persegi planar|persegi planar]]
| 90°, 180°
| [[xenon tetrafluorida|XeF<sub>4</sub>]]
|
|-
| 7
| 0
| 7
| [[geometri molekul pentagonal bipiramidal|pentagonal bipiramidal]]
| 90°, 72°, 180°
| [[iodin heptafluorida|IF<sub>7</sub>]]
|
|-
| 6
| 1
| 7
| [[geometri molekul pentagonal piramidal|pentagonal piramidal]]
| 72°, 90°, 144°
| XeOF<sub>5</sub><sup>−</sup>
|
|-
| 5
| 2
| 7
| [[geometri molekul pentagonal planar|pentagonal planar]]
| 72°, 144°
| [[Tetrametilamonium pentafluoroxenat|XeF<sub>5</sub><sup>−</sup>]]
|
|-
| 8
| 0
| 8
| [[geometri molekul persegi antiprismatik|persegi antiprismatik]]
|
| [[Nitrosonium oktafluoroxenat(VI)|XeF<sub>8</sub><sup>2−</sup>]]
|
|-
| 9
| 0
| 9
| [[geometri molekul trigonal prismatik tricapped|trigonal prismatik bertudung-tiga]]
|
| [[Kalium nonahidridorenat|ReH<sub>9</sub><sup>2−</sup>]]
|
|}


== Representasi 3D ==
== Representasi 3D ==
* '''Garis''' atau '''batang''' ('''tongkat/pasak''') – inti atom tidak terwakili, hanya ikatan sebagai batang atau garis. Seperti dalam struktur molekul 2D dari jenis ini, atom tersirat pada setiap simpul.
* '''Garis''' atau '''batang''' ('''tongkat/pasak''') – inti atom tidak terwakili, hanya ikatan sebagai batang atau garis. Seperti dalam struktur molekul 2D dari jenis ini, atom tersirat pada setiap simpul.


:
:{| class=wikitable
|-
|
|
|
|
|}


* '''Plot kerapatan elektron''' – menunjukkan kepadatan elektron yang ditentukan baik [[kristalografi|secara kristalografis]] atau menggunakan [[mekanika kuantum]] daripada atom atau ikatan yang berbeda.
* '''Plot kerapatan elektron''' – menunjukkan kepadatan elektron yang ditentukan baik [[kristalografi|secara kristalografis]] atau menggunakan [[mekanika kuantum]] daripada atom atau ikatan yang berbeda.
:
:{| class=wikitable
|-
|
|
|}
* '''Bola-dan-pasak''' – inti atom diwakili oleh bola dan ikatan sebagai pasak (batang).
* '''Bola-dan-pasak''' – inti atom diwakili oleh bola dan ikatan sebagai pasak (batang).
:
:{| class=wikitable
|-
|
|
|
|
|}
* [[Model ruang terisi]] atau [[model CPK]] (juga sebuah [[pewarnaan CPK|skema pewarnaan atom]] dalam representasi) – molekul diwakili oleh bidang yang tumpang tindih yang mewakili atom.
* [[Model ruang terisi]] atau [[model CPK]] (juga sebuah [[pewarnaan CPK|skema pewarnaan atom]] dalam representasi) – molekul diwakili oleh bidang yang tumpang tindih yang mewakili atom.


:
:{| class=wikitable
|-
|
|
|
|
|}
* '''Kartun''' – Representasi yang digunakan untuk protein di mana loop, lembar beta, heliks alfa diwakili secara diagram dan tidak ada atom atau ikatan yang diwakili secara eksplisit hanya tulang punggung protein sebagai pipa halus.
* '''Kartun''' – Representasi yang digunakan untuk protein di mana loop, lembar beta, heliks alfa diwakili secara diagram dan tidak ada atom atau ikatan yang diwakili secara eksplisit hanya tulang punggung protein sebagai pipa halus.
:
:{| class=wikitable
|-
|
|
|
|
|}
Semakin besar jumlah pasangan tunggal yang terkandung dalam molekul semakin kecil sudut antara atom molekul itu. [[Teori VSEPR]] meramalkan bahwa pasangan tunggal menolak satu sama lain, sehingga mendorong atom yang berbeda menjauh darinya.
Semakin besar jumlah pasangan tunggal yang terkandung dalam molekul semakin kecil sudut antara atom molekul itu. [[Teori VSEPR]] meramalkan bahwa pasangan tunggal menolak satu sama lain, sehingga mendorong atom yang berbeda menjauh darinya.


Baris 59: Baris 237:
* [[Struktur kimia]]
* [[Struktur kimia]]
* [[Struktur kristal]]
* [[Struktur kristal]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
Baris 67: Baris 242:
* [http://www.xtal.iqfr.csic.es/Cristalografia/index-en.html Visualisasi 3D Geometri Molekul menggunakan Kristal]  Visualisasi struktur molekul menggunakan kristalografi.
* [http://www.xtal.iqfr.csic.es/Cristalografia/index-en.html Visualisasi 3D Geometri Molekul menggunakan Kristal]  Visualisasi struktur molekul menggunakan kristalografi.


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Geometri+molekul&oldid=28446196 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28446196 (2025-11-13T05:36:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Geometri+molekul&oldid=28446196 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28446196 (2025-11-13T05:36:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 13.58

Geometri molekul adalah penataan atom yang menyusun molekul secara tiga dimensi. Geometri molekul menentukan beberapa sifat zat termasuk reaktivitas, polaritas, wujud zat, warna, magnetisme dan aktivitas biologisnya.[1][2][3] Sudut antara ikatan yang membentuk atom hanya bergantung lemah pada molekul tersebut, yaitu, mereka dapat dipahami sebagai sifat lokal dan karenanya dapat dipindahtangankan.

Penentuan

Geometri molekuler dapat ditentukan dengan berbagai metode spektroskopi dan metode difraksi. Spektroskopi inframerah, spektroskopi rotasi dan spektroskopi Raman dapat memberi informasi mengenai geometri molekul dari detail absorbansi, vibrasi dan rotasi yang terdeteksi oleh teknik ini. Kristalografi sinar-X, difraksi neutron dan difraksi elektron dapat memberikan struktur molekul untuk padatan kristal berdasarkan jarak antara inti atom dan konsentrasi kerapatan elektron. Metode difraksi elektron gas dapat digunakan untuk molekul kecil dalam fase gas. Metode NMR dan FRET dapat digunakan untuk menentukan informasi pelengkap termasuk jarak relatif,[4][5][6] sudut dihedral,[7][8]

sudut, dan konektivitas. Geometri molekul paling baik ditentukan pada suhu rendah karena pada suhu yang lebih tinggi, struktur molekul dirata-ratakan dengan geometri yang lebih mudah diakses. Molekul yang lebih besar sering ada dalam beberapa geometri stabil (isomerisme konformasi) yang mendekati energi pada permukaan energi potensial. Geometri juga dapat dihitung dengan metode kimia kuantum ab initio dengan akurasi tinggi. Geometri molekuler bisa berbeda seperti padatan, dalam larutan, dan sebagai gas.

Posisi masing-masing atom ditentukan oleh sifat ikatan kimia yang dengannya terhubung ke atom tetangganya. Geometri molekul dapat digambarkan oleh posisi atom-atom ini dalam ruang, yang meningkatkan panjang ikatan dari dua atom yang bergabung, sudut ikatan dari tiga atom yang terhubung, dan sudut torsi (sudut dihedral) dari tiga ikatan tersebut.

Isomer

Isomer adalah jenis molekul yang memiliki rumus kimia tetapi memiliki geometri yang berbeda, menghasilkan sifat yang sangat berbeda:

  • Suatu zat murni terdiri dari hanya satu jenis isomer dari molekul (semuanya memiliki struktur geometris yang sama).
  • Isomer struktural memiliki rumus kimia yang sama namun pengaturan fisiknya berbeda, sering membentuk geometri molekul alternatif dengan sifat yang sangat berbeda. Atom tidak terikat (terhubung) bersamaan dalam urutan yang sama.
    • Isomer fungsional adalah jenis khusus isomer struktural, di mana beberapa kelompok atom menunjukkan jenis perilaku khusus, seperti eter atau alkohol.
  • Stereoisomer mungkin memiliki banyak sifat fisikokimia serupa (titik leleh, titik didih) dan pada saat yang sama aktivitas biokimia yang sangat berbeda. Ini karena mereka menunjukkan kiralitas yang biasa ditemukan dalam sistem kehidupan. Salah satu manifestasi dari kiralitas ini adalah bahwa mereka memiliki kemampuan untuk memutar cahaya terpolarisasi ke arah yang berbeda.
  • Pelipatan protein menyangkut geometri kompleks dan isomer yang berbeda yang dapat dimiliki protein.

Tipe struktur molekul

Sudut ikatan adalah sudut geometris antara dua ikatan yang berdekatan. Beberapa bentuk umum molekul sederhana meliputi:

  • Linear: Dalam model linear, atom dihubungkan dalam garis lurus. Sudut ikatan ditetapkan pada 180 °. Misalnya, karbon dioksida dan nitrat oksida memiliki bentuk molekul linear.
  • Trigonal planar: Molekul dengan bentuk planar trigonal agak segitiga dan dalam satu bidang. Akibatnya, sudut ikatan ditetapkan pada 120°. Misalnya, boron trifluorida.
  • Tekuk: Molekul menekuk atau sudutnya memiliki bentuk non linear. Misalnya, air (H2O), yang memiliki sudut sekitar 105°. Molekul air memiliki dua pasang elektron berpasangan dan dua pasangan elektron bebas.
  • Tetrahedral: Tetra- menunjukkan empat, dan -hedral berhubungan dengan muka padatan, sehingga "tetrahedral" berarti "memiliki empat muka". Bentuk ini ditemukan bila terdapat empat ikatan semua pada satu atom pusat, tanpa pasangan elektron bebas. Sesuai dengan teori VSEPR, sudut ikatan antara ikatan elektron adalah arccos(−1/3) = 109.47°. Sebagai contoh, metana (CH4) adalah molekul tetrahedral.
  • Oktahedral: Okta- menunjukkan delapan, dan -hedral berhubungan dengan muka padatan, jadi "oktahedral" berarti "memiliki delapan muka". Sudut ikatannya adalah 90 derajat. Contohnya, belerang heksafluorida (SF6) adalah suatu molekul oktahedral.
  • Trigonal piramidal: Molekul trigonal piramidal memiliki bentuk piramida dengan dasar segitiga. Tidak seperti bentuk planar linier dan trigonal tapi mirip dengan orientasi tetrahedral, bentuk piramida memerlukan tiga dimensi untuk memisahkan elektron sepenuhnya. Di sini, hanya ada tiga pasang elektron berikat, meninggalkan satu pasangan tunggal yang tidak dapat dibagikan. Pasangan lonjakan pasang-pasangan diam mengubah sudut ikatan dari sudut tetrahedral ke nilai yang sedikit lebih rendah.[9] Contohnya, amonia (NH3).

Tabel VSEPR

Sudut ikatan pada tabel di bawah ini adalah sudut ideal dari teori teori VSEPR yang sederhana, diikuti oleh sudut sebenarnya untuk contoh yang diberikan di kolom berikut dimana ini berbeda. Untuk banyak kasus, seperti trigonal piramidal dan tekuk (bengkok), sudut sebenarnya untuk contoh berbeda dari sudut ideal, tetapi semua contoh berbeda dengan jumlah yang berbeda. Misalnya, sudut H2S (92°) berbeda dari sudut tetrahedral H2O (104.48°).

Pasangan Elektron Ikatan Pasangan Elektron Bebas Domain elektron (bilangan sterik) Bentuk Sudut ikatan ideal
(sudut ikatan contoh)
Contoh Gambar
2 0 2 linear 180° CO2
3 0 3 trigonal planar 120° BF3
2 1 3 tekuk 120° (119°) SO2
4 0 4 tetrahedral 109.5° CH4
3 1 4 trigonal piramidal 109.5 (107.8°) NH3
2 2 4 tekuk 109.5° (104.48°)[10][11] H2O
5 0 5 trigonal bipiramidal 90°, 120°, 180° PCl5
4 1 5 jungkat-jungkit ax–ax 180° (173.1°),
eq–eq 120° (101.6°),
ax–eq 90°
SF4
3 2 5 bentuk-T 90° (87.5°), 180° (175°) ClF3
2 3 5 linear 180° XeF2
6 0 6 oktahedral 90°, 180° SF6
5 1 6 persegi piramidal 90° (84.8°) BrF5
4 2 6 persegi planar 90°, 180° XeF4
7 0 7 pentagonal bipiramidal 90°, 72°, 180° IF7
6 1 7 pentagonal piramidal 72°, 90°, 144° XeOF5
5 2 7 pentagonal planar 72°, 144° XeF5
8 0 8 persegi antiprismatik XeF82−
9 0 9 trigonal prismatik bertudung-tiga ReH92−

Representasi 3D

  • Garis atau batang (tongkat/pasak) – inti atom tidak terwakili, hanya ikatan sebagai batang atau garis. Seperti dalam struktur molekul 2D dari jenis ini, atom tersirat pada setiap simpul.
  • Bola-dan-pasak – inti atom diwakili oleh bola dan ikatan sebagai pasak (batang).
  • Kartun – Representasi yang digunakan untuk protein di mana loop, lembar beta, heliks alfa diwakili secara diagram dan tidak ada atom atau ikatan yang diwakili secara eksplisit hanya tulang punggung protein sebagai pipa halus.

Semakin besar jumlah pasangan tunggal yang terkandung dalam molekul semakin kecil sudut antara atom molekul itu. Teori VSEPR meramalkan bahwa pasangan tunggal menolak satu sama lain, sehingga mendorong atom yang berbeda menjauh darinya.

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  3. Alexandros Chremos. When does a branched polymer become a particle?. J. Chem. Phys. 2015. Vol. 143. hlm. 111104. doi:10.1063/1.4931483.
  4. FRET description.
  5. A Hillisch. Recent advances in FRET: distance determination in protein–DNA complexes. Current Opinion in Structural Biology. 2001. Vol. 11 (2). hlm. 201–207. doi:10.1016/S0959-440X(00)00190-1.
  6. FRET imaging introduction.
  7. obtaining dihedral angles from 3 J coupling constants.
  8. Another Javascript-like NMR coupling constant to dihedral.
  9. Miessler G.L. and Tarr D.A. Inorganic Chemistry (2nd ed., Prentice-Hall 1999), pp.57-58
  10. AR Hoy. A precise solution of the rotation bending Schrödinger equation for a triatomic molecule with application to the water molecule. Journal of Molecular Spectroscopy. 1979. Vol. 74. hlm. 1–8. doi:10.1016/0022-2852(79)90019-5.
  11. Salinan arsip.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28446196 (2025-11-13T05:36:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.