Lompat ke isi

Aturan Pauling: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25763890; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Aturan Pauling''' adalah lima aturan yang dipublikasikan oleh [[Linus Pauling]] pada tahun 1929 untuk [[Perkiraan struktur kristal|memperkirakan]] rasionalisasi [[struktur kristal]] [[senyawa ionik]].
'''Aturan Pauling''' adalah lima aturan yang dipublikasikan oleh [[Linus Pauling]] pada tahun 1929 untuk [[Perkiraan struktur kristal|memperkirakan]] rasionalisasi [[struktur kristal]] [[senyawa ionik]].<ref>Pauling, Linus. ''The principles determining the structure of complex ionic crystals''. ''J. Am. Chem. Soc''. 1929. Vol. 51 (4). hlm. 1010–1026. doi:10.1021/ja01379a006.</ref><ref>Linus Pauling. [https://archive.org/details/natureofchemical00paul The nature of the chemical bond and the structure of molecules and crystals; an introduction to modern structural chemistry]. Cornell University Press. 1960. hlm. [https://archive.org/details/natureofchemical00paul/page/543 543–562]. ISBN 0-8014-0333-2.</ref>


== Aturan pertama: aturan perbandingan jari-jari ==
== Aturan pertama: aturan perbandingan jari-jari ==
Untuk padatan ionik biasa, [[kation]] lebih kecil daripada [[anion]], dan masing-masing kation dikelilingi oleh anion [[Kompleks (kimia)|terkoordinasi]] dengan bentuk [[poliherdron]]. Jumlah [[jari-jari ion]] menentukan jarak kation-anion, sementara [[rasio jari-jari kation-anion]] <math>r_+ / r_-</math> (atau <math>r_c / r_a</math>) menentukan [[bilangan koordinasi]] (B.K.) kation, begitu juga bentuk polihedron terkoordinasi dari anionnya.
Untuk padatan ionik biasa, [[kation]] lebih kecil daripada [[anion]], dan masing-masing kation dikelilingi oleh anion [[Kompleks (kimia)|terkoordinasi]] dengan bentuk [[poliherdron]]. Jumlah [[jari-jari ion]] menentukan jarak kation-anion, sementara [[rasio jari-jari kation-anion]] <math>r_+ / r_-</math> (atau <math>r_c / r_a</math>) menentukan [[bilangan koordinasi]] (B.K.) kation, begitu juga bentuk polihedron terkoordinasi dari anionnya.<ref>Pauling (1960) p.524</ref><ref>Housecroft C.E. and Sharpe A.G. ''Inorganic Chemistry'' (2nd ed., Pearson Prentice-Hall 2005) p.145</ref>


Untuk bilangan koordinasi dan polihendron yang sesuai dengan tabel di bawah, Pauling menurunkan secara matematis perbandingan jari-jari ''minimum'' yaitu kondisi kation bersentuhan dengan sejumlah anion (anggap saja ion sebagai bola kaku. Jika kation lebih kecil, ia tidak akan bersentuhan dengan anion sehingga menyebabkan ketakstabilan yang memicu penurunan bilangan koordinasi.
Untuk bilangan koordinasi dan polihendron yang sesuai dengan tabel di bawah, Pauling menurunkan secara matematis perbandingan jari-jari ''minimum'' yaitu kondisi kation bersentuhan dengan sejumlah anion (anggap saja ion sebagai bola kaku. Jika kation lebih kecil, ia tidak akan bersentuhan dengan anion sehingga menyebabkan ketakstabilan yang memicu penurunan bilangan koordinasi.


{| class="wikitable"
|+Polihedron dan perbandingan jari-jari miniumum untuk masing-masing bilangan koordinasi
! B.K.!! Polihedron !! Rasio jari-jari
|-
| 3 ||[[Struktur molekul trigonal planar|segitiga]]||0,155
|-
| 4 ||[[Struktur molekul tetrahedron|tetrahedron]]||0,225
|-
| 6 ||[[Geometri molekul oktahedral|oktahedron]]||0,414
|-
| 7 ||oktahedron bertudung||0,592
|-
| 8 || (antikubus)||0,645
|-
| 8 ||[[kubus]]||0,732
|-
| 9 ||[[Struktur molekul prisma trigonal bertudung-tiga|prisma trigonal bertudung-tiga]]||0,732
|-
| 12|| ||1,00
|}


Tiga diagram di sebelah kanan sesuai dengan koordinasi oktahedral dengan bilangan koordinasi enam: empat anion pada bidang diagram, dan dua (tidak ditampilkan) di atas dan di bawah bidang ini. Pusat diagram menunjukkan perbandingan jari-jari minimal. Kation dan dua anion membentuk [[segitiga siku-siku]], dengan <math>2r_- = \sqrt 2(r_- + r_+)</math>, atau <math>\sqrt 2 r_- = r_- + r_+</math>. Kemudian <math>r_+ = (\sqrt 2 - 1)r_- = 0.414 r_-</math>. Bukti geometris yang serupa menghasilkan perbandingan jari-jari minimum untuk kasus B.K. yang sangat simetris = 3, 4 dan 8.
Tiga diagram di sebelah kanan sesuai dengan koordinasi oktahedral dengan bilangan koordinasi enam: empat anion pada bidang diagram, dan dua (tidak ditampilkan) di atas dan di bawah bidang ini. Pusat diagram menunjukkan perbandingan jari-jari minimal. Kation dan dua anion membentuk [[segitiga siku-siku]], dengan <math>2r_- = \sqrt 2(r_- + r_+)</math>, atau <math>\sqrt 2 r_- = r_- + r_+</math>. Kemudian <math>r_+ = (\sqrt 2 - 1)r_- = 0.414 r_-</math>. Bukti geometris yang serupa menghasilkan perbandingan jari-jari minimum untuk kasus B.K. yang sangat simetris = 3, 4 dan 8.<ref>Toofan J. (1994) J. Chem. Educ. 71 (9), 147 (and Erratum p.749) ''A Simple Expression between Critical Radius Ratio and Coordination Numbers''</ref>


 
Untuk B.K. = 6 dan perbandingan jari-jari lebih besar daripada minimum, kristal lebih stabil karena kation masih bersentuhan dengan keenam anion, tetapi anion menjadi lebih jauh satu sama lain sehingga gaya tolak mereka berkurang. Suatu oktahedron kemudian dapat membentuk perbandingan jari-jari lebih besar dari atau sama dengan 0,414; tetapi perbandingannya naik di atas 0,732; geometri kubik menjadi lebih stabil. Ini menjelaskan alasan Na<sup>+</sup> dalam NaCl dengan perbandingan jari-jari 0,55 memiliki koordinasi oktahedral, sementara Cs<sup>+</sup> dalam CsCl dengan perbandingan jari-jari 0,93 memiliki koordinasi kubik.<ref>R.H. Petrucci, W.S. Harwood and F.G. Herring, General Chemistry (8th ed., Prentice-Hall 2002) p.518</ref>
Untuk B.K. = 6 dan perbandingan jari-jari lebih besar daripada minimum, kristal lebih stabil karena kation masih bersentuhan dengan keenam anion, tetapi anion menjadi lebih jauh satu sama lain sehingga gaya tolak mereka berkurang. Suatu oktahedron kemudian dapat membentuk perbandingan jari-jari lebih besar dari atau sama dengan 0,414; tetapi perbandingannya naik di atas 0,732; geometri kubik menjadi lebih stabil. Ini menjelaskan alasan Na<sup>+</sup> dalam NaCl dengan perbandingan jari-jari 0,55 memiliki koordinasi oktahedral, sementara Cs<sup>+</sup> dalam CsCl dengan perbandingan jari-jari 0,93 memiliki koordinasi kubik.


Jika perbandingan jari-jari kurang dari minimum, dua anion akan cenderung untuk terpisah dan empat sisanya akan menata ulang menjadi geometri tetrahedral sehingga mereka tetap dapat menyentuh kation.
Jika perbandingan jari-jari kurang dari minimum, dua anion akan cenderung untuk terpisah dan empat sisanya akan menata ulang menjadi geometri tetrahedral sehingga mereka tetap dapat menyentuh kation.


Aturan perbandingan jari-jari adalah aproksimasi pertama yang telah berhasil memperkirakan bilangan koordinasi, tetapi banyak perkecualian yang muncul.
Aturan perbandingan jari-jari adalah aproksimasi pertama yang telah berhasil memperkirakan bilangan koordinasi, tetapi banyak perkecualian yang muncul.<ref>Housecroft C.E. and Sharpe A.G. ''Inorganic Chemistry'' (2nd ed., Pearson Prentice-Hall 2005) p.145</ref>


== Aturan kedua: aturan valensi elektrostatis ==
== Aturan kedua: aturan valensi elektrostatis ==
 
Untuk kation tertentu, Pauling mendefinisikan<ref>Linus Pauling. [https://archive.org/details/natureofchemical00paul The nature of the chemical bond and the structure of molecules and crystals; an introduction to modern structural chemistry]. Cornell University Press. 1960. hlm. [https://archive.org/details/natureofchemical00paul/page/543 543–562]. ISBN 0-8014-0333-2.</ref> ''kekuatan ikatan elektrostatis'' untuk masing-masing anion terkoordinasi sebagai <math>s = \frac{z}{\nu}</math>, dengan <math>z</math> adalah muatan kation dan <math>\nu</math> adalah bilangan koordinasi kation. Struktur ionik yang stabil disusun untuk mempertahankan ''elektronetralitas lokal'', sehinga jumlah kekuatan ikatan elektrostatis terhadap anion sama dengan [[Muatan listrik|muatan]] pada anion tersebut.
Untuk kation tertentu, Pauling mendefinisikan ''kekuatan ikatan elektrostatis'' untuk masing-masing anion terkoordinasi sebagai <math>s = \frac{z}{\nu}</math>, dengan <math>z</math> adalah muatan kation dan <math>\nu</math> adalah bilangan koordinasi kation. Struktur ionik yang stabil disusun untuk mempertahankan ''elektronetralitas lokal'', sehinga jumlah kekuatan ikatan elektrostatis terhadap anion sama dengan [[Muatan listrik|muatan]] pada anion tersebut.


:<math> \xi = \sum_{i} s_i </math>
:<math> \xi = \sum_{i} s_i </math>
Baris 24: Baris 42:
dengan <math> \xi </math> adalah muatan anion dan penjumlahan adalah pada kation yang berdekatan. Untuk padatan sederhana, <math> s_i </math> sama untuk seluruh kation terkoordinasi terhadap anion tertentu, sehingga bilangan koordinasi anion adalah muatan anion dibagi dengan masing-masing kekuatan ikatan elektrostatis. Beberapa contoh diberikan dalam tabel berikut.
dengan <math> \xi </math> adalah muatan anion dan penjumlahan adalah pada kation yang berdekatan. Untuk padatan sederhana, <math> s_i </math> sama untuk seluruh kation terkoordinasi terhadap anion tertentu, sehingga bilangan koordinasi anion adalah muatan anion dibagi dengan masing-masing kekuatan ikatan elektrostatis. Beberapa contoh diberikan dalam tabel berikut.


{| class="wikitable"
|+Cation dengan ion oksida O<sup>2<nowiki>−</nowiki></sup>
! Kation !! Rasio raidus|| B.K. kation || Kekuatan ikatan
elektrostatis
! B.K. anion
|-
| Li<sup>+</sup> || 0,34||4|| 0,25||8
|-
| Mg<sup>2+</sup> || 0,47||6||0,33||6
|-
| Sc<sup>3+</sup> ||0,60|| 6||0,5||4
|}


Pauling menunjukkan bahwa aturan ini berguna dalam membatasi struktur yang mungkin, demi memperhatikan kristal yang lebih kompleks seperti mineral [[aluminosilikat]] [[ortoklas]], , dengan tiga kation yang berbeda.
Pauling menunjukkan bahwa aturan ini berguna dalam membatasi struktur yang mungkin, demi memperhatikan kristal yang lebih kompleks seperti mineral [[aluminosilikat]] [[ortoklas]], , dengan tiga kation yang berbeda.<ref>Linus Pauling. [https://archive.org/details/natureofchemical00paul The nature of the chemical bond and the structure of molecules and crystals; an introduction to modern structural chemistry]. Cornell University Press. 1960. hlm. [https://archive.org/details/natureofchemical00paul/page/543 543–562]. ISBN 0-8014-0333-2.</ref>


== Aturan ketiga: berbagi sudut, tepi, dan muka polihedron ==
== Aturan ketiga: berbagi sudut, tepi, dan muka polihedron ==
Berbagi tepi dan terutama muka oleh dua anion polihedron menurunkan stabilitas struktur ionik. Berbagi sudut tidak mengurangi stabilitas, jadi (misalnya) oktahedron dapat berbagi sudut satu sama lain.
Berbagi tepi dan terutama muka oleh dua anion polihedron menurunkan stabilitas struktur ionik. Berbagi sudut tidak mengurangi stabilitas, jadi (misalnya) oktahedron dapat berbagi sudut satu sama lain.<ref>Pauling (1960) p.559</ref>


Penurunan stabilitas ini disebabkan oleh kenyataan bahwa berbagi tepi dan muka menempatkan kation dalam jarak yang lebih dekat satu sama lain, sehingga tolakan elektrostatik kation-kation meningkat. Efeknya terbesar untuk kation dengan muatan tinggi dan B.K. rendah (terutama ketika <math>\frac{r_+}{r_-}</math> mendekati batas bawah stabilitas polihedral).
Penurunan stabilitas ini disebabkan oleh kenyataan bahwa berbagi tepi dan muka menempatkan kation dalam jarak yang lebih dekat satu sama lain, sehingga tolakan elektrostatik kation-kation meningkat. Efeknya terbesar untuk kation dengan muatan tinggi dan B.K. rendah (terutama ketika <math>\frac{r_+}{r_-}</math> mendekati batas bawah stabilitas polihedral).


Sebagai satu contoh, Pauling mempertimbangkan tiga bentuk mineral [[titanium dioksida]], masing-masing dengan bilangan koordinasi 6 untuk kation Ti<sup>4+</sup>. Bentuk yang paling stabil (dan paling melimpah) adalah [[rutile]], yang memiliki pengaturan koordinasi oktahedron sehingga masing-masing hanya berbagi dua sisi (tidak muka) dengan oktahedron yang berdampingan. Dua lainnya, yang kurang stabil, membentuk [[brookite]] dan [[anatase]], yang masing-masing oktahedronnya berbagi empat sisi dengan oktahedron yang berdampingan.
Sebagai satu contoh, Pauling mempertimbangkan tiga bentuk mineral [[titanium dioksida]], masing-masing dengan bilangan koordinasi 6 untuk kation Ti<sup>4+</sup>. Bentuk yang paling stabil (dan paling melimpah) adalah [[rutile]], yang memiliki pengaturan koordinasi oktahedron sehingga masing-masing hanya berbagi dua sisi (tidak muka) dengan oktahedron yang berdampingan. Dua lainnya, yang kurang stabil, membentuk [[brookite]] dan [[anatase]], yang masing-masing oktahedronnya berbagi empat sisi dengan oktahedron yang berdampingan.<ref>Pauling (1960) p.559</ref>


== Aturan keempat: kristal yang mengandung kation yang berbeda ==
== Aturan keempat: kristal yang mengandung kation yang berbeda ==
 
Dalam suatu [[kristal]] yang mengandung kation yang berbeda, mereka yang memiliki [[valensi]] tinggi dan bilangan koordinasi kecil cenderung tidak berbagi unsur polihedron.<ref>Pauling (1960), p.561</ref> Aturan ini cenderung meningkatkan jarak antara kation bermuatan tinggi, untuk mengurangi tolakan elektrostatis di antara mereka.
Dalam suatu [[kristal]] yang mengandung kation yang berbeda, mereka yang memiliki [[valensi]] tinggi dan bilangan koordinasi kecil cenderung tidak berbagi unsur polihedron. Aturan ini cenderung meningkatkan jarak antara kation bermuatan tinggi, untuk mengurangi tolakan elektrostatis di antara mereka.


Salah satu contoh Pauling adalah [[olivine]], , dengan M adalah campuran Mg<sup>2+</sup> pada beberapa situs dan Fe<sup>2+</sup> pada situs lainnya. Strukturnya mengandung tetrahedral SiO<sub>4</sub> yang berbeda yang tidak berbagi oksigen sama sekali (di sudut, sisi atau muka). Kation Mg<sup>2+</sup> dan Fe<sup>2+</sup> yang lebih rendah valensinya dikelilingi oleh polihedron sehingga berbagi oksigen.
Salah satu contoh Pauling adalah [[olivine]], , dengan M adalah campuran Mg<sup>2+</sup> pada beberapa situs dan Fe<sup>2+</sup> pada situs lainnya. Strukturnya mengandung tetrahedral SiO<sub>4</sub> yang berbeda yang tidak berbagi oksigen sama sekali (di sudut, sisi atau muka). Kation Mg<sup>2+</sup> dan Fe<sup>2+</sup> yang lebih rendah valensinya dikelilingi oleh polihedron sehingga berbagi oksigen.
Baris 44: Baris 73:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aturan+Pauling&oldid=25763890 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25763890 (2024-05-28T04:30:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aturan+Pauling&oldid=25763890 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25763890 (2024-05-28T04:30:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 14.00

Aturan Pauling adalah lima aturan yang dipublikasikan oleh Linus Pauling pada tahun 1929 untuk memperkirakan rasionalisasi struktur kristal senyawa ionik.[1][2]

Aturan pertama: aturan perbandingan jari-jari

Untuk padatan ionik biasa, kation lebih kecil daripada anion, dan masing-masing kation dikelilingi oleh anion terkoordinasi dengan bentuk poliherdron. Jumlah jari-jari ion menentukan jarak kation-anion, sementara rasio jari-jari kation-anion r+/r (atau rc/ra) menentukan bilangan koordinasi (B.K.) kation, begitu juga bentuk polihedron terkoordinasi dari anionnya.[3][4]

Untuk bilangan koordinasi dan polihendron yang sesuai dengan tabel di bawah, Pauling menurunkan secara matematis perbandingan jari-jari minimum yaitu kondisi kation bersentuhan dengan sejumlah anion (anggap saja ion sebagai bola kaku. Jika kation lebih kecil, ia tidak akan bersentuhan dengan anion sehingga menyebabkan ketakstabilan yang memicu penurunan bilangan koordinasi.

Polihedron dan perbandingan jari-jari miniumum untuk masing-masing bilangan koordinasi
B.K. Polihedron Rasio jari-jari
3 segitiga 0,155
4 tetrahedron 0,225
6 oktahedron 0,414
7 oktahedron bertudung 0,592
8 (antikubus) 0,645
8 kubus 0,732
9 prisma trigonal bertudung-tiga 0,732
12 1,00

Tiga diagram di sebelah kanan sesuai dengan koordinasi oktahedral dengan bilangan koordinasi enam: empat anion pada bidang diagram, dan dua (tidak ditampilkan) di atas dan di bawah bidang ini. Pusat diagram menunjukkan perbandingan jari-jari minimal. Kation dan dua anion membentuk segitiga siku-siku, dengan 2r=2(r+r+), atau 2r=r+r+. Kemudian r+=(21)r=0.414r. Bukti geometris yang serupa menghasilkan perbandingan jari-jari minimum untuk kasus B.K. yang sangat simetris = 3, 4 dan 8.[5]

Untuk B.K. = 6 dan perbandingan jari-jari lebih besar daripada minimum, kristal lebih stabil karena kation masih bersentuhan dengan keenam anion, tetapi anion menjadi lebih jauh satu sama lain sehingga gaya tolak mereka berkurang. Suatu oktahedron kemudian dapat membentuk perbandingan jari-jari lebih besar dari atau sama dengan 0,414; tetapi perbandingannya naik di atas 0,732; geometri kubik menjadi lebih stabil. Ini menjelaskan alasan Na+ dalam NaCl dengan perbandingan jari-jari 0,55 memiliki koordinasi oktahedral, sementara Cs+ dalam CsCl dengan perbandingan jari-jari 0,93 memiliki koordinasi kubik.[6]

Jika perbandingan jari-jari kurang dari minimum, dua anion akan cenderung untuk terpisah dan empat sisanya akan menata ulang menjadi geometri tetrahedral sehingga mereka tetap dapat menyentuh kation.

Aturan perbandingan jari-jari adalah aproksimasi pertama yang telah berhasil memperkirakan bilangan koordinasi, tetapi banyak perkecualian yang muncul.[7]

Aturan kedua: aturan valensi elektrostatis

Untuk kation tertentu, Pauling mendefinisikan[8] kekuatan ikatan elektrostatis untuk masing-masing anion terkoordinasi sebagai s=zν, dengan z adalah muatan kation dan ν adalah bilangan koordinasi kation. Struktur ionik yang stabil disusun untuk mempertahankan elektronetralitas lokal, sehinga jumlah kekuatan ikatan elektrostatis terhadap anion sama dengan muatan pada anion tersebut.

ξ=isi

dengan ξ adalah muatan anion dan penjumlahan adalah pada kation yang berdekatan. Untuk padatan sederhana, si sama untuk seluruh kation terkoordinasi terhadap anion tertentu, sehingga bilangan koordinasi anion adalah muatan anion dibagi dengan masing-masing kekuatan ikatan elektrostatis. Beberapa contoh diberikan dalam tabel berikut.

Cation dengan ion oksida O2−
Kation Rasio raidus B.K. kation Kekuatan ikatan

elektrostatis

B.K. anion
Li+ 0,34 4 0,25 8
Mg2+ 0,47 6 0,33 6
Sc3+ 0,60 6 0,5 4

Pauling menunjukkan bahwa aturan ini berguna dalam membatasi struktur yang mungkin, demi memperhatikan kristal yang lebih kompleks seperti mineral aluminosilikat ortoklas, , dengan tiga kation yang berbeda.[9]

Aturan ketiga: berbagi sudut, tepi, dan muka polihedron

Berbagi tepi dan terutama muka oleh dua anion polihedron menurunkan stabilitas struktur ionik. Berbagi sudut tidak mengurangi stabilitas, jadi (misalnya) oktahedron dapat berbagi sudut satu sama lain.[10]

Penurunan stabilitas ini disebabkan oleh kenyataan bahwa berbagi tepi dan muka menempatkan kation dalam jarak yang lebih dekat satu sama lain, sehingga tolakan elektrostatik kation-kation meningkat. Efeknya terbesar untuk kation dengan muatan tinggi dan B.K. rendah (terutama ketika r+r mendekati batas bawah stabilitas polihedral).

Sebagai satu contoh, Pauling mempertimbangkan tiga bentuk mineral titanium dioksida, masing-masing dengan bilangan koordinasi 6 untuk kation Ti4+. Bentuk yang paling stabil (dan paling melimpah) adalah rutile, yang memiliki pengaturan koordinasi oktahedron sehingga masing-masing hanya berbagi dua sisi (tidak muka) dengan oktahedron yang berdampingan. Dua lainnya, yang kurang stabil, membentuk brookite dan anatase, yang masing-masing oktahedronnya berbagi empat sisi dengan oktahedron yang berdampingan.[11]

Aturan keempat: kristal yang mengandung kation yang berbeda

Dalam suatu kristal yang mengandung kation yang berbeda, mereka yang memiliki valensi tinggi dan bilangan koordinasi kecil cenderung tidak berbagi unsur polihedron.[12] Aturan ini cenderung meningkatkan jarak antara kation bermuatan tinggi, untuk mengurangi tolakan elektrostatis di antara mereka.

Salah satu contoh Pauling adalah olivine, , dengan M adalah campuran Mg2+ pada beberapa situs dan Fe2+ pada situs lainnya. Strukturnya mengandung tetrahedral SiO4 yang berbeda yang tidak berbagi oksigen sama sekali (di sudut, sisi atau muka). Kation Mg2+ dan Fe2+ yang lebih rendah valensinya dikelilingi oleh polihedron sehingga berbagi oksigen.

Aturan kelima: aturan parsimoni

Jumlah jenis konstituen yang bebeda secara esensial dalam kristal cenderung kecil. Satuan yang berulang akan cenderung identik karena masing-masing atom dalam struktur adalah paling stabil dalam lingkungan tertentu. Mungkin terdapat dua atau tiga jenis polihedron seperti tetrahedron atau oktahedron, tetapi tidak akan terlalu banyak.

Referensi

  1. Pauling, Linus. The principles determining the structure of complex ionic crystals. J. Am. Chem. Soc. 1929. Vol. 51 (4). hlm. 1010–1026. doi:10.1021/ja01379a006.
  2. Linus Pauling. The nature of the chemical bond and the structure of molecules and crystals; an introduction to modern structural chemistry. Cornell University Press. 1960. hlm. 543–562. ISBN 0-8014-0333-2.
  3. Pauling (1960) p.524
  4. Housecroft C.E. and Sharpe A.G. Inorganic Chemistry (2nd ed., Pearson Prentice-Hall 2005) p.145
  5. Toofan J. (1994) J. Chem. Educ. 71 (9), 147 (and Erratum p.749) A Simple Expression between Critical Radius Ratio and Coordination Numbers
  6. R.H. Petrucci, W.S. Harwood and F.G. Herring, General Chemistry (8th ed., Prentice-Hall 2002) p.518
  7. Housecroft C.E. and Sharpe A.G. Inorganic Chemistry (2nd ed., Pearson Prentice-Hall 2005) p.145
  8. Linus Pauling. The nature of the chemical bond and the structure of molecules and crystals; an introduction to modern structural chemistry. Cornell University Press. 1960. hlm. 543–562. ISBN 0-8014-0333-2.
  9. Linus Pauling. The nature of the chemical bond and the structure of molecules and crystals; an introduction to modern structural chemistry. Cornell University Press. 1960. hlm. 543–562. ISBN 0-8014-0333-2.
  10. Pauling (1960) p.559
  11. Pauling (1960) p.559
  12. Pauling (1960), p.561

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25763890 (2024-05-28T04:30:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.