Lompat ke isi

Persamaan keadaan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29494250; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Carnot_heat_engine_2.svg|thumb|right|280px|Carnot heat engine 2]]
Di dalam [[fisika]] dan [[termodinamika]], '''persamaan keadaan''' adalah persamaan termodinamika yang menggambarkan keadaan materi di bawah seperangkat kondisi fisika. Persamaan keadaan adalah sebuah [[persamaan konstitutif]] yang menyediakan hubungan matematik antara dua atau lebih [[fungsi keadaan]] yang berhubungan dengan materi, seperti [[temperatur]], [[tekanan]], [[volume]] dan [[energi dalam]]. Persamaan keadaan berguna dalam menggambarkan sifat-sifat [[fluida]], campuran fluida, [[padat]]an, dan bahkan bagian dalam [[bintang]].
Di dalam [[fisika]] dan [[termodinamika]], '''persamaan keadaan''' adalah persamaan termodinamika yang menggambarkan keadaan materi di bawah seperangkat kondisi fisika. Persamaan keadaan adalah sebuah [[persamaan konstitutif]] yang menyediakan hubungan matematik antara dua atau lebih [[fungsi keadaan]] yang berhubungan dengan materi, seperti [[temperatur]], [[tekanan]], [[volume]] dan [[energi dalam]]. Persamaan keadaan berguna dalam menggambarkan sifat-sifat [[fluida]], campuran fluida, [[padat]]an, dan bahkan bagian dalam [[bintang]].


Baris 6: Baris 8:


== Sejarah ==
== Sejarah ==
=== Hukum Boyle (1662) ===
=== Hukum Boyle (1662) ===
Hukum Boyle mungkin adalah pernyataan paling awal dari persamaan keadaan. Pada 1662, fisikawan dan kimiawan ternama Irlandia, [[Robert Boyle]], melakukan serangkaian percobaan menggunakan tabung gelas bentuk-J yang ujung bagian pendeknya tertutup. [[Air raksa]] ditambahkan ke dalam tabung, memerangkap sejumlah tetap gas di ujung tabung yang pendek dan tertutup. Kemudian perubahan volume gas diukur dengan teliti seiring ditambahkannya air raksa sedikit demi sedikit ke dalam tabung. Tekanan gas kemudian dapat ditentukan dengan menghitung perbedaan ketinggian air raksa di bagian pendek tabung yang tertutup dan bagian panjang tabung yang terbuka. Melalui percobaan ini, Boyle mencatat bahwa perubahan volume gas berbanding terbalik dengan tekanan. Bentuk matematikanya dapat dituliskan sebagai berikut:
Hukum Boyle mungkin adalah pernyataan paling awal dari persamaan keadaan. Pada 1662, fisikawan dan kimiawan ternama Irlandia, [[Robert Boyle]], melakukan serangkaian percobaan menggunakan tabung gelas bentuk-J yang ujung bagian pendeknya tertutup. [[Air raksa]] ditambahkan ke dalam tabung, memerangkap sejumlah tetap gas di ujung tabung yang pendek dan tertutup. Kemudian perubahan volume gas diukur dengan teliti seiring ditambahkannya air raksa sedikit demi sedikit ke dalam tabung. Tekanan gas kemudian dapat ditentukan dengan menghitung perbedaan ketinggian air raksa di bagian pendek tabung yang tertutup dan bagian panjang tabung yang terbuka. Melalui percobaan ini, Boyle mencatat bahwa perubahan volume gas berbanding terbalik dengan tekanan. Bentuk matematikanya dapat dituliskan sebagai berikut:


:<math>{\ pV = \text{konstan}}</math>
:<math>{\ pV = \text{konstan}}</math>  


Persamaan di atas juga dapat dihubungkan dengan [[Edme Mariotte]] dan kadang disebut sebagai '''Hukum Mariotte'''. Namun pekerjaan Mariotte tidak dipublikasikan hingga tahun [[1676]].
Persamaan di atas juga dapat dihubungkan dengan [[Edme Mariotte]] dan kadang disebut sebagai '''Hukum Mariotte'''. Namun pekerjaan Mariotte tidak dipublikasikan hingga tahun [[1676]].


=== Hukum Charles atau Hukum Charles dan Gay-Lussac (1787) ===
=== Hukum Charles atau Hukum Charles dan Gay-Lussac (1787) ===
Pada 1787, fisikawan Prancis, [[Jacques Charles]] menemukan bahwa oksigen, nitrogen, hidrogen, [[karbon dioksida]], dan udara memuai ke tingkat yang sama pada interval temperatur yang sama, pada lebih dari 80 kelvin. Kemudian, pada [[1802]], [[Joseph Louis Gay-Lussac]] memublikasikan hasil percobaan yang sama, mengindikasikan adanya hubungan linear antara volume dan temperatur:
Pada 1787, fisikawan Prancis, [[Jacques Charles]] menemukan bahwa oksigen, nitrogen, hidrogen, [[karbon dioksida]], dan udara memuai ke tingkat yang sama pada interval temperatur yang sama, pada lebih dari 80 kelvin. Kemudian, pada [[1802]], [[Joseph Louis Gay-Lussac]] memublikasikan hasil percobaan yang sama, mengindikasikan adanya hubungan linear antara volume dan temperatur:


Baris 22: Baris 21:


=== Hukum tekanan parsial Dalton (1801) ===
=== Hukum tekanan parsial Dalton (1801) ===
[[Hukum Dalton|Hukum Tekanan Parsial Dalton]]:
[[Hukum Dalton|Hukum Tekanan Parsial Dalton]]:
Tekanan sebuah campuran gas adalah sama dengan jumlah tekanan masing-masing gas penyusunnya.
Tekanan sebuah campuran gas adalah sama dengan jumlah tekanan masing-masing gas penyusunnya.
Baris 32: Baris 30:
:<math>P_{total} = \sum_{i=1}^n p_i</math>
:<math>P_{total} = \sum_{i=1}^n p_i</math>
=== Hukum gas ideal (1834) ===
=== Hukum gas ideal (1834) ===
Pada 1834 [[Émile Clapeyron]] menggabungkan Hukum Boyle dan [[Hukum Charles]] ke dalam pernyataan pertama ''hukum gas ideal''. Awalnya hukum tersebut dirumuskan sebagai <math>pV_m = R(T_C + 267)</math> (dengan temperatur dinyatakan dalam derajat [[Celsius]]). Namun, pekerjaan lanjutan mengungkapkan bahwa angka tersebut sebenarnya mendekati 273,2, dan skala Celsius didefinisikan dengan 0&nbsp;°C = 273,15 K, memberikan:
Pada 1834 [[Émile Clapeyron]] menggabungkan Hukum Boyle dan [[Hukum Charles]] ke dalam pernyataan pertama ''hukum gas ideal''. Awalnya hukum tersebut dirumuskan sebagai <math>pV_m = R(T_C + 267)</math> (dengan temperatur dinyatakan dalam derajat [[Celsius]]). Namun, pekerjaan lanjutan mengungkapkan bahwa angka tersebut sebenarnya mendekati 273,2, dan skala Celsius didefinisikan dengan 0&nbsp;°C = 273,15 K, memberikan:


Baris 38: Baris 35:


=== Persamaan keadaan Van der Waals ===
=== Persamaan keadaan Van der Waals ===
 
Pada 1873, J. D. van der Waals memperkenalkan [[persamaan van der Waals|persamaan keadaan]] pertama yang diturunkan dengan asumsi sebuah volume terbatas yang ditempati oleh molekul gas penyusun.<ref>van der Waals, J. D. ''On the Continuity of the Gaseous and Liquid States (doctoral dissertation)''. Universiteit Leiden. 1873.</ref> Persamaan baru tersebut merevolusi studi mengenai persamaan keadaan, dan makin dikenalkan melalui persamaan keadaan Redlich-Kwong dan modifikasi Soave pada Redlich-Kwong.
Pada 1873, J. D. van der Waals memperkenalkan [[persamaan van der Waals|persamaan keadaan]] pertama yang diturunkan dengan asumsi sebuah volume terbatas yang ditempati oleh molekul gas penyusun. Persamaan baru tersebut merevolusi studi mengenai persamaan keadaan, dan makin dikenalkan melalui persamaan keadaan Redlich-Kwong dan modifikasi Soave pada Redlich-Kwong.


== Contoh-contoh persamaan keadaan ==
== Contoh-contoh persamaan keadaan ==
Pada persamaan-persamaan di bawah ini, variabel-variabel didefinisikan sebagai berikut:
Pada persamaan-persamaan di bawah ini, variabel-variabel didefinisikan sebagai berikut:


Baris 53: Baris 48:


=== Hukum gas ideal klasik ===
=== Hukum gas ideal klasik ===
Hukum gas ideal klasik dapat dituliskan sebagai berikut:
Hukum gas ideal klasik dapat dituliskan sebagai berikut:


Baris 64: Baris 58:
di mana <math>\rho</math> adalah [[Massa jenis|kerapatan]], <math>\gamma</math> indeks adiabatik, dan <math display="inline">e</math> energi dalam. Bentuk terakhir adalah murni dalam suku-suku kuantitas intensif dan berguna ketika menyimulasikan [[persamaan Euler]] karena mengekspresikan hubungan antara energi dalam dan bentuk-bentuk energi lain (seperti [[energi kinetik]]), sehingga memperkenankan simulasi untuk mematuhi Hukum Pertama.
di mana <math>\rho</math> adalah [[Massa jenis|kerapatan]], <math>\gamma</math> indeks adiabatik, dan <math display="inline">e</math> energi dalam. Bentuk terakhir adalah murni dalam suku-suku kuantitas intensif dan berguna ketika menyimulasikan [[persamaan Euler]] karena mengekspresikan hubungan antara energi dalam dan bentuk-bentuk energi lain (seperti [[energi kinetik]]), sehingga memperkenankan simulasi untuk mematuhi Hukum Pertama.


== Catatan kaki ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Persamaan+keadaan&oldid=29494250 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29494250 (2026-07-25T17:44:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Persamaan+keadaan&oldid=29494250 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29494250 (2026-07-25T17:44:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 14.11

Carnot heat engine 2

Di dalam fisika dan termodinamika, persamaan keadaan adalah persamaan termodinamika yang menggambarkan keadaan materi di bawah seperangkat kondisi fisika. Persamaan keadaan adalah sebuah persamaan konstitutif yang menyediakan hubungan matematik antara dua atau lebih fungsi keadaan yang berhubungan dengan materi, seperti temperatur, tekanan, volume dan energi dalam. Persamaan keadaan berguna dalam menggambarkan sifat-sifat fluida, campuran fluida, padatan, dan bahkan bagian dalam bintang.

Penggunaan paling umum dari sebuah persamaan keadaan adalah dalam memprediksi keadaan gas dan cairan. Salah satu persamaan keadaan paling sederhana dalam penggunaan ini adalah hukum gas ideal, yang cukup akurat dalam memprediksi keadaan gas pada tekanan rendah dan temperatur tinggi. Namun, persamaan ini menjadi semakin tidak akurat pada tekanan yang makin tinggi dan temperatur yang makin rendah, dan gagal dalam memprediksi kondensasi dari gas menjadi cairan. Namun, sejumlah persamaan keadaan yang lebih akurat telah dikembangkan untuk berbagai macam gas dan cairan. Saat ini, tidak ada persamaan keadaan tunggal yang dapat dengan akurat memperkirakan sifat-sifat semua zat pada semua kondisi.

Selain memprediksi kelakuan gas dan cairan, terdapat juga beberapa persamaan keadaan dalam memperkirakan volume padatan, termasuk transisi padatan dari satu keadaan kristal ke keadaan kristal lainnya. Terdapat juga persamaan-persamaan yang memodelkan bagian dalam bintang, termasuk bintang netron. Konsep yang juga berhubungan adalah mengenai fluida sempurna di dalam persamaan keadaan yang digunakan di dalam kosmologi.

Sejarah

Hukum Boyle (1662)

Hukum Boyle mungkin adalah pernyataan paling awal dari persamaan keadaan. Pada 1662, fisikawan dan kimiawan ternama Irlandia, Robert Boyle, melakukan serangkaian percobaan menggunakan tabung gelas bentuk-J yang ujung bagian pendeknya tertutup. Air raksa ditambahkan ke dalam tabung, memerangkap sejumlah tetap gas di ujung tabung yang pendek dan tertutup. Kemudian perubahan volume gas diukur dengan teliti seiring ditambahkannya air raksa sedikit demi sedikit ke dalam tabung. Tekanan gas kemudian dapat ditentukan dengan menghitung perbedaan ketinggian air raksa di bagian pendek tabung yang tertutup dan bagian panjang tabung yang terbuka. Melalui percobaan ini, Boyle mencatat bahwa perubahan volume gas berbanding terbalik dengan tekanan. Bentuk matematikanya dapat dituliskan sebagai berikut:

 pV=konstan

Persamaan di atas juga dapat dihubungkan dengan Edme Mariotte dan kadang disebut sebagai Hukum Mariotte. Namun pekerjaan Mariotte tidak dipublikasikan hingga tahun 1676.

Hukum Charles atau Hukum Charles dan Gay-Lussac (1787)

Pada 1787, fisikawan Prancis, Jacques Charles menemukan bahwa oksigen, nitrogen, hidrogen, karbon dioksida, dan udara memuai ke tingkat yang sama pada interval temperatur yang sama, pada lebih dari 80 kelvin. Kemudian, pada 1802, Joseph Louis Gay-Lussac memublikasikan hasil percobaan yang sama, mengindikasikan adanya hubungan linear antara volume dan temperatur:

V1T1=V2T2

Hukum tekanan parsial Dalton (1801)

Hukum Tekanan Parsial Dalton: Tekanan sebuah campuran gas adalah sama dengan jumlah tekanan masing-masing gas penyusunnya.

Secara matematik, hal ini dapat direpresentasikan untuk n jenis gas, berlaku:

 Ptotal=p1+p2++pn

atau

Ptotal=i=1npi

Hukum gas ideal (1834)

Pada 1834 Émile Clapeyron menggabungkan Hukum Boyle dan Hukum Charles ke dalam pernyataan pertama hukum gas ideal. Awalnya hukum tersebut dirumuskan sebagai pVm=R(TC+267) (dengan temperatur dinyatakan dalam derajat Celsius). Namun, pekerjaan lanjutan mengungkapkan bahwa angka tersebut sebenarnya mendekati 273,2, dan skala Celsius didefinisikan dengan 0 °C = 273,15 K, memberikan:

 pVm=R(TC+273,15)

Persamaan keadaan Van der Waals

Pada 1873, J. D. van der Waals memperkenalkan persamaan keadaan pertama yang diturunkan dengan asumsi sebuah volume terbatas yang ditempati oleh molekul gas penyusun.[1] Persamaan baru tersebut merevolusi studi mengenai persamaan keadaan, dan makin dikenalkan melalui persamaan keadaan Redlich-Kwong dan modifikasi Soave pada Redlich-Kwong.

Contoh-contoh persamaan keadaan

Pada persamaan-persamaan di bawah ini, variabel-variabel didefinisikan sebagai berikut:

  • P = tekanan
  • V = volume
  • n = jumlah mol zat
  • Vm=Vn = volume molar, yaitu volume 1 mol gas atau cairan
  • T = temperatur dalam Kelvin
  • R = tetapan gas ideal (8,314472JmolK)

Hukum gas ideal klasik

Hukum gas ideal klasik dapat dituliskan sebagai berikut:

PV=nRT

Hukum gas ideal dapat juga diekspresikan sebagai berikut:

P=ρ(γ1)e

di mana ρ adalah kerapatan, γ indeks adiabatik, dan e energi dalam. Bentuk terakhir adalah murni dalam suku-suku kuantitas intensif dan berguna ketika menyimulasikan persamaan Euler karena mengekspresikan hubungan antara energi dalam dan bentuk-bentuk energi lain (seperti energi kinetik), sehingga memperkenankan simulasi untuk mematuhi Hukum Pertama.

Referensi

  1. van der Waals, J. D. On the Continuity of the Gaseous and Liquid States (doctoral dissertation). Universiteit Leiden. 1873.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29494250 (2026-07-25T17:44:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.