Kesesatan formal: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29209569; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Dalam logika dan [[Logika filosofis|filsafat]], '''kesesatan formal''', '''kesesatan deduktif''', '''kesesatan berpikir''' atau '''non sequitur''' (; ) adalah pola [[Akal|penalaran]] yang [[validitas (logika)|tidak valid]] dan disebabkan oleh kecacatan pada struktur logika yang dapat diekspresikan dalam sistem logika standar, seperti [[Kalkulus proposisional|logika proposisional]]. Kesesatan formal didefinisikan sebagai [[argumentasi]] [[Metode deduksi|deduktif]] yang tidak valid. Argumentasinya sendiri dapat memiliki [[premis|premis-premis]] yang bernilai benar, tetapi tetap memiliki [[Konsekuensi logis|kesimpulan]] yang salah. Dengan demikian, kesesatan formal adalah suatu [[kesesatan]] yang deduksinya salah, sehingga bukan lagi merupakan proses [[Logika|logis]]. Hal ini mungkin tidak memengaruhi kebenaran dari kesimpulan, sebab validitas dan kebenaran merupakan hal yang terpisah dalam logika formal. | Dalam logika dan [[Logika filosofis|filsafat]], '''kesesatan formal''', '''kesesatan deduktif''', '''kesesatan berpikir''' atau '''non sequitur'''<ref>Stephen F. Barker. ''The Elements of Logic''. McGraw-Hill. 2003. hlm. 160–169. ISBN 0-07-283235-5.</ref> (; ) adalah pola [[Akal|penalaran]] yang [[validitas (logika)|tidak valid]] dan disebabkan oleh kecacatan pada struktur logika yang dapat diekspresikan dalam sistem logika standar, seperti [[Kalkulus proposisional|logika proposisional]].<ref>Harry J. Gensler. [https://archive.org/details/atozoflogic0000gens The A to Z of Logic]. Rowman & Littlefield. 2010. hlm. [https://archive.org/details/atozoflogic0000gens/page/74 74]. ISBN 9780810875968.</ref> Kesesatan formal didefinisikan sebagai [[argumentasi]] [[Metode deduksi|deduktif]] yang tidak valid. Argumentasinya sendiri dapat memiliki [[premis|premis-premis]] yang bernilai benar, tetapi tetap memiliki [[Konsekuensi logis|kesimpulan]] yang salah.<ref>Michael Labossiere. [https://nizkor.org/features/fallacies Description of Fallacies]. Nizkor Project. 1995.</ref> Dengan demikian, kesesatan formal adalah suatu [[kesesatan]] yang deduksinya salah, sehingga bukan lagi merupakan proses [[Logika|logis]]. Hal ini mungkin tidak memengaruhi kebenaran dari kesimpulan, sebab validitas dan kebenaran merupakan hal yang terpisah dalam logika formal. | ||
Walaupun suatu argumen logis merupakan ''non sequitur'' [[jika dan hanya jika]] argumen tersebut tidak valid, istilah "non sequitur" sering kali merujuk kepada jenis argumentasi tidak valid yang tidak membentuk kesesatan formal yang tercakup dalam istilah-istilah tertentu (misalnya [[membenarkan konsekuensi]]). Dengan kata lain, dalam penerapannya, istilah "non sequitur" merujuk kepada suatu kesesatan formal tanpa nama. | Walaupun suatu argumen logis merupakan ''non sequitur'' [[jika dan hanya jika]] argumen tersebut tidak valid, istilah "non sequitur" sering kali merujuk kepada jenis argumentasi tidak valid yang tidak membentuk kesesatan formal yang tercakup dalam istilah-istilah tertentu (misalnya [[membenarkan konsekuensi]]). Dengan kata lain, dalam penerapannya, istilah "non sequitur" merujuk kepada suatu kesesatan formal tanpa nama. | ||
| Baris 16: | Baris 16: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kesesatan+formal&oldid=29209569 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29209569 (2026-05-10T06:31:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kesesatan+formal&oldid=29209569 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29209569 (2026-05-10T06:31:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 14.12
Dalam logika dan filsafat, kesesatan formal, kesesatan deduktif, kesesatan berpikir atau non sequitur[1] (; ) adalah pola penalaran yang tidak valid dan disebabkan oleh kecacatan pada struktur logika yang dapat diekspresikan dalam sistem logika standar, seperti logika proposisional.[2] Kesesatan formal didefinisikan sebagai argumentasi deduktif yang tidak valid. Argumentasinya sendiri dapat memiliki premis-premis yang bernilai benar, tetapi tetap memiliki kesimpulan yang salah.[3] Dengan demikian, kesesatan formal adalah suatu kesesatan yang deduksinya salah, sehingga bukan lagi merupakan proses logis. Hal ini mungkin tidak memengaruhi kebenaran dari kesimpulan, sebab validitas dan kebenaran merupakan hal yang terpisah dalam logika formal.
Walaupun suatu argumen logis merupakan non sequitur jika dan hanya jika argumen tersebut tidak valid, istilah "non sequitur" sering kali merujuk kepada jenis argumentasi tidak valid yang tidak membentuk kesesatan formal yang tercakup dalam istilah-istilah tertentu (misalnya membenarkan konsekuensi). Dengan kata lain, dalam penerapannya, istilah "non sequitur" merujuk kepada suatu kesesatan formal tanpa nama.
Salah satu kasus khusus dari kesesatan formal adalah kesesatan matematis, yaitu bukti matematis yang bersifat tidak valid secara sengaja, sering kali dikarenakan kesalahan yang samar dan tersembunyi. Kesesatan matematis dibuat dan didemonstrasikan untuk tujuan edukasi, biasanya dalam bentuk bukti palsu yang memuat suatu kontradiksi yang jelas.
Kekeliruan formal berbeda dengan kekeliruan informal yang mungkin memiliki bentuk logis yang valid, namun tidak sehat karena satu atau lebih premis salah. Sebuah kekeliruan formal, bagaimanapun, mungkin memiliki premis yang benar, tetapi kesimpulan yang salah.
Taksonomi
Analytika Protera adalah catatan Aristoteles tentang penalaran deduktif dan silogisme. Kesalahan logika Aristoteles standar adalah:
- Kekeliruan empat istilah ( Quaternio terminorum ),
- Kekeliruan dari tengah yang tidak terdistribusi,
- Kekeliruan proses terlarang istilah mayor atau minor,
- Kesimpulan afirmatif dari premis negatif.
Referensi
- ↑ Stephen F. Barker. The Elements of Logic. McGraw-Hill. 2003. hlm. 160–169. ISBN 0-07-283235-5.
- ↑ Harry J. Gensler. The A to Z of Logic. Rowman & Littlefield. 2010. hlm. 74. ISBN 9780810875968.
- ↑ Michael Labossiere. Description of Fallacies. Nizkor Project. 1995.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29209569 (2026-05-10T06:31:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.