Lompat ke isi

Ekonofisika: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28588324; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 2: Baris 2:


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Minat fisikawan dalam [[ilmu sosial]] bukanlah hal baru; [[Daniel Bernoulli]], sebagai contoh, adalah pencetus preferensi berbasis utilitas. Salah satu pendiri [[teori ekonomi neoklasik]], mantan Profesor Ekonomi Universitas Yale [[Irving Fisher]], awalnya dididik oleh fisikawan Yale terkenal, [[Josiah Willard Gibbs]]. Demikian juga [[Jan Tinbergen]], yang memenangkan [[Hadiah Nobel Ekonomi]] pertama pada tahun 1969 atas pengembangan dan penerapan model dinamis untuk analisis proses ekonomi, belajar fisika dengan [[Paul Ehrenfest]] di [[Universitas Leiden]].
Minat fisikawan dalam [[ilmu sosial]] bukanlah hal baru; [[Daniel Bernoulli]], sebagai contoh, adalah pencetus preferensi berbasis utilitas. Salah satu pendiri [[teori ekonomi neoklasik]], mantan Profesor Ekonomi Universitas Yale [[Irving Fisher]], awalnya dididik oleh fisikawan Yale terkenal, [[Josiah Willard Gibbs]].<ref>[http://www.yaleeconomicreview.com/issues/2006_spring/financephysical.html Yale Economic Review, Retrieved October-25-09].</ref> Demikian juga [[Jan Tinbergen]], yang memenangkan [[Hadiah Nobel Ekonomi]] pertama pada tahun 1969 atas pengembangan dan penerapan model dinamis untuk analisis proses ekonomi, belajar fisika dengan [[Paul Ehrenfest]] di [[Universitas Leiden]].


Ekonofisika dimulai pada pertengahan 1990-an oleh beberapa fisikawan yang bekerja di subbidang [[mekanika statistika]]. Merasa kurang puas dengan penjelasan dan pendekatan ekonom tradisional - yang biasanya memprioritaskan pendekatan yang disederhanakan demi solusi model teoretis atas kesepakatan dengan data empiris - mereka menerapkan alat dan metode dari ilmu fisika, pertama untuk mencoba untuk mencocokkan data keuangan, kemudian menjelaskan fenomena ekonomi secara lebih umum.
Ekonofisika dimulai pada pertengahan 1990-an oleh beberapa fisikawan yang bekerja di subbidang [[mekanika statistika]]. Merasa kurang puas dengan penjelasan dan pendekatan ekonom tradisional - yang biasanya memprioritaskan pendekatan yang disederhanakan demi solusi model teoretis atas kesepakatan dengan data empiris - mereka menerapkan alat dan metode dari ilmu fisika, pertama untuk mencoba untuk mencocokkan data keuangan, kemudian menjelaskan fenomena ekonomi secara lebih umum.
Baris 8: Baris 8:
Salah satu kekuatan pendorong di balik ekonofisika yang muncul saat ini adalah ketersediaan sejumlah besar data keuangan secara tiba-tiba, mulai tahun 1980-an. Terlihat jelas bahwa metode analisis tradisional tidak cukup memadai - metode ekonomi standar berkaitan dengan agen homogen dan keseimbangan (ekuilibrium), sementara banyak fenomena yang lebih menarik di pasar keuangan fundamental tergantung pada agen heterogen dan situasi yang jauh dari ekuilibrium.
Salah satu kekuatan pendorong di balik ekonofisika yang muncul saat ini adalah ketersediaan sejumlah besar data keuangan secara tiba-tiba, mulai tahun 1980-an. Terlihat jelas bahwa metode analisis tradisional tidak cukup memadai - metode ekonomi standar berkaitan dengan agen homogen dan keseimbangan (ekuilibrium), sementara banyak fenomena yang lebih menarik di pasar keuangan fundamental tergantung pada agen heterogen dan situasi yang jauh dari ekuilibrium.


Istilah "ekonofisika" pertama kali diciptakan oleh [[H. Eugene Stanley]] untuk menggambarkan sejumlah besar makalah yang ditulis oleh fisikawan dalam masalah pasar (saham dan lainnya), dalam sebuah konferensi tentang fisika statistik di [[Kolkata]], [[India]] pada tahun 1995 dan pertama muncul dalam publikasi di [[Physica A]] 1996. Pertemuan perdana ekonofisika diselenggarakan tahun 1998 di [[Budapest]], [[Hungaria]] oleh [[János Kertész]] dan [[Imre Kondor]].
Istilah "ekonofisika" pertama kali diciptakan oleh [[H. Eugene Stanley]] untuk menggambarkan sejumlah besar makalah yang ditulis oleh fisikawan dalam masalah pasar (saham dan lainnya), dalam sebuah konferensi tentang fisika statistik di [[Kolkata]], [[India]] pada tahun 1995 dan pertama muncul dalam publikasi di [[Physica A]] 1996.<ref>[http://www.saha.ac.in/cmp/camcs/Stanley-interview.pdf Interview of H. E. Stanley on Econophysics (Published in "IIM Kozhikode Society & Management Review", Sage publication (USA), Vol. 2 Issue 2 (July), pp. 73-78 (2013))]</ref><ref>[http://arxiv.org/abs/1308.2191 Econophysics Research in India in the last two Decades (1993-2013)]</ref> Pertemuan perdana ekonofisika diselenggarakan tahun 1998 di [[Budapest]], [[Hungaria]] oleh [[János Kertész]] dan [[Imre Kondor]].


Di Indonesia, ekonofisika dirintis oleh [[Yohanes Surya]] dan [[Hokky Situngkir]] yang memimpin komite sains untuk "International Econophysics Conference IEC2002" di Nusa Dua, Bali pada tanggal 29-31 Agustus 2002 yang merupakan forum ilmiah internasional pertama dalam bidang Ekonofisika di Indonesia. Saat ini pengembangan rintisan penelitian ekonofisika dijalankan di Center for Econophysics di [[Surya University]].
Di Indonesia, ekonofisika dirintis oleh [[Yohanes Surya]] dan [[Hokky Situngkir]] yang memimpin komite sains untuk "International Econophysics Conference IEC2002" <ref>[http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1116910943 Ekonofisika, Bisnis Indonesia 14 Agustus 2002 (2002))]</ref> di Nusa Dua, Bali pada tanggal 29-31 Agustus 2002 yang merupakan forum ilmiah internasional pertama dalam bidang Ekonofisika di Indonesia. Saat ini pengembangan rintisan penelitian ekonofisika dijalankan di Center for Econophysics di [[Surya University]].<ref>[http://www.surya.ac.id/content/5/7/Riset_Unggulan, Riset Unggulan Surya University 2 Januari (2016))]</ref>


== Alat dasar ==
== Alat dasar ==
Alat dasar ekonofisika ialah metode [[Probabilitas|probabilistik]] dan [[statistik]] yang sering diambil dari fisika statistik.
Alat dasar ekonofisika ialah metode [[Probabilitas|probabilistik]] dan [[statistik]] yang sering diambil dari fisika statistik.


Model fisika yang telah diterapkan di bidang ekonomi meliputi [[teori kinetik gas]] (disebut model pertukaran pasar kinetik)), model [[perkolasi]], model [[Teori chaos|chaos]] yang dikembangkan untuk mempelajari serangan jantung, dan model dengan kekritisan yang diorganisir sendiri serta model lain yang dikembangkan untuk [[prediksi gempa|memprediksi gempa]]. Selain itu, ada upaya untuk menggunakan teori [[kompleksitas]] dan [[teori informasi]] dalam matematika, seperti yang dikembangkan oleh banyak ilmuwan di antaranya adalah [[Murray Gell-Mann]] dan [[Claude E. Shannon]].
Model fisika yang telah diterapkan di bidang ekonomi meliputi [[teori kinetik gas]] (disebut model pertukaran pasar kinetik<ref>Bikas K Chakrabarti, Anirban Chakraborti, Satya R Chakravarty, Arnab Chatterjee. ''Econophysics of Income & Wealth Distributions''. Cambridge University Press, Cambridge. 2012.</ref>)), model [[perkolasi]], model [[Teori chaos|chaos]] yang dikembangkan untuk mempelajari serangan jantung, dan model dengan kekritisan yang diorganisir sendiri serta model lain yang dikembangkan untuk [[prediksi gempa|memprediksi gempa]].<ref>Didier Sornette. [https://archive.org/details/whystockmarketsc00sorn Why Stock Markets Crash?]. Princeton University Press. 2003.</ref> Selain itu, ada upaya untuk menggunakan teori [[kompleksitas]] dan [[teori informasi]] dalam matematika, seperti yang dikembangkan oleh banyak ilmuwan di antaranya adalah [[Murray Gell-Mann]] dan [[Claude E. Shannon]].


Karena fenomena ekonomi adalah hasil dari interaksi antara banyak [[Agen (ekonomi)|agen]] heterogen, terdapat analogi dengan mekanika statistik, di mana banyak partikel berinteraksi; namun harus diperhitungkan bahwa sifat-sifat manusia dan partikel secara signifikan berbeda.
Karena fenomena ekonomi adalah hasil dari interaksi antara banyak [[Agen (ekonomi)|agen]] heterogen, terdapat analogi dengan mekanika statistik, di mana banyak partikel berinteraksi; namun harus diperhitungkan bahwa sifat-sifat manusia dan partikel secara signifikan berbeda.


Contoh lain adalah [[teori matriks acak]], yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi gangguan dalam matriks korelasi keuangan. Sebuah makalah berpendapat bahwa teknik ini dapat meningkatkan kinerja portofolio, misalnya pada [[Teori portofolio modern|optimasi portofolio]].
Contoh lain adalah [[teori matriks acak]], yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi gangguan dalam matriks korelasi keuangan. Sebuah makalah berpendapat bahwa teknik ini dapat meningkatkan kinerja portofolio, misalnya pada [[Teori portofolio modern|optimasi portofolio]].
 
<ref>Vasiliki Plerou, Parameswaran Gopikrishnan, Bernd Rosenow, Luis Amaral, Thomas Guhr and H. Eugene Stanley. ''Random matrix approach to cross correlations in financial data''. ''Physical Review E''. 2002. Vol. 65 (6). hlm. 066126. doi:10.1103/PhysRevE.65.066126.</ref>


Namun demikian, berbagai alat lain dari fisika yang sejauh ini telah digunakan dengan sukses, seperti [[dinamika fluida]], [[mekanika klasik]], dan [[mekanika kuantum]] (termasuk apa yang disebut [[ekonomi klasik]], [[ekonomi kuantum]], dan [[keuangan kuantum]]), dan [[jalur perumusan integral]] pada mekanika statistika.
Namun demikian, berbagai alat lain dari fisika yang sejauh ini telah digunakan dengan sukses, seperti [[dinamika fluida]], [[mekanika klasik]], dan [[mekanika kuantum]] (termasuk apa yang disebut [[ekonomi klasik]], [[ekonomi kuantum]], dan [[keuangan kuantum]]), dan [[jalur perumusan integral]] pada mekanika statistika.


Konsep [[indeks kompleksitas ekonomi]], yang diperkenalkan oleh ekonom Harvard [[Ricardo Hausmann]] dan fisikawan MIT Cesar Hidalgo, telah dikembangkan lebih lanjut di observatorium kompleksitas ekonomi Harvard-MIT, telah dirancang sebagai alat prediksi untuk pertumbuhan ekonomi. Menurut perkiraan Hausmann dan Hidalgo, ECI jauh lebih akurat dalam memprediksi pertumbuhan PDB daripada perhitungan tradisional [[Bank Dunia]].
Konsep [[indeks kompleksitas ekonomi]], yang diperkenalkan oleh ekonom Harvard [[Ricardo Hausmann]] dan fisikawan MIT Cesar Hidalgo, telah dikembangkan lebih lanjut di observatorium kompleksitas ekonomi Harvard-MIT, telah dirancang sebagai alat prediksi untuk pertumbuhan ekonomi. Menurut perkiraan Hausmann dan Hidalgo, ECI jauh lebih akurat dalam memprediksi pertumbuhan PDB daripada perhitungan tradisional [[Bank Dunia]].<ref>Ricardo Hausmann, Cesar Hidalgo, et al. [http://atlas.media.mit.edu/book/ The Atlas of Economic Complexity]. The Observatory of Economic Complexity (Harvard HKS/CDI - MIT Media Lab).</ref>


Ada pula analogi antara teori keuangan dan teori [[difusi]]. Misalnya, [[persamaan Black-Scholes]] untuk penentuan harga [[Opsi (keuangan)|opsi]] merupakan persamaan [[persamaan difusi|difusi]]-[[adveksi]] (lihat untuk kritik terhadap metodologi Black-Scholes).
Ada pula analogi antara teori keuangan dan teori [[difusi]]. Misalnya, [[persamaan Black-Scholes]] untuk penentuan harga [[Opsi (keuangan)|opsi]] merupakan persamaan [[persamaan difusi|difusi]]-[[adveksi]] (lihat <ref>Jean-Philippe Bouchaud, Marc Potters. [https://archive.org/details/theoryoffinancia0000bouc Theory of Financial Risk and Derivative Pricing]. Cambridge University Press. 2003.</ref><ref>[http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/713665871?journalCode=rquf20 "Welcome to a non Black-Scholes world"]</ref> untuk kritik terhadap metodologi Black-Scholes).


== Pengaruh ==
== Pengaruh ==
Makalah tentang ekonofisika lebih banyak diterbitkan dalam jurnal yang ditujukan untuk fisika dan mekanika statistik daripada dalam jurnal ekonomi terkemuka. [[Ekonom arus utama]] umumnya tidak terkesan oleh bidang ini. Beberapa [[ekonom heterodoks]], termasuk [[Mauro Gallegati]], [[Steve Keen]], dan [[Paul Ormerod]] telah menunjukkan ketertarikannya, tetapi juga mengkritik tren ekonofisika.
Makalah tentang ekonofisika lebih banyak diterbitkan dalam jurnal yang ditujukan untuk fisika dan mekanika statistik daripada dalam jurnal ekonomi terkemuka.<ref>Philip Ball. ''Econophysics: Culture Crash''. ''Nature''. 2006. Vol. 441 (7094). hlm. 686–688. doi:10.1038/441686a.</ref> [[Ekonom arus utama]] umumnya tidak terkesan oleh bidang ini. Beberapa [[ekonom heterodoks]], termasuk [[Mauro Gallegati]], [[Steve Keen]], dan [[Paul Ormerod]] telah menunjukkan ketertarikannya, tetapi juga mengkritik tren ekonofisika.
 
Sebaliknya, ekonofisika memiliki beberapa dampak pada penerapan di bidang [[keuangan kuantitatif]], di mana ruang lingkup dan tujuannya secara signifikan berbeda dari teori ekonomi. Berbagai pegiat ekonofisika telah memperkenalkan model untuk fluktuasi harga di [[pasar keuangan]] atau titik pandang awal pada model yang telah dibentuk. Beberapa hukum skala juga telah ditemukan di berbagai data ekonomi.
 
== Referensi ==


Sebaliknya, ekonofisika memiliki beberapa dampak pada penerapan di bidang [[keuangan kuantitatif]], di mana ruang lingkup dan tujuannya secara signifikan berbeda dari teori ekonomi. Berbagai pegiat ekonofisika telah memperkenalkan model untuk fluktuasi harga di [[pasar keuangan]] atau titik pandang awal pada model yang telah dibentuk.<ref>Jean-Philippe Bouchaud, Marc Potters. [https://archive.org/details/theoryoffinancia0000bouc Theory of Financial Risk and Derivative Pricing]. Cambridge University Press. 2003.</ref><ref>Enrico Scalas. ''The application of continuous-time random walks in finance and economics''. ''Physica A''. 2006. Vol. 362 (2). hlm. 225–239. doi:10.1016/j.physa.2005.11.024.</ref><ref>Y. Shapira, Y. Berman and E. Ben-Jacob. ''Modelling the short term herding behaviour of stock markets''. ''New Journal of Physics''. 2014. Vol. 16. doi:10.1088/1367-2630/16/5/053040.</ref> Beberapa hukum skala juga telah ditemukan di berbagai data ekonomi.<ref>Y. Liu, P. Gopikrishnan, P. Cizeau, M. Meyer, C.-K. Peng, and H. E. Stanley. ''Statistical properties of the volatility of price fluctuations''. ''Physical Review E''. 1999. Vol. 60 (2). hlm. 1390. doi:10.1103/PhysRevE.60.1390.</ref><ref>M. H. R. Stanley, L. A. N. Amaral, S. V. Buldyrev, S. Havlin, H. Leschhorn, P. Maass, M. A. Salinger, H. E. Stanley. [http://havlin.biu.ac.il/Publications.php?keyword=Scaling+behaviour+in+the+growth+of+companies&year=*&match=all Scaling behaviour in the growth of companies]. ''Nature''. 1996. Vol. 379 (6568). hlm. 804. doi:10.1038/379804a0.</ref><ref>K. Yamasaki, L. Muchnik, S. Havlin, A. Bunde, and H.E. Stanley. [http://havlin.biu.ac.il/Publications.php?keyword=Scaling+and+memory+in+volatility+return+intervals+in+financial+markets&year=*&match=all Scaling and memory in volatility return intervals in financial markets]. ''PNAS''. 2005. Vol. 102 (26). hlm. 9424–8. doi:10.1073/pnas.0502613102.</ref>


== Bacaan lanjut ==
== Bacaan lanjut ==
Baris 46: Baris 43:
* Philip Mirowski, ''More Heat than Light - Economics as Social Physics, Physics as Nature's Economics'', [http://www.cambridge.org/catalogue/catalogue.asp?isbn=0521426898 Cambridge University Press (Cambridge, UK, 1989)]
* Philip Mirowski, ''More Heat than Light - Economics as Social Physics, Physics as Nature's Economics'', [http://www.cambridge.org/catalogue/catalogue.asp?isbn=0521426898 Cambridge University Press (Cambridge, UK, 1989)]
* Ubaldo Garibaldi and Enrico Scalas, ''Finitary Probabilistic Methods in Econophysics'', [http://www.cambridge.org/gb/knowledge/isbn/item2708018/?site_locale=en_GB Cambridge University Press (Cambridge, UK, 2010)].
* Ubaldo Garibaldi and Enrico Scalas, ''Finitary Probabilistic Methods in Econophysics'', [http://www.cambridge.org/gb/knowledge/isbn/item2708018/?site_locale=en_GB Cambridge University Press (Cambridge, UK, 2010)].
* Emmanual Farjoun and Moshé Machover, ''Laws of Chaos: a probabilistic approach to political economy'', [http://staffnet.kingston.ac.uk/~ku32530/PPE/PPEindex.html Verso (London, 1983)] ISBN 0-86091-768-1
* Emmanual Farjoun and Moshé Machover, ''Laws of Chaos: a probabilistic approach to political economy'', [http://staffnet.kingston.ac.uk/~ku32530/PPE/PPEindex.html Verso (London, 1983)] ISBN 0-86091-768-1  
* Nature Physics Focus issue: Complex networks in finance March 2013 Volume 9 No 3 pp 119–128
* Nature Physics Focus issue: Complex networks in finance March 2013 Volume 9 No 3 pp 119–128
* Mark Buchanan, ''What has econophysics ever done for us?'', [http://www.nature.com.proxy.queensu.ca/nphys/journal/v9/n6/full/nphys2648.html Nature, 2013 ]
* Mark Buchanan, ''What has econophysics ever done for us?'', [http://www.nature.com.proxy.queensu.ca/nphys/journal/v9/n6/full/nphys2648.html Nature, 2013 ]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ekonofisika&oldid=28588324 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28588324 (2025-11-21T13:25:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ekonofisika&oldid=28588324 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28588324 (2025-11-21T13:25:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 17.56

Ekonofisika adalah bidang penelitian lintas disiplin dengan menerapkan teori dan metode yang awalnya dikembangkan oleh fisikawan untuk memecahkan masalah di bidang ekonomi, biasanya yang berkaitan dengan ketidakpastian atau proses stokastik dan dinamika nonlinear. Beberapa aplikasinya terhadap studi pasar keuangan juga dapat disebut keuangan statistik, mengacu pada fisika statistik.

Sejarah

Minat fisikawan dalam ilmu sosial bukanlah hal baru; Daniel Bernoulli, sebagai contoh, adalah pencetus preferensi berbasis utilitas. Salah satu pendiri teori ekonomi neoklasik, mantan Profesor Ekonomi Universitas Yale Irving Fisher, awalnya dididik oleh fisikawan Yale terkenal, Josiah Willard Gibbs.[1] Demikian juga Jan Tinbergen, yang memenangkan Hadiah Nobel Ekonomi pertama pada tahun 1969 atas pengembangan dan penerapan model dinamis untuk analisis proses ekonomi, belajar fisika dengan Paul Ehrenfest di Universitas Leiden.

Ekonofisika dimulai pada pertengahan 1990-an oleh beberapa fisikawan yang bekerja di subbidang mekanika statistika. Merasa kurang puas dengan penjelasan dan pendekatan ekonom tradisional - yang biasanya memprioritaskan pendekatan yang disederhanakan demi solusi model teoretis atas kesepakatan dengan data empiris - mereka menerapkan alat dan metode dari ilmu fisika, pertama untuk mencoba untuk mencocokkan data keuangan, kemudian menjelaskan fenomena ekonomi secara lebih umum.

Salah satu kekuatan pendorong di balik ekonofisika yang muncul saat ini adalah ketersediaan sejumlah besar data keuangan secara tiba-tiba, mulai tahun 1980-an. Terlihat jelas bahwa metode analisis tradisional tidak cukup memadai - metode ekonomi standar berkaitan dengan agen homogen dan keseimbangan (ekuilibrium), sementara banyak fenomena yang lebih menarik di pasar keuangan fundamental tergantung pada agen heterogen dan situasi yang jauh dari ekuilibrium.

Istilah "ekonofisika" pertama kali diciptakan oleh H. Eugene Stanley untuk menggambarkan sejumlah besar makalah yang ditulis oleh fisikawan dalam masalah pasar (saham dan lainnya), dalam sebuah konferensi tentang fisika statistik di Kolkata, India pada tahun 1995 dan pertama muncul dalam publikasi di Physica A 1996.[2][3] Pertemuan perdana ekonofisika diselenggarakan tahun 1998 di Budapest, Hungaria oleh János Kertész dan Imre Kondor.

Di Indonesia, ekonofisika dirintis oleh Yohanes Surya dan Hokky Situngkir yang memimpin komite sains untuk "International Econophysics Conference IEC2002" [4] di Nusa Dua, Bali pada tanggal 29-31 Agustus 2002 yang merupakan forum ilmiah internasional pertama dalam bidang Ekonofisika di Indonesia. Saat ini pengembangan rintisan penelitian ekonofisika dijalankan di Center for Econophysics di Surya University.[5]

Alat dasar

Alat dasar ekonofisika ialah metode probabilistik dan statistik yang sering diambil dari fisika statistik.

Model fisika yang telah diterapkan di bidang ekonomi meliputi teori kinetik gas (disebut model pertukaran pasar kinetik[6])), model perkolasi, model chaos yang dikembangkan untuk mempelajari serangan jantung, dan model dengan kekritisan yang diorganisir sendiri serta model lain yang dikembangkan untuk memprediksi gempa.[7] Selain itu, ada upaya untuk menggunakan teori kompleksitas dan teori informasi dalam matematika, seperti yang dikembangkan oleh banyak ilmuwan di antaranya adalah Murray Gell-Mann dan Claude E. Shannon.

Karena fenomena ekonomi adalah hasil dari interaksi antara banyak agen heterogen, terdapat analogi dengan mekanika statistik, di mana banyak partikel berinteraksi; namun harus diperhitungkan bahwa sifat-sifat manusia dan partikel secara signifikan berbeda.

Contoh lain adalah teori matriks acak, yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi gangguan dalam matriks korelasi keuangan. Sebuah makalah berpendapat bahwa teknik ini dapat meningkatkan kinerja portofolio, misalnya pada optimasi portofolio. [8]

Namun demikian, berbagai alat lain dari fisika yang sejauh ini telah digunakan dengan sukses, seperti dinamika fluida, mekanika klasik, dan mekanika kuantum (termasuk apa yang disebut ekonomi klasik, ekonomi kuantum, dan keuangan kuantum), dan jalur perumusan integral pada mekanika statistika.

Konsep indeks kompleksitas ekonomi, yang diperkenalkan oleh ekonom Harvard Ricardo Hausmann dan fisikawan MIT Cesar Hidalgo, telah dikembangkan lebih lanjut di observatorium kompleksitas ekonomi Harvard-MIT, telah dirancang sebagai alat prediksi untuk pertumbuhan ekonomi. Menurut perkiraan Hausmann dan Hidalgo, ECI jauh lebih akurat dalam memprediksi pertumbuhan PDB daripada perhitungan tradisional Bank Dunia.[9]

Ada pula analogi antara teori keuangan dan teori difusi. Misalnya, persamaan Black-Scholes untuk penentuan harga opsi merupakan persamaan difusi-adveksi (lihat [10][11] untuk kritik terhadap metodologi Black-Scholes).

Pengaruh

Makalah tentang ekonofisika lebih banyak diterbitkan dalam jurnal yang ditujukan untuk fisika dan mekanika statistik daripada dalam jurnal ekonomi terkemuka.[12] Ekonom arus utama umumnya tidak terkesan oleh bidang ini. Beberapa ekonom heterodoks, termasuk Mauro Gallegati, Steve Keen, dan Paul Ormerod telah menunjukkan ketertarikannya, tetapi juga mengkritik tren ekonofisika.

Sebaliknya, ekonofisika memiliki beberapa dampak pada penerapan di bidang keuangan kuantitatif, di mana ruang lingkup dan tujuannya secara signifikan berbeda dari teori ekonomi. Berbagai pegiat ekonofisika telah memperkenalkan model untuk fluktuasi harga di pasar keuangan atau titik pandang awal pada model yang telah dibentuk.[13][14][15] Beberapa hukum skala juga telah ditemukan di berbagai data ekonomi.[16][17][18]

Bacaan lanjut

Referensi

  1. Yale Economic Review, Retrieved October-25-09.
  2. Interview of H. E. Stanley on Econophysics (Published in "IIM Kozhikode Society & Management Review", Sage publication (USA), Vol. 2 Issue 2 (July), pp. 73-78 (2013))
  3. Econophysics Research in India in the last two Decades (1993-2013)
  4. Ekonofisika, Bisnis Indonesia 14 Agustus 2002 (2002))
  5. Riset Unggulan Surya University 2 Januari (2016))
  6. Bikas K Chakrabarti, Anirban Chakraborti, Satya R Chakravarty, Arnab Chatterjee. Econophysics of Income & Wealth Distributions. Cambridge University Press, Cambridge. 2012.
  7. Didier Sornette. Why Stock Markets Crash?. Princeton University Press. 2003.
  8. Vasiliki Plerou, Parameswaran Gopikrishnan, Bernd Rosenow, Luis Amaral, Thomas Guhr and H. Eugene Stanley. Random matrix approach to cross correlations in financial data. Physical Review E. 2002. Vol. 65 (6). hlm. 066126. doi:10.1103/PhysRevE.65.066126.
  9. Ricardo Hausmann, Cesar Hidalgo, et al. The Atlas of Economic Complexity. The Observatory of Economic Complexity (Harvard HKS/CDI - MIT Media Lab).
  10. Jean-Philippe Bouchaud, Marc Potters. Theory of Financial Risk and Derivative Pricing. Cambridge University Press. 2003.
  11. "Welcome to a non Black-Scholes world"
  12. Philip Ball. Econophysics: Culture Crash. Nature. 2006. Vol. 441 (7094). hlm. 686–688. doi:10.1038/441686a.
  13. Jean-Philippe Bouchaud, Marc Potters. Theory of Financial Risk and Derivative Pricing. Cambridge University Press. 2003.
  14. Enrico Scalas. The application of continuous-time random walks in finance and economics. Physica A. 2006. Vol. 362 (2). hlm. 225–239. doi:10.1016/j.physa.2005.11.024.
  15. Y. Shapira, Y. Berman and E. Ben-Jacob. Modelling the short term herding behaviour of stock markets. New Journal of Physics. 2014. Vol. 16. doi:10.1088/1367-2630/16/5/053040.
  16. Y. Liu, P. Gopikrishnan, P. Cizeau, M. Meyer, C.-K. Peng, and H. E. Stanley. Statistical properties of the volatility of price fluctuations. Physical Review E. 1999. Vol. 60 (2). hlm. 1390. doi:10.1103/PhysRevE.60.1390.
  17. M. H. R. Stanley, L. A. N. Amaral, S. V. Buldyrev, S. Havlin, H. Leschhorn, P. Maass, M. A. Salinger, H. E. Stanley. Scaling behaviour in the growth of companies. Nature. 1996. Vol. 379 (6568). hlm. 804. doi:10.1038/379804a0.
  18. K. Yamasaki, L. Muchnik, S. Havlin, A. Bunde, and H.E. Stanley. Scaling and memory in volatility return intervals in financial markets. PNAS. 2005. Vol. 102 (26). hlm. 9424–8. doi:10.1073/pnas.0502613102.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28588324 (2025-11-21T13:25:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.