Lompat ke isi

Distribusi normal: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29279749; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Normal_Distribution_PDF.svg|thumb|right|280px|Normal Distribution PDF]]
\,e^{ -\frac{(x-\mu)^2}{2\sigma^2} }</math>
\,e^{ -\frac{(x-\mu)^2}{2\sigma^2} }</math>
   | cdf        = <math>\frac12\Big[1 + \operatorname{erf}\Big( \frac{x-\mu}{\sqrt{2\sigma^2}}\Big)\Big] </math>
   | cdf        = <math>\frac12\Big[1 + \operatorname{erf}\Big( \frac{x-\mu}{\sqrt{2\sigma^2}}\Big)\Big] </math>
Baris 6: Baris 8:
   | variance  = ''σ''<sup>2</sup>
   | variance  = ''σ''<sup>2</sup>
   | skewness  = 0
   | skewness  = 0
   | kurtosis  = 0
   | kurtosis  = 0  
   | entropy    = <math>\tfrac12 \ln(2 \pi e \, \sigma^2)</math>
   | entropy    = <math>\tfrac12 \ln(2 \pi e \, \sigma^2)</math>
   | mgf        = <math>\exp\{ \mu t + \tfrac{1}{2}\sigma^2t^2 \}</math>
   | mgf        = <math>\exp\{ \mu t + \tfrac{1}{2}\sigma^2t^2 \}</math>
Baris 18: Baris 20:


== Definisi ==
== Definisi ==
Persamaan distribusi normal bergantung pada dua parameter <math>\mu</math> dan <math>\sigma</math>, di mana <math>\mu</math> adalah ''[[rata-rata|rataan]]'' dan <math>\sigma</math> adalah ''[[simpangan baku]]''. [[Fungsi kepekatan probabilitas]] distribusi normal dinyatakan sebagai berikut:
Persamaan distribusi normal bergantung pada dua parameter <math>\mu</math> dan <math>\sigma</math>, di mana <math>\mu</math> adalah ''[[rata-rata|rataan]]'' dan <math>\sigma</math> adalah ''[[simpangan baku]]''. [[Fungsi kepekatan probabilitas]] distribusi normal dinyatakan sebagai berikut:<ref>Ronald E Walpole. ''Ilmu Peluang dan Statistika untuk Insinyur dan Ilmuwan''. Penerbit ITB. 1995. hlm. 160.</ref>
<math display="block">
<math display="block">
n(x;\mu, \sigma) = \frac{1}{\sqrt{2\pi}\sigma} e^{-\frac{(x-\mu)^2}{2\sigma^2}}
n(x;\mu, \sigma) = \frac{1}{\sqrt{2\pi}\sigma} e^{-\frac{(x-\mu)^2}{2\sigma^2}}
Baris 31: Baris 33:


== Sifat-sifat kurva normal ==
== Sifat-sifat kurva normal ==
Suatu kurva distribusi normal (kurva normal) memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
Suatu kurva distribusi normal (kurva normal) memiliki sifat-sifat sebagai berikut:<ref>Ronald E Walpole. ''Ilmu Peluang dan Statistika untuk Insinyur dan Ilmuwan''. Penerbit ITB. 1995. hlm. 162.</ref>
# ''[[modus]]'', titik yang memberikan nilai maksimum pada kurva, terdapat pada <math display="inline">x = \mu</math>
# ''[[modus]]'', titik yang memberikan nilai maksimum pada kurva, terdapat pada <math display="inline">x = \mu</math>
# kurva setangkup (simetris) terhadap sumbu tegak yang melewati titik <math>x = \mu</math>
# kurva setangkup (simetris) terhadap sumbu tegak yang melewati titik <math>x = \mu</math>
Baris 42: Baris 44:


Istilah ''kurva lonceng'' diperkenalkan oleh [[Jouffret]] pada tahun [[1872]] untuk distribusi normal bivariat. Sementara itu istilah ''distribusi normal'' secara terpisah diperkenalkan oleh [[Charles S. Peirce]], [[Francis Galton]], dan Wilhelm Lexis sekitar tahun [[1875]]. Terminologi ini secara tidak sengaja memiliki nama sama.
Istilah ''kurva lonceng'' diperkenalkan oleh [[Jouffret]] pada tahun [[1872]] untuk distribusi normal bivariat. Sementara itu istilah ''distribusi normal'' secara terpisah diperkenalkan oleh [[Charles S. Peirce]], [[Francis Galton]], dan Wilhelm Lexis sekitar tahun [[1875]]. Terminologi ini secara tidak sengaja memiliki nama sama.
== Referensi ==


== Bacaan lebih lanjut ==
== Bacaan lebih lanjut ==
Baris 53: Baris 53:
* [http://www.elektro-energetika.cz/calculations/no.php?language=english Kalkulator daring distribusi normal]
* [http://www.elektro-energetika.cz/calculations/no.php?language=english Kalkulator daring distribusi normal]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Distribusi+normal&oldid=29279749 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29279749 (2026-05-27T14:11:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Distribusi+normal&oldid=29279749 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29279749 (2026-05-27T14:11:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 17.58

Normal Distribution PDF

\,e^{ -\frac{(x-\mu)^2}{2\sigma^2} }</math>

 | cdf        = 12[1+erf(xμ2σ2)]
 | mean       = μ
 | median     = μ
 | mode       = μ
 | variance   = σ2
 | skewness   = 0
 | kurtosis   = 0 
 | entropy    = 12ln(2πeσ2)
 | mgf        = exp{μt+12σ2t2}
 | char       = exp{iμt12σ2t2}
 | fisher     = (1/σ2001/(2σ4))

}}

Distribusi normal, disebut pula distribusi Gauss, adalah distribusi probabilitas yang paling banyak digunakan dalam berbagai analisis statistika. Distribusi normal baku adalah distribusi normal yang memiliki rata-rata nol dan simpangan baku satu. Distribusi ini juga dijuluki kurva lonceng (bell curve) karena grafik fungsi kepekatan probabilitasnya mirip dengan bentuk lonceng.

Distribusi normal memodelkan fenomena kuantitatif pada ilmu alam maupun ilmu sosial. Beragam skor pengujian psikologi dan fenomena fisika seperti jumlah foton dapat dihitung melalui pendekatan dengan mengikuti distribusi normal. Distribusi normal banyak digunakan dalam berbagai bidang statistika, misalnya distribusi sampling rata-rata akan mendekati normal, meski distribusi populasi yang diambil tidak berdistribusi normal. Distribusi normal juga banyak digunakan dalam berbagai distribusi dalam statistika, dan kebanyakan pengujian hipotesis mengasumsikan normalitas suatu data.

Definisi

Persamaan distribusi normal bergantung pada dua parameter μ dan σ, di mana μ adalah rataan dan σ adalah simpangan baku. Fungsi kepekatan probabilitas distribusi normal dinyatakan sebagai berikut:[1] n(x;μ,σ)=12πσe(xμ)22σ2

dengan π=3,14159... dan e=2,17828 (bilangan Euler).

Distribusi normal dengan rataan μ=0 dan variansi σ2=1 (atau, simpangan baku σ=1) disebut sebagai distribusi normal baku. Fungsi kepekatan distribusi normal baku dinyatakan sebagai: n(x;0,1)=12πex22

Sifat-sifat kurva normal

Suatu kurva distribusi normal (kurva normal) memiliki sifat-sifat sebagai berikut:[2]

  1. modus, titik yang memberikan nilai maksimum pada kurva, terdapat pada x=μ
  2. kurva setangkup (simetris) terhadap sumbu tegak yang melewati titik x=μ
  3. kurva memiliki titik belok pada x=μ±σ. Kurva cekung dari bawah pada selang μσ<X<μ+σ, cekung dari atas untuk nilai x lainnya
  4. kedua ujung kurva mendekati asimtot sumbu datar ketika x menjauhi μ baik ke arah kiri maupun kanan
  5. seluruh luas di bawah kurva dan di atas sumbu datar sama dengan 1

Sejarah

Distribusi normal pertama kali diperkenalkan oleh Abraham de Moivre dalam artikelnya pada tahun 1733 sebagai pendekatan distribusi binomial untuk n besar. Karya tersebut dikembangkan lebih lanjut oleh Pierre Simon de Laplace, dan dikenal sebagai teorema Moivre-Laplace. Laplace menggunakan distribusi normal untuk analisis galat suatu eksperimen. Metode kuadrat terkecil diperkenalkan oleh Legendre pada tahun 1805. Sementara itu Gauss mengklaim telah menggunakan metode tersebut sejak tahun 1794 dengan mengasumsikan galatnya memiliki distribusi normal.

Istilah kurva lonceng diperkenalkan oleh Jouffret pada tahun 1872 untuk distribusi normal bivariat. Sementara itu istilah distribusi normal secara terpisah diperkenalkan oleh Charles S. Peirce, Francis Galton, dan Wilhelm Lexis sekitar tahun 1875. Terminologi ini secara tidak sengaja memiliki nama sama.

Bacaan lebih lanjut

  • Hanafi, M., & Wibowo, B. (2017). Statistika: Teori & aplikasi. Edisi 1. Jakarta: Mitra Wacana Media.
  • Supranto, J. (2016). Statistika dasar. Edisi 17. Jakarta: Erlangga.
  • Walpole, R. E., Myers, R. H., Myers, S. L., & Ye, K. (2012). Statistical methods for business & economics. Edisi 17. New York: McGraw-Hill Irwin.

Pranala luar

Referensi

  1. Ronald E Walpole. Ilmu Peluang dan Statistika untuk Insinyur dan Ilmuwan. Penerbit ITB. 1995. hlm. 160.
  2. Ronald E Walpole. Ilmu Peluang dan Statistika untuk Insinyur dan Ilmuwan. Penerbit ITB. 1995. hlm. 162.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29279749 (2026-05-27T14:11:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.