Lompat ke isi

Nama seni: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26568988; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Chữ_hiệu.png|thumb|right|280px|Chữ hiệu]]
'''Nama seni''' ('''nama samaran''' atau '''nama pena'''), yang juga dikenal dengan nama aslinya '''''hào''''' (dalam [[bahasa Mandarin]]), '''''gō''''' (dalam [[bahasa Jepang]]), '''''ho''''' (dalam [[bahasa Korea]]), dan '''''tên hiệu''''' (dalam [[bahasa Vietnam]]), adalah nama profesional yang digunakan oleh [[seniman]], penyair, dan penulis [[Asia Timur]]. Kata dan konsep tersebut berasal dari [[Tiongkok]], tempat kata tersebut digunakan sebagai julukan bagi kaum terpelajar, kemudian menjadi populer di negara-negara Asia Timur lainnya (terutama di [[Jepang]], [[Korea]], [[Vietnam]], dan bekas [[Kerajaan Ryukyu]]).
'''Nama seni''' ('''nama samaran''' atau '''nama pena'''), yang juga dikenal dengan nama aslinya '''''hào''''' (dalam [[bahasa Mandarin]]), '''''gō''''' (dalam [[bahasa Jepang]]), '''''ho''''' (dalam [[bahasa Korea]]), dan '''''tên hiệu''''' (dalam [[bahasa Vietnam]]), adalah nama profesional yang digunakan oleh [[seniman]], penyair, dan penulis [[Asia Timur]]. Kata dan konsep tersebut berasal dari [[Tiongkok]], tempat kata tersebut digunakan sebagai julukan bagi kaum terpelajar, kemudian menjadi populer di negara-negara Asia Timur lainnya (terutama di [[Jepang]], [[Korea]], [[Vietnam]], dan bekas [[Kerajaan Ryukyu]]).


Dalam beberapa kasus, seniman mengadopsi nama samaran yang berbeda pada berbagai tahap karier mereka, biasanya untuk menandai perubahan penting dalam hidup mereka. Pelaku ekstrem dari kecenderungan ini adalah [[Tang Yin]] dari [[Dinasti Ming]], yang memiliki lebih dari sepuluh ''hao'', [[Hokusai]] dari [[Jepang]], yang pada periode 1798 hingga 1806 saja menggunakan tidak kurang dari enam hao, dan [[Kim Jeong-hui]] dari [[Dinasti Joseon]] yang memiliki hingga 503 ''hao''.
Dalam beberapa kasus, seniman mengadopsi nama samaran yang berbeda pada berbagai tahap karier mereka, biasanya untuk menandai perubahan penting dalam hidup mereka. Pelaku ekstrem dari kecenderungan ini adalah [[Tang Yin]] dari [[Dinasti Ming]], yang memiliki lebih dari sepuluh ''hao'', [[Hokusai]] dari [[Jepang]], yang pada periode 1798 hingga 1806 saja menggunakan tidak kurang dari enam hao, dan [[Kim Jeong-hui]] dari [[Dinasti Joseon]] yang memiliki hingga 503 ''hao''.<ref>[https://encykorea.aks.ac.kr/Article/E0063656 호(號)]. ''Encyclopedia of Korean Culture''.</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Nama kehormatan]]
* [[Nama kehormatan]]
* [[Nama pena]]
* [[Nama pena]]
== Referensi ==


== Bacaan lebih lanjut ==
== Bacaan lebih lanjut ==
 
*  
*
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nama+seni&oldid=26568988 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26568988 (2024-11-26T11:45:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nama+seni&oldid=26568988 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26568988 (2024-11-26T11:45:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 18.08

Chữ hiệu

Nama seni (nama samaran atau nama pena), yang juga dikenal dengan nama aslinya hào (dalam bahasa Mandarin), (dalam bahasa Jepang), ho (dalam bahasa Korea), dan tên hiệu (dalam bahasa Vietnam), adalah nama profesional yang digunakan oleh seniman, penyair, dan penulis Asia Timur. Kata dan konsep tersebut berasal dari Tiongkok, tempat kata tersebut digunakan sebagai julukan bagi kaum terpelajar, kemudian menjadi populer di negara-negara Asia Timur lainnya (terutama di Jepang, Korea, Vietnam, dan bekas Kerajaan Ryukyu).

Dalam beberapa kasus, seniman mengadopsi nama samaran yang berbeda pada berbagai tahap karier mereka, biasanya untuk menandai perubahan penting dalam hidup mereka. Pelaku ekstrem dari kecenderungan ini adalah Tang Yin dari Dinasti Ming, yang memiliki lebih dari sepuluh hao, Hokusai dari Jepang, yang pada periode 1798 hingga 1806 saja menggunakan tidak kurang dari enam hao, dan Kim Jeong-hui dari Dinasti Joseon yang memiliki hingga 503 hao.[1]

Lihat pula

Bacaan lebih lanjut

Referensi

  1. 호(號). Encyclopedia of Korean Culture.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26568988 (2024-11-26T11:45:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.