Kehendak bebas: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26591187; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Rage-and-anger-fresco.jpg|thumb|right|280px|Menurut tradisi, hanya tindakan-tindakan yang dikehendaki secara bebas yang layak dibenarkan atau dipersalahkan]] | |||
'''Kehendak bebas''' (), atau '''kemauan bebas''', adalah kemampuan untuk [[pilihan|memilih]] di antara berbagai rencana [[tindakan (filsafat)|tindakan]] berbeda yang memungkinkan. Hal ini terkait erat dengan konsep [[tanggung jawab moril|tanggung jawab]], [[pujian]], [[kesalahan]], [[dosa]], dan penilaian-penilaian lain yang hanya berlaku pada tindakan-tindakan yang dipilih secara bebas. Selain itu juga berhubungan dengan konsep [[nasihat]], [[persuasi]], [[pertimbangan]], dan larangan. Biasanya hanya tindakan-tindakan yang dikehendaki secara bebas yang dipandang layak untuk dibenarkan atau dipersalahkan. Terdapat banyak kekhawatiran berbeda terkait ancaman-ancaman terhadap kemungkinan adanya kehendak bebas, bervariasi berdasarkan bagaimana sebenarnya pemahaman akan hal ini, yang terkadang menjadi bahan perdebatan. | '''Kehendak bebas''' (), atau '''kemauan bebas''', adalah kemampuan untuk [[pilihan|memilih]] di antara berbagai rencana [[tindakan (filsafat)|tindakan]] berbeda yang memungkinkan. Hal ini terkait erat dengan konsep [[tanggung jawab moril|tanggung jawab]], [[pujian]], [[kesalahan]], [[dosa]], dan penilaian-penilaian lain yang hanya berlaku pada tindakan-tindakan yang dipilih secara bebas. Selain itu juga berhubungan dengan konsep [[nasihat]], [[persuasi]], [[pertimbangan]], dan larangan. Biasanya hanya tindakan-tindakan yang dikehendaki secara bebas yang dipandang layak untuk dibenarkan atau dipersalahkan. Terdapat banyak kekhawatiran berbeda terkait ancaman-ancaman terhadap kemungkinan adanya kehendak bebas, bervariasi berdasarkan bagaimana sebenarnya pemahaman akan hal ini, yang terkadang menjadi bahan perdebatan. | ||
Beberapa kalangan memahami kehendak bebas sebagai kemampuan seseorang untuk membuat pilihan yang hasilnya belum ditentukan oleh peristiwa-peristiwa masa lalu. [[Determinisme]] menyatakan bahwa hanya satu rencana tindakan saja yang mungkin terjadi, sehingga tidak konsisten dengan keberadaan kehendak bebas tersebut. Masalah ini telah diidentifikasi dalam [[filsafat Yunani kuno]], dan hingga sekarang masih menjadi fokus utama perdebatan filosofis. Pandangan tersebut, yang memahami kehendak bebas tidak sesuai dengan determinisme, disebut ''[[inkompatibilisme]]'' dan mencakup baik [[Libertarianisme (metafisika)|libertarianisme metafisik]], yang mengklaim bahwa determinisme adalah salah dan karenanya kehendak bebas mungkin ada, maupun [[determinisme keras]], yang mengklaim bahwa determinisme adalah benar dan karenanya kehendak bebas tidak mungkin ada. Hal ini juga mencakup [[Inkompatibilisme#Inkompatibilisme keras|inkompatibilisme keras]], yang berpandangan bahwa baik determinisme ataupun penyangkalannya tidak selaras dengan kehendak bebas, dan oleh karena itu kehendak bebas dianggap mustahil dalam keadaan apapun berkenaan dengan determinisme. | Beberapa kalangan memahami kehendak bebas sebagai kemampuan seseorang untuk membuat pilihan yang hasilnya belum ditentukan oleh peristiwa-peristiwa masa lalu. [[Determinisme]] menyatakan bahwa hanya satu rencana tindakan saja yang mungkin terjadi, sehingga tidak konsisten dengan keberadaan kehendak bebas tersebut. Masalah ini telah diidentifikasi dalam [[filsafat Yunani kuno]],<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kehendak+bebas&oldid=26591187 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> dan hingga sekarang masih menjadi fokus utama perdebatan filosofis. Pandangan tersebut, yang memahami kehendak bebas tidak sesuai dengan determinisme, disebut ''[[inkompatibilisme]]'' dan mencakup baik [[Libertarianisme (metafisika)|libertarianisme metafisik]], yang mengklaim bahwa determinisme adalah salah dan karenanya kehendak bebas mungkin ada, maupun [[determinisme keras]], yang mengklaim bahwa determinisme adalah benar dan karenanya kehendak bebas tidak mungkin ada. Hal ini juga mencakup [[Inkompatibilisme#Inkompatibilisme keras|inkompatibilisme keras]], yang berpandangan bahwa baik determinisme ataupun penyangkalannya tidak selaras dengan kehendak bebas, dan oleh karena itu kehendak bebas dianggap mustahil dalam keadaan apapun berkenaan dengan determinisme. | ||
Di sisi lain, para ''[[kompatibilisme|kompatibilis]]'' berpandangan bahwa kehendak bebas selaras dengan determinisme. Beberapa kompatibilis bahkan berpendapat kalau determinisme ''diperlukan'' bagi kehendak bebas, dengan alasan bahwa pilihan melibatkan preferensi atas salah satu rencana tindakan di atas yang lainnya, membutuhkan perasaan mengenai ''bagaimana'' seandainya pilihan-pilihan yang ada terwujud menjadi kenyataan. Para kompatibilis dengan demikian menganggap bahwa perdebatan antara kaum libertarian dan determinis keras mengenai kehendak bebas vs. determinisme merupakan suatu [[dilema palsu]]. Masing-masing kalangan kompatibilis berbeda mengemukakan definisi yang sangat berlainan mengenai makna "kehendak bebas", konsekuensinya masing-masing menemukan jenis-jenis batasan berbeda yang relevan dengan isu tersebut. Para kompatibilis klasik memandang kehendak bebas tidak lebih dari kebebasan bertindak, dengan pertimbangan bahwa seseorang hanya bebas berkehendak jika ia ''memiliki'' satu keinginan yang nyatanya tidak terjadi untuk melakukan sebaliknya dan ia ''dapat'' melakukan yang sebaliknya tanpa hambatan fisik. Sementara para kompatibilis masa kini mengidentifikasi kehendak bebas sebagai suatu kemampuan psikologis, misalnya untuk mengarahkan perilaku seseorang dengan suatu cara yang responsif terhadap akal. Dan masih terdapat pendapat-pendapat berbeda yang bahkan lebih jauh lagi mengenai kehendak bebas, masing-masing sesuai dengan kepentingannya sendiri, dan hanya serupa ciri umumnya yaitu bukan untuk menemukan kemungkinan keberadaan determinisme sebagai suatu ancaman terhadap kemungkinan keberadaan kehendak bebas. | Di sisi lain, para ''[[kompatibilisme|kompatibilis]]'' berpandangan bahwa kehendak bebas selaras dengan determinisme. Beberapa kompatibilis bahkan berpendapat kalau determinisme ''diperlukan'' bagi kehendak bebas, dengan alasan bahwa pilihan melibatkan preferensi atas salah satu rencana tindakan di atas yang lainnya, membutuhkan perasaan mengenai ''bagaimana'' seandainya pilihan-pilihan yang ada terwujud menjadi kenyataan.<ref>An argument by Rudolph Carnap described by: C. James Goodwin. [https://books.google.com/books?id=eNsVUGTMcDoC&pg=PA11 Research In Psychology: Methods and Design]. Wiley. 2009. hlm. 11. ISBN 047052278X.</ref><ref>Robert C Bishop. [https://books.google.com/books?id=BhcpiZN2MOIC&pg=PA603&lpg=PA603 Visions of Discovery: New Light on Physics, Cosmology, and Consciousness]. Cambridge University Press. 2010. hlm. 603. ISBN 0521882397.</ref> Para kompatibilis dengan demikian menganggap bahwa perdebatan antara kaum libertarian dan determinis keras mengenai kehendak bebas vs. determinisme merupakan suatu [[dilema palsu]].<ref>See, for example, Janet Richards. [https://books.google.com/books?id=6KZ1NZmDGCEC&pg=PT152&lpg=PT152 Human Nature After Darwin: A Philosophical Introduction]. Routledge. 2001. hlm. 142 ''ff''. ISBN 041521243X.</ref> Masing-masing kalangan kompatibilis berbeda mengemukakan definisi yang sangat berlainan mengenai makna "kehendak bebas", konsekuensinya masing-masing menemukan jenis-jenis batasan berbeda yang relevan dengan isu tersebut. Para kompatibilis klasik memandang kehendak bebas tidak lebih dari kebebasan bertindak, dengan pertimbangan bahwa seseorang hanya bebas berkehendak jika ia ''memiliki'' satu keinginan yang nyatanya tidak terjadi untuk melakukan sebaliknya dan ia ''dapat'' melakukan yang sebaliknya tanpa hambatan fisik. Sementara para kompatibilis masa kini mengidentifikasi kehendak bebas sebagai suatu kemampuan psikologis, misalnya untuk mengarahkan perilaku seseorang dengan suatu cara yang responsif terhadap akal. Dan masih terdapat pendapat-pendapat berbeda yang bahkan lebih jauh lagi mengenai kehendak bebas, masing-masing sesuai dengan kepentingannya sendiri, dan hanya serupa ciri umumnya yaitu bukan untuk menemukan kemungkinan keberadaan determinisme sebagai suatu ancaman terhadap kemungkinan keberadaan kehendak bebas.<ref>[http://plato.stanford.edu/entries/compatibilism/#ConCom Compatibilism (Stanford Encyclopedia of Philosophy)]</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* ''[[De libero arbitrio (Agustinus)|De libero arbitrio]]'' | * ''[[De libero arbitrio (Agustinus)|De libero arbitrio]]'' | ||
* [[Fatalisme]] | * [[Fatalisme]] | ||
| Baris 20: | Baris 20: | ||
* [[Teorema kehendak bebas]] | * [[Teorema kehendak bebas]] | ||
* [[Voluntarisme]] | * [[Voluntarisme]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://iai.tv/video/fate-freedom-and-neuroscience Fate, Freedom and Neuroscience] - a debate on whether free will is an illusion and pre-determined by the [[Institute of Art and Ideas]], featuring Oxford neuroscientist Nayef Al Rodhan, psychiatrist and broadcaster Mark Salter, and LSE philosopher Kristina Musholt. | * [http://iai.tv/video/fate-freedom-and-neuroscience Fate, Freedom and Neuroscience] - a debate on whether free will is an illusion and pre-determined by the [[Institute of Art and Ideas]], featuring Oxford neuroscientist Nayef Al Rodhan, psychiatrist and broadcaster Mark Salter, and LSE philosopher Kristina Musholt. | ||
* | * | ||
* | * | ||
* ''[[Internet Encyclopedia of Philosophy]]'' entries: | * ''[[Internet Encyclopedia of Philosophy]]'' entries: | ||
** [http://www.iep.utm.edu/foreknow/ "Foreknowledge and Free Will"] by [[Norman Swartz]] | ** [http://www.iep.utm.edu/foreknow/ "Foreknowledge and Free Will"] by [[Norman Swartz]] | ||
| Baris 80: | Baris 34: | ||
** [http://plato.stanford.edu/entries/incompatibilism-theories/ "Incompatibilism"] by Randolph Clarke | ** [http://plato.stanford.edu/entries/incompatibilism-theories/ "Incompatibilism"] by Randolph Clarke | ||
** [http://plato.stanford.edu/entries/free-will-foreknowledge/ "Divine Foreknowledge and Free Will"] by Linda Zagzebski | ** [http://plato.stanford.edu/entries/free-will-foreknowledge/ "Divine Foreknowledge and Free Will"] by Linda Zagzebski | ||
* | * | ||
* [http://www.rep.routledge.com/article/V014 "Free Will"] by [[Galen Strawson]] in [[Routledge Encyclopedia of Philosophy]] | * [http://www.rep.routledge.com/article/V014 "Free Will"] by [[Galen Strawson]] in [[Routledge Encyclopedia of Philosophy]] | ||
* [http://www.newadvent.org/cathen/06259a.htm "Free Will"] in [[Catholic Encyclopedia]] | * [http://www.newadvent.org/cathen/06259a.htm "Free Will"] in [[Catholic Encyclopedia]] | ||
| Baris 88: | Baris 42: | ||
* [http://www.earlymoderntexts.com/f_edwards.html Jonathan Edwards's Freedom of the Will, slightly modified for easier reading] | * [http://www.earlymoderntexts.com/f_edwards.html Jonathan Edwards's Freedom of the Will, slightly modified for easier reading] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kehendak+bebas&oldid=26591187 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26591187 (2024-12-02T04:13:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 18.11

Kehendak bebas (), atau kemauan bebas, adalah kemampuan untuk memilih di antara berbagai rencana tindakan berbeda yang memungkinkan. Hal ini terkait erat dengan konsep tanggung jawab, pujian, kesalahan, dosa, dan penilaian-penilaian lain yang hanya berlaku pada tindakan-tindakan yang dipilih secara bebas. Selain itu juga berhubungan dengan konsep nasihat, persuasi, pertimbangan, dan larangan. Biasanya hanya tindakan-tindakan yang dikehendaki secara bebas yang dipandang layak untuk dibenarkan atau dipersalahkan. Terdapat banyak kekhawatiran berbeda terkait ancaman-ancaman terhadap kemungkinan adanya kehendak bebas, bervariasi berdasarkan bagaimana sebenarnya pemahaman akan hal ini, yang terkadang menjadi bahan perdebatan.
Beberapa kalangan memahami kehendak bebas sebagai kemampuan seseorang untuk membuat pilihan yang hasilnya belum ditentukan oleh peristiwa-peristiwa masa lalu. Determinisme menyatakan bahwa hanya satu rencana tindakan saja yang mungkin terjadi, sehingga tidak konsisten dengan keberadaan kehendak bebas tersebut. Masalah ini telah diidentifikasi dalam filsafat Yunani kuno,[1] dan hingga sekarang masih menjadi fokus utama perdebatan filosofis. Pandangan tersebut, yang memahami kehendak bebas tidak sesuai dengan determinisme, disebut inkompatibilisme dan mencakup baik libertarianisme metafisik, yang mengklaim bahwa determinisme adalah salah dan karenanya kehendak bebas mungkin ada, maupun determinisme keras, yang mengklaim bahwa determinisme adalah benar dan karenanya kehendak bebas tidak mungkin ada. Hal ini juga mencakup inkompatibilisme keras, yang berpandangan bahwa baik determinisme ataupun penyangkalannya tidak selaras dengan kehendak bebas, dan oleh karena itu kehendak bebas dianggap mustahil dalam keadaan apapun berkenaan dengan determinisme.
Di sisi lain, para kompatibilis berpandangan bahwa kehendak bebas selaras dengan determinisme. Beberapa kompatibilis bahkan berpendapat kalau determinisme diperlukan bagi kehendak bebas, dengan alasan bahwa pilihan melibatkan preferensi atas salah satu rencana tindakan di atas yang lainnya, membutuhkan perasaan mengenai bagaimana seandainya pilihan-pilihan yang ada terwujud menjadi kenyataan.[2][3] Para kompatibilis dengan demikian menganggap bahwa perdebatan antara kaum libertarian dan determinis keras mengenai kehendak bebas vs. determinisme merupakan suatu dilema palsu.[4] Masing-masing kalangan kompatibilis berbeda mengemukakan definisi yang sangat berlainan mengenai makna "kehendak bebas", konsekuensinya masing-masing menemukan jenis-jenis batasan berbeda yang relevan dengan isu tersebut. Para kompatibilis klasik memandang kehendak bebas tidak lebih dari kebebasan bertindak, dengan pertimbangan bahwa seseorang hanya bebas berkehendak jika ia memiliki satu keinginan yang nyatanya tidak terjadi untuk melakukan sebaliknya dan ia dapat melakukan yang sebaliknya tanpa hambatan fisik. Sementara para kompatibilis masa kini mengidentifikasi kehendak bebas sebagai suatu kemampuan psikologis, misalnya untuk mengarahkan perilaku seseorang dengan suatu cara yang responsif terhadap akal. Dan masih terdapat pendapat-pendapat berbeda yang bahkan lebih jauh lagi mengenai kehendak bebas, masing-masing sesuai dengan kepentingannya sendiri, dan hanya serupa ciri umumnya yaitu bukan untuk menemukan kemungkinan keberadaan determinisme sebagai suatu ancaman terhadap kemungkinan keberadaan kehendak bebas.[5]
Lihat pula
- De libero arbitrio
- Fatalisme
- Kehendak bebas dalam teologi
- Argumen dari kehendak bebas
- Lokus kontrol
- Monisme ganjil
- Naturalisme (filsafat)
- Predestinasi
- Prospeksi
- Tanggung jawab moril
- Teorema kehendak bebas
- Voluntarisme
Pranala luar
- Fate, Freedom and Neuroscience - a debate on whether free will is an illusion and pre-determined by the Institute of Art and Ideas, featuring Oxford neuroscientist Nayef Al Rodhan, psychiatrist and broadcaster Mark Salter, and LSE philosopher Kristina Musholt.
- Internet Encyclopedia of Philosophy entries:
- "Foreknowledge and Free Will" by Norman Swartz
- "Free Will" by Kevin Timpe
- "Medieval Theories of Free Will" by Colleen McClusky
- "Middle Knowledge" by John D. Laing
- Stanford Encyclopedia of Philosophy entries:
- "Free Will" by Timothy O'Connor
- "Incompatibilism" by Randolph Clarke
- "Divine Foreknowledge and Free Will" by Linda Zagzebski
- "Free Will" by Galen Strawson in Routledge Encyclopedia of Philosophy
- "Free Will" in Catholic Encyclopedia
- The Determinism and Freedom Philosophy Website edited by Ted Honderich
- "Freedom and the Laws of Nature" by Steven Horst (The Montréal Review)
- The Skeptics Dictionary on 'free will'
- Jonathan Edwards's Freedom of the Will, slightly modified for easier reading
Referensi
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ An argument by Rudolph Carnap described by: C. James Goodwin. Research In Psychology: Methods and Design. Wiley. 2009. hlm. 11. ISBN 047052278X.
- ↑ Robert C Bishop. Visions of Discovery: New Light on Physics, Cosmology, and Consciousness. Cambridge University Press. 2010. hlm. 603. ISBN 0521882397.
- ↑ See, for example, Janet Richards. Human Nature After Darwin: A Philosophical Introduction. Routledge. 2001. hlm. 142 ff. ISBN 041521243X.
- ↑ Compatibilism (Stanford Encyclopedia of Philosophy)
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26591187 (2024-12-02T04:13:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.